Sang Ketua Osis

Sang Ketua Osis
Balas Budi


__ADS_3

"Oh.. makasih" kata Syifa, seketika pipinya merona.


"Nih" Dias memberikan bajunya dan untungnya Dias emang biasa mengenakan kaos sebagai dalaman.


Syifa mengikat baju punya Dias di pinggangnya lalu berjalan keluar.


"Gue anter ya?" ujar Dias.


"Ekhm.. baiklah" kata Syifa mengiyakan.


Dias dan Syifa pulang menaiki motor milik Dias, kini ia menempuh perjalanan dua puluh menit saja. Lalu setiba dirumah Syifa seketika mengetuk pintu Sinta membukakan pintu rumahnya dan betapa Sinta ikut terkejut ketika tamu yang datang adalah Syifa.


"Syifa? kamu kamu kenapa sayang? sakit lagi? tanya Sinta memegang kening anaknya.


"Nggak kok mi, Syifa baik-baik aja" jawab Syifa.


"Maaf tan, saya Dias yang anterin Syifa pulang kesini soalnya Syifa roknya kotor" balas Dias tersenyum.


"Oh gitu, kirain mami pingsan lagi" kata Sinta.


Syifa dan Dias hanya tersenyum.


"Oh iya, nak Dias ayo masuk" pintah Sinta.


"Iya tante" kata Dias ikut masuk ke dalam rumah.


Betapa lebih terkejutnya Dias saat masuk ke dalam rumah Syifa yang bagaikan istana mewah di tengah perkotaan kota Bandung.


"Wah" kata itu seketika keluar dari mulut Dias.

__ADS_1


"Kenapa, baru liat rumah segede ini? tanya Syifa.


"Iya Syif, rumah lo gede banget" jawab Dias.


"Iyalah secara bokap nyokap gue orang terkaya" kata Syifa menyombongkan keluarganya.


Sedangkan Sinta, mami Syifa sedari tadi pergi dapur mengambil minuman dan puding sebagai hidangan.


"Dias.. sini nak makan dulu" pintah Sinta memanggil.


"Sini, ikut gue ke ruang tamu" kata Syifa.


Seketika Dias mengikuti langkah Syifa di depannya.


"Syifa, panggil nak Dias" teriak Sinta lagi.


Syifa dan Dias pun sampai di ruang tamu.


"Lo duduk disini, gue mau naik untuk mengganti baju dulu" kata Syifa.


Syifa beranjak pergi meninggalkan Sinta dan Dias di ruang tamu menuju kamarnya untuk mengganti baju.


******


Di sisi lain Sinta dan Dias bercerita tentang keadaan Syifa di sekolahnya secara menyeluruh pada Sinta.


"Astaga Syifa memang anaknya gitu. Orangnya judes tapi dia anak baik kok nak" ujar Sinta memberitahu.


"Iya tan, Syifa baik" balas Dias membenarkan.

__ADS_1


"Ohiya, nama orang tuamu siapa?" tanya Sinta serius.


"Ayah saya, Pratama Guna bunda Rosie Bunga tante" jawab Dias memberitahu.


Dias memberitahu nama ayah dan bunda, membuat Sinta terkejut atas ucapan Dias barusan.


"Oh iya, jadi kamu anaknya Prata sama Rosie?" tanya Sinta memastikan.


"Iya tante, kok tante tahu" ujar Dias penasaran.


"Rosie itu sahabat tante, tapi udah lama, tante nggak ketemunya. Karena bukankah kalian tinggal di Solo?" balas Sinta namun kembali bertanya.


Dias mengangguk, menghembuskan napasnya.


"I-iya tante.. itu benar kami baru pindah disini setelah mendengar kabar perusahaan ayah disini merosot ia jadi gitu deh" jawab Dias.


"Oh gitu, padahal tante sama keluarga kalian itu dulu dekat banget" ucap Sinta lagi.


Disela-sela percakapan Sinta dan Dias tiba-tiba Syifa turun menggunakan pakai rapih dengan celana jeans berwarna biru, blazer batik coklat, dan dalaman putih membuatnya begitu terlihat sangat sangat cantik.


Syifa menuruni tangga satu persatu sedari itu sudah disambut hangat oleh mata seorang pria tampan, ia tampak begitu sangat takjub setelah melihat Syifa.


"Sayang.. mau kemana? kata Sinta, melihat puterinya yang turun tangga sudah begitu rapih.


"Ini mi, Syifa mau ajak lelaki itu pergi mall kita untuk balas budi karena tadi dia sudah meminjamkan baju untuk Syifa" balas Syifa menarik tangan Dias pergi.


Sinta menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Oh gitu.. hati-hati ya sayang" teriak Sinta yang hanya di balas anggukan Syifa, perhalan menghilangkan. Ia kini telah menghilang dari pandangan mata Sinta.

__ADS_1


__ADS_2