Sang Penjaga : Pendekar Bulan

Sang Penjaga : Pendekar Bulan
Hongbaoshi dan Bai Xin.


__ADS_3

Mo Xian sedang berlatih di halaman saat seorang pemuda yang bernama Zhao Jin masuk ke halaman dan menyapanya.


"Salam, Tuan Muda Mo," ucap Zhao Jin sambil menarik tangan dan membungkukan badan.


Wu Jiao Xing yang melihat Zhao Jin segera memberikan salam untuknya. "Salam, Kakak senior."


Mo Xian membalas salamnya seperti biasa dan bertukar beberapa kata sebelum akhirnya Zhao Jin masuk ke dalam rumah.


Mo Xian sudah sering melihat Zhao Jin datang ke rumahnya dan berdiskusi dengan Li Huan, tapi Mo Xian tidak tahu apa yang mereka bicarakan. Tidak hanya Zhao Jin, sebenarnya ada banyak orang yang keluar masuk ke rumahnya untuk berdiskusi dengan Li Huan yang entah apa itu. Mungkin itu berkaitan dengan informasi-informasi rahasia yang Aliansi Merak kumpulkan.


Mo Xian melihat Wu Jiao Xing sedang meminum air di bawah pohon persik.


"Menurut Gege, apa yang sedang mereka bicarakan sekarang?" tanya Mo Xian.


Wu Jiao Xing melirik sekilas sebelum melanjutkan minumnya hingga puas. "Aku tidak tahu," jawabnya datar.


"Bukankah Gege juga anggota Aliansi Merak. Apa Gege tidak tahu informasi apa yang mereka kumpulkan?" tanya Mo Xian polos.


Wu Jiao Xing menghela napas panjang. "Aku anggota Aliansi Merak, tapi tugas utamaku adalah menjagamu," jawab Wu Jiao Xing. "Lagipula, meskipun kami sama-sama anggota Aliansi Merak. Kami menaati semua perintah tuan Li Huan, jika tuan Li Huan mengatakan itu adalah rahasia, bahkan sesama anggota pun tidak bisa melihat informasi itu selain tuan Li Huan."


Mo Xian mengangguk mengerti. Sejak dia tidak sengaja masuk ke ruang kerja Li Huan dan membaca beberapa gulungan, Li Huan tidak marah dan membiarkannya, mungkinkah gulungan-gulungan itu termasuk golongan umum.


Memikirkan itu, dari pada penasaran Mo Xian memutuskan untuk menghentikan latihan dan berjalan masuk ke dalam rumah, mengabaikan teriakan Wu Jiao Xing.


Mo Xian berjalan tanpa berniat untuk sembunyi-sembunyi, dia mengetuk pintu tempat Li Huan dan Zhao Jin berdiskusi.


"Xian'er, kenapa kau berdiri di sana?" 


Inilah sebabnya Mo Xian tidak perlu sembunyi-sembunyi untuk menguping. Itu akan menjadi hal yang sia-sia karena Li Huan bisa mengetahui siapa yang ada di rumahnya dan di mana posisinya bahkan jika jarak mereka jauh. Teknik ini, Mo Xian benar-benar ingin mempelajarinya dari Li Huan, tapi Li Huan bilang itu bukan teknik yang bisa dipelajari, tapi didapat dari pengalaman.


Mo Xian sama sekali tidak mengerti maksudnya. Namun, Li Huan mengatakan kalau dia akan mengerti saat dia sudah dewasa. Namun, pada dasarnya Mo Xian sudah dewasa.


Pada akhirnya Mo Xian membuka pintu dan tersenyum.


Li Huan menatap putranya sambil tersenyum. "Jadi kenapa kau tidak berlatih?" tanya Li Huan.


Mo Xian berjalan masuk ke dalam dan duduk di kursi tengah, mengembangkan senyum dan memperlihatkan kesung pipinya.


"Aku ingin mendengarkan diskusi Ayah dan Paman."


Li Huan menggelengkan kepalanya, dia sudah terbiasa dengan rasa penasaran Mo Xian sejak kecil, ini adalah kebiasaan yang bahkan Li Zhou Ran tidak bisa mengubahnya apalagi Li Huan.


"Baiklah, karena kau ingin mendengarkan, Zhao Jin membawakan berita bagus. Apa kau ingin dengar?" tanya Li Huan.


Mata Mo Xian langsung berubah cerah.


"Apa?" Tanya Mo Xian dengan antusias.

__ADS_1


Li Huan tidak menjawab. Sebaliknya dia justru minum teh.


"Akan ada pertandingan persahabatan di kota Embun Salju," ucap Zhao Jin.


"Pertandingan persahabatan?"


Zhao Jin mengangguk.


"Penguasa kota Embun Salju selalu mengadakan pertandingan persahabatan untuk menguji murid-muridnya, siapapun bebas untuk ikut serta. Setiap tahun, itu menjadi acara yang sangat meriah."


Mo Xian menjadi semakin tertarik, enam tahun dia tinggal bersama Li Huan, dia tidak pernah pergi melangkah keluar dari kota Empat Batu.


"Apa kita akan pergi ke sana?" tanya Mo Xian pada Li Huan yang kini sedang menyesap teh.


Li Huan tersenyum, meletakan cangkirnya kemudian menatap Mo Xian.


"Mm, kita akan pergi ke sana. Itu juga bagus untukmu, agar kau bisa lebih mengenal macam-macam bela diri yang ada di benua Yuan Xing."


Mo Xian hanya mengangguk. Kemudian dia mengambil kue kering yang ada di meja.


"Apa persiapan kota Embun Salju sudah selesai?" tanya Li Huan.


Zhao Jin mengangguk. "Itu sudah hampir selesai, beberapa pendekar juga sudah mulai berdatangan. Tuan Bai Xue mempersiapkan semuanya dengan sangat baik, tahun ini dia menambahkan lebih banyak kamar tamu. Sepertinya dia sudah menduga, banyak pendekar yang akan datang mengingat hadiah utama tahun ini akan menjadi Jantung Hongbaoshi."


Li Huan tersenyum. "Ini sedikit mengejutkan, Bai Xue benar-benar mengeluarkan Jantung Hong Baoshi sebagai hadiah utama, apa dia sedang memancing orang?"


"Aku dengar, seseorang telah mencuri Bai Xin dari ruang penyimpanan mereka."


Li Huan mengangguk.


"Jadi dia ingin menangkap pencuri?"


Zhao Jin mengangguk.


Mo Xian melihat Li Huan dan Zhao Jin berhenti berbicara dan hanya menikmati teh.


"Apa itu jantung Hong Baoshi dan Bai Xin?"


Li Huan tersenyum, dia sudah menduga putranya akan bertanya.


"Keduanya adalah pil ajaib yang bisa menyeimbangkan yin dan yang di dalam tubuh. Itu pil yang sangat istimewa karena pil itu hanya dibuat satu kali dalam satu tahun, dan hanya menghasilkan paling banyak sepuluh pasang pil."


Mo Xian masih tidak mengerti. "Apa efeknya hanya untuk menyeimbangkan yin dan yang? Bukankah Ayah bilang keseimbangan bisa didapat dengan bermeditasi?"


"Itu benar, hanya saja. Kedua pil ini tidak hanya menyeimbangkan yin dan yang, itu juga mampu memperbaiki inti energi spiritual yang hampir rusak."


Mo Xian mengangguk mengerti. Li Huan pernah mengatakan bahwa inti energi spiritual seperti jantung bagi seorang pendekar bela diri. Inti energi spiritual tidak hanya bertugas sebagai wadah untuk menampung energi spiritual, tapi juga mengalirkannya ke seluruh tubuh. Karena itu, jika inti energi spiritual rusak, maka orang itu akan keluar dari dunia bela diri atau yang paling buruk, orang itu bahkan bisa jadi lebih rendah dari manusia biasa.

__ADS_1


"Hong Baoshi dan Bai Xin. Keduanya dibuat dalam waktu yang sama dan akan selalu menjadi sepasang, saat satu dicuri maka yang lain akan memiliki kesadaran untuk merasakan dimana yang lain berada jika jarak mereka tidak lebih dari seribu meter."


Mo Xian mendengarkan dengan baik. "Lalu, apa Ayah memilikinya?" 


Li Huan tersenyum, dia juga sudah menduga putranya akan bertanya seperti itu. Li Huan kemudian bangkit dari duduknya dan mengambil sesuatu dari dalam lemari.


"Tentu saja ayah punya," ucapnya sambil menyerahkan kotak kayu.


Mo Xian menerimanya dan membukanya. Di dalam kotak itu terdapat empat pasang pil berwarna merah dan putih, sesuai dengan namanya Hongbaoshi dan Bai Xin. 


Tidak ada yang istimewa dengan pil-pil itu, saat Mo Xian menciumnya juga tidak memiliki aroma. Itu mirip dengan obat pil yang dijual di apotik. Mo Xian memandang dengan heran, pil sederhana seperti ini, harganya bisa begitu mahal dan sulit di dapat. Namun, yang membuatnya heran, Li Huan tidak hanya memiliki sepasang pil, tapi empat pasang. 


"Jika keduanya harus sepasang, apa yang terjadi jika kita hanya mengkonsumsi satu?"


Li Huan meletakan cangkirnya. "Itu masih memiliki efek yang bagus, seperti meningkatnya energi spiritual di dalam tubuh. Namun, sebaiknya itu diminum sepasang."


Mo Xian mengangguk dan kembali menutup kotak kayu itu, kemudian meletakkannya di atas meja.


"Jadi apakah Paman datang hari ini hanya untuk memberitahu tentang hal ini atau ada yang lain?" tanya Mo Xian, entah kenapa dia tidak tertarik pada Hongbaoshi dan Bai Xin.


Zhao Jin menganggukan kepala. "Mm, aku datang hanya untuk menyampaikan hal ini. Apa Tuan Muda berharap untuk mendengar hal yang lain?" tanya Zhao Jin tersenyum.


Mo Xian menatapnya sejenak sebelum menghela napas. Menggelengkan kepala.


"Jadi kapan kita akan pergi ke sana?" tanya Mo Xian kemudian.


"Kita bisa pergi dua hari lagi."


Mo Xian mengangguk, sebelum beranjak dari tempat duduknya dan mencium pipi Li Huan dari samping dan beranjak pergi meninggalkan keduanya.


Saat Mo Xian mulai mencium Li Huan dan Li Zhou Ran keduanya sangat terkejut karena mereka berdua tidak pernah melihat seorang anak yang menunjukan rasa sayangnya dengan mencium orang tua mereka. Namun, bagi Mo Xian yang telah hidup di bumi sebelumnya, mencium orang tua sebagai tanda kasih sayang itu adalah hal yang wajar. 


Sebaliknya Zhao Jin masih tidak terbiasa dengan pemandangan seperti itu. Anak-anak yang dia lihat di keluarga lain tidak pernah melakukan itu untuk menunjukan rasa sayang, anak-anak yang lain lebih kepada memberi seuatu, seperti bunga dan hal-hal lain.


"Tuan muda Mo memang tidak sama dengan anak lain," ucap Zhao Jin sambil tersenyum.


Li Huan melihat keluar jendela, menatap punggung Mo Xian yang sekarang berada di halaman.


"Mm, dia istimewa."


1376 Kata


27/28 08 20


03 09 20.


Terima kasih sudah membaca, jika kamu suka dengan cerita ini ayo dukung Author dengan Like, Komen, Vote dan Rate bintang 5🌟

__ADS_1


__ADS_2