
Mo Xian melihat langit mulai menjadi gelap dan mulai merasa lapar, tapi orang yang bertugas untuk memberikan instruksi masih belum muncul dan membuat semua orang menunggu.
Xiao Hei yang sejak tadi berkeliaran di bawah kakinya juga mulai menaiki pundakknya dan menjadikannya sebagai tempat tidur.
Zhang Rouruan yang melihat bagaimana kucing hitam kecil itu naik dengan mudah ke pundak Mo Xian, mau tidak mau menjadi penasaran dan memperhatikannya.
"Aku melihat kucing hitam ini berkeliaran sejak tadi, jadi ini milikmu?" tanya Zhang Rouruan.
Mo Xian mengangguk dan mengusap kepala Xiao Hei. "Mm, dia kucingku. Dan tentang binatang penjaga yang kau sebutkan tadi, apa itu?"
Zhang Rouruan tersenyum dan segera menunjukan punggung tangannya dengan pola bunga teratai yang belum sempurna kemudian menyentuhnya hingga asap putih berbentuk rusa kecil muncul diatasnya. "Maksudmu ini?" tanyanya.
Mo Xian melihat dengan takjub. "Bagaimana caramu mengeluarkan makhluk itu?"
"Itu mudah, kau hanya perlu mengalirkan energi spiritual milikmu ke tanganmu dan menggunakan pikiranmu untuk memberi perintah pada binatang penjaga."
Mo Xian mengangguk dan diam-diam mempraktekannya, seekor kelinci putih transparan berukuran mini muncul di punggung tangannya dan menatapnya. Bahkan Wu Jiao Xing yang ada di sebelahnya juga diam-diam melakukannya sampai ular putih transparan berukuran mini muncul di punggung tangannya.
"Ini menakjubkan, apa kegunaannya?" tanya Mo Xian.
Zhang Rouruan tersenyum. "Mereka bertugas memberikan perlindungan untuk kita, mereka juga akan mengirimkan pesan ke pusat Bai Lian jika kita berada dalam bahaya."
Mo Xian mengangguk dan melihat kelinci kecil ditangannya dengan takjub, dunia ini benar-benar ajaib.
"Ngomong-ngomong, kalian berasal dari mana?" tanya Zhang Rouran.
Saat mendapatkan pertanyaan itu, Mo Xian melirik Wu Jiao Xing yang masih memperhatikan ular kecil yang melayang ditangannya. Mengetahui dirinya sedang ditatap, Wu Jiao Xing segera memperbaiki sikapnya.
"Ahem! Kita berdua berasal dari desa bunga persik," jawab Wu Jiao Xing sebelum menurunkan tangannya dan ular kecil miliknya menghilang.
Zhang Rouran segera mengangguk. "Oh, tempat itu aku pernah mendengarnya sebelummya, tapi aku belum pernah ke sana sebelummya. Apa itu jauh?"
"Sangat jauh, butuh tiga bulan untuk pulang pergi dengan jalan kaki," jawab Wu Jiao Xing.
Mo Xian hanya tersenyum, dia sendiri juga belum pernah ke desa bunga persik sebelumnya. Namun, Li Huan mengatakan padanya jika ada yang bertanya dari mana mereka bersal, cukup jawab mereka bersal dari desa bunga persik dan orang-orang akan berhenti bertanya. Sepertinya itu tempat yang cukup terkenal atau sebaliknya, Mo Xian belum tahu karena tidak sempat membaca informasi tentang desa itu sebelumnya.
Saat mereka mengobrol, lima orang pemuda dengan jubah biru berjalan menaiki panggung yang berada di tengah-tengah.
"Selamat datang murid baru sekte Bai Lian," ucap satu pemuda yang berada di tengah.
"Melihat hari sudah mulai gelap dan kalian pasti sudah lelah menunggu, maka aku tidak akan berlama-lama." pemuda yang terlihat seperti berumur dua puluh tahunan berkata dengan tenang, wajahnya tampan dengan alis tebal seperti pedang, tatapan yang tajam, rambut hitam legam yang diikat seperti ekor kuda.
"Untuk sementara waktu kalian akan ditempatkan di asrama sebelum melakukan pembagian kelas. Ada tiga kelas di sekte Bai Lian, kelas pertama khusus untuk kalian yang ingin menjadi praktisi bela diri, yang kedua adalah kelas khusus untuk kalian yang ingin menjadi praktisi ilmu pengobatan dan racun, dan yang terakhir adalah untuk kalian yang ingin mendalami keduanya."
__ADS_1
"Kalian dibebaskan memilih, di dalam kamar kalian sudah disediakan gulungan yang akan menjelaskan tentang pembagian kelas dan formulir pendaftaran kedua."
"Besok pagi, kami akan mengumpulkan semua gulungan pendaftaran kedua dan kalian diminta berkumpul di halaman ini setelah sarapan pagi dan mengambil nomor kalian. Setelah itu kami akan mengantarkan kalian sesuai dengan kelas yang kalian pilih."
Mo Xian memperhatikan dengan baik setiap kata yang keluar dari pemuda itu, setelah itu mereka dibubarkan dan diantarkan ke kamar mereka masing-masing.
Satu kamar dalam asrama Bai Lian digunakan untuk empat orang dan Mo Xian tidak pernah dipisahkan dari Wu Jiao Xing. Sementara itu dua orang yang berada di dalam kamar mereka sepertinya juga sudah saling mengenal dan akrab dengan satu sama lain.
"Bidang mana yang ingin kalian ambil?"tanya salah satu dari mereka saat Mo Xian mengambil gulungan miliknya yang tergeletak di atas tempat tidur.
Mo Xian menatap bingung sebelum mengalihkan pandangannya pada gulungan yang ada di dalam tangannya. Dia bahkan belum membacanya jadi bagaimana Mo Xian tahu bidang mana yang ingin dia ambil.
"Entahlah, sepertinya aku harus memikirkannya malam ini, bagaimana dengan kalian berdua, bidang mana yang ingin kalian ambil?" tanya Mo Xian.
Kedua remaja itu saling lempar pandang sebelum tertawa kering. "Kami sepertinya akan memgbil bidang ilmu racun dan pengobatan, uang kami tidak cukup untuk membayar jika kami harus mengambil bidang ketiga, biayanya terlalu mahal."
Mo Xian menatap keduanya. "Apa kalian berdua bersaudara?" tanyanya pada akhirnya karena sebenarnya dua orang ini memiliki wajah yang sedikit mirip.
Salah satu dari mereka mengangguk. "Mm, aku Xiao Fan dan ini adikku Xiao Jin."
Mo Xian mengangguk sebelum menatap Wu Jiao Xing yang berbaring di ranjang atas, tidak ingin terlibat dengan obrolan mereka.
Setelah mengobrol beberapa kata dengan Xiao Fan dan Xiao Jin akhirnya memiliki waktu untuk memikirkan bidang mana yang ingin dia masuki walaupun dia sudah memiliki jawabannya di dalam hatinya. Mo Xian ingin menjadi seperti Li Zhou Ran, wanita tangguh dengan segudang ilmu pengetahuan.
"Bagaimana, kau sudah memutuskan untuk mengambil yang mana?" tanya Wu Jiao Xing saat turun dari tempat tidurnya.
Mo Xian mengangguk. "Mm."
"Kalau sudah, cepat tulis formulir pendaftaran kedua dan ayo pergi untuk makan malam."
Mo Xian mengangguk dan menulis miliknya, menggulungnya kembali sebelum pergi bersama Wu Jiao Xing menuju kantin sekte Bai Lian.
Kantin sekte Bai Lian sangat luas dan menampung banyak orang yang minta makan tanpa harus khawatir akan kehabisan makanan. Para pekerja di dapur bekerja keras untuk memenuhi semua kebutuhan seluruh penghuni sekte Bai Lian dengan makanan bergizi.
Mo Xian masuk ke aula makan, bangku dan meja panjang sudah terisi oleh banyak orang yang sedang makan.
"Cari tempat kosong, aku akan mengambil makanan dan tunggu," ucap Wu Jiao Xing sebelum pergi mengantri.
Mo Xian mengangguk dan melihat sekitar, mencari tempat duduk yang kosong. Saat dia mencari-cari, Mo Xian menemukan bangku kosong, tapi dia juga melihat orang yang sudah dia kenal.
Saat Wu Jiao Xing kembali dengan nampan makanan, Wu Jiao Xing menatap dingin pada Mo Xian yang menatapnya dengan senyum bodoh.
"Apa tidak ada bangku lain selain ini?" tanya Wu Jiao Xing.
__ADS_1
Mo Xian tertawa kering. "Gege, hanya ini tempat yang tersisa."
Wu Jiao Xing menggenggam erat nampan yang dia pegang dan melihat tidak suka pada dua orang yang duduk di depan Mo Xian, itu Bai Ruo dan Bai Yue!
"Hmph! Kenapa! Apa kau begitu tidak sudinya makan satu meja dengan kami. Kenapa kau tidak makan diluar saja!" ucap Bai Ruo.
Bibir Wu Jiao Xing berkedut dengan enggan duduk di samping Mo Xian setelah melihat sekitar dan tidak menemukan bangku kosong.
Wu Jiao Xing meletakan nasi hainan dengan toping daging bebek panggang serta selada milik Mo Xian dan menaruh semangkuk sup akar teratai di depan Mo Xian.
Mo Xian menatap hidangan miliknya hingga mulutnya memproduksi air liur lebih banyak dari hari biasanya, nasi hainan yang masih mengepul panas menampar hidungnya dengan aroma nikmat yang menggugah selera.
"Kalian berdua makan sedikit sekali, apa kalian cukup hanya dengan itu?" tanya Bai Ruo sementara Bai Yue dengan tenang menyendok sup miliknya sebelum mengambil tumis daging.
Wu Jiao Xing tidak menanggapi, ia meminum sup miliknya sebelum memegang sumpit untuk mengambil daging bebek yang berada di atas nasi.
Sementara itu Mo Xian juga tidak menjawab karena mulutnya sudah penuh dengan nasi.
Bai Ruo tersenyum sinis memainkan sumpitnya di atas mangkuk nasi sebelum mengambil potongan daging cincang dan tumis sayur.
"Ah, sepertinya persediaan uang kalian terbatas hingga hanya mampu untuk mengambil makanan sederhana, menghemat pengeluaran," ucap Bai Ruo dengan nada menyindir.
Wu Jiao Xing menghela napas. "Kami tidak seperti kalian berdua yang rakus!"
"K-kau!"
Mo Xian dan Bai Yue tidak sengaja saling menatap, menghela napas sebelum melanjutkan makan dan mebiarkan dua orang itu saling perang kata.
"Bilang saja kalau uang yang kau miliki hanya sedikit."
"Dan katakan saja sebenarnya kamu tidak pernah makan makanan seperti ini, jadi kau mengambil lebih dari porsi yang seharusnya."
"Hah, aku makan hal yang lebih baik dari ini sebelumnya!"
"Kalau begitu kau benar-benar b*b*."
"K-kau!"
1398 Kata.
22 September 2020.
Terima kasih sudah membaca :)
__ADS_1