Sang Ketua Osis

Sang Ketua Osis
Sanjaya Group


__ADS_3

Keluarga itu berjalan lurus, melewati koridor sekolah menuju ruang kantor dengan raut wajah begitu kesal. Siswa berfokus menatap Syifa yang kini di genggam oleh Sanjaya, orang terkaya di kota Bandung.


"Hah!! ternyata cewek cupu itu anaknya pak Sanjaya" seru siswa A menatap Syifa dan keluarganya. Sonya dan Surya tak ikut karena Sonya kurang enak badan.


"Iya berarti selama ini kita salah mengira kalo cewek itu orang miskin tapi ternyata dia cewek paling kaya" sahut siswa B menghela nafasnya.


"Bukan kita saja, tapi semua orang disini juga" imbuh siswa C ikut menimpali. Iya, begitulah kata-kata yang terdengar hingga dikuping Syifa, para siswa pun saat itu juga sudah mengetahui akan dirinya.


Awalnya Syifa menolak agar orang tuanya tak kemari mempermasalahkan masalah dirinya tapi Sanjaya ini ngotot, karena merasa kalo tidak bertindak sekarang, bisa-bisa anaknya kenapa-kenapa.


Sanjaya langsung masuk, menuju ruang tersebut. Dia dituntun oleh wakil kepala sekolah karena mereka itu memang sudah berbuat janji kepada kepala sekolah.


"Maaf pak sekali lagi kami meminta maaf atas nama sekolah" ujar pak Harto serius, kepala sekolah.


"Saya mau.. keempat anak itu kemari, bertemu saya" tegas Sanjaya. pak Harto mengangguk lalu sesegera mungkin mengumumkan panggilan nama para siswi itu sebanyak tiga kali.


Tidak lama setelahnya keempat siswi itu pun datang dan mereka sama sekali tidak mengetahui kalo Syifa adalah keladi dalam masalahnya. Mereka diam, saat tahu kalo Syifa rupanya anak dari Sanjaya Aditya.


"Kalian pasti sudah tahu alasan kami memanggilmu" tegas Sanjaya menatap tajam keempat gadis itu.


"Papi.. udahlah pi nggak usah diperpanjang lagi" ujar Syifa merengek kepada Sanjaya.


"Tidak nak kalo kita mendiami mereka bisa jadi anak papi akan menjadi korban pembullyan" kata Sanjaya. Syifa mendengar itu tertunduk diam.

__ADS_1


"Maaf om, Sandra tidak tahu kalo Syifa ternyata anak nya om Jaya" sahut Sandra menundukkan kepalanya.


Sanjaya menggeleng kepalanya, "Baguslah.,. rupanya kamu sudah tahu, siapa Syifa sebenarnya.. Saya bisa saja membuat kalian keluar dari sekolah ini tapi saya tak mau itu mengingat kalian masih muda dan kalian berhak akan sekolah disini" jelas Sanjaya.


"Jadi.. saya ingin kalo kalian jangan menyentuh anak saya apalagi mengganggunya" sambung Sanjaya.


"Maaf pak.. kami pihak sekolah akan memperhatikan hal tersebut agar para siswa kami tdak akan terulang kejadian seperti ini" ucap pak Harto sementara geng Sandra mengangguk paham akan semuanya.


"Itu harus dong pak" tegas Sanjaya.


"Sudahlah pi.. papi kan.. nanti ada meeting jadi udah ya" sambung Sinta memperingati suaminya. Sanjaya tersenyum mengiyakan.


"Baiklah.. saya pikir.. masalahnya sudah selesai jadi.. kami permisi sekarang" kata Sanjaya berdiri, di susul Sinta dan semua yang ada disana sembari pamit.


"Syifa" panggil Sasha yang berada dibelakang Syifa.


"Iya.. kenapa?" jawab Syifa menoleh bersama oramg tuanya.


"Gue minta maaf ya!" seru mereka barengan sembari mengulurkan tangan kanannya dihadapan gadis itu.


"Maaf ya!!" kata Sandra lagi menatap Syifa.


Syifa mengagguk, membalas uluran keempat tangan yang ada dihadapannya, "Iya gue maafin kalian" ucap Syifa tersenyum.

__ADS_1


"Makasih Syifa" balas mereka barengan lagi.


"Sayang.. papi.. sama mami, pergi sekarang ya.. abis papi, sebentar lagi ada meeting di kantor nak" imbuh Sanjaya mencium kening anaknya itu.


"Sayang mami juga" sambung Sinta ikutan mencium kening puterinya, "Dahhh.. sayang" lanjut Sinta lagi.


Syifa tersenyum melambaikan tangannya, "Dahhhh.. mami, papi, hati-hati dijalan ya" ujar Syifa menyalami punggung tangan orang tuanya sembari tersenyum.


Sandra dan teman-temannya pun menyalami tangan Sinta dan Sanjaya, "Hati-hati om.. tante" ujar mereka barengan. Sanjaya Sinta mengagguk berlalu pergi.


******


Setelah kejadian itu mereka langsung bergegas perg menuju kelasnya masing-masing. Syifa sampa kelas, tatapan siswa siswi lagi-lagi menatap kearah Syifa.


"Itu.. Syifa sudah datang" bisik siswa A.


"Sekarang gue beralih ke Syifa tidak mau Sasha lagi" kata Siswa B memandangi Syifa.


Di sekolah SMA Bintang nama Syifa menjadi trendng topik tempat itu, hingga sampai viral sampai sekolah lainnya, akibat Sanjaya Group begitu terkenal nya tak hanya di Bandung namun hingga diluar negeri pun.


Itu lah alasan utama Syifa, mengapa dirinya tak mau membuka identitas dirinya takut hal itu akan terjadi.


Semua teman fake, akan datang mendatangi dirinya, karena tahu kalau dia ini dari keluarga Sanjaya Group yang membuatnya begitu risih akan perlakuan siswa.

__ADS_1


__ADS_2