
Bau busuk di Aula desa benar-benar menusuk hidung, tubuh penduduk desa yang telah dikumpulkan perlahan-lahan kehilangan kendali energi hitam yang menahan pembusukan tubuh mereka dan perlahan mulai kehilangan daging dan lemak mereka.
Mo Xian sama sekali tidak mengerti apa yang harus dia lakukan dalam situasi ini, dia hanya bisa menatap Bao Yu yang sedari tadi diam sambil memperhatikan keadaan penduduk desa, menolak saat murid-muridnya bertanya dan membuat Mo Xian berpikir mungkinkah Bao Yu sedang menghindari mereka.
Namun, Mo Xian hanya bisa berharap bahwa tebakannya salah. Setengah hari berlalu, Bai Yue dan Bai Ruo berhasil kembali dengan tiga orang tua yang mereka sebutkan, anehnya kondisi tubuh mereka masih sangat bagus dan tidak mengalami perubahan seperti penduduk yang lain. Namun, tiga pria tua itu telah tidak sadarkan diri.
Bao Yu berjalan medekati mereka dan memeriksa keadaannya, alisnya terangkat saat dia memeriksa pergelangan tangan tiga orang itu.
"Mereka masih hidup?" tanyanya.
Bai Yue dan Bai Ruo mengangguk.
"Mereka masih hidup, Guru. Namun, mereka sebenarnya tiga orang pria yang mengalami kelumpuhan total dan bisu, lidah mereka telah dipotong."
Semua orang yang ada di sana terkejut saat mendengar penjelasan Bai Yue, tidak terkecuali Bao Yu.
"Apa yang akan kita lakukan pada mereka, Guru?" Mo Xian memberanikan diri untuk bertanya.
Bao Yu mengelus jenggotnya dan menjawab. "Masalah ini harus segera diatasi, kita harus membuat roh jahat itu melepaskan belenggunya dan membebaskan penduduk desa, selanjutnya kita bisa melakukan penyucian ataupun pelenyapan."
Bao Yu kemudian menekan dahi salah satu dari tiga pria tua itu dan menayakan hal yang sama seperti yang dia tanyakan pada penduduk desa.
"Apakah Tuan mengenal Xiao Ma?"
Bao Yu melepaskan tangannya dan menatap murid-muridnya.
"Pria ini mengenal Xiao Ma, tapi kita tidak bisa berkomunikasi dengannya karena lidahnya terpotong dan lumpuh, kita juga tidak bisa berkomunikasi dengan jiwanya karena kesehatan jiwa pria ini terganggu."
Mo Xian dan yang lainnya menunggu apa yang akan dikatakan Bao Yu setelah itu, mereka sama sekali tidak berani bertanya saat wajah Bao Yu begitu serius.
"Satu-satunya jalan adalah masuk ke dalam ingatan pria ini karena pikiran mereka belum mati dan masih menyimpan ingatan di masa lalu."
"Bagaimana caranya, Guru?" tanya Zhang Rouruan yang sudah tidak sabar ingin tahu.
"Aku membutuhkan salah satu dari kalian untuk dihubunkan dengan pikiran pria ini dan mencari tahu apa yang terjadi di masa lalu, siapa Xiao Ma dan apa yang diinginkannya."
Mo Xian dan yang lainnya saling menatap sebelum Mo Xian menjawab. "Kami semua bersedia, Guru."
Bao Yu menganggukan kepalanya. "Baiklah, siapa pun di antara kalian tidak masalah, Mo Xian kau bisa melakukannya."
Wu Jiao Xing ingin menyuarakan keberatannya, tapi Mo Xian telah maju ke depan dan duduk di depan Bao Yu di samping pria tua itu.
"Masuk ke dalam ingatan seseorang memiliki resiko yang cukup besar, pria ini telah berumur lebih dari enam puluh tahun, itu artinya dia telah melewati dan mengalami banyak hal, dunia di dalam pikirannya begitu luas dan rumit, seseorang yang masuk ke dalam ingatan pria ini mungkin akan tersesat dan terjebak di dunia ingatan milik pria ini. Karena itulah kau harus berhati-hati."
__ADS_1
Mo Xian menganggukan kepalanya.
"Aku akan memberikan jimat pada jiwamu saat kau masuk ke dalam ingatannya, jangan biarkan jimat itu rusak atau hilang, jimat itu akan menjagamu agar tidak tersesat dan terpengaruh dengan dunia ingatan milik pria ini. Selain itu, kami di sini juga tidak akan membiarkanmu terjebak di sana, jadi jangan khawatir dan lakukan tugasmu dengan benar."
Mo Xian kembali mengangguk, Bao Yu kemudian menjelaskan cara agar jiwa Mo Xian bisa masuk ke dalam ingatan pria itu dengan cara menyentuh dahi pria itu dan menguncapkan mantra yang baru saja diajarkan oleh gurunya.
Sesaat setelah mengucapkan mantra, dunia Mo Xian menjadi gelap gulita, dia tidak tahu dimana dia berada dan tidak bisa bertanya. Namun, perlahan-lahan dunia yang gelap menjadi terang dan mulai terlihat kehidupan manusia yang ramai.
Mo Xian sepertinya berdiri di pasar, mengendalikan kuda yang membawa sebuah kereta. Tidak, Mo Xian tidak mengendalikan kereta kuda, tapi pria tua itu yang tengah mengendalikan kereta, ini karena jiwa Mo Xian berada di dalam tubuh pria itu sehingga dia merasa dirinya sedang mengendarai kuda. Kenyataannya dia hanya sebagai pengamat.
Kereta kuda yang dibawa pria itu berhenti di sudut pasar dan pria itu segera turun dari tempatnya. Seorang pria muda berjalan keluar dari kereta dan menatap ke sekitar.
"Pasar ini sangat ramai, paman Lin, Anda tidak salah," pria muda itu menepuk tubuh pria yang ditempati jiwa Mo Xian. Jadi nama pria tua itu adalah Lin. Lalu siapa pria muda itu, apakah itu Xiao Ma? Mo Xian hanya menebak, tapi tidak menyangka bahwa tebakannya akan benar.
"Tuan muda Xiao Ma, saya tidak akan berani berbohong," ucap paman Lin. "Pasar ini mungkin kecil, tapi pasar ini berada di tengah perbatasan kekuasaan Bai Lian dan Hai Lian, sebentar lagi pasar ini mungkin akan menjadi jalur sutra, keuntungan yang akan kita dapatkan akan meningkat banyak jika kita menjalankan bisnis di sini."
Xiao Ma tertawa keras diantara hiruk pikuk lautan manusia. Dia terlihat sangat puas dan menepuk pundak paman Lin beberapa kali.
"Paman Lin memang yang terbaik, Anda tidak pernah mengecewakan keluarga saya."
Paman Lin tersenyum dan menggosok tangannya. "Ah, ini adalah kewajiban saya atas kemurahan hati keluarga Tuan kepada keluarga saya."
Xiao Ma menganggukan kepalanya berkali-kali, wajahnya bersinar cerah saat memainkan kipas lipatnya dan melihat ke sekitar, dia kemudian mulai berjalan dan paman Lin mulai mengikutinya.
Xiao Ma memegang kipasnya dan menggendongnya di balik punggung, menikmati suasana pasar yang ramai, memperhatikan pedagang dan pembeli serta bangunan-bangunan yang ada di sekitar pasar.
"Melihat-lihat, dimana kiranya saya bisa membangun tempat untuk bisnis saya."
Paman Lin tersenyum. "Itu ide bagus, Tuan. Tuan Xiao Ma pasti bisa menemukan tempat yang paling baik untuk menjalankan bisnis. Bagaimanapun juga Tuan Xiao Ma adalah pria terpintar di Bai Lian."
Xiao Ma sangat puas dengan pujian Paman Lin dan terus berjalan mengelilingi pasar, tapi tidak menemukan tempat yang cocok, dia kemudian berjalan lebih jauh lagi dan menemukan sebuah danau yang dipenuhi bunga bakung yang sedang mekar.
Dia memperhatikan tempat itu cukup lama sebelum tersenyum puas. "Tempat itu bagus, jika saya membangun penginapan dan restoran yang menghadap langsung ke danau, tempat itu pasti akan ramai dikunjungi orang yang ingin beristirahat."
"Ah, mata Tuan Xiao Ma memang yang terbaik, bisa membayangkan tempat seperti itu benar-benar luar biasa!"
Xiao Ma tersenyum dan berjalan mendekati danau. "Kita bisa membuat dermaga dan paviliun untuk menikmati bunga bukung yang mekar, musik yang dimainkan di paviliun akan menarik pengunjung, wanita-wanita cantik yang dipekerjakan sebagai pelayan juga pasti akan menarik lebih banyak pengunjung. Bisnis penginapan dan restoran kita pasti akan sangat maju."
Xiao Ma berbicara dengan sangat semangat dan Paman Lin akan memujinya setiap waktu. Melihat interaksi mereka Mo Xian bisa mengerti bahwa Xiao Ma ini sejak awal memang penyuka uang.
Namun, saat mereka tengah sibuk berangan-angan untuk membuka penginapan di pinggir danau dengan segala keindahan, suara seorang wanita tiba-tiba menginterupsi mereka.
"Anda berencana membuat penginapan dan restoran di tepi danau terdengar seperti ide yang sangat luar biasa, tapi ide Anda untuk menggunakan gadis-gadis cantik sebagai alat untuk menarik pengunjung terdengar seperti Anda sedang bersencana untuk membuka rumah bordil."
__ADS_1
Xiao Ma memperhatikan gadis yang tiba-tiba mengganggu pembicaraannya dengan paman Lin. Namun, dia tidak marah karena telah diganggu, karena gadis itu terlihat sangat cantik dengan kulit putih, mata bunga persik, hidung mungil, bibir merah muda dengan hanfu berwarna merah muda selaras dengan selendang yang dia kenakan, rambutnya yang hitam diikat dan dihiasi dengan jepit rambut.
"Kenapa Nona berkata seperti itu, apa saya salah jika menggunakan gadis cantik untuk menarik pelanggan?"
Gadis itu hanya tersenyum, Mo Xian tidak bisa melihat dan mendengar apa yang mereka bicarakan saat dengan tiba-tiba suasananya menjadi berbeda.
Kini dia berada di sebuah ruangan yang telah dihiasi dengan ornamen warna merah dan menyaksikan bahwa Xiao Ma sedang melakukan upacara pernikahan dengan gadis yang dia temui di tepi danau.
Mo Xian tidak tahu kenapa ingatan paman Lin bisa melompat begitu jauh. Namun, dia ingat gurunya pernah mengajarkan tentang ingatan jiwa dan ingatan tubuh fana seseorang sering kali masih terikat meskipun dua jiwa dan tubuh mereka telah berpisah. Mungkin karena jiwa paman Lin telah terganggu ingatannya juga ikut terganggu.
Saat melihat prosesi pernikahan Mo Xian tiba-tiba dibawa ke lorong rumah, paman Lin berjalan bersama dengan Xiao Ma saat mereka mendengar suara tawa seorang wanita.
"Tentu saja aku mencinta uangnya, kalian pikir kenapa saya mau menikahinya?"
Mo Xian tidak bisa melihat siapa yang berbicara karena terhalang dinding, tapi Mo Xian mengenali suaranya, itu adalah suara istri Xiao Ma!
Mo Xian melihat wajah Xiao Ma sangat jelek saat dia menahan marah hingga wajahnya berubah merah, sangat merah saat mendengarkan tawa istri dan beberapa wanita lain.
Setelah itu Mo Xian ditarik ke sebuah ruang kosong yang gelap, dia memegang jimantanya, gurunya mengatakan jika dia berada di posisi saat dia tidak bisa melihat apapun, itu artinya ingatan pria tua itu telah rusak. Mo Xian tidak boleh panik dan harus menjaga jimatnya sambil menunggu sampai ingatan itu muncul secara alami.
Mo Xian merasa dia telah terjebak cukup lama di dalam kegelapan dan tidak ada tanda-tanda dia akan dipindahkan. Sementara itu di luar, Wu Jiao Xing tidak bisa menyembunyikan rasa khawatirnya saat melihat wajah Mo Xian mengeluarkan keringat dingin dan alisnya yang bertaut.
"Apa yang terjadi, Guru? Apa sesuatu yang buruk terjadi di sana?" tanya Wu Jiao Xing khawatir.
Bao Yu menggelengkan kepalanya, tapi tidak menjawab dan hanya menyalurkan energi spiritualnya pada Mo Xian.
Di dalam, Mo Xian merasakan sesuatu yang hangat menyelimuti tubuhnya dan ingatan paman Lin perlahan-lahan menjadi jelas dan Mo Xian bisa melihat apa yang terjadi di sana.
Dua jam berlalu, Wu Jiao Xing sudah berwajah pucat pasi, tidak mengira bahwa hal ini akan memakan waktu yang cukup lama. Tidak hanya Wu Jiao Xing, Bai Yue, Bai Ruo dan Zhang Rouruan sebenarnya merasakan hal yang sama, mereka khawatir dengan keadaan Mo Xian yang sedang melakukan tugas. Namun, mereka tidak bisa bertanya saat melihat gurunya sibuk menyalurkan energi spiritualnya untuk Mo Xian.
Tiga puluh menit kemudian, Mo Xian terbatuk dan memutahkan seteguk darah, membuat Wu Jiao Xing melompat ketakutan dan segera mendukungnya.
"Apa yang terjadi, kenapa kamu sampai muntah darah?" tanya Wu Jiao Xing yang sangat khawatir saat melihat kondisi Mo Xian begitu menyedihkan, air mata mengalir di pelupuk matanya, tangannya memegangi dadanya yang sakit dan sesak.
Mo Xian merasa tubuhnya sangat lemas, tapi rasa sakit dan sesak di dadanya tidak bisa membuatnya untuk tenang. Dia menangis dengan sangat menyedihkan. Wu Jiao Xing yang melihatnya menangis segera memeluknya dan mengelus punggungnya.
Wajah Wu Jiao Xing pucat pasi, dia sangat ketakutan karena ini adalah kali pertama dia melihat tuan mudanya terluka, kejadian di Embun Salju Ajaib bahkan tidak sampai seperti ini. Dia benar-benar mengutuk dirinya sendiri, dia seharusnya mencegah Mo Xian untuk melakukannya dan menggantikan posisinya.
Selain takut, Wu Jiao Xing sebenarnya juga sangat marah sampai hatinya mengeras dan sangat ingin memarahi Mo Xian karena selalu bertindak seenaknya sendiri dan tidak pernah meminta nasehatnya jika dia benar-benar menganggapnya sebagai kakak laki-lakinya. Namun, melihat Mo Xian menagis, hati Wu Jiao Xing luluh dan hanya bisa menenangkannya.
Bao Yu tidak langsung bertanya saat Mo Xian keluar dari dunia ingatan, Bai Yue dan Bai Ruo juga diam saja dan hanya menatap heran sementara Zhang Rouruan membantu Wu Jiao Xing menenangkan Mo Xian.
"Apa yang telah dia lihat?"
__ADS_1