
Perguruan hutan bambu tidak terlalu luas dan tidak memiliki banyak bangunan, sebenarnya hanya ada satu bangunan terbesar di tempat itu yang digunakan sebagai tempat penyimpanan buku-buku kuno dan gulungan kuno.
Sebelum Bao Yu keluar dari bangunan berbentuk pagoda, Bao Yu telah memasang kertas pembakar yang akan siap membakar seluruh bangunan beserta isinya dalam waktu singkat dan tidak memberikan kesempatan untuk orang lain menyelamatkan buku-buku dan gulungan kuno yang harganya lebih berharga dari emas dan berlian terindah di dunia karena seindah apapun harta itu, tidak akan sebanding dengan informasi-informasi penting dan ilmu yang ada di dalam bangunan itu.
Di luar, Bao Yu menatap delapan orang berpakaian hitam yang wajahnya ditutupi dengan kain, itu sangat mirip dengan deskripsi Mo Xian saat anak itu masuk ke dalam alam ingatan Lin.
Jadi orang-orang ini yang telah merekrut Xiao Ma untuk mengumpulkan energi kegelapan. Mengingatnya Bao Yu tertawa lepas seolah-olah dia telah gila hingga matanya yang telah tua berair membasahi kulitnya yang keriput.
Delapan orang itu menatap Bao Yu dengan tatapan datar, tidak melakukan gerakan apapun selain menatap Bao Yu hingga pria tua itu selesai tertawa.
Bao Yu menghela napas panjang.
"Kau menjadi sangat tua hingga kau melupakan ini, benar-benar memalukan!" Bao Yu berteriak ke depan dan berkata dengan lembut, "Kau lah yang menyembunyikan ini dariku, bukankah kita sudah sepakat untuk berbagi rahasia dan memulai hidup baru?"
Bao Yu tertawa lebih keras lagi hingga suaranya serak. "Aku mengatakan kita akan berbagi segalanya, hidup, tubuh dan pikiran, tapi aku tidak menyangka kau akan sebodoh ini. Hahahahaha!"
Delapan orang itu melihat Bao Yu dengan seksama sebelum salah satu dari mereka menoleh untuk melihat yang lain.
"Inikah Bao Yu pemimpin delapan ribu monster di perang kuno yang pecah sepuluh ribu tahun yang lalu?"
Orang yang ada di sampingnya seperti memiliki pengetahuan yang lebih dan menjawab. "Mm, dia orang gila itu yang berhasil mengalahkan sepuluh ribu pasukan level matahari dalam waktu yang sama dan singkat."
"Dia memang terlihat seperti pria gila, tapi aku dengar dia memiliki dua jiwa."
"Itu benar, satu jiwanya berasal dari aliran hitam dan satu jiwanya berasal dari aliran putih. Namun, keduanya sama-sama memegang teguh keadilan."
"Ini merepotkan, itu artinya kita akan menghadapi dua jiwa Bao Yu yang legenadaris itu."
"Di level mana dia sekarang?"
"Aku tidak tahu, yang jelas dia tidak dalam kondisi apapun, dua jiwa di dalam tubuhnya menandakan bahwa dia sebenarnya telah lama kalah."
Bao Yu tersenyum, menyeringai saat mendengar itu. Dia tiba-tiba menjadi tenang berhenti tertawa dan berdebat dengan dirinya sendiri saat melihat dan merasakan aura jahat yang begitu kental dan kuat, ratusan dan ribuan orang-orang bertopeng seakan turun dari langit dan mengepung perguruan hutan bambu, mengawasinya dari segala sudut.
"Hari ini kita akan mati dan akhirnya aku bisa bebas darimu," ucap Bao Yu.
"Kita terlahir dari akar yang sama, selamanya kita akan bersama, kau tenang saja aku tidak akan meninggalkanmu," jawab Bao Yu.
"Pei," Bao Yu meludah dengan kasar. "Kau benar-benar lengket seperti kue beras!"
Bao Yu tertawa tidak memedulikan musuh yang telah mengelilingi mereka. "Itu makanan kesukaanmu."
"Itu juga makanan kesukaanmu, tidak tahu malu!"
"Hahahahahahahaha!"
Di sisi lain, Wu Jiao Xing dan yang lainnya telah berlari cukup jauh saat tiba-tiba bumi yang mereka pijak bergetar hebat, Bai Yue segera maju untuk melindungi Mo Xian dari kemungkinan jika tanah di atasnya runtuh.
Mereka berhenti bergerak saat tanah yang mereka pijak cukup lama bergetar hebat dengan suara dentuman yang cukup besar.
"Guru, sedang menghadapi orang-orang itu?" Bai Ruo bertanya-tanya.
Mo Xian merasakannya, tapi tubuhnya terlalu lemah untuk bereaksi dia hanya bisa bersandar seperti karung beras yang menempel di punggung Wu Jiao Xing.
Matanya terbuka lemah, ingin menangis untuk hal yang sama sekali dia tidak mengerti, tapi telah menyusahkan banyak orang.
__ADS_1
Pikiran Mo Xian dipenuhi banyak kemungkinan. Orang tua angkatnya menurunkannya ke benua Xin Yue, Mo Xian sepertinya telah memahami alasana dari itu semua. Li Huan dan Li Zhouran telah mengetahui tentang hal ini. Jadi mereka membuangnya!
Tidak, mereka tidak membuangnya, mereka ingin Mo Xian aman sementara mereka mencari tahu tentang siapa yang menggunakan mantra itu. Jika mereka membuangnya, mereka tidak akan menurunkan Wu Jiao Xing bersamanya dan tidak akan merasa begitu sedih saat dia pergi.
Mereka melakukannya untuk kebaikan Mo Xian sendiri.
Goncangan yang terjadi kian meningkat, Mo Xian merasa dirinya berdiri di pusat gempa bumi. Wu Jiao Xing memahami situasi yang tidak baik jadi dia mendesak untuk segera pergi atau mereka akan terkubur hidup-hidup di lorong bawah tanah.
"Orang-orang itu sepertinya berada di level yang lebih tinggi dari level matahari, jika tidak pertarungan mereka tidak akan semenakutkan ini." Bai Ruo mengoceh saat mereka berlari menelusuri terowongan yang panjang dan belum melihat ujungnya.
Bai Yue sesekali menoleh ke belakang, dia tidak tahu sekuat apa gurunya. Rumor yang dikatakan dan ditulis di dalam buku biodata guru sekte Bai Lian sepertinya memang bisa dipercaya, jika orang-orang itu datang ke tempat ini untuk menemukan Mo Xian, orang-orang itu pasti akan membawa lebih banyak pasukan dan gurunya hanya seorang diri.
Bao Yu, pria tua itu benar-benar melawan mereka seorang diri dan mengulur waktu untuk Bai Yue dan yang lainnya melarikan diri, seberapa kuat gurunya?
Goncangan masih terus terjadi, tapi pada akhirnya Bai Ruo menemukan jalan keluar setelah menemukan jalan menanjak ke atas. Mereka seolah keluar dari lubang kelinci, sangat sempit dan membutuhkan waktu untuk membuat lubang yang lebih besar, beruntung mereka dapat keluar sebelum mereka kehabisan napas karena terlalu lama di dalam terowongan bawah tanah yang sempit.
Jalan keluar itu sepertinya berada di tengah-tengah hutan, saat mereka keluar Wu Jiao Xing segera mencari tempat untuk beristirahat dan memeriksa keadaan Mo Xian setelah berlari cukup jauh hingga malam hari.
Bai Yue menggunakan keterampilannya dalam bidang pengobatan untuk memeriksa Mo Xian, saat itu darah di tubuh Mo Xian sudah berhenti mengalir, tapi warna kulitnya sangat pucat karena terlalu banyak kehilangan darah. Detak jantungnya melambat, Bai Yue bisa merasakan saat memeriksa pergelanagan tangannya. Namun, seperti yang Bao Yu katakan, gurunya tidak akan membiarkan Mo Xian mati begitu saja, semuanya tampak normal walau sedikit buruk, tapi dia akan baik-baik saja.
Mo Xian tidak bisa kehilangan kesadaran-nya dan dia juga tidak bisa bergerak, seolah tubuhnya telah mati dan hanya pikirannya yang tersisa, menatap rindangnya dedaunan dan cahaya bulan yang menerobos masuk, tidak ada yang tahu apa yang dipikirkan olehnya.
"Apa yang akan kita lakukan selanjutnya?" tanya Bai Ruo.
Wu Jiao Xing diam, tidak menjawab dan hanya memperhatikan Mo Xian, membersihkan darah yang mengotori wajahnya dan menyelimutinya dengan jubah luar miliknya.
Sementara Bai Yue menatap arah mereka datang sebelum menjawab, "Tidak ada yang akan kita lakukan, kita tidak memiliki pilihan lain selain mengabari Tuan Bai Xue dan Tuan Li Huan untuk segera datang dan menjemput kita kembali."
Bai Ruo mengangguk setuju. "Mm, ini sangat berbahaya, sebaiknya kita cepat."
Wu Jiao Xing menatap dua Bai bersaudara yang bahu membahu membuat mantra, kemudian dia kembali menatap Mo Xian yang terbaring di rerumputan, wajahnya yang pucat telah dibersihkan dari darah yang menempel, matanya yang terbuka membuat Wu Jiao Xing sadar bahwa Mo Xian sebenarnya tidak kehilangan kesadarannya, tapi anak itu tidak mengatakan apapun dan membuatnya khawatir.
"Apa kau kesakitan?" tanya Wu Jiao Xing.
Mo Xian tidak menjawab.
"Dimana kau merasa sakit, katakan padaku."
Mo Xian diam. Matanya yang sedikit kemerahan hanya menatap lemah ke atas. Wu Jiao Xing merasa bahwa Mo Xian sepertinya sangat terpukul dengan apa yang baru saja dia ketahui.
"Kau tenang saja, Tuan Li Huan dan Nyonya Li Zhou Ran akan segera menjemput kita kembali."
"Semuanya akan baik-baik saja."
"Semuanya-"
Wu Jiao Xing berhenti berbicara saat bintang penjaga yang dia tinggalkan di pintu keluar memberi sinyal bahaya ke otaknya. Tubuhnya menegang, tapi dia masih berpikiran jernih. Dia lalu menoleh untuk melihat Bai bersaudara masih belum selesai menyiapkan mantra formasi penghubung.
Wu Jiao Xing mengutuk di dalam hatinya. Dia kesal, tapi dia tidak bisa menyalahkan orang lain, bagaimanapun juga mantra formasi penghubung memang bukan hal yang mudah untuk dilakukan.
"Berhenti!" teriak Wu Jiao Xing membuat Bai Yue dan Bai Ruo menoleh.
"Mereka datang, kita tidak memliki banyak waktu!" Wu Jiao Xing berteriak putus asa.
Ucapannya membuat dua pemuda berambut putih itu terkejut, mereka merasa bahwa mereka telah melarikan diri cukup jauh dan mereka percaya bahwa gurunya pasti berhasil mengalahkan musuhnya!
__ADS_1
Batapa naifnya!
Musuh mereka adalah orang yang menguasai mantra kegelapan yang sangat mengerikan, jika penggunanya berada di level alam suci maka bawahannya juga berada di level alam suci!
Mereka terlalu meninggikan status gurunya yang bahkan tidak mereka ketahui di level mana gurunya berada. Bahkan jika guru mereka sangat hebat, jumlah musuh pasti melebihi jumlah yang mereka lawan di desa dan Bao Yu pasti akan kuwalahan dan akhirnya menerima kekalahan!
Bagaimanapun juga orang-orang di benua Xin Yue biasanya hanya bisa mencapai level matahari!
Perbedaan mereka jelas terlalu jauh, tapi mereka masih terlalu percaya diri!
Mengabaikan formasi mantra yang baru setengah diaktifkan, Bai Yue berlari mendekati Wu Jiao Xing yang berdiri menatap arah mereka datang.
"Jika mereka datang kenapa kau tidak segera membawa Mo Xian pergi, cepat bergegas!"
Wu Jiao Xing diam sejenak, dia kemudian menatap Mo Xian yang tebaring tidak bergerak di bawah sebelum menatap Bai Yue.
"Aku titip Mo Xian," ucapnya sebelum berjalan menuju arah mereka datang. Namun, segera dihentikan Bai Yue yang menarik tangannya.
"Apa yang kau lakukan?"
Wu Jiao Xing menatap mata biru safir Bai Yue. "Kita tidak bisa melarikan diri jika kita tetap bersama."
"Apa maksudmu?" tanya Bai Yue dengan tatapan tidak percaya.
Bai Ruo yang sejak tadi mendengarkan, kemudian ikut berbicara, "Kau ingin pergi ke sana dan menjadi umpan. Kau sama sekali tidak akan membantu memberi kami sedikit waktu untuk melarikan diri. Saat kau sampai di sana, orang-orang itu akan dengan mudah membunuhmu! Seolah mereka mengedipkan mata mereka!"
Wu Jiao Xing tersenyum kecut. "Lalu, apa kau memiliki saran lain? Berhentilah membuang-buang waktu dan tolong bawa dia kembali ke rumah dengan aman, jadi mereka tidak akan menyalahkan aku lagi."
Bai Yue dan Bai Ruo terkejut dengan jawaban Wu jiao Xing hingga matanya melebar.
Siapa yang dia sebut dengan kata 'mereka'?
Wu Jiao Xing terkekeh sebelum melanjutkan. "Dia terlalu merepotkan, pada akhirnya apa yang aku bayangkan akan terjadi, aku hanya akan bebas setelah aku mati. Tenang saja, aku adalah anggota aliasi merak, jangan meremehkan pengetahuanku untuk menghadapi musuh, aku lebih dari mampu dan akan membuat cukup waktu untuk kalian."
"Apa kau sadar apa yang sedang kau bicarakan?" tanya Bai Yue sedikit menekankan.
Wu Jiao Xing kembali terkekeh. "Aku sangat sadar, pergi dan jangan lihat kebelakang. Cukup rasakan apa yang akan dilakukan oleh anggota Aliansi Merak sepertiku."
Dengan itu Wu Jiao Xing berjalan pergi, tapi kembali terhenti saat kain celananya ditarik dengan lemah.
Wu Jiao Xing menoleh ke bawah hanya untuk melihat wajah Mo Xian yang menangis.
"Ge." suara Mo Xian sangat lemah hingga mungkin tidak bisa didengar saat tersapu dinginnya angin malam.
Wu Jiao Xing hanya menatapnya.
"Ja-jangan pe-pergi." Sekuat tenaga Mo Xian mengatakan itu dengan susah payah, menahan sakit di tenggorokkannya.
Wu Jiao Xing tersenyum pahit. "Lihat, semua ini terjadi karenamu. Aku sangat membencimu karena selalu membuat masalah dan mendatangkan masalah, tapi pada akhirnya kau harus tetap hidup."
Wu Jiao Xing menarik kakinya dan pengangan Mo Xian yang lemah tidak kuasa untuk menahannya dan Wu Jiao Xing pergi begitu saja meninggalkan mereka dan mengabaikan seruan Bai Ruo.
Bai Yue melihat Mo Xian menangis, tapi pemuda itu begitu lemah hingga tidak ada suara yang keluar dari mulutnya. Namun, Bai Yue bisa melihat bagaimana perasaan Mo Xian sebenarnya sangat putus asa saat melihat kepergiaan Wu Jiao Xing tanpa mampu menahannya.
Bai Yue segera meminta Bai Ruo untuk menggendong Mo Xian, menjaganya sementara dia berniat mengejar Wu Jiao Xing yang telah lama menghilang sebelum dia ditahan oleh suara yang tidak asing.
__ADS_1
"Zhang Rouruan?"