Sang Ketua Osis

Sang Ketua Osis
Kekunci Lab Angker


__ADS_3

Syifa hanya nge-read isi chat dari Dias.


Dias Pratama : "Iya udah kalo lo nggak mau bales"


Dias Pratama : "Dah Syifa, istirahat yang bener"


Dias Pratama : "Biar, nggak sakit lagi"


******


Pagi ini Syifa berangkat naik taksi. Tadi ia terlambat bangun dan Surya, kakaknya sudah berangkat. Syifa melihat jam tangannya, sudah pukul 06:59, seketika ia segera turun pas di depan pintu gerbang sekolah.


"Pak ini" kata Syifa menyodorkan selembar uang 100 ribuan lalu membuka pintu taksinya.


"Kembaliannya neng" teriak sopir tersebut.


"Ambil aja" jawab Syifa menutup pintu segera berlari.


Setelah Syifa berlari menuju gerbang, gerbangnya itu sudah tertutup rapat yang berarti ia telah terlambat.


"Wah.. sial banget gue" bumam Syifa.


Namun, beberapa menit setelahnya suara motor tiba di hadapannya lalu ia berbalik kearah motor itu.


"Ello" ujar Syifa dan Dias bersamaan saling tunjuk.


"Sial gue dobel, iya.. gue sudah telat eh ini tambah lo ada disini" sindir Syifa.


"Sama gue juga kali" balas Dias ikut menyindir.


Syifa mendengus kasar


"Hufft.. ini adalah hari pertama gue telat" kata Syifa.


Dias tertawa terbahak-bahak


"Oh gitu berarti lo belum tahu ya kalo hukuman disini beda sama sekolah-sekolah lainnya" jelas Dias.

__ADS_1


"Nggak usah nakut-nakutin, paling.. keliling lapangan juga" kata Syifa.


"Gue sudah bilang, disini hukuman sekolahnya beda, liat saja deh bentar lagi anak-anak Osis pada keluar" jawab Dias.


"Oh" balas Syifa singkat.


Dias benar, tampak beberapa pengurus Osis muncul di gerbang pintung sekolah lalu membuka pintunya.


"Lo telat lagi?" tanya Dimas sinis.


"Kenapa? masalah buat lo? jawab Dias balik tanya.


"Aelah, udah tahu iya" balas David ikut campur.


"Ekhm.. cie yang telat berdua" ujar Kevin tertawa.


"Kasihan Syifa, ditemenin orang kek lo" balas David.


Dias mulai kesal.


"Nggaklah" jawab Dias, namun Syifa tertunduk malu.


"Ekhm" jawab Kevin mengiyakan.


"Siapa aja yang telat?" ujar ibu Dewi tiba-tiba muncul selaku guru piket yang terkenal galak.


"Dias sama Syifa bu" jawab Kevin.


"Kamu lagi, kamu lagi" balas ibu Dewi geleng kepala.


Kevin dan David tertawa.


"Kasih hukuman apa bu?" tanya Kevin.


"Kalian berdua bersihin lab bahasa" kata ibu Dewi.


"Siap bu" jawab Dias menarik Syifa.

__ADS_1


Syifa bengong, kebingungan.


"Kok bersihin lab bahasa?" tanya Syifa.


"Yeh.. hati-hati labnya terkenal angker lo" kata Dias, membuat Syifa seketika merinding.


Dias menbawa Syifa menuju lab bahasa.


"Ini labnya? serem banget" kata Syifa merinding.


"Takut?" tanya Dias, langsung Syifa balas anggukan.


"Tenang, ada abang" goda Dias, membuat Syifa geli.


"Apaan dah, nggak lucu" balas Syifa.


Dias membuka pintu lab bahasa, segera melangkah masuk ke dalam sedangkan Syifa ini memberanikan diri menyusul Dias ke dalam.


"Ifa" panggil Dias.


"Apa?" tanya Syifa.


"Pintunya jangan di --"


Dias terbelalak saat Syifa masuk menutup pintu.


"Kenapa?" tanya Syifa penasaran.


"Pintunya jangan ditutup" kata Dias panik.


"Tenang, udah gue tutup pintunya" kata Syifa santai.


"Hah? jangan becanda" kata Dias berjalan menuju ke arah pintu lab, namun ia berusaha membukanya, tapi tak berhasil.


Dias menoleh ke arah Syifa tampak mulai kesal.


"Kenapa sih?" tanya Syofa menghampiri Dias dengan berusaha ikut membuka kunci, tapi pintu tak terbuka.

__ADS_1


"Soalnya pintunya sering macet kekunci sendiri" ujar Dias memberitahu.


"Terus? kita kekunci?" tanya Syifa lagi.


__ADS_2