
Istirahat pun tiba, semua siswa-siswi menuju kantin begitu pula dengan Syifa dan kedua teman barunya itu sudah terlihat berada didalam kantin sekolah.
Sonya melirik, "Kita duduk dimana?" ujar Sonya mencari-cari bangku kosong untuk mereka tempati.
Sarah tersenyum, "Kita disitu aja.. lagian disitu masih kosong" balas Sarah menunjuk sebuah bangku kosong yang ada ditengah-tengah kerumunan siswa-siswi.
Sonya mengangguk, "Syif.. menurut lo?" kata Sonya lagi namun kali ini dia hanya menatap Syifa yang terlihat masih begitu bingung.
Syifa tersenyum, "Gue.. ikut kalian aja" jawab Syifa mengagguk melebarkan senyumannya.
Syifa, Sarah juga Sonya segera mendudukkan dirinya ditempat tersebut dan tidak bisa dipungkiri lagi Syifa kini menjadi bahan sorotan para siswa-siswi yang ada di kantin akibat kejadian tadi pagi.
Sonya berdiri, "Syifa.. lo mau pesan apa? biar gue aja yang pesenin" ucap Sonya menawarkan diri menatap kedua teman-temannya.
Sarah bersemangat, "Gue bakso dan minumannya es teh.. kalo lo syif?" balas Sarah menatap Syifa yang terlihat begitu resah sadang Sonya hanya fokus menunggu jawaban dari kedua teman-temannya.
Syifa cuek, "Samain ajalah" jawab Syifa singkat yang berhasil membuat Sarah menatapnya penuh tanda tanya karena gadis cantik itu lagi-lagi berubah beku.
Whahha beku.. es batu kali ya (next..)
Sonya tersenyum, "Iya udah.. gue pergi pesen dulu ya!" seru Sonya yang segera diangguki oleh semuanya kemudian berlalu memesan makanan tersebut.
Sarah menatap Syifa dengan tatapan penuh tanda tanya melihat tingkah temannya yang tiba-tiba berubah menjadi dingin lagi.
Sarah tesenyum, "Syifa.. lo ada masalah ya?" tegur Sarah penasaran menatap serius wajah gadis cantik yang ada dihadapannya.
Sarah menunggu jawaban Syifa namun gadis cantik itu tidak mengubris pertanyaan yang tadi ia lontarkan hingga dirinya pun ikutan dibuat kesal.
Sarah melambaikan tangan didepan wajah Syifa, "Syifa.. lo kenapa sih?" tanya Sarah lagi sembari memegang tangan Syifa membuat gadis cantik tersebut ikut terkejut.
Syifa menoleh kearah Sarah, "I-itu Sar.. semua orang liatin gue lagi" balas Syifa menundukkan kepalanya tidak ingin melihat para siswa-siswi yang ada disekitarnya.
__ADS_1
Sarah bingung, "Emang.. lo abis buat apa?" ujar Sarah serius menatap gadis yang ada dihadapannya sembari ikut melihat disekitarnya yang memang terlihat semua siswa-siswi yang ada dikantin menatap Syifa dengan tatapan aneh sedang Syifa masih dalam posisi menunduk.
Mendengar itu Syifa akhirnya mendongak menatap Sarah dan menceritakan semua kejadian yang tadi pagi terjadi kepada dirinya kemudian kembali menunduk lagi.
Sarah mengagguk, "Oh.. jadi cewek yang tadi pagi itu lo?" kata Sarah memastikan, iya benar.. Sarah pada saat itu memang ada disana namun tidak terlalu memperhatikan kejadian tersebut karena gadis itu sedang dihukum karena ia terlambat jadi tidak terlalu mengetahui kejadian yang sebenarnya.
Syifa ikutan mengagguk, "Iya Sar.. itu gue dan saat ini gue enggak enak badan setelah semua orang menatap gue seperti itu" jelas Syifa dalam keadaan gemetaran masih menduk.
Sarah tersenyum, "Lo.. tenangin diri lo dulu.. nggak usah panik apa lagi melihat kearah mereka" balas Sarah berusaha menenangkan Syifa sembari memegang tangannya dan benar saja tangan gadis itu terasa begitu dingin.
Setelah beberapa saat menenangkan diri, gadis cantik itu tampak sudah tenang namun tiba-tiba kehadiran tiga siswi perempuan kembali memperkeruh keadaan Syifa yang tadinya mulai tenang kembali gundah saat melihat salah salah satu dari ketiga siswi tersebut adalah Sandra yang saat ini sudah berdiri disamping meja Syifa, Sarah dan Sonya.
Ketiga siswi itu pun bersamaan memukul meja Syifa, "Heh!! lo.. cewek yang tadi kan?" ucap Sandra tiba-tiba datang bersama kedua teman geng-nya. Syifa dan Sarah ikutan terkejut mendengar suara Sandra yang begitu kerasnya.
Syifa tertunduk, "Ma-maaf kak" ujar Syifa kembali resah melihat Sandra dan kedua teman-temannya menatapnya dengan penuh amarah.
Sarah berdiri, "Lo minta maaf? kan lo nggak salah?" ujar Sarah memandangi Syifa yang masih duduk sembari menunduk. Sarah yang mengetahui Syifa syok lagi berusaha menghalangi perbuatan geng Sandra.
Sandra tersenyum licik, "Iya.. ini si cewek yang nggak tahu diri itu.. sudah nabrak.. eh.. nggak mau ngaku" jawab Sandra menyindir Syifa dengan nada penuh penekanan membuat Syifa yang mendengar itu semakin dibuat resah karenanya.
Seorang teman Sandra satunya lagi ikutan menyahut, "Ekm.. kita beri pelajaran aja Ndra.. gimana? biar dia kapok dan nggak berani lagi buat gangguin lo" ucap teman geng satunya lagi yang bernama Yunita.
Geng Sandra adalah geng para wanita cantik yang terkenal di SMA Bintang, mereka bertiga seangkatan dengan Dimas dkk dan Sandra juga dari dulu sangat mengejar-ngejar Dimas. Mereka juga terkenal karena sering melakukan pelanggaran apa lagi dalam hal pembullyan, geng merekalah jagonya. Mereka bertiga juga termasuk dalam kategori keluarga elite jadi tidak ada siswa-siswi yang berani bermain-main kepada gengnya karena takut masuk kedalam mulut buaya.
Anggun tersenyum licik, "Bener banget.. gue setuju" balas Anggun menatap kedua teman-temannya.
Sandra hanya mengangguk, "Yunita.. ide lo bagus juga" jawab Sandra ikut setuju akan saran Yunita.
Sandra, Anggun dan Yunita berkumpul lalu berbisik merencakan rencana busuk sebusuk hatinya untuk memberikan Syifa pelajaran.
Anggun tersenyum, "Gimana dengan usulan gue?" tanya Anggun melirik teman gengnya secara bergantian yang segera diangguki Sandra dan Yunita.
__ADS_1
Sandra ikut tersenyum, "Okey.. kita lakuin itu" jawab Sandra tersenyum licik melihat kearah Syifa.
Setelah beberapa saat, Sonya pun datang membawa satu nampan berisikan bakso dan segelas es dingin namun tiba-tiba..
Byurrrrr
Sandra mengambil es teh tersebut lalu menumpahkannya kearah Syifa hingga membuat semua orang yang ada disana terkejut.
Sandra tersenyum, "Itu buat lo" balas Sandra tertawa diikuti gengnya setelah menumpahkan es teh di wajah Syifa.
Anggun seolah-olah terkejut, "Uupst.. maaf.. kita nggak sengaja" ujar Anggun tertawa sembari menutup mulut dengan kedua tangannya.
Syifa seketika berdiri memegang wajah dan melihat pakaiannya yang kini basah dan tentunya kotor abis terkena tumpahan es teh itu.
Sonya kesal, "Heh.. apa-apaan sih kalian!!" seru Sonya meletakkan seisi nampan itu diatas meja tempatnya duduk bersama Syifa dan Sarah.
Sandra tersenyum lebar sembari menunjuk Syifa, "Teman lo.. teman lo ini.. nggak tahu diri" jawab Sandra meletakkan gelas teh itu kembali diatas nampannya namun bedanya isi tehnya sudah tidak ada disana.
Sulapkan? ekm.. iyain aja biar cepet (next..)
Sonya seperti berpikir, "Oh.. gue baru inget.. lo kan.. yang tadi pagi menabrak Syifa dengan sengaja iya kan?" tanya Sonya dengan nada sedikit menekan semua ucapnya yang berhasil membuat Sandra membulatkan kedua matanya.
Sandra terkejut, "Heh.. maksud lo apa?" elak Sandra menatap kearah Sonya yang tatapannya seketika berubah resah akibat penuturan dari mulut Sonya.
Sonya mengangguk, "Iya.. kenapa? lo takut karena gue lihat semua kejadiannya yang mulai dari lo main handphone hingga lo menabrak Syifa teman gue" jelas Sonya membuat Sandra semakin terbungkam.
Suara hentakan kaki terdengar begitu ramainya begitu pula dengan sorakan para siswa-siswi yang ternyata melihat segerombolan lelaki memdekati kejadian tersebut.
Salah satu lelaki itu datang sembari menunjuk Sandra, "Oh.. jadi semua itu ternyata ulah lo?" balas lelaki itu yang tiba-tiba muncul bersama anak Osis lainnya berada ditengah-tengah mereka.
Sandra terkejut sembari membulatkan kedua matanya, "Nggak Dim.. nggak gitu.. mereka bekerja sama untuk memfitnah gue" ucap Sandra membela diri agar Dimas dan lainnya mempercayainya.
__ADS_1
Dimas menghelah napasnya, "Udahlah Ndra.. gue bosen denger ulah lo mulu" ujar Dimas, "Dan gue juga tahu semua kejadian disana karena pada saat itu gue bersama dengan Sonya" lanjut Dimas lagi sembari menunjuk Sonya. Sontak membuat semua orang yang ada disana ikutan terkejut mendengar penuturan lelaki tampan itu sedangkan Sandra terbungkam untuk yang ketiga kalinya.