
"Iya iya.. lebih tepatnya pantatnya Kang Daniel" ejek Syifa.
******
Beberapa menit kemudian bel pertanda pulang bunyi seketika Sarah dan Sonya berlarian masuk ke UKS.
"Syifa" teriak Sonya dan Sarah bersamaan.
"Hufft, untung lo udah sadar tadi kita telpon abang lo dan dia sekarang menuju kesini" jelas Sonya.
Syifa membelalakkan matanya.
"Apa? lo bilang ini ke bang Surya?" tanya Syifa.
"Iya, soalnya kita khawatir tahu Syif" jawab Sarah.
"Astaga" balas Syifa tak tahu mau berkata apa lagi.
******
Ditempat lain Surya telah tiba di sekolah, ia bersama Sinta dan Sanjaya mencari-cari ruang UKS, sehingga bertanya pada 3 siswa lelaki yang berwajah tampan.
"Misi nak, ruang UKS dimana?" ujar Sinta.
"UKS.. dari sini lurus aja tan, nanti dapat perempatan belok kiri terus belok kiri lagi. Sampai" jawab Dimas.
"Oh gitu, makasih ya nak" balas Surya.
"Iya tan, masama. Tante.. emang cari siapa?" tanya Dimas penasaran.
"I-ini nak.. anak tante lagi sakit dan katanya sekarang ada UKS" balas Sinta.
"Oh, tante, om dan kakak ini keluarganya Syifa?" kata Dimas lagi.
"Iya dek, kok kamu tahu?" tanya Surya.
__ADS_1
Seketika Dimas dkk membelalakkan matanya.
"Bukannya om ini pak Sanjaya ya? pengusaha sukses dan terkaya sekota Bandung?" tanya David.
"Iya saya Sanjaya ini istri saya sinta dan juga ini anak saya Surya" kata Sanjaya menunjuk satu per satu.
Seketika semua berpandangan satu sama lainnya.
"Lalu, Syifa om?" tanya David penasaran.
"Dia anak bungsu kami" balas Sinta lagi.
Perkataan barusan membuat semuanya semakin tak percaya, ternyata Syifa adalah anak orang terkaya se kota bandung.
"Sini om.. biar kami anter" balas David menunjukkan arah menuju UKS diikuti Dimas dan Kevin.
*****
Setelah, menempuh perjalanan kurang lebih 5 menit, mereka pun sampai dan masuk dalam UKS, seketika Sinta berlari memeluk Syifa.
"Syifa anak mami" ujar Sinta memeluk Syifa.
"Mami papi khawatirin kamu sayang" balas Sinta.
Teman-teman Syifa yang ada di ruangan UKS hanya menyimak keluarga Syifa yang tiba-tiba muncul.
"Keadaan kamu gimana sayang?" tanya Sanjaya.
"Sudah mendingan kok pi" balas Syifa.
"Hufft, syukurlah" kata Sanjaya menghelah napasnya.
"Makanya kalo disuruh makan ya makan jangan baru makan kalo sudah kek gini" sindir Surya.
"Iya kakak sayang, iya" ledek Syifa.
__ADS_1
Mata Sarah terbelalak ketika melihat kearah Sanjaya.
"Om.. papinya Syifa?" tanya Sarah terkejut.
"Eh, Sarah. Iya om papinya Syifa nak, gimana dengan ayahmu? baik?" balas Sanjaya menatap Sarah.
"Iya om, alhamdulilah ayah baik kok" jawab Sarah.
"Syukurlah, salam ya buat ayahmu" kata Sanjaya lagi.
"Iya om, nanti Sarah salamkan" balas Sarah senyum.
Dias mengulurkan tangannya kearah Sanjaya dibalas hangat oleh semua keluarga Syifa.
"Halo om, tante, kak, saya Dias temannya Syifa" kata Dias memperkenalkan dirinya.
"Ihh.. kita teman?" sejak kapan ya?" sindir Syifa.
Sinta dan Sanjaya menggelengkan kepalanya.
"Sayang, nggak boleh gitu sama teman sendiri" kata Sinta.
"Iya mi, maaf" jawab Syifa menundukkan kepalanya.
Semua tertawa, kecuali Syifa dan Dias.
"Ohiya om, kenalin aku Dimas ketua Osis sekolah ini" ujar Dias menyalami tangan Sanjaya, Sinta, Surya.
"Idih, sombong amat" sindir Dias sinis.
Seketika Sanjaya dan Sinta menatap balik Dias.
"Kalian anak kembar?" tanya Sinta dan Sanjaya.
"Iya om aku Dias adeknya dan dia Dimas kakak saya" jawab Dias tersenyum.
__ADS_1
"Benar om, kita cuma beda 7 menit" jelas Dimas.
Seketika semuanya memperkenalkan dirinya dibalas hangat oleh Surya, Sinta dan Surya.