Sang Penjaga : Pendekar Bulan

Sang Penjaga : Pendekar Bulan
Terungkap.


__ADS_3

Perjalanan mereka berlangsung selama dua hari setelah meninggalkan desa Zhang Rouran. Bao Yu berhenti di depan gerbang bangunan yang terletak di tengah hutan bambu.


Suara gemersik dedaunan dan batang bambu yang tertiup angin menciptakan musik yang menenangkan, memberi sedikit kehidupan pada tempat yang begitu sepi.


Saat Bao Yu membawa keempat muridnya masuk ke dalam, hanya ada beberapa pria yang sedang menyapu halaman dan beberapa pria lagi yang terlihat berlalu lalang membawa gulungan keluar masuk ke sebuah bangunan berbentuk pagoda.


Pria-pria itu berpakaian sederhana dan rambut kepalanya dicukur habis, mereka seperti bhikkhu, tapi mereka juga tidak seperti bhikkhu. Saat Bao Yu berjalan masuk , orang-orang itu seperti tidak peduli dengan keberadaannya dan melanjutkan pekerjaan mereka tanpa merasa terganggu.


Mo Xian mengikuti Bao Yu yang terus berjalan masuk ke dalam bangunan berbentuk pagoda.


Rak-rak yang di susun melingkar menjulang tinggi ke atas dan dipenuhi dengan gulungan-gulungan serta buku-buku yang ditata rapi. Orang-orang berkepala botak terlihat sangat serius saat menata buku dan gulungan di beberapa tempat.


Bao Yu masuk lebih dalam dan menemukan tangga yang turun ke bawah.


Bao Yu tidak berkata apa-apa dan menuruni tangga yang gelap.


Mo Xian berpegagan pada Wu Jiao Xing saat cahaya terakhir tidak bisa dilihat sepenuhnya ditelan kegelapan, suasana ini mengingatkan Mo Xian saat dia berada di alam ingatan tuan Lin, sangat gelap hingga dia tidak bisa melihat tangannya sendiri. Namun, di tempat gelap itu dia bisa mendengar teriakan orang-orang yang menyalahkannya.


"Ini terjadi karenamu!"


"Kenapa kau harus dilahirkan ke dunia!"


"Kau membawa bencana!"


"Kenapa kau harus dilahirkan!"


"Kenapa kau harus dilahirkan!"


"Kenapa kau harus dilahirkan!"


Saat itu Mo Xian tidak tahu untuk siapa kata-kata itu ditunjukkan, bagaimanapun juga saat itu dia berada di alam ingatan tuan Lin, mungkin itu juga bagian dari ingatan tuan Lin. Namun, kata-kata itu membuat tubuh Mo Xian bergetar, seluruh tulangnya merasakan sakit seperti dia dipukuli ratusan kali, organ dalamnya panas seperti terbakar dan jantungnya berdenyut seperti ditusuk berkali-kali, sangat menyakitkan sampai berakibat ke dunia nyata. Karena itulah dia memuntahkan seteguk darah saat tersadar dan menangis karena dia masih merasakan sakit dan takut yang dia bawa dari alam ingatan tuan Lin.


Namun, Mo Xian tidak ingin menceritakan ini. Sebenarnya dia sedikit malu karena menangis di depan orang banyak.


Mo Xian dengan hati-hati menuruni tangga, tangannya menggenggam erat lengan di sampingnya hingga setitik cahaya mulai terlihat.


Api yang menari-nari dari obor yang menempel di dinding menjadi penanda anak tangga terakhir.


Bao Yu mengambil obor itu dan berjalan ke tengah ruangan yang berbentuk lingkaran, menyalakan obor lain di ruangan itu sehingga mereka bisa melihat dengan jelas seperti apa ruangan itu.


Ruangan itu tidak jauh berbeda dengan ruangan yang berada di atas, di ruangan itu terdapat rak-rak yang di susun melingkar mengikuti pola dinding, penuh dengan buku-buku dan gulungan-gulunga kuno.


Mo Xian melepaskan pegangannya dan berjalan melihat sekitar, kertas-kertas yang ada di buku dan gulungan sudah menguning dan terlihat sangat tua. Mo Xian bisa menebak bahwa tempat ini berisi buku dan gulungan kuno yang berusia ratusan atau ribuan tahun karena Mo Xian sendiri pernah melihat dan membaca gulungan kuno di ruang kerja Li Huan dia bisa mengetahui itu hanya dengan melihat kualitas kertas atau kulit gulungan itu.


Bao Yu kembali ke tengah runganan dan duduk menghadap meja setelah menemukan gulungan yang dia cari.


Dengan hati-hati Bao Yu membukanya, di dalamnya hanya ada kertas kosong, tapi setelah menetaskan darahnya sendiri di atas kertas itu tiba-tiba sebuah pola muncul dan dengan cepat diikuti teks yang muncul secara bertahap.


Bao Yu mendesah, warna kulitnya jelek dan alisnya bertaut.


"Jadi dugaanku ternyata benar," ucapnya sebelum kembali mendesah. "Kemalasanku telah memakan ingatanku, aku ceroboh!"


Mo Xian tidak mengerti apa yang diucapkan gurunya, dia hanya melirik yang lain hanya untuk melihat tatapan bingung. Mereka kemudian berkumpul di depan Bao Yu yang memegang gulungan di tangannya.


"Apa Guru telah menemukan mantra apa itu?" Mo Xian bertanya saat dia mendekati Bao Yu.


Bao Yu menghela napas dan menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Mm, aku mengetahuinya. Sejak awal aku telah mengetahuinya hanya aku sedikit ragu dan lupa. Karena itulah aku membawa kalian ke sini untuk memeriksanya sendiri. Ternyata aku benar."


Mo Xian sedikit terkejut mendengarnya, sisanya dia merasa bahagia karena akhirnya dia bisa membantu Li Huan dan Li Zhouran tentang mantra itu, jadi dia akan bertanya saat hanya mulutnya yang terbuka dan Bao Yu mendahului.


"Mantra ini telah ada sejak sepuluh ribu tahun yang lalu, saat Raja Iblis Tao Hua menyerang istana Langit, memecahkan perang selama sepuluh tahun, membawa dunia ke dalam kekacauan besar sebelum akhirnya Raja Langit menyegelnya di gunung Jinshan."


Bao Yu kemudian mengalihkan pandangannya dari gulungan itu dan menatap murid-muridnya.


"Murid-muridku."


Panggilan itu mengejutkan semua orang, Bao Yu hampir tidak pernah memanggil mereka dengan sebutan itu sebelumnya. Bao Yu selalu memanggil mereka dengan namanya dan tidak pernah memanggil mereka dengan sebutan murid.


"Aku tahu kalian telah mengetahui mantra ini sejak melihat pertarungan kalian di desa sebelumnya. Kalian bertarung dengan sangat baik, tapi sejak awal kalian telah menargetkan topeng mereka untuk diserang, kalian sejak awal sudah tahu bahwa musuh kalian adalah topeng dengan mantra ini."


Bao Yu meletakan sebuah topeng yang telah terbelah menjadi dua sempurna di atas meja, terdapat mantra yang ditulis dengan tinta hitam di topeng itu.


Mo Xian hampir menahan napasnya saat melihat topeng yang dia belah dengan pedangnya sendiri.


"Saat Xiao Xian membawa mantra ini kepadaku dan bertanya tentangnya, aku pikir Xiao Xian hanya memiliki rasa ingin tahu yang besar, tapi aku sama sekali tidak mengira bahwa kalian ternyata telah mengetahui kelemahan mantra ini."


Mo Xian merasa bersalah, dia segera melakukan kowtow di depan gurunya meminta pengampunan.


"Maafkan murid ini, Guru. Murid ini tidak bermaksud untuk menyembunyikan masalah ini dari Guru."


Melihat Mo Xian meminta pengampunan, Wu Jiao Xing dan yang lainnya mengikuti. Mereka berempat menekan dahi mereka di dinginnya lantai kayu dan meminta maaf.


Bao Yu mendesah saat melihat keempat muridnya menundukan kepala mereka di depannya.


"Jika kalian telah mengetahui apa yang kalian lakukan adalah kesalahan, apakah kalian akan meneruskannya atau akan mengatakannya kepadaku?"


Mo Xian menatap gurunya, Wu Jiao Xing di sebelahnya meremas tangannya.


Wu Jiao Xing membuka mulutnya, dia merasa Bao Yu adalah jawaban atas misteri yang terjadi, dan dia sudah mempercayai gurunya, bahkan jika itu mungkin dia akan meminta perlindungan untuk tuan mudanya.


Bagaimanapun juga, Wu Jiao Xing benar-benar menyimpan perasaan khawatir di dadanya sejak orang-orang itu muncul di benua Xin Yue, jadi dia menceritakannya dari awal hingga akhir.


"Kau putra Li Huan ketua Aliansi Merak?" tanya Bao Yu memastikan, sedikit terkejut bahwa muridnya akan menjadi putra salah satu orang penting di benua Yuan Xing.


Mo Xian mengangguk dengan rasa bersalah.


Bao Yu kemudian menatap dua muridnya Bai Yue dan Bai Ruo, dia hanya bisa menghela napas. Dia sudah tahu sejak awal bahwa dua anak ini berasal dari dataran Embun Salju Abadi, meskipun orang-orang Embun Salju Abadi terkenal berasal dari benua Yuan Xing dan hanya sedikit yang pernah meninggalkan kampung halamannya, Bao Yu sudah melihat banyak orang-orang Embun Salju yang memisahkan diri dari kelompoknya, jadi sejak awal Bao Yu mengira bahwa Bai Yue dan Bai Ruo adalah anak dari orang-orang yang melepaskan diri dari dataran Embun Salju Ajaib, tidak mengira bahwa dia akan bertemu langsung dengan murid pemimpin dataran Embun Salju Ajaib, Bai Xue.


Jadi sebenarnya dia memiliki murid yang sudah ditempa oleh orang-orang hebat dan berbakat yang sudah tidak perlu lagi dipertanyakan kemampuannya. Wu Jiao Xing adalah anggota Aliansi Merak, Mo Xian adalah Tuan Muda Aliansi Merak, sementara dua Bai bersaudara adalah anak angkat pemimpin Embun Salju Ajaib.


Bao Yu merasa dirinya telah ditipu saat melihat kemampuan anak-anak ini yang telah melesat jauh di antara murid-murid Bai Lian. Namun, setelah mendengar keseluruhan cerita Bao Yu justru merasa iba.


"Ini tidak berhubungan denga Aliansi Merak."


Mo Xian dan yang lainnya terkejut kecuali Wu Jiao Xing.


"Lalu kenapa orang-orang ini mengincar Mo Xian?" Bukan Wu Jiao Xing melainkan Bai Yue yang bertanya.


Bao Yu menatap Mo Xian dengan perasaan yang rumit. "Itu karena mereka mengincar Xiao Xian bukan Aliansi Merak."


Mo Xian seperti ditampar dengan suara petir, matanya berkedip berkali-kali dengan serba salah.


"Bagaimana itu mungkin, dari mana Guru tahu?" tanya Bai Yue masih tidak percaya sementara Wu Jiao Xing yang telah mengetahui kebenarannya hanya bisa meremas kedua tangannya.

__ADS_1


Bao Yu tidak segera menjawab, pria tua itu meletakan topeng mantra yang terbelah, dia kemudian mengulurkan tangannya pada Mo Xian seolah meminta. Bao Yu tidak mengatakan apa-apa, tapi Mo Xian seolah mengerti bahwa Bao Yu meminta tangannya jadi dia mengulurkan tangannya.


"Kau bilang sebelumnya mantra ini ditulis dengan darah, bukan?"


Bao Yu kemudian membawa tangan Mo Xian ke atas topeng itu dan menusuk jari Mo Xian dengan jarum membiarkan darah Mo Xian menetes jatuh di topeng itu.


Bao Yu melepaskan tangan Mo Xian dan membiarkan Mo Xian menariknya kembali sebelum memperhatikan apa yang terjadi pada topeng itu.


Gumpalan asap hitam muncul dari darah yang menetes dan terus gergulung-gulung, asap hitam itu memancarkan energi gelap yang sangat kuat dan menakutkan.


"Ini disebut mantra darah, mereka menggunakan darah Xiao Xian untuk mencari keberadaan Xiao Xian. Mantra ini sangat berbahaya dan telah membawa bencana ribuan tahun yang lalu."


Bao Yu menatap Mo Xian sementara membiarkan energi jahat berkumpul di topeng yang tergeletak di atas meja.


"Xiao Xian, apa hubunganmu dengan masalah ini?"


Mo Xian kebingungan, dia tidak tahu apa-apa! Dia sama sekali tidak mengetahui apa-apa!


Dia hanya Li Yixin seorang gadis yang telah mati, jiwanya kemudian dilempar ke dalam tubuh seorang bayi yang tidak diketahui asal-usulnya. Jadi dari mana dia bisa tahu apa hubungannya dengan semua ini.


Dia tidak terlibat dengan apapun!


Mungkinkah tubuhnya sekarang ada hubungannya dengan semua ini?


Lalu apa?


Apa hubungannya dengannya. Li Yixin adalah jiwa dari dunia lain yang terlahir kembali dan diberi nama Mo Xian, tidak ada hubungannya dengan semua ini.


Mo Xian benar-benar kuwalahan, pikirannya kacau saat memikirkan hal-hal yang terjadi di masa lalu. Tewasnya wanita itu, hilangnya Mo Shan-Xiansheng, Li Huan, Li Zhouran dan Wu Jiao Xing yang telah menjadi keluarganya. Dia kemudian menjadi takut saat membayangkan pertarungan yang telah terjadi, atau saat Wu Jiao Xing masuk ke dalam masa kritis untuk melindunginya, itu karena orang-orang dengan topeng darah mengincarnya!


Mereka menggunakan darahnya untuk melacak keberadaannya, karena itulah Li Huan menyuruhnya untuk tinggal di benua Xin Yue untuk bersembunyi.


Itu semua karenanya!


"Tapi Guru, aku tidak ingat aku pernah terluka sebelumnya." Akhirnya dengan sekuat tenaga, Mo Xian mencoba mencari jawaban. "Aku tidak pernah terluka jadi bagaimana mereka memiliki darahku untuk mencariku?"


Mo Xian terlihat sangat panik, wajahnya memucat dan dipenuhi dengan keringat dingin membuat Wu Jiao Xing dan Bai Yue khawatir.


Bao Yu menatap datar muridnya yang dulu sangat dia banggakan bahkan sampai saat ini dia masih mengaguminya, sifatnya yang ceria, baik hati dan berbakat benar-benar telah masuk ke dalam hatinya sampai ke titik menyayanginya. Namun, dia sama sekali tidak mengira bahwa muridnya akan memiliki permasalahan seperti ini.


"Hanya dirimu sendiri yang bisa menjawabnya, Xiao Xian."


Jawaban itu benar-benar tidak bisa memuaskan Mo Xian. Namun, Mo Xian tidak bisa memaksa dan mendorong gurunya untuk menjawab ketika dia tiba-tiba merasakan sakit di dadanya dan memuntahkan seteguk darah.


Hampir tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi, dada Mo Xian tertusuk pedang perak tembus ke punggungnya yang entah muncul dari mana karena kejadian itu begitu cepat hingga dia tidak bisa melihat dari mana asalnya.


Namun, setelah beberapa saat Mo Xian bisa tahu itu datang dari arah depan karena Bao Yu sendiri yang telah menusuknya!


Mo Xian kembali memuntahkan seteguk darah, rasanya sangat sakit dan dingin seolah pedang itu telah mengiris jiwanya menjadi dua!


Wu Jiao Xing dan Bai Yue sama-sama terkejut, tapi reaksi yang diberikan kedua pemuda itu sangat berbeda.


Wu Jiao Xing segera menopang Mo Xian dan mencoba untuk menghentikan pendarahan sementara Bai Yue tanpa ampun menarik pedangnya dan menghunuskannya pada Bao Yu. Namun, usaha dua pemuda itu sia-sia!


Bao Yu menggunakan energi spiritualnya untuk menagkis serangan Bai Yue hingga Bai Yue terpental ke samping, menghantam tembok dan memuntahkan darah!


Sementara sebanyak apapun usaha Wu Jiao Xing untuk menghentikan pendarahan Mo Xian, darah itu tetap mengalir seperti sungai yang tidak dapat dibendung melewati sela-sela jarinya.

__ADS_1


Di ruangan itu hanya Bai Ruo yang membatu, entah apa yang ada di dalam pikirannya hingga dia tidak mampu bergerak dan hanya bisa melihat.


__ADS_2