
Suara teriakan serta suara gemuruh dari hentakan langkah kaki tersebut membuat seseorang yang berada disana terusik akan hal itu.
Seseorang itu berdecak begitu kesal, "Berisik lo" sahut seorang lelaki yang sedang berbaring diatas kursi yang berada disamping tembok hingga membuatnya tidak terlihat oleh siapa pun ketika berada diatas loteng.
Syifa mendengar suara lelaki tersebut semakin mendekatkan dirinya ke samping tembok karena dirinya dibuat begitu penasaran akan sosok lelaki yang baru saja membalas ucapannya.
"Ello" teriak Syifa terkejut saat melihat lelaki itu ternyata siswa yang dijewer keruang BK oleh ibu Widya ketika tertidur didalam kelasnya tadi.
Lelaki itu mengerjapkan kedua matanya, "Ello ello.. ello yang siapa!! lo lebih baik pergi jauh-jauh deh dari tempat ini.. ganggu orang tidur aja.. sana!!" usir Dias dengan nada begitu ketusnya dengan tatapan tajam sembari menatap kearah gadis cantik itu.
Syifa tersenyum, "Maaf.. memang kita belum kenal sih.. tapi gue kenal lo kok" jawab Syifa memberitahu sembari menatap begitu serius lelaki yang beranjak bangun dari posisi tidurnya.
"Lo kenapa disini? bukannya tadi lo ada diruang BK!! tapi kok.. bisa langsung ada disini sih?" imbuh gadis cantik itu membuka pembicaraannya yang lagi-lagi masih menatap kearah lelaki tersebut.
Dias menghelah napasnya, "Oh.. gue tahu sekarang.. lo pasti teman sekelas gue kan? yang disuruh sama ibu Widya untuk pergi nyariin gue agar bisa kembali masuk kelas lagi? iya? ayo.. ngaku aja deh lo?" balas Dias dengan pertanyaan beruntunnya namun dibalas gelengan kepala oleh gadis cantik yang ada didepan matanya yang terlihat begitu kesal.
"Enak aja.. emang siapa yang nyari lo sih.. gue? iddih ogah banget gue.. buang-buang waktu berharga gue aja" balas gadis cantik itu sembari menunjuk dirinya sendiri sedang lelaki tersebut terlihat mengangguk.
Dias mengernyitkan alisnya, "Terus.. maksud dan tujuan lo kesini itu untuk apa coba.. kalo bukan untuk itu?" ujar Dias serius memperbaiki posisi duduknya sembari kembali menatap mata gadis cantik tersebut namun gadis itu memilih diam memperhatikan wajah lelaki itu dengan tatapan penuh pertanyaan.
"Kok.. wajahnya siswa ini mirip banget ya.. sama kak Dimas? apa dia kembar? saudara? keluarga? atokah apa? gue malah pikir dia tadi kak Dimas" bisik batin Syifa menatap serius kearah wajah lelaki tampan itu.
"Apa.. kak Dimas beneran punya kembaran? aduh.. tapi itu nggak mungkin sih.. karena sikapnya kak Dimas sama orang ini sangat berbeda 360 derajat" lanjut batin Syifa lagi yang masih menatap lelaki tersebut sedang lelaki itu pun ikutan menatap kearah Syifa.
"Lo.. lo.. kenapa liatin wajah gue gitu banget? iya.. iya.. gue tahu kok kalo gue ganteng pake banget" balas Dias memegang wajah tampannya ke kiri dan kanan yang berhasil membuat gadis cantik itu sadar.
__ADS_1
Syifa tertawa, "Hahahha.. Idih.. siapa juga sih yang bilang kalo wajah lo itu tampan? emang lo ngerasa tampan ya? tapi kalo gue perhatiin.. lo itu mirip sama tukang sayur yang sering lewat di depan rumah gue" imbuh Syifa masih dengan tawanya sontak membuat lelaki tampan itu menatapnya dengan tatapan tajam.
Dimas mendegus kesal, "Kalo mau muji.. iya.. muji aja kali.. nggak usah pake malu-malu gitu deh.. soalnya muka lo jelas banget kalo lagi boong buahhaha" sindir Dias tidak mau kalah akan perkataan gadis cantik itu dengan membalasnya dengan sindir yang lebih menohok membuat gadis itu tidak bisa berkata-kata lagi.
Syifa cuek, "Semerdeka.. lo aja deh" sahut Syifa yang terlihat begitu kesalnya sembari segera membuang wajahnya kearah samping hingga memutuskan untuk meninggalkan tempat tersebut namun sebelum melangkahkan kakinya menjauh dari sana lelaki tampan itu menggenggam tangan Syifa.
Dias berdiri, "Tunggu.. tunggu sebentar" pintah Dias masih menggenggam tangan gadis cantik tersebut sembari menatapnya dengan tatapan memohon.
Syifa menepis tangan Dias, "Apa-apan sih lo.. lo nggak usah pake megang-megang tangan gue deh.. jijik gue liatnya" balas Syifa judes menatap tajam lelaki tampan itu sembari menunjuk kearah wajah lelaki tersebut.
Dias tersenyum, "Sok jual mahal banget lo.. padahal nyatanya lo itu juga sama halnya kek cewek-cewek lainnya.. iya.. sama-sama murahan" ujar Dias, "Dan yang harusnya bilang jijik itu harusnya gue bukan lo" sambung Dias lagi yang ikut terlihat kesal menunjuk wajah cewek cantik tersebut dengan tatapan penuh amarah.
Syifa menghela nafas, "Biar.. mau-mau gue dong.. mau gue jual mahal kek.. murah kek.. itu haknya gue dan bukan urusan lo" kata Syifa, "Dan.. kalo lo masih ada yang perlu diomongin lagi.. iya.. to the point aja deh.. karena sekarang gue mau jual mahal sama lo" sambung Syifa lagi dengan nada setengah berteriak sembari menunjuk dada bidang lelaki yang ada dihadapannya tersebut yang berhasil membuat lelaki itu terlihat menyesali semua perkataannya.
Dimas tersenyum, "Iyye.. iyye.. maaf.. gue cuma mau tahu siapa nama lo.. udah itu doang kok nggak lebih" ujar Dias menatap gadis itu yang terlihat masih begitu marahnya sedang gadis cantik itu seperti acuh hingga berpura-pura tidak mendengar ucapan lelaki yang ada dihadapannya sekarang.
Dias mendegus kesal, "Nggak usah belagak tuli deh lo.. entar lo tuli beneran baru tahu rasa" balas Dias kesal menatap lurus gadis cantik yang ada didepannya.
Syifa tersenyum sumringah, "Iya udah kalo gitu.. syukur deh.. kalo lo nggak mau tahu nama gue.. lagian.. gue juga nggak butuh temen macam lo ini" balas Syifa, "Baiklah.. kalo gitu gue cabut sekarang" sambung Syifa lagi masih menatap mata lelaki yang ada dihadapannya yang terlihat begitu marah.
Dias mendengus kesal, "Iya udah.. pergi lo sana.. hussttt.. hussttt.. sana pergi lo jauh-jauh dan jangan ketemu gue lagi" usir Dias mengibaskan kedua tangannya pertanda sedang mengusir gadis cantik yang ada dihadapannya.
Syifa mengangguk, "Yeh.. tanpa lo usir pun.. gue juga bakal pergi dari hadapan cowok aneh kek lo ini" kata Syifa kesal sembari menghentak kasarkan kakinya berlalu meninggalkan Dias di loteng.
Dias mengepal kedua tangannya, "Dasar cewek aneh" gumam Dias, "Dia.. berani banget membangunkan macan jantan.. it's okey.. gue bakal bales lo" sambung Dias lagi menatap kepergian gadis cantik tersebut yang semakin menghilang dari tatapannya.
__ADS_1
*****
Gadis cantik tersebut berjalan kearah kelasnya dengan berusaha meredahkan emosinya akibat kejadian barusan namun lagi-lagi hatinya menolak untuk berdamai karena mengingat semua perkataan lelaki yang menurutnya aneh itu hingga ia tidak merasakan kehadiran seseorang yang sudah yang mengikutinya dari dibelakang.
Seseorang itu berteriak, "Stop.. lo harus berhenti disitu" ujar seorang itu menyuruh gadis cantik tersebut menghentikan langkah kakinya.
Syifa berhenti melangkah, "Aduh.. cobaan apa lagi ini ya tuhan!! mengapa hari ini begitu sial untukku" tutur Syifa bergumam sembari berhenti melangkah lagi.
Seseorang itu berlari kearah depan gadis cantik itu berdiri, "Syifa.. kok lo disini? bukannya ada di kelas!!" seru Dimas menatap mata Syifa yang saat ini berada dihadapannya sedang gadis cantik itu terlihat blushing karena ditatap begitu dalam oleh lelaki yang begitu tampan dihadapannya sekarang.
Dag Dig Dug Serrrr
Syifa yang ditatap dalam-dalam seperti ini membuat jantungnya lagi-lagi berdetak begitu cepatnya hingga membuat wajahnya terasa gerah akan keadaan itu.
Syifa tertunduk, "I-itu kak.. saya tadi abis dari loteng cari udara seger" gagap Syifa membuat dirinya begitu gugup akan tatapan lelaki tampan yang ada dihadapannya sekarang.
Dimas menggangguk sembari tersenyum, "Oh gitu.. kirain gue.. lo mau bolos dihari pertama lo sekolah ini hehhehe" balas Dimas dengan tawanya masih dengan menatap gadis cantik tersebut yang terlihat masih dalam keadaan menundukkan wajah cantiknya.
Syifa pun mendongak, "Kak.. kalo gitu.. saya permisi mau masuk kelas dulu kak!!" seru Syifa yang akan berlalu namun dihatahan oleh lelaki itu.
Dimas tersenyum, "Syifa.. tunggu.. tunggu.. tunggu sebentar Syif" balas Dimas sembari menggenggam tangan kanan gadis cantik itu hingga membuat pipinya seketika meronah.
Syifa lalu tertunduk lagi, "I-iya kak.. ada apa?" sahut Syifa semakin gugup akan perlakuan lelaki yang ada didepannya namun berusaha untuk terlihat santai.
Dimas tertunduk semakin mendekatkan wajah tampannya kearah wajah gadis cantik itu yang terlihat sudah menutup kedua mata dan bibirnya, Dimas yang melihat itu hanya tersenyum, "Oh ini.. ada dedaunan yang nyelip dirambut lo" Dimas segera mengambil daun tersebut dari rambut Syifa spontan gadis cantik itu segera membuka matanya tidak sanggup menatap kearah lelaki tampan itu karena begitu malu akan tingkahnya barusan.
__ADS_1
Syifa segera berlari sembari membalikkan badannya kebelakang sebentar, "Ekm.. makasih ya kak.. sampai jumpa lagi!!" sahut gadis cantik itu yang dibalas anggukan oleh lelaki tampan tersebut dan kembali berlalu menuju kelasnya.
Dimas tersenyum sembari menggelengkan kepalanya, "Anak itu.. sungguh berbeda sama siswi lainnya" ucap Dimas, "Dan dia begitu cantik" sambungnya lagi menatap kepergian gadis cantik itu yang sudah tidak terlihat dari pandangan matanya.