Sang Ketua Osis

Sang Ketua Osis
Kebongkarnya Rahasia


__ADS_3

Syifa masuk ke rumahnya, "Assalamualaikum, mami Syifa pulang" teriak Syifa memanggil Sinta.


Sinta yang mendengar teriakan anak bungsunya lalu keluar dari kamar menuju tempat teriakan tersebut.


"Loh.. nak Dias mana sayang?" tanya Sinta saat tidak mendapat Dias berada bersama dengan Syifa.


"Dias udah pulang mi katanya nggak mau mampir eh padahal Syifa dah maksa.. tapi tetap aja nggak mau" jawab Syifa mendramatisirkan dengan senyumnya.


"Eleh boong.. paling kamunya aja yang nggak terlihat ikhlas" ejek Sinta lalu menyuruh anaknya duduk tepat disimpangnya saat berada sofa di ruang tamunya.


Seketika Syifa mulai curiga ngeliat tingkah maminya yang seperti ingin mengintrogasi dirinya.


"Mami kenapa? kok aneh?" tanya Syifa muka datar.


"Nggak mami cuma penasaran mau dengerin semua ceritanya" kata Sinta menatap tajam puteri itu.


Syifa seketika membuang wajahnya kearah samping mendengar ucapan Sinta yang berhasil membuatnya berubah menjadi begitu blushing.


"Ih, wajahnya itu kenapa? kok merah?" ejek Sinta lagi menggelitik pinggang ramping milik Syifa.


"Nggak mi, muka Syifa nggak merah mungkin ini tadi gara-gara bluson yang ketebalan" jawab Syifa terlihat tawanya pecah akibat gelitikan Sinta.

__ADS_1


"Ehem.. anak mami ini sudah pandai boongin mami" balas Sinta sambil menggelitik pinggang Syifa lagi.


Syifa yang mulai terlihat begitu pasrah akan gelitikan Sinta akhirnya menceritakan semuanya kepada Sinta yang sedari tadi telah memang wajah penasarannya.


"Jadi gitu mi" ucap Syifa memberhentikan ceritanya.


"Wah jadi anak mami yang satu ini udah jatuh cinta?" tanya Sinta menatap wajah anak bungsunya itu.


Spontan Syifa menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Nggak dong mi orang Syifa sama Dias cuma temen aja" elak Syifa dengan raut wajah datar.


"Iya udah tapi kalo deket seperti tadi bisa-bisa kamu beneran jatuh cinta loh" ejek Sinta tertawa pecah.


Sinta menggeleng kepalanya melihat anak satu-satu ini mulai mengarahkan pikirannya untuk meraih cinta seorang lelaki yang tak pernah ia bayangkan.


"Ya udah, terserah kamu, mau Dias atau Dimas mami pasti bakal support anak mami yang cantik ini" balas Sinta mencubit pipi mulus milik Syifa, yang kini telah berubah memerah layaknya kepiting rebus.


"Okok mi, Syifa harus semangat mengejar cinta sang ketua Osis tampan juga pinter itu" kata Syifa senyum memberi semangat kepada dirinya sendiri.


*****

__ADS_1


Keesokan harinya saat Syifa, Sonya dan Sarah hanya memutuskan tinggal di kelas, tak mau ke kantin satu siswi datang melototi matanya kearah Syifa.


"Dasar cewek cupu" gumam siswi itu tapi masih bisa terdenger di kuping Syifa, Sonya dan Sarah.


"Eh, dia ngatain siapa? kita?" tanya Sonya penasaran


"Nggak tau, emang salah satu dari kita cupu?" tanya Sarah mengangkat bahunya pertanda menolak.


"Biarin aja" balas Syifa acuh tak acuh.


Syifa mendengar kata itu tiba-tiba terbelalak ke siswi yang seperti menyinggung dirinya Syifa berusaha tak menghiraukan ucapan siswi tersebut, kerena berpikir mungkin ucapan itu bukan untuk dirinya.


Namun beberapa saat kemudian segerombol siswa siswi datang menatap kearah Syifa, dengan tatapan sama persis seperti yang dilakukan siswa diawal.


"Hahaha, ternyata dia cewek cupu" ujar semua siswa siswa teman sekelas dengan Syifa, Sonya dan Sarah.


Sonya yang tidak terima akan ucapan mereka bilang cewek cupu itu segera memukul tempat duduknya.


"Hey.. lo bilang apa barusan?" teriak Sonya kesal.


"Noh.. cewek cantik di hadapan lo itu ternyata bekas cewek cupu" balas siswa A menunjuk kearah Syifa.

__ADS_1


Syifa mendengar ucapan itu segera membelalakkan matanya melihat kearah siswa tersebut.


__ADS_2