Sang Penjaga : Pendekar Bulan

Sang Penjaga : Pendekar Bulan
Terungkap (2)


__ADS_3

Mo Xian merasakan sakit hingga mati rasa, dia tidak bisa berbicara, suara Wu Jiao Xing yang panik tidak bisa didengar, ia hanya bisa menatap Bao Yu dengan mata yang tidak bisa percaya.


Kenapa guru menusukku?


Apakah dia ingin membunuhku?


Tapi kenapa?


Kesalahan apa yang telah aku perbuat hingga guru sangat marah?


Apa mantra-mantra ini benar-benar berhububgan denganku?


Apa salahku?


Aku hanya jiwa yang tidak sengaja dilahirkan kembali di tubuh ini, apa aku pantas mendapatkan ini?


Aku bahkan tidak tahu apa kesalahanku!


"Guru, aku mohon pengampunan untuk Mo Xian, kenapa Guru menyerangnya, aku mohon hentikan pendarahannya, Guru ...."


Wu Jiao Xing memohon dengan putus asa pada Bao Yu, tapi Bao Yu tidak bergeming dan memegang pedangnya dengan erat.


Di sisi lain Bai Yue menahan rasa sakit di dadanya, pukulan Bao Yu benar-benar berbahaya!


"Guru ... kenapa Guru melukai Mo Xian, kesalahan apa yang telah dia perbuat?" dengan susah payah Bai Yue bertanya sebelum terbatuk beberapa kali dan memuntahkan seteguk darah.


Bao Yu menghela napas, dia menahan diri untuk bersikap lemah. Di depan murid-muridnya dia harus bersikap tegar!


"Darahmu yang mengalir di ruangan ini akan menjadi akhir dari mantra ini, kau mungkin akan mati jika darahmu habis di sini, tapi aku tidak akan membiarkannya, Xiao Xian."


Mo Xian hanya bisa berkedip dan kembali memuntahkan seteguk darah, merasakan sakit yang luar biasa di seluruh tubuhnya seolah dia sedang dicabik-cabik dipisahkan daging dari tulangnya!


Itu hampir membuat Mo Xian untuk kehilangan kesadaran, tapi sesuatu seperti memaksa Mo Xian untuk sadar dan terus merasakan penyiksaan itu. Benar-benar tidak masuk akal!


"Apapun hubunganmu dengan orang-orang yang membangkitkan mantra ini aku tidak tahu, tapi kekacauan yang terjadi karena mantra ini tidak bisa diulang kembali atau dunia ini akan mengalami kesedihan yang tidak tertahankan selama bertahun-tahun."


Bao Yu menatap Mo Xian dengan tatapan rasa bersalah. "Xiao Xian kau adalah muridku." Bao Yu berhenti sejenak untuk menatap Wu Jiao Xing yang berusaha menekan luka Mo Xian, Bai Yue yang terkapar di lantai memegangi dadanya dan Bai Ruo yang masih terpatung di tempatnya secara bergantian.


"Kalian semua adalah murid-muridku dan aku telah bersumpah untuk mengajari kalian, membimbing dan melindungi kalian sampai akhir, jadi aku tidak akan mengingkarinya."


Bao Yu berhenti untuk mengambil napas sebelum melanjutkan. "Ini mungkin sangat menyakitkan bagimu Xiao Xian, dengan pedang yang diberikan dewi danau padaku aku menanam benih di pembuluh darahmu, itu akan menyembunyikan darahmu dan mantra ini tidak akan bisa menemukanmu lagi, dengan kata lain mantra ini sudah tidak berguna lagi bagi orang yang ingin menemukanmu. Namun, selalu ada harga yang harus dibayar ...." Bao Yu menatap Mo Xian. "Inti spiritualmu hampir rusak sepenuhnya, bahkan jantung Hong Baoshi dan Bai Xin tidak akan bisa memperbaikinya, kau selamanya mungkin hanya akan berakhir sebagai manusia biasa atau tidak bisa meningkatkan tingkat kultivasimu lagi mulai sekarang."


Penjelasan itu benar-benar membuat Mo Xian, Wu Jiao Xing dan Bai Yue terkejut hingga mata mereka membola, seakan-akan mereka tidak bisa mempercayainya.


Mo Xian, berkah dari surga akan menjadi manusia biasa!

__ADS_1


"Ini yang terbaik yang bisa aku lakukan untuk melindungimu dari orang-orang ini. Aku harap kau mengerti apa yang aku lakukan sekarang dan apa yang telah aku ajarkan di masa lalu."


Aura jahat yang muncul dari topeng itu semakin menjadi saat darah Mo Xian membanjiri lantai seolah menemukan pemicu yang membuat aura jahat itu senang hingga auranya semakin kuat dan tebal membawa kengerian.


"Orang-orang itu akan datang ke tempat ini, aku akan menghadapi mereka, kalian pergilah dan ikuti jalan ini."


Bao Yu menarik pedangnya, seketika pedang itu berubah menjadi serpihan cahaya yang memudar. Mo Xian, tidak ada hal lain yang dia rasakan selain rasa sakit, berapa kalipun jika ingin digambarkan perasaan Mo Xian saat ini benar-benar hanya ada rasa sakit yang teramat sangat.


Dia berlutut di depan gurunya, Wu Jiao Xing dengan setia memapahnya, pendarahan secara ajaib juga berhenti seketika pedang itu dicabut seolah lukanya telah tertutup. Namun, tubuh Mo Xian sangat lemas hingga dia tidak bisa menopang tubuhnya sendiri.


Aura jahat di sekitar topeng itu semakin berat dan kuat, Wu Jiao Xing memperhatikan itu dan segera membawa Mo Xian ke gendongannya.


"Guru, apa guru memancing orang-orang itu ke tempat ini?" tanya Wu Jiao Xing dengan keragu-raguan di hatinya. Dia masih sedikit tidak mengerti dengan semua hal yang dilakukan Bao Yu.


Mantra darah, itu sebenarnya menggunakan darah Mo Xian untuk mencari Mo Xian. Apa maksud dari semua itu, Mo Xian tidak pernah terluka bahkan jarum tidak pernah menyentuhnya sebelum mantra itu muncul, bagaimana bisa orang-orang itu menggunakan darah Mo Xian untuk membuat mantra.


Siapa yang ingin melukainya?


Apakah itu salah satu dari orang-orang yang ada di rumah Li Huan?


Aliansi Merak?


Atau ini semua berhubungan dengan pria yang bernama Mo Shan?


Dia membutuhkan wajaban!


Bao Yu menatap kedua murid yang ada di hadapannya, Wu Jiao Xing menatap penuh dengan rasa ingin tahu sementara Mo Xian hanya bisa menatap lemas dengan sisa-sisa tenaganya.


"Waktu yang kita miliki tidak banyak, aku tidak bisa menjelaskan secara rinci." Bao Yu menggulung gulungan yang sejak tadi dia baca.


"Mantra ini juga disebut mantra penyambung jiwa, jiwa-jiwa yang tersesat dan tidak memiliki tujuan di dunia ini akan ditarik oleh mantra ini, mereka yang menciptakan mantra ini adalah orang-orang dari golongan hitam yang tersesat, tidak tertulis siapa yang pertama kali membuat dan menggunakan mantra ini. Namun, orang yang menguasai mantra ini dapat membuat pasukan yang sangat kuat, kalian sudah melihat sendiri bagaimana yang terakhir telah berada di level matahari, itu artinya orang yang menggunakan mantra ini berada di level matahari."


Wu Jiao Xing, Bai Yue dan Bai Ruo terkejut mendengarnya, pantas saja mereka sangat tertekan saat mereka melawan musuh mereka, itu karena musuh mereka berada di tingkat bahkan level yang lebih tinggi!


"Apa maksud Guru sebenarnya, murid tidak mengerti." Wu Jiao Xing bertanya karena dia benar-benar masih belum mengerti, musuh mereka adalah tulang belulang lalu bagaimana tulang belulang itu menjadi level matahari.


Bao Yu menghela napas, dia meremas gulungan itu di tangannya seolah takut gulungan itu hilang dan terlepas dari tangannya.


Dia tidak akan membiarkan gulungan berisi informasi berbahaya seperti ini dibaca oleh orang lain, dia bahkan sempat menebak bahwa seseorang telah memasuki tempat ini dan dengan sengaja memelajari gulungan itu, tapi itu cukup membuatnya ragu karena gulungan itu hanya bisa dibaca jika Bao Yu meneteskan darahnya sendiri di atas gulungan itu, karena Bao Yu sendiri yang menulis dan menyegelnya!


Lalu, bagaimana orang yang tidak dikenal ini bisa menguasai mantra ini, mungkinkah ada orang yang berhasil selamat dari kejadian mengerikan itu ribuan tahun yang lalu?


Bao Yu sama sekali tidak berani menduga-duga dan membuang-buang waktu. Bao Yu menatap murid-murid yang sangat dia banggakan, sama sekali tidak menyangka bahwa hubungan mereka akan sependek ini.


"Pria bergigi hitam yang kita temui sebelumnya berada di level matahari tingkat satu, dia yang menggunakan mantra ini untuk mengendalikan tulang belulang manusia dan menjadikan bawahannya, jadi bawahannya juga berada di level matahari."

__ADS_1


Bai Yue menelan ludahnya. "Maksud Guru, jika orang yang menggunakan matra berada di level matahari, maka tulang belulang yang dihidupkan kembali juga akan berada di level matahari?"


Bao Yu menganggukan kepalanya.


"Bahkan jika orang yang menggunakan mantra ini berada di level Alam Suci, maka bawahannya juga akan berada di Level Alam Suci dengan kendali mutlak. Mereka akan setia pada tuannya."


Itu benar-benar mengejutkan semua orang, mantra penyambung jiwa itu benar-benar menakutkan.


"Karena mantra ini dunia pernah berada di titik yang sangat mengerikan, karena itu seharusnya mantra ini tidak pernah ada."


Mo Xian mendengarkan mereka berbicara, dan tidak bisa untuk tidak terkejut, mantra yang sangat mengerikan yang pernah dia dengar selama dia belajar dan orang yang menggendalikan mantra itu sebenarnya sedang mengejarnya.


Untuk apa?


Mo Xian ingin bertanya, sekuat tenaga mengangkat kepalanya dari punggung Wu Jiao Xing untuk menatap wajah gurunya yang menyembunyikan sejuta perasaan khawatir.


"Guru ...," ucap Mo Xian lemah. "A-apa hu-hubungan ini de-denganku?"


Bao Yu menatap wajah muridnya yang terlihat sudah tidak bernyawa, darah yang dia keluarkan cukup banyak hingga wajah itu berwarna putih pucat.


"Aku tidak tahu, Xiao Xian. Hanya dirimu sendiri yang bisa mengetahuinya."


Mo Xian mengutuk di dalam hati, sumpah serapah keluar di dalam hatinya yang terdalam, bagaimana dia bisa tahu, bagaimana dia bisa tahu!


Dia tidak tahu apa-apa!


Mo Xian tidak tahu apa-apa!


Li Yixin tidak tahu apa-apa!


Semuanya masih menjadi misteri tanpa jawaban yang memuaskan, tapi Bao Yu mendesak murid-muridnya untuk segera pergi meninggalkan tempat itu melalui lorong bawah tanah.


Awalnya Bai Yue menolak dan ingin melihat sendiri apa yang akan terjadi saat aura jahat kegelapan dari topeng itu semakin kuat dan semakin kuat. Namun, Bao Yu dengan keras mendorong mereka untuk pergi.


"Aku tidak pernah menyesal mengangkat kalian sebagai muridku, bahkan jika ini hanya pertemuan yang singkat aku sangat bangga mengatakan kalian sebagai muridku, satu pesanku, apapun yang terjadi di masa depan jangan lupakan ajaranku meski aku hanya memiliki sedikit waktu bersama kalian."


Kata-kata Bao Yu seperti ucapan perpisaan, seolah mereka tidak bisa bertemu kembali. Apa yang sebenarnya terjadi Mo Xian dan teman-temannya tidak tahu, tapi mereka bisa menebak bahwa itu adalah masalah yang serius, bahkan gurunya sendiri seolah telah siap dengan kematian yang akan datang sebentar lagi.


Wu Jiao Xing membawa Mo Xian di punggungnya, berlari menyelusuri terowongan bawah tanah yang gelap, Bai Ruo memimpin jalan dengan obor sementara Bai Yue menjaga di bagian belakang, tidak berhenti menatap punggung Mo Xian yang lemah.


Di luar, Bao Yu telah naik ke halaman dan melihat sekelompok orang berbaju hitam, termasuk pria bergigi hitam yang telah dia tusuk dengan jarum beracun sebelumnya.


"Kau sepertinya memiliki tubuh yang tidak biasa, seharunya kau tidak bisa hidup setelah menerima racunku."


Bao Yu berkata sambil menatap pria bergigi hitam itu, tapi tidak ada reaksi yang diberikan. Hanya melihatnya, Bao Yu bisa mengerti pria itu telah menjadi bawahan orang lain yang mengendalikan mantra.

__ADS_1


__ADS_2