Sang Ketua Osis

Sang Ketua Osis
Sandra Berulah Lagi


__ADS_3

"Loh si cewek cupu kok baik-baik aja?" balas Sandra menatap heran kearah Syifa dkk.


"Nggak tahu, bukankah kita tadi sudah ngerjain Syifa dengan foto-foto cupunya itu. Kok ini bisa jadi gini?" balas Yunita mengangguk ikut merasa bingung.


"Ehemm" deheman seorang lelaki berhasil membuat Sandra dkk membalikkan badannya mencoba meliat orang yang berdehem itu namun seketika ia berhasil dibuat terkejut setelah melihat lelaki tampan itu.


"Eh.. Dimas sejak kapan kamu ada dibelakang?" ujar Sandra melototkan matanya.


"Sejak tadi pas lo ngehina Syifa" balas Dimas kesal.


"Oh cuma itu syukurlah" kata Sandra senyum licik.


"Sekarang lo ngikut gue pergi ke ruang BK sekarang" tegas Dimas menarik paksa tangan Sandra dkk.


*****


Dikelas Syifa, gadis itu tampak tak fokus dengan apa yang di jelaskan ibu Wanda, guru, Bhs. Indonesia. Ibu Wanda saat ini menjelaskan macam-macam majas.


"Syifa" kata ibu Wanda saat melihat Syifa melamun.


Syifa tdak menunjukkan ekspresi karena otaknya kini sedang tidak berada pada tempatnnya entah berada dimana saat ini.


"Syifa" teriak ibu Wanda lagi yang kini sedang naik di nada surara ketingkatan oktaf 2. Syifa ini mulai sadar seketika melihat keberadaan ibu Wanda didepannya.


"I-iya bu ada apa" kata Syifa gugup sekaligus takut.


"Syifa kamu ini kenapa? tadi ibu Wanda perhatiin kok kamu sepertinya kurang fokus?" ujar ibu Wanda lagi.

__ADS_1


"I-ini badan saya kurang enak badan bu" elah Syifa.


"Oh gitu, kamu kalo lagi kurang enak badan harusnya ke UKS" balas ibu Wanda.


"Iya bu" ucap Syifa menundukkan dirinya.


Dias yang menatap kearah Syifa seketika berdiri.


"Sini bu, biar Dias saja yang membawa Syifa pergi ke ruangan UKS, sekarang" balas Dias, memegang bahu Syifa berjalan keluar kelas.


Ibu Wanda hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Dasar anak jaman sekarang" gumam ibu Wanda.


Pembelajaran masih berlanjut tanpa kehadiran Syifa juga Dias yang kini masih berjalan menuju UKS.


"Iya aku nggak apa-apa kok lagi ini paling cuma sakit kepala biasa aja" jawab Syifa tersenyum.


Mereka emang berjalan menuju UKS, namun terhenti di taman untuk duduk dibangku taman yang sejuk.


"Beneran kamu nggak pa-apa?" balas Dias lagi, gadis itu membalasnya dengan anggukan.


"Mungkin.. karena tadi, kamu makannya cuman cilok doang bukan nasi?" ujar Dias mengangguk.


"Nggak Dias, im fine" jawab Syifa tersenyum.


Dias menyadari kelemahan tubuh Syifa, yang terlihat semakin lemah akhirnya ia memberanikan dirinya itu mengarahkan kepala Syifa kearah bahunya.

__ADS_1


"Lo tidur aja dibahu gue" kata Dias dibalas anggukan sama Syifa yang terlihat begitu mulai nyaman.


Seketika beberapa saat kemudian Syifa pun tertidur dalam bahu kekar milik Dias, lelaki itu melihat Syifa terlihat begitu tertidur pulas hanya tersenyum.


"Oh iya.. nggak tau kenapa akhir-akhir ini gue merasa nyaman banget berada deket sama lo" gumam Dias.


"Apa karena gue mulai suka sama lo?" ujar Dias lagi.


Beberapa menit berlalu, gadis itu bergerak membuat anak rambut menutupi wajah cantik gadis itu dengan penuh ketulusan Dias segera mengembalikannya.


"Cantik" kata itu seketika terucap membuat Dias ikut tersenyum menatap wajah cantik milik Syifa.


Syifa menyadari sentuhan seseorang akhirnya melek menatap pertama kali wajah tampan lelaki resek itu.


"Kamu udah bangun?" tanya Dias memastikan.


"Iya" jawab Syifa berdiri meluruskan tubuhnya.


"Udah enakan?" ujar Dias lagi masih memastikan.


"Iya aku udah enakan kok" balas Syifa tersenyum.


"Syukurlah" kata Dias ikut tersenyum.


Syifa duduk menatap wajah Dias dalam-dalam.


"Dias terima kasih ya karena kamu sudah tolong aku lagi" sahut Syifa tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2