
Syifa tersenyum, "Jadi.. ceritanya gitu Dias kamu sih langsung pergi aja.. tanpa tahu kejadian sebenarnya" tutur Syifa dengan nada manjanya.
Dias yang mengetahui semuanya langsung memeluk tubuh Syifa dengan erat, "Maafkan aku.. dan aku janji nggak akan bertingkah kek gitu lagi" jawab Dias.
"Iya.. aku maafin kamu kok untung Syifa anak baikk" kata Syifa tersenyum membalas pelukan Dias.
"Terus gimana? dengan perkataan aku, sebulan yang lalu.. di terima ato nggak?" sahut Dias menatap Syifa dengan tatapan tulusnya.
"Enak aja.. aku nggak mau ya.. terima kamu sebelum kamu berubah?" balas Syifa melepas pelukan Dias.
"Hah? maksud kamu apa?" tanya Dias bingung.
Syifa tersenyum, "Ya seperti yang aku bilang sebulan yang lalu kamu harus berubah jadi anak rajin.. pinter.. tentunya harus jadi ketua Osis juga kek Dimas abang kamu.. gimana setuju nggak?" clutus Syifa senyum.
Dias mengagguk, "Oke.. aku siap kok, demi Syifa apa sih yang nggak" ujar Dias kembali memeluk Syifa.
"Baik.. aku.. bakal tunggu kamu di hari itu juga" balas Syifa senyum manis membalas pelukan erat Dias.
"Aduh,, bocah manja ini makin imut aja" ledek Dias.
"Ye.. dasar bocah resek" tutur Syifa ikut meledek.
__ADS_1
"Ye.. walaupun bocah resek.. tapi kan lo sayang" kata Dias yang berhasil membuat Syifa blushing gitu :V
Ceklek
Sonya, Syifa, Dimas, David, Kevin dan ibu Helmi pun datang membubarkan kemesraan mereka.
"Cieee" sahut mereka barengan termasuk ibu Helmi.
"Ehem.. ada yang sudah tidak marahan niyyehh" kata ibu Helmi tersenyum mengejek Syifa dan Dias
"Ih ibu" balas mereka barengan, membuat semuanya tambah gemes lagi.
Mereka yang sadar akan itu segera melepas pelukan nya, "Ihh.. apa sih Sar" jawab mereka barengan lagi.
"Ciee.. masih barengan lagi" ejek mereka bersamaan kecuali Syifa dan Dias masih kucing-kucingan.
"Hahhaha" semua pun ikutan tertawa.
******
Hari ini, mereka begitu santai karena memang sudah minta izin di jam pelajaran awal sama guru pelajaran awal masing-masing soalnya ibu Helmi yang suruh.
__ADS_1
Setelah semua berjalan lancar, dengan rasa bahagia, mereka semua menuju kantin sekolah lalu memesan makan dalam meja yang sama karena bangku kantin memang memangkan jadi bisa mencakup 8 orang.
Di bangku sebelah kanan sudah ada Dias Syifa Sarah Sonya dan bangku di sebelah kiri Dimas Kevin David, seperti biasa Syifa dkk pesan bakso dan es teh dann begitu pun Dimas dkk termasuk Dias lo ya :V
"Eh, ntar pulang sekolah main ke rumah gue yuk" ujar Kevin mengajak semua main ke rumahnya.
"Emang di rumah lo ada apa?" clutuk Sonya tertawa.
"Ye.. lo pikir lo aja yang kaya kite-kite juga kali, walau nggak sekaya kalian sih" jawab David tak mau kalah.
"Di rumah gue ada lamaran kakak gue Bella di lamar sama pacarnya jadi lo pada harus dateng ya?" balas Kevin memberitahu.
"Oh gitu.. kalo soal makan mah, jangan di tanya dong hahha kita jagonya.. iya kan gaes" clutuk Sarah,, yang dianggukan mereka semua.
"Parah lo bertiga.. cantik-cantik, ternyata gile makan" cetus David tertawa sejadi-jadinya namun semuanya hanya terdiam menantap kearahnya.
"Upsstt, sorry.. sorry.. becanda gaes" sambung David setelah melirih kearah teman-temannya yang sedang melototkan matanya hingga membuatnya takut.
Syifa Sonya Sarah Dias Dimas Kevin, seketika semua juga ikut tertawa, melihat kekonyolan David, tiba-tiba menjadi terdiam.
"Buahhahahah" tawa mereka pecah menatap David.
__ADS_1