
Lama bener bangg.. abang tadi lagi apa?" ujar Syifa yang membuat kedua sijoli itu melotot kearah Syifa.
"Oh itu.. abang abis mandi" jawab Surya tenang.
"Oh gitu.. pantas aja lama" balas Syifa lagi.
"Sudah sudah, kalian ini kebiasaan deh kalo seharian pasti ada aja pertengkaran" ledek Sinta tertawa.
"Iya mi kek tom and jerry aja" ujar Sarah mengiyakan.
Semua pun tertawa setelah mendengar lawakan dari Sarah dan juga Sinta namun Sanjaya ikut mengankat bicaranya untuk segera melanjutkan makan malam.
"Ya udah alangkah baiknya kalo tom and jerry makan dulu ntar,, kalo udah makan lanjut lagi" balas Sanjaya namun tak ada yang berani tertawa karena takut.
Tanpa membuang banyak waktu, mereka pun segera makan menyantap makan malam tanpa kebisingann dan itu membuat makan malam ini menjadi nikmat.
Setelah selesai makan, mereka pun kembali pergi ke ruang tamu tapi Syifa mash penasaran akan kejadian tadi jadi menyuruh Surya dan Sonya ke kamarnya.
__ADS_1
"Gue pergi kamar dulu ya Sar? soalnya ada yang mau gue bilang sama Sonya" ucap Syifa dan tanpa curiga Sarah dan lainnya mengiyakan.
Mereka bertiga pun tiba dikamar dengan cepet Syifa segera mengunci pintu kamarnya secepat kilat.
"Ceritain semua" ujar Syifa to the point.
"Maaf.. maafin.. abang Syif.. abang keblablasan tadi" sahut Surya, menatap kearah wajah Syifa yang mulai memerah akan kemarahannya.
"Tapi tenang aja Syif abang tadi pake pengaman kok jadi tentunya bakal aman" sambung Surya lagi.
"Enak aja ya abang bilang seenak jidatnya gitu walau abang ini kakak Syifa tapi tetap aja Syifa marah akan ini karena ulah abang itu sudah melewati batas" kata Syifa sudah tidak menahan amarahnya.
"Terus.. Sonya juga masih di bawah umur bang aduh, abang kok seceroboh ini" ucap Syifa lalu menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Surya, Sonya, hanya terdiam menunduk malu karena memang yang dikatakan oleh Syifa semuanya benar dan itu membuat mereka semakin jadi bersalah apa lagi bang Surya yang tidak bisa menahan nafsunya.
"Adek.. maafin abang ya? abang janji bakal tanggung jawab akan hal ini" balas Surya semakin bersalah.
__ADS_1
"Ya iyalah bang, harus malah emang abang harusnya seperti itu.. berani berbuat maka berani bertanggung jawab" jelas Syifa semakin menekan Surya.
"Maafin Sonya juga Syif.. harusnya Sonya inget, akan perbuatan ini, tapi malah Sonya sendiri yang teledor" jawab Sonya ikut menangis menyesali semua.
"Udahlah.. kalian nggak usah seperti ini, lagian sudah terlanjur juga, tapi awas ya kalo kalian berbuat ginian lagi.. maka Syifa nggak akan tinggal diam lagi" balas Syifa memeluk erat Sonya sahabatnya itu.
Syifa Surya Sonya akhirnya menyembunyikan semua itu dari teman-temannya termasuk orang tuanya.
Hari pun semakin menjadi larut kini jam menunjukan jam 9 membuat teman-teman Syifa itu memutuskan untuk pulang agar besok bisa fokus akan rencana.
Keesokan harinya sesuai dengan rencana pagi sekali mereka sudah berkumpul di kelas Syifa bagi tugasss masing-masing Dimas menemui ibu Helmi agar bisa menghukum Dias yang malas belajar, Syifa bertugas menemuai Dias di BK agar bisa meminta maaf dann sisanya tahulah Sonya, Sarah, Kevin dan David.
Hari itu juga, setelah mereka mempersiapkan semua dengan matang dan hasilnya pun berjalan lancar dan saat ini Sarah, Syifa, Dimas, Kevin David dan juga ibu Helmi. Mereka semua, sudah ada di ruang CCTV cek sekaliagus memantau kejadian yang ada disana tapi Syifa dan Dias tidak tahu akan hal tersebut :V
Ibu Helmi melihat kejadian itu hanya tersenyum, asal para siswanya bahagia, begitu pun semuanya namun Syifa tidak memberitahu soal Sonya dan Surya ya :')
Flashback Off
__ADS_1