
Setelah menunggu kurang lebih setengah jam Dimas dkk tiba di kediaman Sanjaya lebih tepatnya dirumah Syifa, Surya dan Sinta, dirumah orang paling terkaya.
"Wah.. rumah Syifa gede banget Dim.. ini mah,, kalah dengan rumah lo" ujar Kevin melongok masuk dalam rumah karena telah di bukakan pintu sama Sinta.
"Iyalah orang Syifa anak keluarga terkaya gimana sih lo" kata Kevin cengegeasan.
Sinta hanya menggelengkan kepalanya.
"Dulu yah sayang.. mami, pergi panggil Syifa dkk nya dulu" balas Sinta tersenyum menatap semuanya.
"Iya mi" sahut mereka banrengan di angguki Sinta.
Keluarga Syifa memang keluarga yang terkenal akan keramahannya, siapa pun mereka asal berbuat baikk pasti akan dibaiki oleh keluarga Sanjaya seperti saat ini Sinta yang menganggap mereka layaknya anak.
Sinta tiba di kamar Syifa segera masuk tanpa harus mengetuk kamar puteri bungsunya itu toh memang kebiasaan Sinta mengusili anak manjanya tersebut.
"Hai.. anak-anak mami" sapa Sinta tersenyum.
"Mami" sorak mereka bersamaan.
"Oh iya dibawah ada 3 lelaki, mami lupa nanya nama mereka tapi diantara mereka seperti Dias" ujar Sinta.
Syifa, Surya, Sarah, Sonya, seketika bergantian saling menatap pertanda yang dimaksud Sinta yakni Dimas dkk siapa lagi kalo bukan Kevin dan David.
__ADS_1
"Baik mi kita langsung turun kok" balas Syifa berdiri.
"Ye.. cepet amat lo Syif" ujar Sarah cengingikan.
"Ussstt kagak boleh gitu orang ini baru mau di mulai" balas Sonya ikut berdiri tapi ditarik sama Surya.
"Lo.. disini aja bareng abang" ucap Surya tersenyum.
Sinta hanya menggelengkan kepalanya, melihat ulah putera sulungnya itu yang sedang PDKT sama Sonya namun Sonya terlihat begitu gugupnya.
"Ta-tapi bang"
"Nggak ada tapi tapian Nya" balas Surya, memotong pembicaraan Sonya dengan jari telunjuknya itu yang sudah berada dibibir Sonya.
"Iya udah deh kalo abang maksa" kata Sonya pasrah.
"Lo udah lama" tanya Syifa saat melihat Dimas.
"Nggak kok Syif baru aja" jawab Dimas.
"Katanya lo ada yang omongin sama Dimas apaan?" sahut David to the point.
"Syifa.. lagi galau, gara-gara Dias jauhin dia jadi Syifa mau minta tolong deh, sama Dimas" balas Sarah ikut blak-blakan memberitahu.
__ADS_1
"Oh karena itu jadi Dias masih belum baikan ya sama lo, karena kejadian itu" ujar Dimas spontan membuat membuat David dan Kevin mengaga karena tak tahu tentang masalah itu.
"Iya kak blom" balas Syifa Sarah mengagguk.
"Terus lo butuh bantuan gue apa?" tanya Dimas lagi.
"Emang masalah apa sih? kok gini amat?" ujar Kevin dan David bersamaan semakin penasaran.
"Diem aja lo ntar juga tahu" cetus Dimas kesal.
"Iyyelah.. siap bos" Sahut Kevin David barengan lagi.
Mereka semua pun merencanakan lanjutan rencana yang tadi sempat terhentikan, karena mereka sudah pemikiran untung ada Surya dan Dimas dkk, bantuin mereka hingga rencana tersebut menjadi kelar.
Petang kini menghampiri dan mereka semua masih berada di ruang tamu berdiskusi sambil tertawa.
"Oh, jadi karena itu pantas aja Dias marah" ujar David tertawa sejadi-jadinya setelah mengetahuinya.
"Astaga Dim.. masa lo tega sama adik lo sendiri" ujar Kevin kembali menyalahkan Dimas.
"Sebenarnya bukan cuman karena kak Dimas tapi itu ulah gue juga yang lambat menyadari perasaan gue" jawab Syifa lirih menundukkan kepalanya.
"Nggak Syif.. ini bukan masalah lo kok tapi gue" kata Dimas meyakinkan Syifa yang merasa bersalah.
__ADS_1
"Sudah sudah, itu sudah nggak penting lagi sekarang namun yang terpenting saat ini rencana kita, berjalan harus sesuai rencana" ujar Kevin mengerti situasi.
"Oke.. siap komandan" jawab mereka barengan.