Sang Ketua Osis

Sang Ketua Osis
Pengumuman Sonya


__ADS_3

Keesokan harinya, ketiga gadis cantik itu, sudah ada, dikantin, karena hari ini ada rapat sekolah jadi semua guru sedang mengadakan rapat di kantor. Para siswa semuanya pada berkeliaran akibat jam menganggur.


Syifa dkk menikmati makanannya seperti biasa yang tak lain dan tak bukan bakso dan minuman es tesnya namun tidak lama setelah itu Dimas dkk disusul Dias tiba-tiba datang untuk bergabung.


"Lo pada, mau pesan apa? biar hari ini Kevin bayarin" ujar Kevin senyum sembringah membuat semuanya seketika menatap kearahnya.


"Kesambet setan apaan lo? kok temben banget" kata Dimas dan David bersamaan menatap serius Kevin.


Kevin tertawa, "Yee, orang mau berbuat baik dikatain ntar pelit dikatain juga.. mau lo apa sih?" balas Kevin dengan wajah cemberutnya.


"Oke.. karena hari ini hari paling bersejarah untuk gue jadi kalian boleh pesan aja biar gue yang traktir" kata Kevin mengulang kata-katanya lagi.


Sarah berdecak, "Cih.. gue mah ogah" jawab Sarah.


"Ya udah.. kalo nggak mau gue juga nggak maksa lo" clutuk Kevin kesal.


"Ehhem ada yang lagi PDKT niyyeh" ledek Syifa.


"Hah? PDKT? siapa Syif?" tanya Sarah yang tak sadar akan dirinya, iya emang Sarah sedikit telmi hehhe :V


Pletak

__ADS_1


Tangan Syifa menjitak kening Sarah hingga menjerit.


"Aww.. sakit tahu Syif" ujar Sarah menjerit kesakitan.


"Yee.. siapa suruh lo telmi buanget sih" balas Syifa.


"Iya nih bocah.. nggak tahu tempat dan waktu masih aja telmi" sahut Sonya tertawa.


Kevin ikut tertawa, "Hahha beg* dipelihara sih makan tuh beg*" tutur Kevin jahat.


"Wahwah,, jahat lo Kevin emang gue sebege itu ya lo kali yang beg*nya kelewatan" balas Sarah tak terima.


Setelah Syifa juga Kevin berulah lagi, akhirnya Sonya mengingat akan hari esok yang akan menikah.


"What? besok? untuk apa Nya?" tanya Sarah yang tak tahu tentang pernikahan dadakan Sonya dan Surya.


"Besok gue nikah" gumam Sonya namun semua bisa mendengarnya dan terkejut akan hal itu kecuali Syifa yang emang sudah tahu semuanya.


"What? lo nikah?" teriak Sarah tapi Sonya membekap segera mulut Sarah, yang hampir membuat keonaran di kantin terlebih masih banyak siswa disana.


"Uusst.. lo pelan dikit napa gue nggak mau kalo yang lain tahu akan ini takutnya, ada gosip-gosip ntar" ujar Sonya melepas tangannya dari mulut Sarah.

__ADS_1


"Oh gitu,, maaf" balas Sarah menutup mulutnya lagi.


Dias tersenyum, "Oh, jadi yang dibilang bunda soal lo tadi pagi bener kalo lo besok nikah sama bang Surya abangnya Syifa" sahut Dias membuka mulutnya.


Sonya mengangguk tanda mengiyakan semua hanya melongok kecuali Dimas yang mulai mengerti juga.


"Baru juga,, kemarin lo dateng, ke pertunangan kakak Bella sekarang eh sudah ikutan sold out" sahut Kevin dengan candanya disambut tawa oleh lainnya.


"Terus,, sekolah lo gimana?" tanya Dimas penasaran.


"Betul tuh kalo semisal lo hamil gimana? masa iya lo ngebunting pergi sekolah" sahut Kevin menimpali.


"Kata mami Sinta lanjut aja.. lagian kan, sekolah juga milik keluarga kita" tutur Syifa tersenyum.


"Wahwah.. gue nggak nyangka Syif ternyata abang lo nggak mau pacaran maunya langsung nikah aja" ujar Sarah tertawa riah yang tidak tahu semuanya sedang Syifa membalasnya dengan anggukan.


"Iyalah,, sebentar lagi,, Syifa bakal jadi ipar gue gaes" balas Sonya memeluk Syifa dengan eratnya.


"Udah ya gue mau makan dulu jangan gini sesak gue nggak bisa napas" kata Syifa melepas peluk Sonya.


"Oke.. ipar gue paling cantik" balas Sonya.

__ADS_1


Pesan Dimas dkk pun datang dengan rasa senang, ia langsung melahapnya dengan khidmat tanpa adanya bisikan atau suara dll.


__ADS_2