
"Lo kenapa sih? Lo ngambek?" tanya Dias lagi.
Syifa memasang wajah datarnya.
"Enak aja, siapa juga yang ngambek" elak Syifa.
Dias menatap wajah Syifa dalam-dalam.
"Terus muka lo kenapa di tekuk gitu?" kata Dias.
"Nggak dimana-dimana muka gue itu selalu cantik, manis dan imut" balas Syifa ikut tersenyum manis.
Dias seketika mengelus kepala Syifa dengan lembut.
"Nah.. kalo gini kan cantik" ujar Dias ikut tersenyum.
"Emang gue cantik, baru nyadar" kata Syifa, "Sini ikut gue" balas Syifa lagi lalu pergi menarik tangan Dias.
Dias mengikuti gadis itu dengan langkah perhalahan mencoba menyeimbangkan langkah gadi itu dengan tangannya yang sedang digenggam oleh gadis itu.
Syifa dan Dias berjalan menuju cafe es krim seketika wajah Syifa berubah berbinar-binar menunjuk cafe.
"Mau makan es cream" manja Syifa menunjuk cafe.
__ADS_1
"Oh lo mau makan es krim? bilang dong. Ayo" jawab Dias mengangguk berjalan masuk dan kini bukan ia lagi menarik tangan lelaki itu melainkan Dias lah.
Meraka pun masuk dan duduk di meja bagian tengah lalu menunggu pelayan datang menghampirinya.
"Misi adek.. mau pesan apa? tanya pelayan lelaki itu.
Dias menatap Syifa tanda kode agar segera pesan.
"Gue mau rasa vanila, stroberi, coklat da --" Dias lalu menutup mulut Syifa dengan jari telunjuknya.
"Udah mas nggak usah denger dia, gue pesan coklat dan cewek bawel ini rasa vanila aja" jawab Dias, lalu mengedipkan matanya ke arah Syifa.
Dias pun melepaskan tangannya yang sempat diam beberapa menit di mulut mungil milik Syifa.
"Lo kenapa bekap mulut gue tadi? gu--" lagi-lagi Dias memotong pembicaraan Syifa memakai jari telunjuk miliknya.
"Udah lo nggak boleh protes ini semua juga untuk lo, secara kita belum makan. Nanti, kalo perut lo sakit?" balas Dias beralih mengelus puncak kepala Syifa.
"Tapi.. gue kalo makan es krim nggak pernah cuma 1 rasa doang Dias, terus kalo gue makan es rasa vanila maunya makan rasa stroberi lagi" kata Syifa manja.
"Oke.. kalo gitu lo ambil punya gue yang rasa coklat" balas Dias tersenyum masih mengelus kepala Syifa.
"Nggak mau, kalo gue makan es krim rasa coklat lalu setelahnya gue maunya rasa cofee" elak Syifa lagi.
__ADS_1
Dias menggeleng-gelengkan kepalanya, melihat ulah gadis itu bertingkah layaknya anak kecil.
"Udahlah, kalo sakit gimana? gue nggak mau melihat lo sakit, karena kalo lo sakit jadinya gue ntar --" balas Dias tapi kali ini beda, Syifa membekap mulut Dias.
"Iye iye.. gue paham, gue tahu gue orangnya humble" puji Syifa memuji dirinya sendiri yang membuat Dias ikut tertawa melihat tingkah konyolnya.
Beberapa saat setelahnya, pelayan pun datang, bawa pesanan es cream mereka berdua. Didepan Dias ada es cream rasa coklat dan di depan Syifa rasa vanila.
Mereka pun menikmati es cream-nya, Syifa yang tadi tak terima dengan satu es cream saja. Namun ia lalu sudah menghabiskan es cream vanila-nya diluan.
"Ehemm" deheman Syifa membuat Dias melihatnya.
"Kenapa lo liatin gue gitu amat? tanya Dias tak peka menatap Syifa.
Syifa menatap es cream milik Dias, sembari dengan mata yang berbinar-binar.
"Mau nyobain punya lo" goda Syifa manja.
"Oh ini, ini ambil" jawab Dias menyodorkan es cream miliknya kearah Syifa.
Syifa menatap es cream yang telah diberi Dias untuk Syifa namun, seketika Syifa menggeleng kepala, lalu membuka mulutnya pertanda ingin disuap saja.
"Lo mau gue suapin?" tanya Dias tersenyum santai.
__ADS_1