Sang Ketua Osis

Sang Ketua Osis
Pertandingan Basket


__ADS_3

Semua para siswa telah bersorak meriah di lapangan basket, terlihat sudah ada lawan dari sekolah Genius telah bersiap untuk melawan sekolah Bintang.


"Dimasssssss" sorakan para siswa pada Dimas.


"Diassssssss" histeris para siswa menyoraki Dias.


"Kevinnnn" teriakan para siswa meneriaki Kevin.


"Davidddd" sahut para siswa dengan lantang.


"Ronallllllll" ujar para siswa bersorak meriah.


Iya begitulah kira-kira sorakan para siswa memanggil dan menyoraki pemain yang mereka sukai 3 diantara mereka dari kelas XI.1 dan 2 dari kelas X.8, memang terkenal akan kegigihan dalam bermain bola basket.


******


Sementara di dalam kelas terlihat Syifa, Sonya juga Sarah yang masih sibuk dengan ponsel mereka.


"Eh, kalian nggak mau pergi ngeliat para cogan?" ujar Ronal, ketua kelas di kelas X.8.


"Emang yang main siapa?" sahut siswa B penasaran.


Ronal menggelengkan kepalanya.


"Astaga kalian pada belum tahu?" tanya Ronal lagi.


"Iyalah Nal kalo dah tahu buat apa nanya bege" balas Sonya dengan ucapan pedasnya.


Seketika semua siswa tertawa pecah.

__ADS_1


"Itu loh.. si Dimas, Dias, Kevin, David dan gue doang" kata Ronal bergegas pergi menuju lapangan basket.


Para siswa mendengar ucapan Ronal barusan pergi menuju lapangan basket tak terkecuali Syifa, Sonya dan Sarah sudah berlari duluan pergi lapangan.


"Astaga kok dia ada?" gumam Syifa.


"Siapa Syifa?" kata Sonya penasaran namun hanya di balas gelengan kepala sama Syifa.


Sebelum pertandingan basket di mulai seluruh para pemain basket melirik ke penonton termasuk Dimas dan Dias mencari-cari keberadaan Syifa.


Tetapi mereka berdua terkejut setelah melihat Syifa yang lagi terlihat digombalin sama lawan mainnya.


"Syifa lo pasti mendukung gue kan?" sahut lelaki itu sembari mengacak-acak kepala Syifa.


"Kagak" balas Syifa singkat.


Lelaki itu masih fokus menantap Syifa dengan tulus.


Sarah dan Sonya membelalakkan matanya melihat Syifa dan lelaki itu sangat dekat.


"Siapa suruh lo ninggalin gue" balas Syifa cuek.


"Siapa yang ninggalin lo sih orang gue selalu ada kok buat lo" jawab lelaki itu lalu memegang tangan Syifa.


"Lepasin tangan Syifa" tegas Dimas Dias bersamaan ikut memegang tangan sebelah Syifa.


Spontan, seluruh siswa yang ada di lapangan, semua mengalihkan padangannya kearah Syifa, Dias, Dimas dan sosok lelaki yang memegang tangan Syifa.


Begitu pula dengan Syifa begitu tercengang ketika ia tiba-tiba melihat perlakuan dari Dimas juga Dias.

__ADS_1


"Apa-apaan ini?" ujar lelaki itu menatap Dimas Dias.


"Jangan ganggu cewek gue" jawab Dias tegas.


Semua terbelalak memandangi Dias yang mengaku sebagai pacar Syifa sedangkan Syifa hanya terusan dibuat terbelalak akan tindakan ke3 para cowok itu.


"Apa? pacar? iya Syif sekarang lo udah punya pacar?" tanya lelaki itu ikutan terkejut mendengar Dias.


Syifa menggeleng, "Kagak, gue sama dia? ogah" ujar Syifa ketus.


"Lalu?" tanya lelaki itu lagi.


"Ohini Dias, Dias ini cuman temen sekelas gue" balas Syifa menunjuk Dias yang ada tepat disampingnya.


"Oh gitu, kenalin gue Dino sepupu Syifa" jawab Dino.


Seketika Dias terdiam malu, kenapa tidak, ia barusan mengakatan kalo dia pacarnya Syifa, Ia bicara begitu hanya untuk melindungi Syifa dari cowok ini ternyata malah lelaki itu malu akan tindakannya sendiri.


"Aduh gue salah lagi rupanya sepepu" batin Dias.


"Kenalin gue Dimas, ketua Osis di sekolah ini" balas Dimas mengulurkan tangannya.


"Gue Kevin" sahut Kevin mengikuti gaya Dimas.


"Halo gue David, wakil ketua Osis" kata David.


"Dias" balas Dias cuek.


"Hai gue Sarah" ujar Sarah tersenyum.

__ADS_1


"Gue Sonya" kata Sonya ikut tersenyum.


__ADS_2