Sang Ketua Osis

Sang Ketua Osis
Saling Berbaikan


__ADS_3

Dias yang sudah tidak tahan akan kegundahannya itu segera mendatangi kamar Dimas, yang berada tepad disebelah kamarnya sendiri. Dias masuk tanpa ketuk pintu terlebih dahulu.


"Dimas!!" panggil Dias melihat Dimas tak ada dalam kamarnya. Dimas mendengar ada suara memanggil namanya, segera keluar dari kamar mandi yang ada di dalam kamarnya sendiri.


"Kenapa lo? tumben banget masuk kamar gue" ucap Dimas dibuat penasaran sama kedatangan Dias.


"Gue.. bingung mas" ujar Dias, membaringkan dirinya dikasur Dimas. Dimas melihat itu hanya menggeleng kepalanya.


"Pasti.. karena masalahnya sama Syifa sampai Diass sampai dateng kesini, tapi kasihan juga sih kalo Dias gundah seperti ini" bisik batin Dimas bingung.


"Kenapa emangnya" tanya Dimas pura-pura tak tahu, sembari mendudukkan dirinya disamping Dias.


Dimas sebenarnya mengetahu semuanya karena pas kejadian Syifa, Dimas berada juga di kantin, bersama dengan kedua sahabatnya Kevin dan David.


Dias menghembuskan napas kasarnya, "Ekm.. biasa bang, Syifa marah sama gue" jawab Dias.


"Kok bisa?" balas Dimas lagi. Dias mendengar Dimas yang belum tahu semuanya segera menceritakannya kepada kembarannya.


"Oh jadi gra-gara si Sasha marica itu lagi" ujar Dimas ikut kesal, setelah mendengar cerita Dias. Dias akhir nya mengangguk pertanda mengiyakannya.


"Iya bang.. gue rasa ada yang aneh sama si Sasha itu seperti ada yang dia sembunyikan akhir-akhir ini juga dia selalu gangguin gue" jelas Dias serius, ikut duduk berdampingan Dimas.


"Maksud lo aneh apa?" tanya Dimas serius.

__ADS_1


"Iya bang, sampe dia ngemis-ngemisin cinta gue dan lebih parahnya lagi dia minta gue nikahin dia gila kan dia" sambung Dias ikut serius.


"Hahh!! separah itu?" ujar Dimas. Dias menggangguk mengangkat kedua bahunya.


"Tapi.. lo.. nggak pernah ngapain-ngapain dia?" tanya Dimas lagi, yang berhasil membuat Dias, melototkan bulat matanya.


"Lo pikir gue cowok apaan? senakal-nakalnya gue ini gue nggak akan pernah ngelakuin itu bang," ujar Dias lagi.


Dimas menggelengkan kepala, "Iya.. kan kali aja gitu lo khilaf" balas Dimas.


"Iya Sasha emang orangnya cantik juga banyak lelaki yang mengejar-ngejarnya tapi dari padangan gue dia itu cewek kecentilan karena dua bulan gue sama dia Sasha terus jalan sama cowok lain" jelas Dias lagi.


Dimas mengangguk seperti berpikir, "Apakah dugaan gue bener, sepertinya cewek itu udah nggak perawan deh" tutur Dimas serius menatap Dias.


"Itukan bener.. bisa jadi sih" kata Dimas mengiyakan.


"Terus.. apa abang punya ide?" ujar Dias.


Dimas tersenyum, "Iya.. gue punya ide" balas Dimas.


"Apa bang" tanya Dias ikut penasaran seketika Dimas membisikkan Dias akan rencananya tersebut.


"Gimana.. lo setuju kan?" ujar Dimas melepas kuping kanan Dias sembari tersenyum licik sedangkan Dias hanya mengangguk tanda mengiyakan.

__ADS_1


******


Besoknya, di sekolah Dimas dan Dias jalan barengan hingga membuat pemandangan begitu indah dimata para siswa-siswa, juga para guru, karena menurutnya ini adalah moment langkah yang pernah ia lihat.


Dua lelaki tersebut terus berjalan sembari tersenyum menatap seluruh pandangan yang ada di sekolahnya itu termasuk Syifa dkk melihat itu ikut terkejut.


"Selamat pagi para cecant" sapa Dimas Dias bareng.


"Bang.. ada apa dengan lo kenapa hari ini lo berdua?" tanya Sonya menatap aneh dihadapan kembaran itu.


"Dasar sepupu lacnak lo harusnya lo bahagia Nya liat kita damai kembali, eh.. ini malah eksresi lo kek lihat hantu, dasar aneh" jawab Dimas melototi Sonya.


"Iya deh iya udah, syukurlah kalo sepupu tampan gue ini udah baikan gue bahagia lihatnya" balas Sonya.


"Nah gitu dong ini baru Sonya yang kita kenal iya kan bang" tanya Dias. Dimas mengiyakan.


Bel tanda masuk berbunyi, seluruh siswa siswi sorak memasuki kelas mereka masing-masing, begitu pun dengan Syifa dkk dan Dimas dkk.


Pembelajaran berlalu begitu cepatnya sehngga kelas pun selesai, namun Syifa dkk hari ini mageran, tidakk pergi kantin mereka hanya memesan makanannya di kantin untuk dibawanya ke kelasnya, tidak lama saat setelah Sarah memesan makanan mereka pun tiba.


Setelah pelayan kantin itu memberikan pesanannya, mereka pun langsung melahapnya dengan khidmat.


"Woyyy" teriak seorang siswi datang mengedor pintu kelas Syifa hingga membuat seisi kelas terkejut.

__ADS_1


__ADS_2