Sang Ketua Osis

Sang Ketua Osis
Penjelasan Syifa


__ADS_3

Dias melihat gadis itu menangis, memohon layaknya anak kecil segera memangguk, "Iya.. gue nggak akan marah sama lo, tapi gimana dengan Dimas? gue, tau kalian itu saling suka" jelas Dias menatap Syifa.


"Sebenarnya, dihari saat lo salah paham itu gue udah tahu perasaan gue milik siapa" ujar Syifa, di balasnya Dias dengan wajah datar penuh pertanyaan.


"Maksud kamu?" balas Dias semakin penasaran.


Flashback On


Tidak ada hujan.. tidak ada badai.. dan tidak ada apa pun tiba-tiba hati Syifa menjadi sesak, melihat wajah kekecewaan di wajah Dias, hatinya rasanya tercabikk oleh hewan ganas, hingga membuat buliran matanya terjatuh seketika di pipi mulusnya lagi.


"Syifa.. kamu kenapa?" ujar Dimas menatap Syifa.


Gadis itu segera menggelengkan kepalanya, "Nggak, aku nggak pa-apa kok kak" balas Syifa smile fake, ia masih menatap kepergian Dias.


Dimas mengerti karena tak sengaja melihat Dias tadi akhirnya ingin mengetes perasaan Syifa sebenarnya.


Dimas memegang tangan Syifa, "Kamu.. mau nggak, jadi pacar aku?" ucap Dimas serius menatap Syifa.


Gadis sedari tadi menatap kepergian Dias, dibuatnya terkejut oleh pernyataan lelaki yang ada di depannya, ia menoleh sudah mendapat Dias yang berada tepatt dihadapannya.


"A-apa kak?" ujar Syifa gugup.


"Kamu mau kan jadi pacarku?" kata Dimas lagi.

__ADS_1


Perasaan gadis ini pun berubah menjadi tak karuan disisi lain ia sangat menginginkan Dimas tapi disisi lain ia juga ingin mengejar Dias yang baru saja pergi.


"Maaf kak.. aku harus pergi" balas Syifa berlari pergi mencari keberadaan Dias.


"Berarti,, Syifa lebih menyukai Dias dibandingkan gue padahal kan, gue lebih wah,, kenapa Syifa lebih milih Dias?" ujar Dimas menatap kepergian Syifa.


******


Syifa mencari keberadaan Dias dimana-mana, tapi ia tidak berhasil menemukan Dias, entah kemana lelaki itu pergi setelah terpergok akan Dimas tadi.


"Huffft.. Dias lo kemana?" gumam Syifa.


"Lo,, kemana aja?" ujar Sonya mendapati Syifa ada di lapangan basket.


"Gue dari kelas, lo liat Dias dimana?" tanya Syifa.


"Sial.. pasti, dia sudah salah paham sama gue" balas Syifa membuat kedua sahabatnya mengaga tak tahu apa yang telah terjadi.


"Emangnya ada apa?" ujar Sonya tambah penasaran.


"Iya nih.. lo buat kita makin penasaran aja kalo terus kek gini" sahut Sarah sudah tak tahan akan semua.


Syifa menghembuskan napas kasarnya.

__ADS_1


"Begini, tadi itu gue di pergoki sama Dias lagi berdua sama Dimas di kelas tidak sengaja Dimas nyium gue dan Dias lihat semuanya" jelas Syifa membuat kedua sahabatnya semakin melongok tak percaya.


"HAH?" teriak Sonya dan Sarah barengan.


"Dimas.. cium apanya lo?" tanya Sarah penasaran.


"Ini" balas Syifa jujur spontan menunjuk bibirnya.


"HAH?" sahut Sonya dan Sarah barengan lagi.


"Lo serius Syif?" kata Sonya masih tidak percaya.


Syifa mengangguk, "Iya.. buat apa juga gue boongin lo pada malu-maluin aja" balas Syifa sewot.


"Terus terus" lanjut Sarah dibuat penasaran.


"Terus terus apanya, yuk cari Dias sekarang lagian itu khawatirin dia kalo dia kenapa-kenapa --?" ujar Syifa,, sudah memikirkan hal-hal lainnya.


******


Seminggu berlalu begitu cepatnya, namun Dias terus saja menghindari Syifa sampai ia tidak mau bertemu dengan Sonya sepupunya sendiri hingga sampai hari ini Dias bertingkah layaknya menghidari kenyataan.


Syifa yang sudah pasrah akan hal itu kemudian ia tak memberanikan diri lagi untuk mengganggu Dias lagi.

__ADS_1


"Maaf" ujar Syifa melihat kearah Dias yang berada di bangku bagian belakangnya sedang tertidur lagi.


"Kalo terus gini gimana kita bisa tenang liat lo" balas Sonya menatap kearah Syifa dan Dias bergantian.


__ADS_2