
Bai Xue berhasil menemukan Bai Yue dan Bai Ruo di tengah pertempuran dan melihat bagaimana kondisi Bai Ruo yang terluka parah, tapi masih bertarung seperti orang gila sementara Bai Yue sibuk melindungi Bai Ruo dari serangan lawan.
Mereka berdua hanya berhenti bertarung setelah Bai Xue berteriak memanggil nama mereka dengan lantang, saat itulah pada akhirnya kesadaran Bai Ruo hilang seolah tali yang selama ini dia pegang telah putus dan membuatnya ambruk ke tanah.
Melihat itu, Bai Yue sangat khawatir, dia segera memeriksa keadaan adik laki-lakinya dengan tangan gemetar saat melihat seberapa banyak luka yang telah diterima oleh adik laki-lakinya.
Seluruh tubuhnya dipenuhi luka bekas sayatan pedang dan tusukan senjata lawan!
Sangat menyedihkan!
Namun, tidak ada waktu untuknya bersedih mengasihani nasib adik laki-lakinya. Suara seorang wanita dengan tajam masuk ke lubang telinganya.
"Di mana Mo Xian?"
______________________________
Li Zhou Ran dengan perasaan yang begitu kacau berjalan mengikuti Bai Yue yang menggendong Bai Ruo di punggungnya menuju desa Air Biru.
Dia sangat tidak sabar untuk segera melihat putra yang sangat dia rindukan selama dua tahun terakhir, tiada hari di hari Li Zhoran yang tidak dia gunakan untuk merindukan putranya.
Dia juga sangat khawatir saat mendengar bahwa putranya terluka dan sudah berhari-hari tidak sadarkan diri. Li Zhouran benar-benar sangat ingin membunuh siapa saja yang berani menyakiti putra kesayangannya dan mendesak Bai Yue untuk mengatakan yang sebenarnya.
Namun, pemuda berambut putih dan bermata biru itu hanya mengatakan akan menjelaskannya nanti, karena dia ingin mengobati luka Bai Ruo terlebih dulu dan membawanya ke tempat yang aman.
Tempat dimana Mo Xian berada.
Li Zhouran sangat tidak sabar untuk melihat putranya, tapi dia tidak berani mendesak Bai Yue untuk berjalan lebih cepat saat melihat bagaimana kondisi anak itu sebenarnya tidak lebih baik dari anak yang ada di punggungnya.
Tubuhnya dipenuhi darah merah segar dan itu membuat Li Zhouran memikirkan bagaimana kondisi Mo Xian.
Apakah Mo Xian juga terluka seperti ini?
Li Zhouran menatap tajam Li Huan yang tidak berkutik di depannya, menunjukan rasa bersalahnya.
"Bagaimana Mo Xian bisa terluka, bisakah kau jawab aku?" Li Zhou Ran tidak memiliki kesabaran lagi saat mereka sampai di mulut gua.
__ADS_1
Bai Yue masih tidak menjawabnya, anak itu dengan tenang memimpin orang-orang memasuki gua.
Bai Xue melihat bagaimana Li Zhouran sangat tidak sabar dan berkata. "Kenapa kita tidak membahas ini nanti, orangku sedang terluka."
Dia mengatakan itu agar Li Zhouran berhenti menekan Bai Yue dengan pertanyaan yang terlontar dari mulutnya, Bai Yue juga mengalami luka parah, tapi dia dengan keras kepala menolak untuk dipapah dan tidak membiarkan orang lain membawa Bai Ruo, dengan keras kepala menggendong Bai Ruo di punggungnya.
"Kenapa, dia memiliki mulut untuk berbicara, bahkan saat berjalan seperti ini pun seharusnya dia bisa berbicara." Li Zhouran masih keras kepala. "Aku hanya ingin tahu bagaimana ini bisa terjadi dan dimana Wu Jiao Xing, dia tidak melindungi putraku dengan benar."
Li Zhouran dengan tajam menatap suaminya, menyalahkannya dengan jelas.
"Tolong tarik kembali kata-kata Anda."
Tiba-tiba Bai Yue berhenti berjalan dan menatap tajam Li Zhouran hingga matanya memerah.
Li Zhouran menatap wajah pucat seputih salju itu dengan perasaan aneh, ini pertama kalinya dia merasakan hal seperti itu. Sebelumnya dia tidak merasakan apa-apa saat musuh-musuhnya menatapnya dengan tatapan tajam penuh kebencian dan rasa ingin membunuh. Namun, tatapan Bai Yue berbeda dari tatapan yang sering dia dapat, seolah-olah tatapan itu masuk lebih dalam ke dalam hatinya dan membakarnya dengan sedikit rasa putus asa yang bocor.
Namun, Li Zhouran terkenal keras kepala dan berani. Dia segera menjadi normal dan berkata. "Apa yang ingin kau tarik dari kata-kataku?" Li Zhouran bertanya pada Bai Yue sebelum menatap suaminya dan berkata, "Sejak awal dia memang tidak berguna dan tidak layak untuk menjadi penjaga putraku, jika saja putraku tidak sangat menyukai Wu Jiao Xing aku pasti sudah lama membuangnya dan mencari-"
Tuk!
Sebuah benda kecil jatuh tepat di pipi Li Zhouran yang putih, mengotorinya dengan warna darah yang merah.
Lemparan Bai Ruo sangat lemah dan sama sekali tidak meninggalkan rasa sakit, itu mungkin kerikil yang dipegang Bai Ruo secara tidak sadar dan menggunakannya untuk melempar wajah Li Zhouran.
"Tarik kembali kata-kata busukmu." Bai Ruo berkata dengan susah payah sebelum melanjutkan, "Putramulah yang tidak pantas dilindungi olehnya, putramu membawa semua bencana ini dan penderitaan ini, bahkan guru dan Wu Jiao Xing harus mengorbankan nyawa mereka untuk sampah tidak berguna itu."
Ucapan Bai Ruo mungkin sangat lirih, tapi semua orang dapat dengan jelas mendengarkan ucapan Bai Ruo yang segera memuntahkan seteguk darah setelah dia selesai berbicara, membuat semua orang terkejut dan ketakutan.
Bai Yue sangat khawatir dan meminta Bai Ruo untuk berhenti berbicara, Bai Xue memeriksa keadaannya dan memberinya pil ajaib untuk menyembuhkan luka Bai Ruo untuk yang kedua kalinya. Namun, Bai Ruo dengan arogan meludahkannya bersama darah yang lain tepat di depan Li Zhouran dan Li Huan yang masih tercengang.
"Kalian membesarkan pembawa kehancuran bagi tanah ini, apa kalian buta, hah? Apa kalian tidak melihat betapa kacaunya di luar. Karena dia semua ini terjadi, karena dia guru dan Wu Jiao Xing mati, dan karena dia lebih banyak orang yang mati, hahahahahaha."
Bai Ruo tertawa seolah itu adalah satu-satunya cara yang bisa dia lakukan untuk menghina dua orang tua yang sangat membagakan putranya setelah dia sadar bahwa dia mulai kesulitan berbicara.
Bai Yue tidak ingin membuang lebih banyak waktu dan ingin segera membawa adiknya untuk beristirahat, dengan begitu dia mempercepat langkahnya menuju pintu masuk desa Air Biru, meninggalkan Li Zhouran dan Li Huan yang masih tercengang dengan wajah pucat pasi.
__ADS_1
Entah apa yang dipikirkan dua orang itu, Bai Yue tidak peduli.
"Mo Xian menghilang?"
Zhang Rouran menganggukan kepalanya dengan rasa bersalah, sama sekali tidak menyangka bahwa Mo Xian akan pergi meninggalkan desa tanpa diketahui olehnya.
"Bagaimana itu bisa terjadi, kalian bilang putraku tidak sadarkan diri dan sedang terluka, bagaimana dia bisa menghilang? Apa tidak ada yang bertugas untuk mengawasi dan melindunginya?" Li Zhouran mendesak.
Zhang Rouran ketakutan dan kesulitan untuk menjawab, tapi Nyonya Zhang segera membawa putrinya ke dalam pelukannya dan menatap Li Zhoruan.
"Di luar perang besar sedang terjadi, kami keluarga Zhang tidak bisa berdiam diri bersembunyi di dalam lingkungan yang aman dan membiarkan orang-orang yang berjuang demi tanah ini mati begitu saja," ucap Nyonya Zhang mulai menjelaskan. "Kami sangat sibuk membawa dan mengobati mereka yang terluka dan meninggalkan mereka untuk menolong yang lain lagi, keadaan putrimu saat itu sudah baik-baik saja, jadi aku meminta putriku untuk membantuku mengobati orang-orang yang terluka."
Li Zhouran merasa tidak puas dengan jawaban itu dan akan membalasnya saat Nyonya Zhang dengan cepat menghentikannya.
"Tolong jangan salahkan kami di dalam kondisi yang sangat kacau seperti ini, semua orang sibuk demi hidup mereka dan hidup orang lain, kami menyediakan tempat untuk menampung orang-orang yang terluka, tapi kami tidak bisa menemani dan menjaga seseorang selama dua puluh empat jam, ada bayak orang yang harus kami rawat, tapi aku benar-benar minta maaf atas hilangnya putrimu, kalian orang-orang hebat dari benua Yuan Xing pasti akan dengan mudah menemukannya."
Li Zhouran akan berbicara saat tiba-tiba Li Huan menarik tangannya.
"Laogong!"
Li Huan menggelengkan kepalanya, meminta istrinya untuk berhenti menyalahkan orang lain dan memintanya untuk hanya menyalahkan Li Huan atas apa yang telah terjadi.
Nyonya Zhang benar, semua orang tengah berjuang untuk hidup mereka dan hidup orang lain, mereka sangat sibuk di dalam kekacauan ini dan dapat dimengerti bahwa tidak ada yang menyadari kepergian Mo Xian.
"Apa kau yakin bahwa Mo Xian tidak diculik oleh musuh?" tanya Bai Yue dengan cara lemah lembut.
Zhang Rouran menggelengkan kepalanya. "Saat aku akan memeriksa keadaannya siang ini, kamar Mo Xian sudah kosong, pedang Mo Xian juga hilang. Mo Xian pergi atas keinginannya sendiri."
Jawaban itu mengecewakan semua orang.
"Apa menurutmu dia pergi ke medan pertempuran?" tanya Bai Yue.
Zhang Rouran menggelengkan kepalanya.
"Seseorang melihatnya pergi menuju arah lain dari pintu keluar gua ini. Itu seperti jalan yang menuju pintu belakang, Mo Xian sepertinya keluar melalui pintu itu dan ayahku sedang mencarinya sekarang."
__ADS_1
Tidak menunggu lama, Li Zhou Ran dan Li Huan bergegas menuju tempat yang ditunjuk Zhang Rouran, tapi tidak menyadari bahwa setelah kepergian mereka Zhang Rouruan kehilangan kesadarannya dengan wajah pucat, seolah seluruh darahnya hilang, kelelahan.
Li Zhou Ran dan dan Li Huan bergegas keluar dari gua, di belakangnya Bai Xue mengikuti seperti anak ayam yang dipenuhi rasa ingin tahu.