
Pasangan suami istri itu pun tampak sangat bahagia dengan senyum indah yang terpancarkan diwajahnya melihat keluarganya yang terlihat begitu senang.
"Sayang.. jaga babby kita baik-baik ya? kamu juga jaga kesehatan dan jangan terlalu banyak pikiran. imbuh Surya, "Besok.. sepulang kamu sekolah kita langsung ke rumah mama sama papa untuk memberitahukan kabar gembira ini" sambung Surya tersenyum sembari memeluk erat istrinya.
Sonya mengangguk paham, "Iya sayang" kata Sonya menatap tulus suami tampannya. Semua melihat itu ikutan berpelukan. Sanjaya, Sinta dan Syifa saling berpelukan begitu pula Wanda dan juga Dino ikutan berpelukan kecuali Sarah yang terlihat bengong masih berdiri tanpa ada yang memeluknya.
Sarah menunjuk dirinya sendiri, "Loh.. kok jadi saling berpelukan semua sih? teletabis ya?" tanya Sarah ketika melihat semuanya saling berpelukan kecuali dirinya.
Syifa tertawa dalam pelukan kedua orang tuanya, "Itu.. lo gabung sama bunda sama Dino ajalah Sar" imbuh Syifa menunjuk Dino. Sarah melihat itu hanya menatap kesal kearah lelaki yang ada didepannya.
Sarah menghelah napas, "Kenapa sih.. gue yang selalu aja yang jadi korban!!" seru Sarah berjalan menuju Dino dan mereka pun saling berpelukan. Semua yang ada disana ikutan tertawa melihat tingkah lucu Sarah.
******
Pagi harinya semua berkumpul di meja makan, Dino dan Wanda semalam ikutan menginap karena masih ingin tinggal merayakan kebahagiaan keluarganya.
Syifa dkk sudah bersiap untuk pergi sekolah, seusai mereka sarapan mereka langsung menyalami semua tangan para orang tua yang masih ada disana sekaligus berpamitan, tak lama setelah mereka berpamitan, Syifa dkk pun pergi ke sekolah bersama.
"Sar.. lo ikut di mobilnya Dino aja yah!!" seru Syifa yang seketika dipelototin mata sama Sarah setelah sampai di garasi mobil.
Sarah menggelengkan kepalanya, "Nggak mau.. gue maunya bareng kalian berdua" manja Sarah melihat kedua sahabatnya yang sudah ada didepan mobil.
"Nggak bisa Sar.. nanti kalo kita semobil.. entar gue badmood lagi.. abis.. lo sih.. penguji kesabaran gue banget.. lo udah tahu kan kalo gue sekarang hamil" ujar Sonya sembari membuka pintu mobilnya Syifa segera masuk dalam mobil mewah itu disusul Syifa.
__ADS_1
Syifa sama Sonya sudah memasuki mobilnya dan berlalu meninggalkan Sarah bersama Dino sedangkan Sarah terlihat begitu kesalnya hingga gadis itu tak sadar memanyungkan bibir indahnya ke depan hingga Dino melihat itu menahan tawanya.
"Kalo tahu bakal jadi begini.. harusnya gue bawa mobil deh!!" batin Syifa bergerutuh kesal masih mengerucutkan bibir indahnya kedepan.
"Ekm.. gimana? mau ikut ato kagak sih?" tanya Dino melambaikan tangannya kearah wajah gadis cantik yang sedang berada disampingnya.
Sarah tak mengubrisnya, gadis cantik itu langsung saja menyelonong masuk ke dalam mobil Dino. Lelaki itu hanya menggelengkan kepalanya sembari tersenyum melihat tingkah Sarah lalu ikutan masuk ke dalam mobilnya dan pergi menyusul mobil Syifa.
Di perjalanan menuju sekolah hanya ada keheningan yang terasa di mobil Dino, Dino yang tahu situasi pun berusaha mencairkan suasana yang ada disana.
"Sarah!!" panggil Dino.
Lelaki itu sebenarnya tampan juga namun dia masih kalah tampan oleh kedua kembaran yang menjadi pusat perhatian semua siswa-siswa hingga ketempanannya tidak telalu terpancarkan.
"Ekm.." balas Sarah cuek.
Sarah mendengar itu segera menatap serius kearah lelaki tampan disebelahnya, "Nggak gitu No.. gue.. cuma belum terbiasa aja sama murid baru kek lo.. iya.. itu aja kok" jawab Sarah mencoba membuat situasi kembali nyaman.
Dino melirik Sarah, "Ohh gitu.. syukurlah kalo emang hanya itu alasannya" kata Dino ikut tersenyum.
"Dino.. sepertinya udah salah sangka sama gue deh? ekm.. apa gue udah kelewat batas? apa.. ucapan gue udah menyinggung perasaannya? adduh.. sepertinya iya deh" imbuh batin Sarah merasa bersalah masih menatap lelaki tampan yang ada disampingnya.
"Tapi.. kalo gue perhatiin, dia juga tampan kok nggak kalah tampan dari bang Surya" sambung Sarah lagi.
__ADS_1
Lelaki yang fokus menyetir mobil itu sesekali melirik kearah gadis cantik disampingnya, lelaki tampan itu ikutan tersenyum saat melihat gadis itu juga sedang memandangi dirinya.
"Baru sadar lo.. kalo gue tampan!!" seru Dino, yang berhasil membuat Sarah terkejut akan lamunannya. Dino melihat itu hanya menggelengkan kepala sembari tersenyum manis.
"Eng-nggak kok.. siapa juga sih yang liatin lo.. gue? iddih.. oggahhh" bantah Sarah blushing segera membuang wajahnya kesamping agar Dino tak melihat pipinya berubah menjadi memerah layaknya kepiting rebus.
Dino tersenyum lebar, "Lo.. nggak pantes boong, kalo emang iya langsung bilang aja kali daripada nambah dosa" sambung Dino mengelus puncak kepala Sarah yang terlihat sangat lucu ketika malu sehingga wajah Sarah semakin memerah.
Sarah berdecak kesal, "Sialan lo.." jawab Sarah. Dino hanya tersenyum kembali fokus menyetir mobilnya.
Segera mungkin Dino memakirkan mobilnya karena Syifa dan Sonya sudah berada disamping mobilnya yang tampak terlihat kesal. Dino juga Sarah melihat itu bergegas turun kearah Syifa dan Sonya berada.
"Lama bener lo.. lo abis apa sih?" tanya Syifa kesal.
Sonya tersenyum licik, "Jangan-jangan lo abis itu ya.. astaga Sarah.. ternyata lo emang cewek mesum" ujar Sonya.
Dino dan Sarah melototkan matanya, setelah mendengar ucapan Sonya, "Nggaklah.. orang kita terkena macet juga" elak mereka barengan.
Sonya menyilangkan tangannya dipinggang, "Iya.. udah sih,, kalo kalian nggak mau ngaku nggak apa-apa" kata Sonya menahan tawanya melihat kedua sijoli itu tampak resah.
Syifa nyengir, "Beneran macet?" goda Syifa lagi.
"Iyalah Syif.. beneranlah, orang.. gue sama Dino, nggak punya hubungan apa-apa juga" kesal Sarah.
__ADS_1
"Hahha sante muka woyyy.. kita cuma bercanda kok" tutur Syifa menggandeng tangan gadis imut itu yang terlihat memanyungkan bibir mungilnya.
Sarah berdecak kesal, "Becanda lo garing" ujar Sarah menatap kedua sahabatnya itu seketika pergi berlalu meninggalkan Dino.