Sang Ketua Osis

Sang Ketua Osis
Surya Takjub


__ADS_3

Syifa masih cemberut, "Ihh.. bunda mah, suka gitu, ih orang lagi marah juga, masa iya terlihat cantik" balas Syifa dengan nada manjanya.


"Cupcup anak bunda ternyata lagi marah ya? upsssst maap,, kirain bunda,, lagi senyum jadinya gitu terlihat cantik deh" sahut Wanda memelas.


Sedangkan semua orang yang ada disana tersenyum menatap Syifa dan Wanda terlihat layaknya anak dan ibunya yang sedang saling berpelukan.


"Anak ini,, masih gini-gini aja.. lengketnya persis anak sama ibu" ujar Sinta menatap kearah puterinya itu.


Adegan drama melow, antara ibu dan anak, yang tadi terputar sedari tadi akhirnya berakhirnya juga setelah Surya melepas pelukan Syifa dan Wanda.


"Udahlah Syif.. kalo lo terus melukin bunda entar gue sama Sonya gimana fitting baju pengantennya?" ujar Surya menatap Syifa namun Syifa hanya blushing.


"Uppsst,, sorry" balas Syifa singkat.


"Oh iya bunda, gaun yang paling mahal disini dimana coba liatin Surya dong" tanya Surya cengegesan.


"Untuk calon menantu bunda tenang sudah ada gaun yang dah bunda siapin, untuk Sonya" balas Wanda, ia segera berjalan mengambil gaun tersebut.

__ADS_1


"Itu bund?" tanya Surya, setelah melihat gaun yang di bawa Wanda begitu terlihat indah, sedang Wanda, ia membalasnya dengan anggukan.


"Wah bunda,, gaunnya keren banget terus gaun untuk Syifa mana bund?" ujar Syifa yang berhasil membuat semuanya tertawa pecah akan pertanyaan.


"Emang lo udah mau juga Syif?" ledek Surya tertawa.


"Iya belom sih tapi kan siap tahu besok-besok sudah mau juga" balas Syifa tersenyum malu.


"Hahaha makanya sayang.. cepetan cari cowok dong nanti kalo udah dapet bakal mami lamarin" ujar Sinta ikutan tertawa terbahak-bahak.


"Yeeh mami.. kok mami yang lamarin Syifa sih orang lakinya dong,,, yang harusnya ngelamar Syifa duluan" balas Syifa tapi lagi-lagi membuat semua tertawa.


"Sayang,, ya udah cepetan carinya biar kalo udah ada tinggal bilang ke bunda,, biar bunda bisa buatin Syifa gaun yang paling-paling mewah" balas Wanda.


"Oke.. siap bunda" sahut Syifa blushing.


"Oh iya sayang jadi lupa, coba deh Sonya ambil gaun itu biar bisa lihat gaun itu pas untuk Sonya atau tidak ya sayang" kata Sinta memberi gaun kepada Sonya.

__ADS_1


"Siap mami" jawab Sonya menuju ruang ganti.


Setelah menunggu beberapa lama, Sonya pun keluar menggunakan gaun itu. Tubuh Sonya cukup berisi itu membuatnya terlihat begitu dewasa ditambah wajah Sonya yang emang cantik tapi masih cantikan Syifa.


Surya melihat kecantikan Sonya, ikut takjub menatap Sonya dengan tatapan penuh arti, secara Sonya yang cantik, bertubuh berisi, putih membuatnya terpesona akan ciptan tuhan yang satu ini.


"Udahlah bang,, nggak usah ditatap, kek gitu buanget kali besok juga udah sah" ujar Syifa menggelitk bang Surya yang tidak berketipkan mata meliha Sonya.


"Wah.. istri abang cantik banget" ujar Surya.


"Makasih bang" balas Sonya blushing karena di tatap sama Surya segitu dalamnya.


"Ehheem,, sabar dulu ya,, besok juga dah halal" sahut Wanda setelah melihat keponakannya seperti itu.


"Hehehe,, siap bunda" jawab Surya dengan santai.


Semua mendengar ucapan Surya hanya bisa tertawa gimana tidak orang jatah malam pertama Surya, dah diambil kemarin wkwkwk Surya nackal ya :V

__ADS_1


Mereka bertiga sebenarnya sama-sama cantik cuma di antara mereka bertiga, masih Syifa yang menonjol akan kecantikannya, Syifa memiliki boddy persis kek Sonya tap yang membedakannya adalah wajah Syifa yang terbilang begitu manis apa lagi memiliki lesung pipi dan dua gingsul membuatnya begitu cantik.


Begitu juga dengan Sarah, ia pun memiliki boddy kek Syifa dan Sonya sama-sama cantik, tapi Sarah punya pipi chubby membuatnya terlihat gemuk padahal dia nggak gendut loh dan juga agak telmi jadi iya begitu.


__ADS_2