Sang Penjaga : Pendekar Bulan

Sang Penjaga : Pendekar Bulan
Desa kaya desa miskin 8


__ADS_3

"Kau benar-benar tidak terduga," ucap pria begigi hitam sambil menggertakan giginya.


Bao Yu menanggapi dengan anggukan dan senyum sebelum mengatakan, "Terima kasih."


Mo Xian dan yang lainnya. "...."


Pria bergigi hitam itu menarik senyumnya dan melompat mundur ke belakang sambil memegangi perutnya.


Racun yang ada di dalam jarum itu ternyata buka racun biasa, pria itu bisa merasakan seluruh tulangnya seperti dipukuli dengan tongkat besi yang sangat menyakitkan. Namun, dia tidak bisa bersikap lemah.


Dia melirik ke arah sosok yang ada di dalam penjara energi spiritual, dia pikir dia tidak bisa berbuat apa-apa untuk membebaskannya sekarang, karena yang dia khawatirkan sekarang adalah keselamatannya sendiri.


Napasnya mulai berat dan detak jantungnya semakin cepat, dia mengutuk pria tua yang ada di depannya beserta lima muridnya.


"Orang-orang sialan! Kalian benar-benar telah mengganggu pekerjaanku!" teriak pria itu.


Bao Yu bersikap sangat tenang, dia menggendong kedua tanggannya di balik punggung dan menganggukan kepalanya.

__ADS_1


"Ini adalah pekerjaanku sebagai penganut aliran putih untuk mengganggu pekerjaanmu penganut aliran hitam dan tersesat. Ini bukan suatu hal yang baru terjadi."


Pria itu memuntahkan seteguk darah, dia bahkan merasakan lututnya tidak bisa lagi bertahan untuk menopang tubuhnya. Namun, dia tetap berusaha untuk mempertahankan posisinya, memegangi perutnya dan menatap penuh amarah pada Bao Yu.


"Kalian penganut aliran putih memang selalu seperti ini, bertindak sok suci, menolong yang lemah, membela kebenaran, menjunjung tinggi keadialan, pei!" Pria itu meludah dengan keras.


"Orang-orang munafik! Seolah kalian tidak pernah melakukan kesalahan dan berhak menghakimi kami golongan hitam. Mengatakan kami orang-orang tersesat, kalianlah yang tersesat!"


"Kalian yang tersesat! Kalianlah yang tersesat!"


Bai Yue tidak menanggapi, tatapannya tidak terlepas dari pria itu.


Mo Xian juga hanya bisa menatap aneh pada pria itu, dia sama sekali tidak mengerti dengan ucapan pria itu. Dia kemudian melihat Bao Yu yang masih terdiam, membiarka pria itu berteriak padanya.


Saat pria itu berhenti berbicara, Bao Yu menghela napas dan mengelus jenggotnya, dia ingin mengatakan sesuatu pada pria itu, tapi tiba-tiba kelompok orang-orang berpakaian hitam dengan topeng di wajah mereka tiba-tiba berdatangan, setidaknya ada sepuluh orang yang datang dan memasang barikade pertahanan di depan pria itu.


"Kalian harus mati!" teriak pria itu dan sembilan orang bertopeng menyerang mereka secara bersamaan, aura hitam yang mengandung kejahatan menguar di udara, menekan Mo Xian dan teman-temannya hingga bulu halus di tubuh mereka berdiri.

__ADS_1


Serangan mereka juga sangat brutal dan tidak kenal ampun, hampir tidak memberi kesempatan untuk Mo Xian dan teman-temannya untuk menghidar dan menarik napas.


Pedang yang diayunkan berkali-kali membuat suara detingan keras saat kedua pedang beradu dan bergesekan. Tangan Mo Xian bisa merasakan betapa kekuatan musuh jauh lebih kuat dari sebelumnya, dia bahkan sadar jika tangannya bergetar saat menerima semua pukulan itu.


Sebaliknya Bao Yu melihat lawan mereka sangat tidak biasa dan lebih kuat dari sebelumnya. Pergerakan mereka cepat, serangan mereka stabil dan cara mereka bertarung seperti seorang kultivator tingkat Matahari. Namun, bukan berarti Bao Yu tidak bisa menghadapi mereka dan mengalami kesulitan, setelah beberapa saat mengamati musuh mereka, Bao Yu menggunakan keahliannya yang tidak bisa dilihat oleh orang lain.


Pergerakan Mo Xian dan teman-temannya berhenti saat melihat musuh mereka terdiam secara tiba-tiba. Lalu, entah bagaimana topeng mereka tiba-tiba jatuh satu persatu dan meninggalkan tulang belulang yang berjatuhan bersama bau busuk yang menguar di udara, membuat semua orang terpana dan membeku beberapa saat sebelum menatap gurunya yang berdiri tenang menatap dua sosok hitam yang melarikan diri melompati rumah-rumah penduduk dan menghilang.


"Guru, apa kita tidak perlu mengejarnya?" tanya Mo Xian sedikit terburu-buru.


Bao Yu menggelengkan kepalanya. "Dia tidak akan bertahan di pejalanan. Kita masih memiliki hal yang harus kita dahulukan," jawab Bao Yu kemudian menatap Bai Yue dan Bai Ruo. "Bai Yue, Bai Ruo, apa kalian yakin telah membawa semua orang ke aula desa?"


Bai Yue dan Bai Ruo saling menatap sebelum Bai Yue menjawab, "Sebenarnya tiga pria tua yang sejak kemarin pergi ke kota untuk menjual barang-barang masih belum kembali, apa mereka juga orang-orang mati, Guru?"


Bao Yu memegang dagunya dan berjalan mondar-mandir dan berkata. "Kota terdekat dari desa ini adalah Bai Lian, tapi jarak dari desa ini juga cukup jauh, mereka mingkin telah bernasib sama dengan penduduk desa. Pergi dan bawa mereka kembali secepatnya."


Bai Yue dan Bai Rou mengangguk, mereka kemudian segera melompat pergi menjemput tiga pria tua itu sementara Bao Yu memperkuat pertahanan desa dengan mantra khusus.

__ADS_1


__ADS_2