
Tiba-tiba keluarga Dimas dan Dias muncul, karena ia baru datang dari keperluan pekerjaan penting.
"Eh Sinta,,, kalian,, sudah mau pulang ya?" ujar Rosie, bunda Dimas, dan Dias, menatap kearahnya, berjalan besama Prata, ayahnya Dimas dan Dias.
"Iya nih Sie,, lagian kamu juga,, kok baru nongol sih?" jawab Sinta memeluk erat Rosie sahabatnya
"Maaf,, soalnya tadi ada urusan kantor dadakan yang harus kita selesaikan secepatnya" ujar Rosie senyum membalas pelukan sahabat lamanya.
Sedangkan Syifa dkk, juga Dimas dkk, ikutan terkejut saat melihat Sinta dan Rosie begitu akrabnya, karena setahu mereka keluarga Syifa, dan Dimas tak pernah ketemu juga Syifa belum pernah ke rumah Dias.
"Hah? bunda kenal,, sama mami Sinta?" tanya Dimas menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Iya dong sayang,, orang Sinta itu sahabatnya bunda" jawab Rosie menatap kearah Dimas yang bingung.
"Ohya Sinta,, pasti anak cantik ini anakmu kan? sahut Rosie menatap ke arah Syifa sedangkan gadis cantik itu melangkah maju mendekati Rosie dan Prata.
"Wah.. Jaya,, anak-anakmu semuanya begitu tampan juga cantik,, sama persis mami, papinya" balas Prata melihat kearah Syifa dan Surya bergantian.
"Iyalah ayah,, teman Dias" sambung Dias tersenyum.
"Jelas dong Prata,, orang kami, berpengalaman dong buatnya" goda Sanjaya tertawa pecah.
__ADS_1
Syifa dan Surya tersenyum mendekati orang tua Dias juga Dimas yang sudah ada dihadapannya.
"Hallo,, ayah, bunda, aku Syifa" kata Syifa menyalami punggung tangan Rosie dan Prata sambil tersenyum.
"Iya sayang bunda tahu kalian kok dan pasti ini Surya menantu baru bunda" ujar Rosie, membalas salaman dari Syifa juga Surya sembari tersenyum.
"Sayang.. kalian kapan-kapan pergi ke rumah juga ya, biar Dimas,, juga Dias, punya teman cewek bukannya teman cowok semua" pinta Prata tersenyum, melihat kearah Syifa.
"Siap ayah itu pasti" jawab Syifa antusias.
Sinta dan Sanjaya menggelengkan kepalanya.
"Ayo sayang,, bener kata mamimu,, besok kan,, kamu sekolah" tutur Sanya memperingatkan.
"Hehhe iya pi,, mi,, siap" clutuk Syifa cengegesan.
"Bener banget,, cepetan kalian semua pulang kecuali Surya biar tinggal disini, karena besok juga,, Surya itu bakal bawah Sonya, pergi ke rumah Syifa" ucap Clara tersenyum menatap kearah Syifa.
Dias dkk, juga Syifa dkk pun, menganggukkan kepala nya menatap Clara, "Siap bunda" ujar mereka.
Rosie tersenyum menatap Sonya.
__ADS_1
"Iya nih kalo kelamaan disini ntar penganten barunya bakal, tambah kemalaman begadangnya" kata Rosie, menarap kearah Sonya, Surya, bergantian sedangkan semua pun ikut tertawa paham akan semua.
Kevin dan David pun bergegas ingin pulang.
"Tunggu.. kalo kalian semua pulang,, ntar gue pulang nya sama siapa dong? mobil gue soalnya, masih ada diparkiran sekolah belum gue ambil" jelas Sarah, kini mengingat akan mobilnya yang belum dia ambil.
Pletak
Lagi-lagi Sonya menjitak kepala teman imutnya itu.
"Yeeh.. dasar lo Sar terus kapan sih otak lo jadi encer nggak telmi lagi" kesal Sonya tersenyum licik.
"Aww.. sakit kali Nya,, emang,, jadi telmi itu kemauan gue gitu? lo juga kalo gitu nggak usah pake jitak-jitak kepala gue kali, sakit ntar benjol gimana kelles?" ujar Sarah tak terima masih memegangi jidatnya.
"Lagian lo punya otak nggak kepake sih Sar daripada menganggur,, mending lo nyumbangin,, ke RSG deh,," sambung Syifa ikut menimpali Sarah.
"SYIFA" teriak Sarah masih belum terima.
"Udahlah ya,, mending, lo ikut mobil aja Sar daripada naik taksi sedirian,, awas lo,, ntar diculik" balas Kevin menakut-nakuti Sarah agar bisa pulang bersamanya.
Syifa tersenyum paham, "Bener tuh, mending lo sana di anterin sama Kevin saja, karena kita semua nggak sempet mau bocan" elak Syifa berwajah datar.
__ADS_1