
"Iyalah, hati-hati lo Nya nanti kalo jadian sama abang gue ntar diginiin terus" ujar Syifa menakut-nakuti.
"Iya.. ntar lo mati muda lo mau?" tutur Sarah lagi, ikut menakuti Sonya.
"Nggaklah Fa.. Sarah.. orang abang orangnya nggak kek gitu" tutur Surya tersenyum memandang Sonya.
Sebulan ini tak jarang mereka semua kumpul bareng terus kek gini apa lagi saat Syifa terus di buat sedihh akan Dias yang menjauhinya nah sejak itu juga Surya dan Sonya semakin dekat, apa lagi Surya lalu datang mulu mengganggu mereka. Hingga akhirnya mereka saling menyukai seperti saat ini.
"Terus,, gimana dengan lo ada kemajuan?" ujar Surya menatap kearah Syifa.
"Kemajuan apanya bang? orang kita belum saling ini dan itu" balas Syifa menatap Surya.
Mereka pun bersamaan mendengus kasar.
"Lalu,, rencana kalian sekarang apa?" kata Surya lagi.
"Gini bang.. Sarah punya ide, besok ibu Helmi gue BK kita akan angkat bicara dengan masalah ini tapi,, kita nggak tahu caranya gimana" ucap Sarah bingung.
"Ohgitu bukannya kalian berteman sama Dimas sang ketua Osis itu nah minta bantuannya aja" balas Surya mengingat keberadaan Dimas.
"Oh iya, abang kok pinter buanget gettt" goda Sonya.
Cuppp
Seketika bibir merah merona Sonya dan Surya saling bertemu, tapi bukan beberapa kalinya karena emang mereka sudah sering, saling berciuman, tepat depan para jomblo ngenes itu jadi mereka cuma fine aja.
"Idih.. bangsur kebiasaan deh" sahut Syifa dan Sonya bersamaan mendorong badan Surya dan Sonya.
Surya dan Sonya menghentikan aktivitasnya.
"Apasih kalian ganggu kita aja" balas Surya menatap ke arah Syifa juga Sarah yang terus mendorongnya.
"Makanya kalo lo irih cepetan cari dong" tutur Sonya.
"Wah.. songong bener nih bocah,, mentang-mentang sudah ada Bangsur" cemooh Sarah tak terima.
__ADS_1
"Itu kan, masih ada bang Dimas yang bisa lo dapetin" kata Sonya memberi kode Sarah.
Beberapa menit setelahnya, mereka akhirnya segera menyadari akan rencananya menemui Dimas untukk melanjuti rencana berikutnya.
"Oh iya Dimas" sahut mereka barengan.
"Ok.. kalo gitu biar gue aja yang telpon abang Dimas" balas Sonya bergegas menelpon Dimas.
Tettettet
Sonya menelpon Dimas dan kini sudah terhubung.
Dimas Pratama
"Halo Nya kenapa?" sapa Dimas disebrang telpon.
Sonya Auliyah
"Begini bang.. kita lagi merluin bantuan abang" balas Sonya to the point.
Dimas Pratama
Sonya Auliyah
"Iya.. adalah bang,, btw,, abang nggak sibukkan? bisa nggak sekarang ke rumahnya Syifa?" ujar Sonya lagi.
Dimas Pratama
"Oh kalian ada di rumah Syifa ya? ok, bisa kok" jawab Dimas.
Sonya Auliyah
"Oke bang, kita tungguin lo sekarang" kata Sonya lalu menutup telponnya.
Tettettet
__ADS_1
Telpon akhirnya diakhiri oleh Sonya.
"Gimana Nya? kak Dimas mau?" tanya Syifa serius.
"Tenang.. kata bang Dimas bisa kok" jawab Sonya.
"Syukur deh" balas mereka bersamaan.
******
Disisi lain tepatnya di kamar Dimas, sudah ada Kevin David yang lagi main PS.
"Siapa Dim?" sahut David kepo.
"Itu.. si Sonya katanya perlu bantuan gue" ujar Dimas memberitahu.
"HAH?" teriak David dan Kevin barengan.
"Kok bisa.. ada apa?" tanya David penasaran.
"Ye, mana gue tau orang mereka suruh gue sekarang ke rumahnya Syifa" balas Dimas nyolot.
"Ebuset,, lo santet dong bro" tutur Kevin ikut nyolot.
"Santai.. bukan santet" balas David membenarkan.
"Iyye iye maksud gue itu" ujar Kevin tertawa.
Dimas dan David hanya menggelengkan kepala.
"Dasar lo ya.. kebiasaan deh, suka ngelawak persis si Kang Sule" balas David sembari ikut tertawa.
"Sudah sudah.. jadi gimana? kalian mau ikut nggak?" tanya Dimas menatap kedua sahabatnya.
"Iya jelas kita ikut dong.. secara kita kan nggak boleh ketinggalan gosip" sahut mereka barengan.
__ADS_1
"Skuyyy" mereka pun bergegas pergi ke rumah Syifa.