Sang Penjaga : Pendekar Bulan

Sang Penjaga : Pendekar Bulan
Jalan Lain.


__ADS_3

Rombongan Chen Fen setidaknya berjumlah tiga belas orang, terhitung dari Chen Fen dan dua anaknya, dua pelayan laki-laki dan dua pelayan wanita, satu orang penunjuk arah dan tiga laki-laki berotot yang dibawa pria penunjuk arah, dan terakhir adalah Mo Xian serta Bai Yue, juga Xiao Hei yang sejak awal keberangkatan sudah menempatkan diri di atas atap kereta, mengawasi Mo Xian sementara waktu sebelum tidur.


Rombongan terus berjalan keluar dari kota Teratai Putih (Bai Lian) menuju ke hutan dan harus menyeberangi sungai. Namun, saat mereka harus menyeberangi sungai, jembatan yang mereka temui ternyata sedang dalam perbaikan, Mo Xian bertanya pada salah satu pekerja yang sedang memperbaiki jembatan apakah ada jalan lain yang bisa mereka lewati, warga itu memberi tahu kalau ada jembatan lain, tapi jaraknya cukup jauh dari tempat mereka berada. Dan jika mereka ingin menggunakan jalan ini, jembatan baru selesai diperbaiki setelah dua hari, pekerja itu juga menyarankan untuk menunggu selama dua hari ketimbang memaksa menggunakan jembatan lain, karena selain jauh, jembatan itu juga sudah lama tidak digunakan.


Mo Xian menatap Bai Yue. "Jembatan ini tidak ada di peta, tapi mereka bilang jembatan itu berada di sini." Mo Xian menunjuk gambar hutan di peta kulit domba miliknya.


Bai Yue nampak berpikir sejenak dan memperhatikan peta itu. Mereka memang belum pernah bepergian jauh sebelumnya, aktivitas mereka dilakukan di dalam kota Teratai Putih dan tidak pernah pergi keluar kota sebelumnya. Namun, guru mereka—Bao Yu—yang memberikan peta itu sebagai pegangan mereka agar tidak tersesat, sekarang karena jembatan satu-satunya tidak bisa dilewati, mereka merasa ragu untuk mengambil jalan lain.


Nyonya Chen Fen yang merasa keretanya berhenti terlalu lama membuka jendela keretanya dan melongok ke luar.


"Ada apa? Kenapa kita berhenti terlalu lama, jika kita terus seperti ini aku akan terlambat sampai ke rumah." Nyonya Chen Fen berkata dengan tidak senang.


Mo Xian segera menundukan kepalanya. "Maafkan aku, tapi jembatan sedang diperbaiki, dua hari lagi baru bisa dilewati, apa Nyonya ingin kembali ke penginapan dan menunggu sampai jembatan selesai diperbaiki?"


Alis Nyonya Chen Fen berkerut. "Menunggu dua hari, itu artinya aku akan sampai di rumah ayah mertuaku setelah tujuh hari, apa tidak ada jalan lain?"


Mo Xian segera menjawab. "Ada jalan lain, tapi itu tidak tertulis di dalam peta yang guru kami berikan, kami juga tidak terlalu paham dengan medan di sana ...."


"Kalau begitu ambil jalan itu, kenapa kalian masih menunggu. Jangan katakan kalian sedang mengulur waktu agar kami memberi uang lebih!"


Mo Xian tersenyum kecut, wanita ini sebenarnya apa yang dia bicarakan, andai dia tau kalau Mo Xian dan Bai Yue sebenarnya tidak menerima bayaran sama sekali untuk jasa mereka. Seluruh uang yang didapat dari misi akan masuk ke saku Master sekte Bai Lian sebagai tanda terima kasih Bao Yu kepada Master sekte Bai Lian karena telah membiarkannya membawa beberapa murid sekte Bai Lian. Bao Yu juga mengatakan untuk menganggap misi ini sebagai bagian dari latihan.


"Maafkan aku, Nyonya. Kami tidak bermaksud seperti itu, kami juga tidak akan menambah biaya jika Nyonya tinggal beberapa waktu lagi sampai jembatan selesai. Kami hanya khawatir tempat yang akan kita lewati keluar dari jalur yang seharusnya." Mo Xian menjelaskan dengan sabar.


Nyonya Chen Fen nampak berpikir, tapi dia tetap menunjukan wajah tidak sukanya sambil mengipasi wajahnya.


Namun, tiba-tiba Tuan Kong—pria yang disewa untuk menunjukan arah—mendekati mereka. Pria kurus itu menggosok tangannya dan tersenyum pada keduanya.

__ADS_1


"Maafkan aku, Nyonya Chen, Tuan Pembudidaya Abadi. Apa ada masalah, jika masalah kalian adalah jembatan yang rusak, kita bisa menggunakan jembatan lain seperti yang diberitahukan oleh warga."


Nyonya Chen Fen mengamati Tuan Kong dengan seksama. "Apa benar-benar ada jalan lain?"


Tuan Kong tersenyum dan menganggukan kepala.


"Bagus, kalau begitu kita akan ambil jalan itu. Semikin cepat kita berangkat semakin cepat kita sampai dan semakin sedikit uang yang harus aku keluarkan."


"Tapi, Nyonya Chen. Kami belum memastikan apakah tempat itu aman atau tidak. Salah satu pekerja mengatakan jembatan itu sudah tidak pernah dipakai selama empat puluh tahun."


Nyonya Chen mendengus kesal. "Siapa yang peduli, kau dibayar untuk melindungi kami. Apa kalian sekte Bai Lian hanya mencari jalan mudah untuk menghasilkan uang!"


Di sini kesabaran Mo Xian benar-benar diuji, bahkan ibu angkatanya—Li Zhou Ran yang cerewet tidak semenyebalkan wanita yang ada di hadapannya.


"Tuan Pembudidaya Abadi." Tuan Kong memanggil dengan sopan. "Tuan Pembudidaya Abadi tidak perlu khawatir tentang jalan itu, jalan itu aman, hanya saja karena jalur yang digunakan cukup jauh, para penduduk kota Teratai Putih memutuskan untuk membuat jalan yang lebih dekat dan meninggalkan jalan itu."


"Jalan itu sudah lama ditinggalkan, apa kau yakin jembatan yang ada di sana masih bisa dilewati rombongan?"


Bai Yue kemudian menatap Nyonya Chen dengan mata biru safirnya.


"Bahkan jika kita sampai di sana dan menemukan jembatan itu tidak bisa digunakan, kita sama saja sedang membuang waktu dan tenaga. Itu artinya Nyonya Chen harus membayar kami lebih dari apa yang ada di dalam perjanjian. Waktu kami juga berharga."


Nyonya Chen yang mendengarkan itu terkesiap hingga matanya membola, wajahnya berubah merah, ingin marah tapi satu katapun tidak bisa keluar dari mulutnya.


"Tuan Pembudidaya Abadi juga tidak perlu khawatir, aku sudah melakukan pemeriksaan sebelumnya. Dan kau bisa bertanya pada tiga anak buahku, aku berkata benar." Tuan Kong kemudian mengisyaratkan pada tiga pria berbadan kekar, tiga pria itu kemudian menganggukan kepala dan mengatakan kalau Tuan Kong tidak berbohong.


Bai Yue menatap dengan tatapan menyelidik pada Tuan Kong. "Kapan?"

__ADS_1


"Huh?" Tuan Kong tidak mengerti.


Mo Xian kemudian membenarkan ucapan Bai Yue. "Kapan Tuan Kong memeriksa tempat itu?"


Tuan Kong nampak tersadar dan mengerti, dia kemudian tersenyum sambil menggosok tangannya. "Satu minggu yang lalu, ada seseorang yang menggunakan jasaku, aku juga melewati jalan itu dan memeriksa tempat itu baik-baik saja dan bisa dilewati."


"Jika seperti itu, kenapa kau tidak mengatakannya dari tadi. Kalian benar-benar membuang-buang waktuku!" Nyonya Chen berkata tidak senang.


Tuan Kong kembali tersenyum. "Itu karena aku tidak ingin dianggap menipu jika aku mengatakan jembatan yang ada di sini sedang dalam masa perbaikan," katanya sambil menatap Mo Xian dan Bai Yue.


"Hmph! Kalau begitu tunggu apa lagi, segera berangkat!" Nyonya Cehen berkata dengan kasar dan menutup jendelanya.


Mo Xian menatap Tuan Kong menganggukan kepalanya sebelum berjalan ke depan dengan kudanya, memimpin rombongan. Mo Xian merasa pribadi Tuan Kong sedikit aneh.


"Apa kau merasa pria kurus itu sebenarnya memaksa kita untuk melewati jalan itu?" Bai Yue bertanya saat mereka mulai berjalan, mengikuti kereta dari belakang.


Mo Xian menatap heran. "Kau sebenarnya memiliki perasaan yang tajam."


Bai Yue menatap datar Mo Xian. "Kau pikir siapa orang-orang Embun Salju? Jangan meremehkan kami," ucapnya sebelum meningkatkan kecepatan kudanya, meninggalkan Mo Xian untuk berjaga di bagian belakang sementara Bai Yue menjaga bagian depan.


Mo Xian menghela napas, mengangkat wajahnya dan melihat Xiao Hei tengah menatapnya. Dia kemudian tersenyum mengenang masa lalu, jika dia bersama dengan Li Huan dan Li Zhou Ran dia yang akan berada di dalam kereta dan dikawal oleh orang lain.


Ngomong-ngomong, Mo Xian juga cukup mengkhawatirkan keadaan Wu Jiao Xing, Hari ini seharusnya menjadi hari Wu Jiao Xing dan lainnya menyelesaikan kultivasi tertutup mereka setelah tiga bulan. Mo Xian memikirkan bagaimana perkembangan mereka setelah tiga bulan berkultivasi, Bao Yu bilang kemungkinan energi spiritual mereka akan sempurna setelah menyelasaikan kultivasi tertutup mereka.


Hanya saja Mo Xian sedikit khawatir jika Wu Jiao Xing keluar dari kultivasi tertutup dan tidak melihat Mo Xian, Wu Jiao Xing mungkin akan marah-marah, karena tanggung jawab Wu Jiao Xing adalah mengawasinya. Mo Xian juga masih ingat bagaimana keras kepalanya Wu Jiao Xing menolak saat disuruh untuk masuk ke kultivasi tertutup. Bahkan Mo Xian dan Bao Yu sampai menjanjikan seribu kali kalau Mo Xian tidak akan kemana-mana, menunggu Wu Jiao Xing menyelesaikan kultivasi tertutupnya.


Namun, tidak ada yang bisa keduanya lakukan. Pada akhirnya Mo Xian tidak menepati janjinya dan harus pergi menyelesaikan misi, dan Wu Jiao Xing tidak punya pilihan lain untuk mulai belajar pada Bao Yu.

__ADS_1


__ADS_2