Sang Ketua Osis

Sang Ketua Osis
Sahabat Ganjen


__ADS_3

Bel tanda pulang berbunyi begitu merdunya yang bararti para siswa-siswi dan semua guru akan segera keluar dari kelasnya menuju kekediaman mereka yang sesungguhnya


Sonya berdiri sembari tersenyum, "Syif.. lo ada mobil nggak? kalo kagak.. lo bisa nebeng bareng gue kok" sahut Sonya menatap kearah gadis cantik itu yang terlihat masih sibuk-sibuknya membereskan bangkunya yang sedikit berantangkan.


Syifa seperti berpikir, "Ekm.. nggak usahlah Nya.. gue bisa naik taksi kok.. lagian rumah gue jauh.. jadi nggak usah deh.. takut ngerepotin lo juga" balas Syifa menatap kearah gadis cantik itu yang sudah berada didepan bangkunya.


Sonya menghelah napasnya, "Oh gitu.. emang rumah lo dimana sih? di jalan apa? dipinggiran kota? nggak masalah kok gue kalo jauh.. kan sekalian bisa pergi jalan-jalan" pintah Sarah serius masih menatap gadis cantik tersebut.


Syifa terlihat seperti berpikir, "Ekm.. rumah gue ada di perumahan Permanai Nus ... " Syifa belum selesai dengan omongannya tiba-tiba handphonenya bergetar di saku bajunya tanda ada seseorang yang sedang menelpon dirinya sedang gadis cantik itu yang menyadari handphonenya bergetar segera mengecek dan melihat nama orang yang muncul dilayar depan handphonenya.


Panggilan terhubung!!


Aqilla Assyifa


"Halo bang.. lo lagi dimana sekarang? lo jadi nggak sih jemput gue? kalo kagak.. gue pulangnya bareng temen gue aja deh kalo gitu"


Seseorang yang disebrang telpon


"Enak aja lo sekate-kate sama gue.. tadi bilangnya harus di jemput.. eh.. sekarang bilang nggak usah.. dasar lo ya.. nggak teguh pendirian banget"


Aqila Assyifa


"Bangsur.. emang lo udah dimana sih? kalo emang masih jauh.. iya udah.. nggak usah dateng langsung balik aja sana.. karena disini ada teman gue yang berbaik hati mau ngaterin gue pulang"


Seseorang yang disebrang telpon


"Gue.. gue nggak mau dengerin alesan lo itu.. karena gue sekarang udah ada di pintu gerbang sekolah lo.. nungguin lo.. panas-panasan kek orang gila.. lagian.. kenapa sih.. sekolah lo kumuh banget.. nggak punya ac diparkirannya"


Aqila Assyifa


"Upssst.. Sorry.. gue nggak tahu kalo Bangsur sudah ada diparkiran.. tapi.. tunggu!! lo.. bilang apa tadi? ac ditaro diparkiran? wahhaha ngaco lo bang.. memang sejak sih orang masang ac diparkiran hahhaha ngelawak pak aji"


Seseorang yang disebrang telpon


"Iya kali aja gitu.. sekarang jaman udah canggih gini juga.. semua serbah modern kalo kita nggak gunain fasilitas itu semua.. terus.. lo naro untuk siapa? anak sama cucu lo gitu?"


Aqila Assyifa

__ADS_1


"Ekm.. iyain aja deh biar cepat.. kalo gitu.. gue otw sekarang ya bang.. bye"


Tuttuttt


Panggilan telpon diakhiri oleh gadis cantik itu yang sedang memasukkan kembali handphone kedalam saku baju sekolahnya.


Syifa tersenyum, "Dasar.. abang nggak ada akhlak lo" gumam Syifa ikut kesal setelah menaruh handphone itu ke tempatnya semula sedang kedua gadis itu lalu menatapnya dengan penuh tanda tanya.


"Siapa Syif?" tanya Sonya dan Sarah berengan.


Syifa tersenyum, "Oh.. ini abang gue.. katanya dia udah ada di depan nungguin gue.. jadi sepertinya.. gue nggak jadi pulang sama lo deh Nya" sambung gadis cantik itu melihat kearah Sonya yang terlihat sudah mengagguk paham akan penjelasan Syifa.


Sonya ikut tersenyum, "Oh gitu.. nggak apa-apa kok Syif.. lo santai aja kali" kata Sonya, "Ekm.. kalo gitu kita cabut yuk.. abis.. gue penasaran lihat wajah abang lo" ujar Sonya menarik tangan gadis cantik itu yang terlihat sudah siap untuk pulang.


"Iya Syif.. itu bener.. secara.. lo kan cakepnya udah kebangetan.. nah apa kabar dengan abang lo itu" balas Sarah membenarkan perkataan Sonya yang menyusul kedua temannya.


Syifa menggeleng kepalanya yang terlihat begitu pasrah mengikuti kedua temannya sembari melihat tingkah kedua temannya tersebut hingga mereka kemudian bertiga pun tiba di gerbang.


Syifa tersenyum melangkahkan kakinya kearah lelaki tampan berkecamata hitam tersebut yang sedang berdiri didepan mobil mewah berwarna silver, "Abang" teriak Syifa melambaikan kedua tangannya melihat lelaki itu yang sudah ada didepan matanya.


Lelaki itu menoleh kearah gadis cantik itu dengan tatapan yang begitu terkejutnya sembari menggelengkan kepala, "Astaga.. Syifa.. baru sehari lo sekolah.. ehh.. baju lo udah kek anak gelandangan aja deh" ujar Surya, kakak kandung dari gadis cantik tersebut sembari menatap pakaian Syifa dari ujung kaki hingga ke ujung kepalanya yang terlihat begitu kotor.


"Syifa.. punya abang guanteng buanget deh.. ollalah.. bilibili.. keren abis.. stlye-nya aja kek oppa-oppa korea gitu.. buat hati gue makin terkesimah aja.. omaigat.. buat mata gue aja nggak bisa berpaling lihatnya" kata batin Sonya menatap lelaki tampan itu bagaikan melihat sosok pangeran berkuda putih yang dia idam-idamkan selama ini.


Surya menatap kearah kedua gadis cantik yang bersama Syifa, "Ini.. siapa Syif? temen lo? tumben banget lo dapet temen cewek" ledek Surya sembari mengelus lembut puncak kepala gadis cantik yang ada didepannya sedang gadis cantik itu membalasnya dengan anggukan.


Syifa tersenyum, "Ih.. abang kebiasaan deh.. suka ngeledekin gue mulu.. nggak di rumah.. di sekolah.. sama aja.. sama-sama buat gue kessel" kata Syifa sembari menatap lelaki tampan tersebut dengan tatapan begitu tajam sedang salah satu dari temannya sudah terlihat mengulurukan tangan kanannya kearah lelaki tampan itu.


Sarah tersenyum, "Hai kak.. aku Sarah teman barunya Syifa sekaligus teman sebangkunya juga" sapa Sarah dengan nada manjanya sembari masih menatap dalam-dalam lelaki tampan yang ada didepannya.


Surya tersenyum ikut mengulurkankan tangan kanannya, "Hai.. gue Surya abangnya Syifa" balas Surya membalas uluran tangan gadis cantik yang berada disebelah Syifa namun gadis cantik yang satunya lagi terlihat agak risih akan perlakuan Sarah yang menurutnya berlebihan hingga gadis itu menepis tangan Sarah yang masih belum melepas tangan lelaki tampan tersebut.


Syifa tersenyum seraya mengulurkan tangan kanannya kearah lelaki tampan yang ada dihadapannya, "Ekm.. aku Sonya kak.. temen barunya Syifa.. dan tentunya Sonya masih jomblo kok kak" ujar Sonya blushing sembari menyelipkan rambutnya kebelakang kupingnya dengan menggunakan tangan kirinya sedang lelaki tampan itu hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah gadis cantik tersebut dengan membalas uluran tangan Sonya.


Surya tersenyum, "Oh iya.. senang bisa kenal sama kalian berdua.. kapan-kapan main ke rumah ya" ujar Surya berusaha melepas tangannya yang masih digenggam erat oleh gadis cantik tersebut hingga akhirnya bisa terlepas sedang gadis cantik itu hanya cegegesan tanpa dosa seraya buru-buru mengeluarkan handphonenya dari kantong saku bajunya.


Sonya tersenyum memegang handphonenya, "Kak.. boleh minta whatsApp.. instagram.. line.. twitter.. facebook.. nggak kak?" tanya Sonya dengan tatapan penuh harap menatap lelaki tampan itu yang terlihat bingung akan tindakan Sonya.

__ADS_1


Surya melototkan kedua matanya, "Semua? buat apa dek?" tanya Surya menatap kedua teman baru gadis cantik itu dengan saling bergantian sedang ketiga gadis tersebut serentak hanya menganggukan kepalanya.


Sonya tersenyum, "Ekm.. itu kak.. kalo semisal besok-besok Syifa menghilang tanpa kabar.. kan.. kita berdua bisa menghubunginya lewat kakak" balas Sonya dengan memberi alasan yang menurutnya paling akurat dan tentunya dapat dipercaya agar lelaki tampan tersebut bisa percaya.


Sarah ikut tersenyum, "Nah.. bener kak.. ekm.. bener banget malah" kata Sarah membenarkan semua ucapan Sonya karena mereka memang mereka sangat ingin mendapatkan media sosial lelaki tampan yang ada dihadapannya itu sedangkan Syifa hanya menatap kedua teman barunya dengan tatapan berbeda sembari menggelengkan kepalanya.


"Ekm.. astaga.. mereka berdua kompak banget kalo masalah cowok.. wuahhaha.. dasar ganjeng" imbuh batin Syifa yang seraya menanyakan apakah benar? kedua gadis cantik itu adalah teman barunya.


Mendengar alasan tersebut lelaki tampan itu sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi, apa lagi itu sudah menyangkut oleh adik kesayangannya, ia langsung mengeluarkan handphone yang ada disaku celana sebelah kirinya lalu menyebutkan satu persatu nomor whatshapp-nya.


Sonya tersenyum, "Ekm.. hanya ini kak? lainnya mana?" tanya Sonya menatap kearah lelaki tampan tersebut.


Surya menggelengkan kepalanya, "Oh iya.. adanya cuma itu aja dek.. kakak.. nggak terlalu suka main gituan soalnya" balas Surya dengan senyumannya.


Sonya dan Sarah awalnya ikut terkejut berpandangan satu sama lainnya.


"Oke, makasih kak" ucap Sonya tersenyum.


"Hati-hati di jalan ya kak?" tambah Sarah blushing.


Surya dan Syifa segera masuk ke dalam mobilnya.


"Sudah sudah, inget umur, kakak gue sangat berbeda jauh dari usia kalian" balas Syifa menuju mobilnya.


"Hah? emang berapa Syif?" ujar Sarah penasaran.


Seketika Syifa membuka kaca mobilnya.


"Umur abang gue sudah mau 30 tahun" balas Syifa.


"Hah? 30? yang bener lo?" tanya Sarah tak percaya.


"Nggak usah boong lo Syif.. kita masih muda, masih bisa bedain yang muda sama yang tua" balas Sonya.


"Iya nih cowok semuda gini masa 30?" ucap Sarah.


Surya melajukan mobilnya meninggalkan Sonya dan Sarah.

__ADS_1


"Iya udah.. kalo lo pada nggak mau percaya lo bilang ke abang gue nanti. Dah kalian" teriak Syifa.


Setelah usai berkenalan mereka berdua berpamitan untuk pulang


__ADS_2