Sang Ketua Osis

Sang Ketua Osis
Untung Ada Dimas


__ADS_3

Para siswa-siswi yang berada di kantin semua terlihat menahan tawanya melihat ekspresi Sandra yang baru kali ini dipermalukan di depan umum tapi tidak untuk Dimas dkk.


Kevin tertawa, "Ndra.. lo kenapa diem? takut? atokah lo lagi cacingan? wahhaha lucu lo" sindir Kevin menatap sembari menunjuk Sandra bergantian dengan kedua teman-temannya.


David pun ikutan tertawa, "Seorang Sandra Kusuma.. takut sama siswi baru ternyata.. wahwah.. bisa masuk dalam buku sejarah tuh wkwkwk" ledek Kevin ikutan ngelunjak sampe-sampe membawa buku sejarah.


Anggun melototkan kedua matanya kearah Kevin, "Apa lo.. nggak usah chat gue lagi" balas Anggun membuat Kevin berhenti tertawa.


Dimas menghelah napas kasarnya, "Gue nggak nyangka Ndra.. lo ternyata sejahat ini sampe lo numpahin teh segala sama junior lo sendiri" ujar Dimas menatap tajam Sandra sambil menunjuk baju Syifa yang terlihat sangat kotor.


Sandra menekuk kedua tangannya, "Dimas.. Dimas.. tunggu dengerin penjelasan gue dulu. Gue ... " ucap Sandra yang pembicaraannya dipotong oleh Dimas. Sinta melihat itu pun kembali terdiam.


"Cukup.. udahlah Ndra.. nda ada yang perlu dijelaskan lagi.. dan lagian gue ada disana kok melihat semuanya cuman.. gue mau ngetes kejujuran lo aja.. jadi gue pura-pura nggak tahu apa-apa.. tapi nyatanya apa? lo ternyata cewe busuk yang sangat menjijikkan yang pernah gue kenal" jelas Dimas panjang lebar menatap Sandra. Sandra yang mendengar penuturan kasar dari mulut Dimas seketika membuat hati Sandra terasa sakit.


"Lo.. mendingan pergi dari sini deh.. lagian gue sudah enneg lihat muka cantik polos lo tapi tidak untuk hati lo" bentak Dimas membuat buliran jernih dari sudut mata Sandra lolos dan akhirnya membasahi pipi mulusnya tersebut.


David tersenyum licik, "Iya.. sana lo.. pindah planet aja.. usstt usstt.. sekalian bawa dua anak ayam lo ini" balas David menunjuk Anggun dan Yunita. Sandra seketika pergi tanpa mengubris semua perkataan yang ada disana meninggal Dimas dkk.


"Awas aja lo.. dasar cewek ganjen.. tunggu aja.. gue bakal beri lo pembalasan lebih karena lo udah buat gue dipermalukan kek gini.. gue bakal bales lo" ujar batin Sandar bergumuruh kesal dengan kedua tangan yang saling mengepal berlangkah pergi menjauh dari kantin.


Dimas tersenyum, "Kalian nggak apa-apa kan? nggak ada yang terluka kan?" ujar Dimas menatap ketiga gadis cantik itu dengan tatapan santai karena amarahnya mulai meredah.


Sarah ikut tersenyum, "Ngga apa-apa kok kak.. cuman ini aja yang lecet" balas Sarah menunjuk pakaian sekolah Syifa yang terlihat begitu kotornya.


Dimas mendengus kasar, "Maaf.. maaf.. gue dateng telat ya?" tanya Dimas mengelus bahu Sonya yang saat ini sedang bersampingan.


Sonya menggeleng kepalanya, "Nggak kok bang.. untungnya lo dateng tepat waktu.. kalo kagak gue pasti sudah ada diruang BK sekarang" jawab Sonya menatap lelaki tampan yang ada disebelahnya itu.

__ADS_1


Dimas tersenyum, "Syukur deh kalo gitu.. gue kan emang akan selalu ada buat lo Nya" balas Dimas mengacak-acak rambut Sonya. Syifa, Sarah, Kevin dan David memasang raut wajah terkejut melihat tindakan Dimas dan Sonya yang begitu mesrah.


Kevin terkejut, "Kalian pacar? iya? astaga Dimas" tanya Kevin menatap lelaki itu dengan begitu tatapan serius sembari melototkan kedua matanya.


Dimas tersenyum, "Iya.. kita pacaran.. iya kan Nya?" balas Dimas senyum licik sembari merangkul Sonya berhasil mencuri semua pandangan yang ada di kantin mengarah ke mereka berdua.


David ikut terkejut, "Dimas.. ini beneran? lo nggak boong kan?" ujar David serius masih belum percaya akan penjelasan lelaki tampan itu yang terlihat masih saling berpelukan.


Dimas mengagguk, "Iyalah bener.. iyakan sayang? masa mereka nggak percaya kalo kita beneran pacaran" kata Dimas manja sembari mengode Sonya dengan kedipan matanya yang lagi-lagi berhasil membuat para siswa-siswi bersorak sedangkan Sonya merasa enggap sekaligus jijik akan lelaki tersebut.


Sonya kesal, "Sayang.. sayang.. sayang pala lo pe'a" balas Sonya menginjak kaki Dimas. Spontan lelaki tampan itu melompat menjerit kesakitan.


Kevin terkejut, "Aww.. sakit tahu Nya" ucap Dimas masih melompat-lompatkan dirinya seketika semua siswa-siswi ikut tertawa melihat tingkah sang ketua Osis yang terlihat lucu begitu pun Syifa, Sarah, Kevin dan Davin sedangkan Dimas berhenti melompat karena sadar akan tingkahnya itu.


Dimas berdengus kesal, "Lo jahat Nya.. lo kok tega nolak gue didepan semua orang" ucap Dimas tidak terima akan perlakuan cewek yang tadi goda.


Kevin menghelah napasnya, "Sudah ditolongin juga.. masih aja nggak peka" jawab Dimas cemberut dengan memanyungkan bibirnya kedepan membuat semua orang yang melihatnya gemas akan wajahnya yang terlihat super super imut.


David tertawa, "Dasar lo Dim.. kek lo nggak laku aja sih wahhaha" ledek David menatap Dimas dengan tatapan begitu kasihan yang berhasil mendapatkan pelototan mata sama Dimas.


Kevin pun ikut tertawa, "Iya Dim.. bener tuh.. kalo pun lo mau.. semua siswi disini pasti mau punya pacar kek lo" balas Kevin memukul bahu bidang si pemilik wajah tertampan di SMA Bintang.


Dimas berdengus kasar, "Iya.. gue tahu itu.. tapi sayangnya gue yang nggak mau" kata Dimas menatap kearah Kevin dengan tatapan persis yang diterima David barusan.


Sonya tertawa, "Bang.. lo nggak boleh gitu dong.. apa lo mau.. kalo lo tinggal karatan?" ledek Sonya tersenyum jahil dengan suara tawanya membuat lelaki tampan tersebut ikut tersenyum jahil.


Dimas tersenyum, "Iya.. kan ada lo" goda Dimas sembari mengedipkan matanya kearah Sonya lagi. Sonya melihat itu merasa ingin muntah.

__ADS_1


Sonya menggeleng, "Oggahhh" teriak Sonya membuat semuanya terkejut akan suaranya begitu terdengar bergelegar ditambah cempreng.


Seketika bel sekolah berbunyi begitu merdunya namun tidak membuat para siswa-siswi senang tapi malah merasa sedih yang mau tidak mau mereka harus beranjak pergi ke kelas mereka masing-masing.


Sonya tersenyum lebar, "Okey.. dahhhh abang.. semoga cepet laku" ledek Sonya kepada Dimas yang disambut hangat oleh tatapan ganas dari lelaki tampan tersebut.


Dimas berdengus kasar, "Iyye.. iyye.. tapi inget Nya.. lo sama seperti gue sama-sama jomblo" jawab Dimas cengegesan membuat teman-temannya ikut tertawa.


Sonya tersenyum, "Biarin.. gue jomblo tapi happy sedangkan lo jones.. wahhaha kabur" ucap Sonya seketika menarik tangan kedua teman-temannya yang sedari tadi terdiam hanya menyimak peran persaudaraan tersenyum.


Semua pun beranjak masuk ke dalam kelas masing-masing untuk melanjutkan pembelajaran terakhirnya.


Syifa menyimak dengan serius pembelajaran yang diberikan salah seorang guru yang bernama ibu Widya, guru Sejarah namun terganggu karena ada siswa lelaki yang berteriak sangat keras.


"Tidak" teriak salah seorang siswa lelaki yang berada dibelakang tempat lurusan Syifa.


Ibu Widya berjalan menuju tempat suara tersebut disusul oleh tatapan para siswa mengikuti langkah kemana ibu Widya pergi yakni ketempat siswa lelaki yang terlihat sedang tertidur begitu pulasnya dibangku bagian belakang.


Ibu Widya menghelah napasnya, "Dias.. bangun kamu" tegur ibu Widya namun siswa lelaki itu masih belum bangun juga, "Dias.. bangun" teriak ibu Widya lagi seketika siswa lelaki itu terbangun sembari mengerjapkan kedua matanya.


Dias melek, "Iya bu" balas lelaki tampan itu menatap wajah ibu Widya yang terlihat begitu kesalnya namun Dias hanya menghiraukannya.


Ibu Widya menggeleng kepala, "Dias.. ikut ibu sekarang" tegas ibu Widya menjewer telinga Dias sampai memerah sedang semua siswa ikut terkejut melihat pemandangan yang ada dihadapannya.


Dias menjerit, "Aww.. yang pelan dong bu" sahut Dias megang telingannya yang masih dijewer sedang ibu Widya menatap tajam siswa yang ada dihadapannya tersebut.


Ibu Widya kesal, "Cepet jalan.. ikut ibu ke BK" ucap ibu Widya berteriak dengan tangan yang masih menjewer telinga lelaki tampan itu.

__ADS_1


Dias mengagguk, "Iya bu.. iya.. ini juga Dias dari tadi ngikutin ibu kali" balas Dias ikut kesal karena masih dijewer oleh ibu Widya hingga keluar kelas.


__ADS_2