
Diluar parkiran, garasi milik keluarga Syifa. Dias lebih terjejut lagi, setelah melihat deretan beberapa model mobil mewah yang tersusun rapi di dalam garasinya.
"Ini mobil lo semua?" tanya Dias melongok menatap semua mobil milik keluarga Syifa.
"Iyalah masa mobil orang" ucap Syifa, "Lo, bisa pakai mobil?" balas Syifa lagi yang di balas anggukan oleh Dias.
"Oke.. kita pakai ini aja lo yang nyetir" ucap Syifa lalu melempar kunci mobil itu dihadapan Dias.
"Sombong amat" batin Dias, tapi segera menangkap kunci mobil tersebut.
"Ayo.. buruan masuk" teriak Syifa yang sudah berada di dalam mobil.
"Iyye iyye bawel" kata Dias dengan nada ketusnya.
Diperjalanan menuju mall tak ada pembicaraan yang terbesitkan disana, Dias fokus menyetir sedang Syifa hanya fokus menikmati cemilannya hingga tiba mall.
Setelah Dias memarkirkan mobil Syifa di parkiran, ia segera keluar bersama Syifa berjalan masuk mall.
"Oh.. jadi ini mall lo?" kata Dias lagi-lagi melongok.
"Ini bukan mall gue kali, lebih tepatnya keluarga gue" ujar Syifa menggandeng tangan Dias yang ketakutan akan keramaian.
Dias melihat Syifa hanya tersenyum membalasnya.
__ADS_1
Di tiap perjalanan di dalam mall tidak henti-hentinya semua pelayan dan pegawai mall menyapa Syifa.
"Selamat pagi nona muda" ucap pelayan, pengawai yang membuat mereka berdua hanya tersenyum.
Syifa dan Dias terus berjalan menelusuri mall.
"Kita mau kemana dulu ya?" kata Syifa bingung.
"Terserah lo aje" jawab Dias santai.
"Oh kalo gitu langsung aja kali ya?" tanya Syifa lagi.
"Iya iya terserah lo" balas Dias singkat.
Syifa bermondar mandir memilih puluhan baju untuk Dias, sedangkan lelaki itu, hanya menggeleng kepala melihat tingkah gadis itu yang terus ngepasin baju.
"Woy bege, lo pikir gue nggak punya baju?" ujar Dias.
"Iyalah.. baju lo itu-itu mulu gue bosen liatnya" jawab Syifa menatap Dias.
"Jelaslah, emang lo pernah liat gue pake baju biasa? seinget gue, lo nggak pernah deh? paling juga pakai seragam" balas Dias lagi.
"Lo nggak usah ngebacot, lo tenang aja uang bokap gue banyak.. gue nggak bisa ngabisin sendiri" balas Syifa menyombongkan dirinya.
__ADS_1
"Idih.. sombong amat" kata Dias datar.
Setelah memilih baju Syifa dan Dias berjalan menuju mendekati kasir lalu membayar semua belanjaan.
"Semuanya berapa mba?" ujar Syifa pada pelayan.
"Nona muda, total belanjaan semua ada 7 juta" balas pelayan wanita itu.
Syifa mengeluarkan dompetnya dan kini segera mau membayar dengan menggunakan kartu unlimitednya yang diberikan oleh Sanjaya kepadanya khusus mall.
"Nggak usah, biar gue aja" ujar Dias lalu memberikan uang cass pada pelayan sebanyak 7 juta karena Dias semalam memenangkan balapan motor liar.
"Kenapa lo sih? gue kan bilang mau neraktrir lo" ucap Syifa melihat Dias telah membayar tagihan bajunya.
"Nggak pa-apa, gue bukan orang misquen yang suka mengambil duit cewek" jawab Dias tersenyum.
"Gue, nggak niat ngerendahin lo ya? gue cuman mau balas budi sama lo karena hari ini dah nolongin gue" balas Syifa melangkah pergi dari kasir.
Syifa dan Dias berjalan kembali menuju lantai bawah karena, saat ini mereka berada di lantai 6. Mereka itu berjalan tanpa berbicara sepatah kata lagi.
"Lo kenapa diem?" ucap Dias menarik tangan Syifa.
Syifa seketika berhenti melangkah dan saat ini Syifa berbalik melihat wajah Dias yang lagi menatapnya.
__ADS_1