Sang Penjaga : Pendekar Bulan

Sang Penjaga : Pendekar Bulan
Siapa Mo Shan?


__ADS_3

Sejak kejadian kemarin, Li Huan dan Li Zhou Ran mengambil kesepakatan bersama untuk mengajari Mo Xian ilmu bela diri.


Awalnya, Li Huan berencana mengirim Mo Xian ke salah satu sekte terkemuka di benua Yuan Xing. Namun, Li Zhou Ran bersikeras menolaknya.


"Xian'er baru berusia sepuluh tahun, tidak akan aku biarkan putraku pergi kemana-mana. Kau pikir wanita hebat ini tidak bisa mengajarinya teknik bela diri? Aku lebih baik dari seluruh master sekte manapun."


"..."


Alasan Li Huan ingin memasukan Mo Xian ke dalam sekte di usia muda sebenarnya karena pada usia Mo Xian yang sekarang memang sudah sepantasnya masuk ke akademi bela diri untuk mendapatkan pengalaman dan teman. 


Namun, Li Huan bisa mengerti sikap istrinya yang keras kepala. Bagaimanapun, Mo Xian baru tinggal di keluarga Li selama lima tahun, istrinya mungkin sangat keberatan jika harus berpisah dengan putra kesayangannya. Jadi Li Huan memutuskan untuk memasukan Mo Xian di batas umur lima belas tahun. 


Sejak saat itu Mo Xian mulai berlatih bela diri, ilmu pengobatan dan racun. Hari-harinya yang santai biasa dihabiskan untuk membaca buku dan berkeliling kota sekarang lebih banyak digunakan untuk berlatih dan belajar.


Li Huan tidak hanya melatih Mo Xian secara pribadi, tapi juga melatih Wu Jiao Xing. Dia pikir, Wu Jiao Xing adalah satu-satunya orang yang dapat dipercaya untuk melindungi Mo Xian, jadi dia perlu meningkatkan kemampuan Wu Jiao Xing.


Selain Li Huan, Li Zhou Ran juga ikut andil dalam mendidik Mo Xian dalam hal pengobatan dan racun. Mo Xian dibuat kagum dengan pengetahuan yang dimiliki Li Zhou Ran, dia tidak pernah tahu bahwa wanita yang suka mengomel itu ternyata sangat berpengetahuan luas.


Hampir setiap hari waktu Mo Xian digunakan untuk berlatih meningkatkan kemampuan bela diri hingga dia tidak bisa keluar untuk jalan-jalan, itu sedikit membuatnya sedih karena sudah sebulan ini dia tidak mendengarkan dongeng.


Mo Xian menghela napas. Wu Jiao Xing yang duduk di sebelahnya sambil mengelap pedang menatap Mo Xian yang sedang berbaring terlihat sangat lesu.


"Ada apa?"


"Aku ingin pergi keluar, tapi seluruh tubuhku pegal-pegal. Ayah melatihku terlalu keras ...." Mo Xian merintih.


Wu Jiao Xing menghela napas dan tidak ingin menjawab keluhan Mo Xian. Anak ini sebenarnya sangat bersemangat saat pertama kali berlatih, tapi setelah beberapa waktu dia mulai mengeluh dengan latihan yang berat, setelah mengeluh seperti itu Mo Xian biasanya akan jatuh tertidur.


"Jika kamu berlatih dengan sungguh-sungguh, rasa sakit yang kau dapatkan tidak akan sebanding dengan apa yang kau hasilkan," ucap Wu Jiao Xing masih fokus mengelap pedang hitam miliknya.


Mo Xian menoleh. "Aku bersungguh-sungguh. Hanya saja apa latihan bela diri memang seperti ini, bangun di pagi buta dan berlatih hingga siang hari, istirahat sebentar dan berlatih lagi hingga malam hari."


Wu Jiao Xing kembali menghela napas. "Jika kau tahu apa yang dilakukan murid-murid di perguruan bela diri, kau akan mati berdiri."


Mo Xian menatap dengan tidak percaya.


"Apa latihan mereka lebih keras dari ini?"

__ADS_1


Wu Jiao Xing tidak menjawab.


"Ayah dan ibu masih menganggapku lemah," keluh Mo Xian.


"Itu karena mereka tahu kamu akan mengeluh. Jadi mereka memberikan latihan sesuai dengan porsimu," ucap Wu Jiao Xing, menyarungkan pedangnya. "Ini juga bagus, anggap saja ini sebagai latihan mental sebelum kau masuk perguruan bela diri."


Mo Xian mengerutkan bibirnya. Dia sadar dirinya selalu dimanjakan dan mulai menjadi anak yang sedikit manja. Memikirkan kata-kata Wu Jiao Xing, semangat Mo Xian kembali terbakar. Dia tidak boleh malas dan banyak mengeluh.


*****


Hari ini baik Li Huan dan Li Zhou Ran pergi untuk menemui seseorang dan tidak bisa melatih Mo Xian. Jadi yang bertugas melatih Mo Xian beralih pada Wu Jiao Xing.


Keduanya berlatih hingga sore. Saat awal berlatih bela diri, Li Huan mengajarkan banyak gerakan dengan tangan kosong dan senjata, dan saat menggunakan senjata, Mo Xian lebih suka menggunakan pedang yang ramping karena lebih ringan. 


Awalnya, Mo Xian pikir dia akan segera berlatih kultivasi dan sudah membayangkan bisa mempelajari ilmu meringankan tubuh dan menggunakan kekuatan ajaib seperti mengeluarkan angin dari kipas seperti Li Zhou Ran. 


Namun, hingga satu bulan berlalu. Li Huan hanya mengajarinya teknik dasar ilmu bela diri yang tidak ada bedanya seperti yang Mo Xian lihat di film-film kungfu.


Mo Xian bertanya kenapa dia tidak dilatih ilmu meringankan tubuh pada Wu Jiao Xing dan dia mengatakan kalau dasar ilmu bela diri adalah pelemasan tubuh agar tubuh tidak kaku saat bertarung, mudah bergerak dan gesit saat menghindar. Tentang kenapa Mo Xian belum diajari berkultivasi, itu karena Li Huan memiliki alasan sendiri yang bahkan Wu Jiao Xing tidak diberi tahu.


"Tubuh Xian'er dipenuhi dengan energi spiritual yang sangat baik. Aliran energi spiritual di dalam tubuhnya berjalan sangat lancar bahkan tidak berubah sejak lima tahun lalu," ucap Li Huan pada istrinya.


"Mm, Xian'er masih sangat muda, tapi inti energi spiritualnya sudah terbentuk dengan sempurna. Aku hampir tidak percaya saat kau mengatakan itu padaku, seseorang biasanya membutuhkan waktu hingga puluhan tahun berkultivasi siang dan malam, melatih tubuh, membentuk inti energi spiritualnya perlahan-lahan. Tapi, Xian'er ... aku pikir ini berhubungan dengan apa yang dia makan di dalam hutan terlarang. Xian'er pernah mengatakan kalau dia suka memakan buah di hutan terlarang," ucap Li Zhou Ran. 


Li Huan mengangguk, "Itu benar. Selain itu, hutan terlarang adalah tempat yang dipenuhi dengan energi spiritual."


"Mm, Xian'er juga pernah mengatakan kalau dia selalu makan ubi rebus dan sayur rebus di hutan terlarang. Xian'er bilang Mo Shan tidak bisa memasak dan hanya bisa merebus atau membakar makanan. Saat mendengarkan ceritanya aku merasa iba, anak sekecil itu hanya diberi makan rebusan setiap hari, dia pasti sangat bosan hingga dia sangat menyukai buah-buahan." Li Zhou Ran menatap suaminya.


"Sekarang saat dipikirkan lagi, bukankah orang yang bernama Mo Shan itu sebenarnya sedang mempersiapkan tubuh Xian'er agar menjadi sebaik ini?" tanyanya.


Li Huan mengangguk. "Mo Shan, siapapun orang ini, dia merencanakan sesuatu untuk masa depan Xian'er. Tubuh yang selalu diberi makanan bersih dari hutan terlarang yang ajaib dan dipenuhi energi spiritual. Semua tanaman dan buah-buahan di sana memiliki keajaiban masing-masing. Buah-buahan itu pasti memiliki andil dengan kondisinya sekarang."


Li Zhou Ran menatap suaminya dengan tajam. "Apa kau belum mendapatkan informasi apapun tentang orang yang bernama Mo Shan ini?"


Li Huan mengalihkan pandangannya ke luar jendala dan menatap burung-burung yang terbang di sekitar pohon.


"Mo Shan, orang ini bahkan setelah lima tahun aku mencari informasi tentangnya, aku tidak mendapatkan apa-apa." Li Huan tersenyum kecut. "Ini adalah pertama kalinya bagi Aliansi Merak untuk gagal mendapatkan informasi, ini membuatku malu pada mendiang guru."

__ADS_1


Li Zhou Ran menghela napas dan mengulurkan tangannya, meraih tangan suaminya.


"Tidak apa, kau telah berusaha sebisa mu. Sekarang yang aku khawatirkan bukan hanya masa lalu Xian'er yang belum jelas, sampai sekarang aku masih takut bahwa suatu hari orang yang bernama Mo Shan akan datang untuk mengambilnya dariku." Kelopak mata Li Zou Ran jatuh, suaranya yang sedikit bergetar membuat Li Huan segera datang ke sisinya untuk memeluknya.


"Mo Xian'er putra kita, dia dikirim Dewa untuk kita, selamanya akan menjadi kebanggaan kita dan tidak akan ke mana-mana," ucap Li Huan sambil mengusap pucuk kepala istrinya.


Li Zhou Ran mulai menangis, mengangguk. "Setiap hari, aku selalu berdoa agar Dewa memberiku seorang anak. Saat kau membawa Xian'er padaku aku sangat bahagia. Tapi setiap hari aku juga merasa takut Xian'er akan pergi. Sekarang aku semakin takut Xian'er benar-benar pergi karena aku tidak bisa melindunginya."


Li Huan mengusap-usap punggung istrinya yang bergetar, membiarkannya menangis. Sampai seseorang mengetuk pintu dan Li Huan menyuruh orang itu untuk masuk.


Seorang pria dengan tubuh tinggi memberi hormat padanya. Li Huan hanya menatapnya dan masih mengusap punggung istrinya yang masih menangis.


"Maafkan aku, Tuan. Simbol mantra yang ada pada topeng itu, kami masih tidak bisa menemukan informasi apapun tentang itu."


Li Huan menghela napas saat mendengar berita mengecewakan itu.


"Apa itu tidak ada dalam catatan kuno dari sekte manapun? Sekte sesat, sekte iblis?" tanya Li Zhou Ran tiba-tiba dengan wajah penuh air mata.


Orang itu menggelengkan kepala.


"Kami benar-benar tidak menemukan catatan apapun tentang mantra itu. Kami mengira itu jenis mantra yang baru diciptakan."


Li Zhou Ran sangat kecewa dengan jawaban itu dan hanya bisa melarikan diri ke dalam pelukan suaminya.


"Lalu bagaimana dengan orang yang bernama Mo Shan?"


Pria itu kembali menunduk dan Li Huan sudah tahu jawabannya, kemudian menyuruh pria itu pergi setelah mengucapkan terima kasih.


"Mo Shan, siapa sebenarnya dia?"


1398 Kata.


26 agustus 2020.


03 September 2020.


Hai, terima kasih sudah membaca. Jika kamu suka dengan cerita ini, ayo dukung Author dengan Like, Komen, Vote dan Rate bintang 5 🌟

__ADS_1


Sekali lagi terima kasih (๑・ω-)~🌟”


__ADS_2