
Dimas dahulunya, semasa SMP mereka sangat suka juga cinta akan Sasha namun karena Sasha memilih Dias maka Dimas mundur akan cintanya tersebut.
"Dulu aja dia yang ngejar-ngejar gue, eh sekarang dia sudah ngelupain gue" gumam Sasha melihat Dimas.
******
Di kantin seluruh siswa menggosipkan tentang siswi baru yang ada di kelas Dimas dkk, yang kata mereka sangatlah cantik.
"Gaes.. gue denger-denger.. ada senior baru cewek" ujar siswi A memberitahu teman-temannya.
"Iya gue juga tahu itu, katanya sih, dia siswi pindahan dari SMA Genius sama dengan Dino" sahut siswi B.
"Nah itu, tadi juga gue sempet lihat dia, wah style dia keren abis dan dia juga sangat cantik" tutur siswi C.
"Hah!! masa!!" seru siswi A dan B barengan.
"Iya gue rasa nih dia bakal menjadi incaran para anak Osis tampan dan siswa tampan lainnya deh" katanya siswa C memberitahu.
Syifa dkk yang berada di samping tempat meja siswi itu duduk hanya menyimak pembicaraan siswa-siswi tersebut.
"Makin penasaran gue lihat siswi baru itu" ujar Sonya mulai penasaran.
"Sama gue juga gaes" imbuh Sarah membenarkan.
__ADS_1
"Udahlah makan saja" acuh Syifa.
"Iya kalian nggak usah mikirin mereka deh" sambung Dias melanjutkan makanannya.
"Paling juga.. masih cantikan kalian" sahut Dino yang dibalas ajukan jempol Sonya dan Sarah.
Mereka kembali fokus melahap makanannya masing masing, suara gemuruh siswa siswi kembal berkicau yang ternyata menyoraki Sasha yang masuk kantin.
Siswi baru itu terlhat sedang mencari-cari seseorang dan benar saja Sasha mencari keberadaan Dias yang rupanya ada disalah satu meja di kantin.
"Dias" panggil Sasha setelah berada disamping Dias. Dias mendengar ada orang yang memanggilnya pun segera menoleh ke sumber suara tersebut. Alangkah terkejutnya Dias setelah melihat Sasha ada disana.
Uhhuk Uhhuk
"Makanya kalo makan hati-hati" sahut Syifa.
"Lo siapa?" tanya Sasha melihat Syifa memberi Dias sebotol air mineralnya.
"Hah! lo bicara sama gue?" ujar Syifa kembali nunjuk dirinya sendiri menatap serius Sasha.
"Iyalah gue bertanya sama lo dan lagian juga kenapa lo ganjen banget sama pacar gue" sahut Sasha, yang berhasil membuat Syifa bungkam.
"Apa pacar? bukannya Dias lagi ngejar-ngejar gue ya tapi kenapa cewek ini dateng dan bilang kalo dia itu pacarnya Dias?" ucap batin Syifa bingung.
__ADS_1
"Sasha gue tahu lo masih suka sama abang gue Dias tapi saat ini, lo berada dalam situasi yang salah" kata Sonya angkat bicara menatap tajam Sasha.
"Gue suka abang lo? kebalik,, abang lo yang dari dulu yang kejar-kejar gue,," ujar Sasha membela diri. Syifa mendengar penuturan Sasha berlalu pergi dari sana.
"Itukan, gara-gara lo sih" sahut Sonya kesal ikut pergi menyusul Syifa dan Sarah pun ikutan pergi.
"Kak Sasha.. gue permisi pergi juga" balas Dino pergi mengejar Syifa dkk.
Sasha segera mendudukkan dirinya disamping Dias, Dias terlihat begitu kesal saat melihat Syifa pergi.
"Dias.. kenapa lo ngehindarin gue? apa karena cewek barusan?" tanya Sasha fokus menatap wajah Dias.
"Iya, kenapa emang kalo gue ngehindarin lo lagian lo juga ninggalin gue waktu itu karena Derry" sahut Dias namun tak melihat ke wajah Sasha.
"Lagian kenapa lo harus pindah kesini sih?" sambung Dias namun kali ini ia menatap wajah Sasha serius.
"Gue pindah kesini itu demi lo karena gue mau dekat terus sama lo dan setelah gue kesini kenapa gue liat lo deket sama tuh cewek ganjen" jelas Sasha kesal.
Amarah Dias semakin memuncak setelah mendenga penuturan Sasha mengatai Syifa cewek ganjen.
"Stop Sha, lo harusnya sadar diri kalo yang ganjen itu bukan cewek yang tadi tapi lo" bentak Dias, lalu pergi begitu saja meninggalkan Sasha disana yang terlihat begitu sakit ulah kata-katanya sendiri.
Sasha bungkam tidak mengubris setelah mendengar penuturan kasar Dias pertama kali terhadapnya, bulir air mata jernih satu per satu, terjatuh ke wajah cantik miliknya. Memang benar yang dikatakan siswa siswi tadi bahwa Sasha wanita cantik iya dia sangat cantik namun kecantikannya tertutupi oleh sikap buruknya.
__ADS_1
"Nggak Dias gue nggak akan ngelepasin lo semudah itu gue bakal rebut lo, dari cewek ganjen itu" gumam Sasha mengusap air matanya sembari mengapalkan kedua tangannya.