
Maksud lelaki itu ingin menenangkan perasaan Syifa yang ada dihadapannya masih saja menangis malah membuatnya semakin terisak akan tangisannya.
"Udahlah Fa lo nggak usah nangis lagi gue pusing ini ngeliat cewek nangis gini gue nggak tahu harus apa" kata Dias, seketika menarik tubuh Syifa, jatuh dalam pelukannya sambil mengelus puncak kepalanya.
Syifa menyadari kejadian itu tak bisa mengelak pergi dan memarahi Dias karena memang pelukan Dias itu terasa begitu nyaman hingga membuatnya tak biasa diperlakukan begini jadi semakin dibuatnya terdiam.
"Di-dias" ujar Syifa mendongak melihat wajah Dias.
"Iya Fa.. kenapa?" jawab Dias menatap wajah senduh pemilik wajah periang itu kini berubah bersedih ingin rasanya ia menelan orang yang membuat Syifa sedih karena telah membuatnya menjadi seperti ini.
"Gu-gu-e ce-ngeng ya?" kata Syifa lagi masih dengan tindakan yang sama, masih dengan menatap Dias.
Dias mendengar ucapan Syifa hanya menggeleng, ia tidak mau membuat hati gadis itu semakin sedih.
"Gu-gu-gue ma-ma-u bi-bi-lang ka-ka-lo gu-gu-gue itu se-sepe-rti i-ini" kata Syifa masih terisak oleh tangis.
"Nggak.. lo tenang aja, lo itu orangnya periang nggak seperti ini kok" sahut Dias mengelus kepala Syifa.
Syifa menggelengkan kepalanya, "Di-Di-as lo ja-ja-nji ng-ngg-ak ba-ba-kal ni-ning-ggalin gu-gue kan?" ujar Syifa lagi masih terisak dalam tangisannya.
__ADS_1
Dias tersenyum mengangguk, "Iya Fa.. gue bakal ada buat lo dan nggak akan pergi dari lo" balas Dias.
"Ja-anji?" kata Syifa seketika meraih tangan Dias lalu membuat pingky promise, Dias yang melihat Syifa ia seketika tersenyum membalas jari telunjuk Syifa.
"Iya Fa.. gue janji" kata Dias.
Beberapa saat setelahnya Sonya Sarah datang bawa sebotol air mineral berlari menghampiri Syifa Dias.
"Huffft, ternyata lo berdua ada disini?" kata Sarah.
"Iya nih.. kita nyari kesana kesini kesone keseno. Eh.. nggak ada tau-tau ada disini lo berdua" ujar Sonya.
Syifa, Sonya dan Dias menatap tajam kearah Sarah.
"Kek lo aja nggak gitu" balas Sonya tertawa.
"Nih, buat lo basuh muka jelek lo itu tadinya inces eh ini malah kek anak gelandangan" kata Sarah seketika memberi sebotol air minel kehadapan Syifa.
Syifa tersenyum, "Kalian beneran sahabat gue" ucap Syifa mengambil air botol itu lalu saling berpelukan.
__ADS_1
"Iyalah Sarah" kata Sarah menyombongkan dirinya.
Sonya tak mau kalah itu ikutan menyombongkan diri kepada sahabatnya, "Sonya gitu loh" balas Sonya.
Dias hanya tersenyum, melihat mereka ber3 bahagia, tak ada lagi rasa kesedihan tampak diwajah gadis itu hanya sebuah senyuman tulus yang begitu indahnya.
Kreks Kreks
Suara perut Sonya berhasil membuyarkan pelukan 3 orang sahabat itu yang terlihat begitu bahagianya.
"Cacing cacing dalam perut gue keknya laper" sahut Sonya mengelus perutnya yang tadi berbunyi itu.
"Aa elah.. cacing lo harus disekolahin biar tau tempat dan waktu yang tepat Nya" ujar Sarah tertawa semua pun ikut tertawa termasuk Sonya yang emang nggak ada urat malaunya.
Syifa, Sonya, Sarah dan Dias bergegas pergi menuju kantin dengan penuh kegembiraan gadis yang sedih itu berubah kembali menjadi sosok wanita periang.
Mereka pun memutuskan untuk duduk dibagian kursi paling depan, bersama para sahabat-sahabatnya lalu segera memesan makanan sebelum bel masuk tiba.
Setelah makan, mereka segera pergi masuk ke kelas dengan tertawa bahagia hingga semua orang ngeliat kejadian tersebut menjadi heran termasuk Sandra.
__ADS_1