
Tiga bulan berlalu begitu saja, Mo Xian dan Bai Yue banyak belajar hal baru pada Bao Yu yang luar biasa. Dengan sosok serupa kakek yang penyabar dan memperhatikan dengan benar pendidikan bagi murid-muridnya, Bao Yu akhirnya memerintahkan Mo Xian dan Bai Yue untuk menjalankan misi dari sekte Bai Lian.
Seperti yang Bai Yue katakan, Bao Yu sepertinya memang memiliki posisi khusus di sekte Bai Lian. Surat permintaan dikirim kemarin, Bao Yu menjelaskan kalau mereka berdua harus mengawal seorang saudagar kaya menyeberangi kota dengan selamat sampai tujuan. Bao Yu menjelaskan kemungkinan perjalanan mereka untuk misi akan memakan waktu setidaknya lima hari.
Bao Yu juga mengatakan kalau dia tidak akan menemani mereka, dia merasa dua muridnya sudah cukup mampu untuk pergi mengemban misi. Bao Yu memilih tinggal di rumahnya karena tiga muridnya yang lain akan segera menyelesaikan kultivasi tertutup mereka.
Mo Xian dan Bai Yue kemudian pamit dan berangkat menuju tempat yang tertulis di dalam surat.
Di surat itu dijelaskan bahwa yang akan mereka kawal adalah seorang wanita dengan dua anak kembar, dia sedang dalam perjalan ke kota Seruling Emas bersama suaminya untuk menjalankan bisnis. Namun, di tengah perjalanan, mereka mendapat surat yang mengatakan kalau ayah mertuanya sakit dan ingin bertemu dengan cucunya.
Sang suami kemudian memutuskan untuk mengirimkan istri dan anaknya kembali bersama beberapa harta yang mereka dapat dari hasil berdagang di dua kota kecil yang mereka lewati. Dan karena dia khawatir dengan keselamatan istri serta kedua anaknya, sang suami meminta sekte Bai Lian mengirimkan orangnya untuk mengawal dan menjaga keselamatan mereka.
Mo Xian dan Bai Yue sampai di penginapan yang digunakan saudagar kaya itu.
Namanya, Chen Shen. Pria berumur tiga puluh lima tahun segera menyambut kedatangan Mo Xian dan Bai Yue saat seorang pelayan memberi tahunya tentang kedatangan mereka.
Ketiganya kemudian duduk di lantai satu yang digunakan pemilik penginapan untuk berbisnis kuliner dan minuman.
Chen Shen segera memerintahakan pelayan untuk menjamu mereka dengan teh dan makanan ringan sembari menunggu hujan reda.
Chen Shen tertawa ringan. "Hahaha, saat aku melihat kalian berdua aku sedikit merasa khawatir karena kalian masih terlihat sangat muda. Aku pikir sekte Bai Lian akan mengirim orang dewasa, katakan, berapa umur kalian berdua?"
Mo Xian bisa melihat ketidak percayaan Chen Shen padanya dan Bai Yue. Dia bisa menerimanya karena mengutus anak muda untuk mengawal istri dan kedua anaknya jelas cukup mengkhawatirkan.
"Aku baru berusia lima belas tahun, tahun ini, dan temanku akan berusia tiga belas tahun ini." Bai Yue menjawab dengan tenang.
Chen Shen kembali tertawa mendengar jawaban Bai Yue. "Aah, benar-benar masih muda. Maafkan ketidak sopananku, tapi apa aku boleh mengetahui di tingkat mana kalian sekarang?"
__ADS_1
Mo Xian menatap Bai Yue. Sejak mereka diangkat menjadi murid Bao Yu dan disuruh untuk melupakan menjadi kuat, Mo Xian dan Bai Yue benar-benar menghormati perintah Bao Yu dan tidak pernah mengecek kondisi kultivasi mereka, keduanya hanya merasakan bahwa latihan dan pelajaran yang mereka dapatkan mengalir seperti air, membuat pikiran mereka tenang karena tidak berfokus pada suatu tujuan, mereka hanya merasa kondisi mereka menjadi semakin baik hari demi hari.
Bai Yue menatap Mo Xian sekilas sebelum mengulurkan tangannya, energi spiritual dialirkan menuju punggung tangannya dan pola bunga teratai mulai bersinar dan memunculkan asap putih berbentuk macan tutul berukuran mini. Bai Yue kemudian menatap makhluk itu dan memberinya perintah.
"Bai Yue, lima belas tahun, Level spiritual tingkat satu."
Setelah mengatakan itu, Bai Yue menarik kembali bintang penjaganya.
Chen Shen menatap kagum pada apa yang dia lihat. "Kau benar-benar berada di level spiritual tingkat satu? Hahaha, ternyata sekte Bai Lian memiliki bakat dari surga. Sudah berada di Level Spiritual di usia muda benar-benar langka!"
Chen Shen kemudian menatap Mo Xian. "Bagaimana dengan temanmu, apa dia juga ...."
Mo Xian hendak melakukan hal yang sama seperti Bai Yue, tapi Bai Yue mencegahnya.
"Seharusnya Tuan sudah bisa mempercayai kami sekarang."
Chen Shen tertawa kaku saat memperhatikan cara bicara Bai Yue yang datar dengan wajah datarnya. "Hahaha, kau benar. Aku seharusnya tidak meremehkan sekte besar seperti sekte Bai Lian. Hidup selalu tidak terduga, siapa sangka aku akan melihat berkat dari surga hari ini. Dengan begini aku tidak perlu khawatir dengan keselamatan istri dan dua putriku."
Hujan mulai reda dan Chen Shen kemudian memanggil istri dan dua putri kembarnya yang sejak tadi menunggu di kamar.
Lagi-lagi Mo Xian dan Bai Yue mendapatkan tatapan tidak menyenangkan dari istri Chen Shen yang menyiratkan dari wajahnya sebuah ketidak senangan dan ketidak percayaan.
"Laogong, apa kau tidak salah mengambil orang? Bagaimana bisa kau membiarkan dua anak kecil mengawal kami?" tanya Chen Fen—istri Chen Shen.
Chen Shen tersenyum saat membantu istrinya menaiki kereta, berbisik, "Jangan berbicara sembarangan. Salah satu dari mereka sudah berada di Level Spiritual tingkat satu. Kau lihat pemuda berambut putih itu, dia adalah berkah dari surga, belum pernah ada orang yang masuk ke Level Spiritual di usia semuda itu."
Chen Fen menatap curiga, tidak percaya. "Laogong, kau yakin tidak ditipu sekte Bai Lian? Sehebat apapun sekte Bai Lian, mereka masih mencintai uang."
Chen Shen melambaikan tangannya. "Meskipun sekte Bai Lian mencintai uang, sekte Bai Lian tidak pernah mengecewakan sebelumnya. Kau percayalah pada mereka."
__ADS_1
Setelah mengatakan itu, Chen Fen masuk ke dalam kereta dan menutup jendela.
"Mei Yin, Xiaomei." Chen Shen beralih pada dua putrinya yang masih berdiri di luar, dengan setia memperhatikan Mo Xian dan Bai Yue dengan tatapan kagum.
Mo Xian juga memperhatikan bagaimana dua gadis yang ditulis di dalam surat memiliki umur sebelas tahun memang memiliki wajah yang identik, satu-satunya hal yang bisa digunakan untuk membedakan keduanya adalah Chen Mei Yin memiliki tahi lalat di bawah bibirnya sementara Chen Xiaomei tidak.
"Ayah, mereka sangat tampan, apa mereka bertugas untuk mengawal kita pulang ke rumah?" tanya Chen Mei Yin.
Chen Shen tersenyum. "Benar, mereka berdua yang akan mengawal kalian berdua pulang ke rumah. Jadi ayah minta agar kalian jangan merepotkan mereka berdua."
Chen Xiaomei berdecak kesal. "Aiya, Ayah! Ayah pikir putri-putri Ayah suka merepotkan orang lain, tapi Ayah ...." Chen Xiaomei menarik lengan baju Chen Shen.
"Mereka benar-benar tampan. Berbeda dengan orang-orang yang Ayah sewa untuk menunjukan jalan."
Chen Shen tertawa mendengarnya, dia kemudian tanpa sadar melirik kelompok orang yang juga akan ikut mengawal istri dan anaknya. Mereka adalah para pria paruh baya yang disewa Chen Shen untuk menunjukan jalan, mereka berjumlah empat orang. Sebenarnya Chen Shen hanya menyewa satu laki-laki bertubuh kurus itu, tapi pria kurus itu justru membawa tiga laki-laki berotot bersamanya dan mengatakan kalau itu adalah bonus karena telah memakai jasanya.
Setelah memastikan istri dan putri-putrinya nyaman di dalam kereta, Chen Shen mengantar kepergian mereka.
"Baik-baik di perjalanan dan sampaikan salam dan doaku untuk Ayah."
"Kau tenang saja, aku yakin ayah baik-baik saja, dia hanya merindukan Xiaomei dan Mei Yin."
Chen Shen menganggukan kepalanya, melambaikan tangannya, melihat kereta yang membawa istrinya mulai berjalan dengan rombongannya.
"Aku percayakan keselamatan istri dan putri-putriku pada kalian."
Mo Xian dan Bai Yue mengangguk sebelum pergi mengikuti kereta dengan kuda yang disediakan Chen Shen. Dan perjalanan mereka dimulai.
16 September 2020.
__ADS_1