Sang Penjaga : Pendekar Bulan

Sang Penjaga : Pendekar Bulan
Prolog.


__ADS_3

Musim 1: Bulan Merah.



PROLOG


Li Yixin adalah seorang gadis biasa yang berasal dari bumi. Selama delapan belas tahun dia menjalani hidupnya dengan baik dan mencoba untuk tidak terlibat masalah justru harus berhadapan dengan masalah yang tidak akan pernah dia lupakan bahkan setelah mati, tentang bagaimana kecerobohan tetangganya yang meninggalkan kompor dalam kondisi menyala hingga gedung berlantai lima itu harus hangus terbakar bersama beberapa penghuni yang tidak sempat menyelamatkan diri.


Saat Li Yixin merasa dirinya sudah mati, ternyata dia justru dilahirkan kembali sebagai seorang bayi yang tidak bisa apa-apa. Dan yang lebih menyedihkan dalam kisah hidupnya yang kedua dirinya juga sedang berada di ambang kematian.


Sebagai seorang bayi, Li Yixin yang saat itu digendong oleh seorang perempuan tengah dikepung oleh beberapa orang bertopeng bersenjata pedang.


Melihat situasi dan bagaimana orang-orang itu berpakaian, Li Yixin langsung mengambil keputusan bahwa jiwanya telah dilemparkan ke masa jaman kuno dimana belum ada pistol dan senjata modern lainnya. Namun, tetap saja Li Yixin merasa sangat ketakutan, dia baru saja hidup kembali setelah dibakar hidup-hidup dan sekarang dia harus mati lagi dengan cara dicincang-cincang. Takdir ini begitu kejam.


Li Yixin mulai menangis karena sebagai seorang bayi mungil yang bahkan belum mampu menggunakan kakinya untuk berdiri, hanya itu kemampuannya saat ini, menangis sekencang-kencangnya.


"Cepat serahkan bayi itu!" ucap salah seorang dari mereka.


Perempuan yang membawa Li Yixin, mengeratkan dekapannya pada bayi mungil di lengannya yang terus saja menangis memecah keheningan malam di dalam hutan yang hanya diterangi cahaya bulan.


"Berhentilah berusaha, biarkan kami membunuh anak itu dan Anda akan dibiarkan bebas!" ucap seseorang diantara mereka mencoba bernegosiasi.


Li Yixin tanpa sadar langsung berhenti menangis dan menatap wajah perempuan yang telah ternoda darah dengan beberapa bekas sayatan di pipinya yang pucat.


"Oh, aku mohon jangan biarkan mereka membunuhku." Li Yixin meratap di dalam hatinya.

__ADS_1


Perempuan yang mendekapnya seolah mendengar ratapan Li Yixin dan menundukan kepalanya sesaat untuk melihat wajah bayi mungil yang hidungnya memerah dan matanya penuh dengan air mata itu diam, menatapnya. Kemudian, perempuan itu menatap orang-orang yang mengepung mereka.


Menatap dengan dingin, perempuan itu memperhatikan bahwa jumlah orang yang mengepungnya sudah semakin banyak. Dia tahu dia sudah dalam batas dan tidak mungkin untuk menang melawan mereka semua saat dirinya membawa seorang bayi. Bahkan, jika dia tidak membawa seorang bayi, dirinya juga tidak akan mampu menghadapi orang-orang itu.


Namun, hatinya sudah bertekad untuk menyelamatkan anak yang ada di dalam dekapannya itu, kalau dia tidak bisa menyelamatkan anak itu, akan lebih baik dia juga ikut mati bersamanya. Jadi dengan ganas, perempuan itu berteriak setelah memasang penghalang yang Li Yixin sama sekali tidak mengerti, dia hanya merasa sesuatu yang hangat telah menyelimuti tubuh mungilnya, tapi tidak terlihat. 


Perempuan itu mengayunkan pedangnya dan sebuah angin yang cukup kencang muncul dari mata pedang dan berhasil memukul mundur beberapa orang yang ada di depannya.


Li Yixin yang melihat itu merasa sangat terkejut. Orang-orang yang terkena hembusan angin bahkan memiliki luka yang tidak sedikit sehingga tubuh mereka mulai mengeluarkan darah dan bahkan mereka juga terpental begitu jauh jaraknya.


Orang-orang berpakain hitam itu sepertinya tersulut amarahnya dan segera melancarkan serangan balasan.


"Dasar tidak tahu berterima kasih!"


Adu pedang tidak lagi bisa dihindari. Posisi perempuan itu benar-benar dalam posisi yang sulit karena dia harus bertarung dengan satu tangan sementara tangan yang lain menjaga Li Yixin tetap aman di dekapannya.


Hal itu benar-benar membuat hati Li Yixin yang sama sekali tidak tahu apa-apa dengan apa yang sebenarnya terjadi saat ini merasakan sakit yang luar biasa di hatinya karena harus melihat betapa menderitanya perempuan itu.


Tubuh perempuan itu sudah dipenuhi darah orang lain juga darah miliknya sendiri, tubuhnya mulai terhuyung-huyung kehilangan keseimbangan, sementara musuhnya terus datang seperti air keran yang terus mengalir.


Li Yixin menangis, di dalam hatinya dia meminta perempuan itu berhenti berjuang untuk bayi kecil yang tidak ada artinya lagi. Dia merasa tak apa dia mati untuk sekali lagi karena dia sudah seharusnya mati sejak awal. 


Namun, perempuan itu tidak berhenti berjuang. Pedangnya masih berbenturan dengan pedang yang lain, tubuhnya masih mendapatkan tusukan dan sayatan dari pihak lain, tapi perempuan itu selalu berhasil membuat Li Yixin aman tanpa satu goresan pun.


Saat keadaan semakin buruk dan perempuan itu sudah kehilangan banyak darah. Li Yixin menangis dengan suara yang sangat kencang. Mengutuk siapapun yang telah memindahkan jiwanya pada tubuh mungil ini yang hanya bisa menjadi beban untuk orang lain. 

__ADS_1


"Jika kau memberiku kesempatan untuk hidup lagi, seharusnya kau juga bertanggung jawab atas hidupku!" teriak Li Yixin di dalam batinnya.


Tiba-tiba terdengar suara dentuman keras yang membuat semua orang berhenti berkelahi dan melihat ke sekitar.


Perempuan yang berlumuran darah itu masih dengan sigap mendekap Li Yixin di dalam pelukannya, tapi tubuhnya mulai goyah sehingga dia harus bertumpu pada pedangnya dan pandangannya mulai kabur.


Namun, dia masih bisa melihat seseorang yang berdiri tidak jauh darinya dengan jubah putih yang berkibar tersapu angin malam. Secercah harapan muncul di mata perempuan itu. Tanpa pikir panjang, perempuan itu melempar bayi yang dibedong dengan kain ke arah orang itu.


"Tolong jaga dia," lirihnya sebelum jatuh dan tidur untuk selama-lamanya.


Sementara itu Li Yixin yang dilempar begitu saja merasa sangat takut karena sebentar lagi dia akan mati setelah jatuh ke tanah. Namun, sebuah tangan menangkapnya dan membawanya ke dalam gendongannya.


Li Yixin memperhatikan bagaimana rupa orang yang telah menyelamatkan nyawanya sangat rupawan dan anggun.


"Siapa kau?" 


"Serahkan bayi itu dan akan aku biarkan kamu mati dengan mayat utuh!"


Orang-orang berpakaian hitam itu berteriak mengancam seolah mereka adalah yang paling kuat. Li Yixin menatap wajah orang yang telah menyelamatkannya sambil berpikir apakah orang ini mampu menyelamatkannya atau akan bernasib sama dengan perempuan itu. Jika itu yang akan terjadi, Li Yixin harap penolongnya segera menyerahkannya pada orang-orang berpakaian hitam dan membiarkannya mati agar penolongnya bisa melarikan diri dan melanjutkan hidupnya. 


Namun, tanpa disangka-sangka Li Yixin melihat senyum sinis terlukis di wajah penolongnya, dan setelah itu pandangan Li Yixin berubah menjadi gelap total.


"Apa pada akhirnya aku harus mati dua kali?"


Senin, 24 Agustus 2020.

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca :)


__ADS_2