Sang Ketua Osis

Sang Ketua Osis
Syifa Hilang


__ADS_3

Spontan Syifa dkk menoleh melihat rupanya mereka adalah geng Sandra, ditambah adanya personil baru yang tak lain dan tak bukan adalah Sasha.


"Gue peringantin sama lo.. buat ngejahuin Dimas yah karena Dimas itu hanya untuk gue" teriak Sandra.


"Iya bener tuh sama Dias juga gue mau kalo lo nggak ganjen lagi.. sama pacar gue" cetus Sasha menunjuk Syifa dengan raut wajah kesalnya.


Syifa mengedipkan matanya Sonya, Sarah dan Doni paham akan kode tersebut agar bersikap biasa aja.


"Lo tuli apa bege sih!!" seru Sandra ikut kesal.


"Mereka dah takut kali Sand" ujar Anggun tertawa.


"Bener banget mereka kan cemen" kata Yunita ikutan menimpali mengajungkan jempolnya kebawah.


"Iya.. dasar cemen lo" balas Sanda Sasha barengan.


"Gaes kita cabut yuk berada di kelas pembuangan ini rasanya kok bau kumuh ih, jijik gue" ujar Sandra yang diangguki seluruh gengnya kemudian berlalu pergi.


"Rasanya gue mau pijet-pijet tuh si nenek lampir, ihh,, tapi untung gue orangnya penyabar" kata Sarah tidak terima setelah melihat geng Sandra pergi.


"Iya sama.. kalo bukan Syifa kode kita sudah jambak jambakan deh gue sama si anak tuyul" imbuh Sonya.


"Hahha, udahlah gaes.. mereka nggak penting" sahut Syifa melanjutkan makannya begitu pun lainnya.

__ADS_1


Seusai makan Syifa bergegas pergi toilet tapi sendiri karena teman-temannya belum selesai makan. Geng Sandra melihat Syifa jalan sendiri mengikutinya.


"Gaes.. si cewek genit itu masuk dalam" ujar Sandra.


"Iya,, gimana kalo kita kerjain sekalian" imbuh Sasha mengangkan kedua tangannya dipinggang.


"Ide bagus tuh.. kunciin aja Sand" balas Anggun lihat kunci yang bergelantungan di pintu toilet.


"Oke" sahut mereka barengan dan memulai bereaksi, mereka pun mengunci pintu dari luar dan tak lupa, ia memasangkan kertas di depan pintu bahwa toilet ini bermasalah.


"Good.. kita cabut" perintah Sandra kemudian berlalu pergi dari toilet bersama geng-nya.


Syifa yang sudah selesai dalam toilet bergegas ingin keluar dari tempat itu namun alangkah terkejut Syifa setelah pintunya tidak bisa terbuka juga.


"Aduh.. gimana ini? pintunya kok nggak kebuka?" ujar Syifa. "Mana gue lupa bawa handphone lagi" katanya lagi setelah meraba seluruh tubuhnya.


"Apa mungkin bel masuk sudah berbunyi? ahh gawat ini, mana, masih ada satu mapel lagi" sambung Syifa menatap jam tangannya.


******


Dikelas Syifa sudah ada guru yang mengajar, mereka semua tampak begitu serius belajar begitu pula Dino dkk yang terlihat sangat serius.


"Syifa ke toilet lama bener.. ini udah mau pulang kita" bisik Sarah melihat jam tangannya menengok Sonya.

__ADS_1


"Nggak tahu gue.. apa mungkin terjadi sesuatu sama Syifa?" bisik Sonya membuat Sarah ikut panik.


"Bener juga terus gmana dong? lo tahu sendiri bapak yang ada di depan, galaknya minta ampun" sambung Sarah menunjuk kearah seorang guru lelaki mengajar di kelasnya.


"Iya udah.. lo tenang dulu kalo nanti pembelajaran ini selesai kta langsung cabut mencari Syifa" ujar Sonya berusaha menenangkan Sarah yang sangat cemas.


"Syifa kemana ya? kok, dari tadi nggak kelihatan sih? ekm.. mungkin sebentar lagi dateng" batin Dias yang melihat bangku Syifa masih kosong.


Setelah pembelajaran mereka selesai, dengan cepat mereka segera berlari namun terhalangi oleh Dino.


"Woyyy, Syifa dimana" tanya Dino memegang tangan Sarah dan Sonya pun berhenti berlari. Begitu lah Dias berada diantara mereka bertiga dengan wajah serius menatap teman-temannya.


"Kita juga nggak tahu pas istrihat tadi bilangnya mau ke toilet, tapi sampe pulang nggak kembali-kembali" jelas Sarah yang membuat cemas dua lelaki itu.


"Kok bisa !!" seru mereka barengan. Sonya dan Sarah mengangkat bahunya pertanda tidak tahu.


Mereka segera berlari mencari keberadaan Syifa dan mereka membagi dua team, Sonya dan Dias, mereka pergi mencari Syifa ke arah utara, sedang Sarah juga Dino pergi mencari Syifa kearah selatan.


Setelah Sonya dan Dias melihat semua toilet yang di sekolah, mereka pun, kembali bertemu Dino Sarah di yang terlihat ada di lapangan basket.


"Gimana? ada?" ujar Dias setelah berada di lapangan basket berkumpul. Sarah Dino menggeleng kepala.


"Terus, ini gimana? apa kita lapor polisi saja? kali aja kan Syifa diculik?" kata Sonya begitu cemas, gimana nggak cemas Syifa kan adik iparnya sekarang.

__ADS_1


Beberapa lelaki menatap ke arah lapangan basket, ia pun berjalan pergi mendekati sekumpulan orang itu.


"Kenapa kalian belum pulang" tanya Dimas bersama Kevin dan David yang sampai di lapangan basket.


__ADS_2