
"Ini buat lo" sambung Dias lagi masih kondisi sama.
"Apaan sih,, dasar, cowok aneh" imbuh Syifa seketika berbalik menatap lelaki itu lagi, tatapan begitu kaget terpancarkan oleh wajah cantiknya.
"Ini ambil" ujar lelaki tampan itu dengan tersenyum.
Syifa masih bingung, "Ini, dapatnya darimana?" tanya Syifa mengambil bunga mawar tersebut, dari tangan Dias sembari melebarkan senyum bahagianya.
"Tadi,, pas gue kesini,, ada penjual bunga jadinya gue beli deh" jawab Dias jujur apa adanya.
"O gitu" ujar Syifa singkat, fokus menatap senja yang sebentar lagi akan terbenam. Dias melihat itu, ikutan fokus menatap kearah tatapan gadis cantik tersebut.
"Syifa" panggil Dias fokus menatap senja.
"Ekm,,," kata Syifa, menatap lelaki tampan itu dengan tatapan penuh arti.
"Lo jangan mau seperti senja ya? yang terlihat begitu indah namun, hanya sesaat" ujar Dias, namun saat ini fokus menatap Syifa. Pandangan mereka pun, saling bertemu, Syifa menatap Dias, Dias pun sebaliknya.
Syifa mengagguk, "Iya, aku janji, enggak akan seperti senja kok" jawab Syifa tersenyum menatap Dias.
"Iya, aku maunya kamu jadi seperti saat ini aja nggak usah berubah lagi, karena Syifa yang ini, sudah dapat membawa Dias kembali" balas Dias ikut tersenyum.
Syifa mendengar penuturan Dias hanya mengangguk tanda paham akan ucapan Dias. Syifa awal nya ingin ngambek akhirnya damai akan ucapan Dias tadi.
Malam datang menghampiri, semua jadi gelap gulita seraya memberitahu Dias untuk segera kembali, Dias mengingat ucapan Sanjaya akhirnya pulang bersama Syifa. Di perjalanan Syifa tertidur, hingga mereka pun tiba di rumah Syifa.
"Ifa,, bangun,," panggil Dias memukul pipi Syifa pelan agar segera bangun. Syifa merasa pipinya dipukul itu segera mengerjakan kedua mata dan membukanya.
__ADS_1
"Kita sudah sampe?" tanya Syifa, dengan suara serak layaknya orang bangun. Dias pun mengangguk tanda mengiyakan.
"Emangnya ini jam berapa sih?" tanya Syifa lagi.
"Ekh,, jam 8" jawab Dias menatap jam tangannya.
Setelah membaritahu Dias segera turun segera buka pintu mobilnya untuk Syifa dan Syifa pun ikut turun.
"Terima kasih untuk hari ini" ujar Syifa tersenyum.
Dias tersenyum, "Iya tuan puteri" balas Dias.
Mereka berdua masuk untuk bertemu lainnya, Sonya melihat kedatangan Syifa dan Dias berlari kearahnya.
"Lama bener,, abis ngapain aja?" tanya Sonya serius.
"Enak ya,, yang pacaran bisa keluar mulu" kata Sonya yang berhasil membuat Surya peka.
"Iya, ntar malem temenin gue main lagi" jawab Surya mengelus lembut puncak kepala istrinya. Syifa sama Dias mengerti maksud Surya namun hanya diam.
"Apa sih bang" elak Sonya malu-malu.
"Ckckck,, malah malu, udah sah nggak pa-apa dong" jawab Surya menatap Dias dan Syifa dihadapannya.
"Abang kode kita?" tanya Syifa, mengetahui kelakuan Surya yang menyinggung dirinya dan Dias.
"Iya nggak juga tapi kalo peka sih alhamdulillah" kata Surya senyum licik kearah Syifa.
__ADS_1
Setelah mereka bertengkar, Sinta dan Sanjaya keluar dari dalam ruang keluarganya berjalan menuju Surya, Syifa, Sonya dan Dias bersama Sanjaya, suaminya.
"Ehh,, dua anak mami,, sudah dateng rupanya" imbuh Sinta setelah berada ditempat mereka berdiri.
"Papi, mami," sapa Syifa dan Dias segera menyalami punggung tangan kedua orang tuanya.
"Kalian udah makan?" tanya Sanjaya menatap kearah Dias juga Syifa bergantian. Mereka pun menggeleng, tanda belum makan.
"Tadi nggak sempet pi,, soalnya, Syifa tertidur dalam mobil jadi nggak tega ngebanguninnya" jelas Dias.
"Oh gitu kebetulan sekali nak, kita semua juga belum makan kok" ujar Sanjaya memeluk pinggang istrinya.
"Kalo gitu, ayo sayang, kita makan sekarang aja" kata Sinta yang diangguki oleh semuanya. Mereka segera memindahkan posisinya menuju meja makan.
Seperti pagi tadi, mereka mendudukkan diri di posisi masing-masing. Sanjaya, duduk di kursi utama. Sinta duduk ditengah-tengah Surya juga Sonya sedangkan Syifa duduk dikursi sebelah bersama Dias.
Sinta mulai melakukan rutinitasnya sebagai istri, dari Sanjaya dengan mengambilkan lauk juga pauknya ke piring Sanjaya, disusul Sonya dan begitu pula Syifa.
"Cccieeeeccieeeh," sahut Surya juga Sonya barengan melihat Syifa mengambil piringnya Dias. Dias spntan tersenyum, menatap gadis cantik yang sedang fokus membarinya lauk pauk untuknya.
"Harus dihabisin" tutur Syifa memberi Dias piringnya.
Dias mengangguk, "Makasih" ujar Dias menerimanya dengan memberi senyuman tampannya.
Sanjaya juga Sinta melihat kejadian itu ikut bahhagia melihat anak-anaknya semuanya bahagia.
"Sepertinya Syifa juga Dias sudah sama-sama saling cocok, alhamdulillah" bisik batin Sinta tersenyum.
__ADS_1
Mereka pun menikmati makanannya dengan khitmat tanpa berbicara apa pun hingga usai makan, mereka pun bergegas untuk pergi keruang tamu bersama.