Sang Penjaga : Pendekar Bulan

Sang Penjaga : Pendekar Bulan
Perguruan Hutan Bambu.


__ADS_3

Mo Xian dan Wu Jiao Xing bertemu dengan Nyonya Hu setelah beberapa hantu dan binatang iblis wanita menggoda keduanya dengan mengatakan kalau mereka tidak akan memberi tahu dimana Nyonya Hu berada jika mereka tidak mau menghabiskan malam bersama dengan wanita-wanita penghuni Rumah Keindahan Dunia.


"Umur kalian sudah cukup, apa kalian benar-benar tidak ingin mencoba, hmm?"


"Oh, apa kalian tidak suka wanita cantik?" tanya salah satu dari mereka.


Yang lain melirik. "Kalian benar-benar tidak tergoda saat melihat kami yang begitu cantik dengan daging berisi di sini?" tanya wanita itu membusungkan dadanya.


Yang di sebelahnya menggelengkan kepalanya. "Aiya, apa kalian berdua jenis orang yang memakan sesama jenisnya?"


Saat itu wajah Wu Jiao Xing dan Mo Xian sudah sehitam pantat panci. Dan apa itu jenis orang yang suka memakan sesama jenisnya. Sementara itu, wanita-wanita itu begitu menikmati reaksi yang diberikan oleh Wu Jiao Xing dan Mo Xian hingga terkikik bersama-sama, sebelum mengantar mereka ke tempat Nyonya Hu berada, setelah puas menggoda mereka.


"Aku masih belum mendapatkan apapun, hantu-hantu itu sangat sulit untuk dihadapi," kata Nyonya Hu saat ketiganya duduk di satu ruangan.


"Rata-rata dari mereka mengaku pernah mendengar dan melihat mantra itu, tapi tidak ada dari mereka yang benar-benar menerimanya dari si pembuat mantra."


"Lalu, apa Nyonya Hu tahu untuk apa mantra itu?" tanya Mo Xian.

__ADS_1


Nyonya Hu menggelengkan kepalanya. "Hantu-hantu yang ada disini hanya mengatakan mereka telah mendengar ada mantra yang disebar dikalangan hantu, tapi mereka mengatakan mereka tidak tahu fungsinya. Hanya ada desas-desus bahwa mantra itu sangat berguna bagi golongan hantu."


Mo Xian menurunkan bulu matanya, kembali kecewa dengan apa yang dia dengar. Namun, Nyonya Hu berjanji akan membantunya lagi dan meminta Mo Xian untuk tidak terlalu memikirakannya. Bagaimanapun, masalah ini sebenarnya adalah masalah Aliansi Merak yang itu artinya adalah masalah Li Huan.


Nyonya Hu mengatakan bahwa ayah dan ibunya bukanlah orang biasa yang akan dengan mudah ditumbangkan musuh. Jadi masalah ini pasti akan segera diselesaikan oleh orang tuanya. Namun, entah kenapa Mo Xian masih merasa tidak tenang.


"Kenapa wajahmu sedih seperti itu. Aku katakan, kehebatan ayah dan ibumu benar-benar mengagumkan. Mereka lebih dari mampu untuk mengatasi hal ini. Jadi berhentilah untuk mengkhawatirkannya. Dari pada itu, kenapa kau dan temanmu tidak bersenang-senang di sini. Ada banyak hal yang bisa dilakukan dan ada banyak gadis cantik yang menunggu di sini."


Mo Xian tersenyum lemah, menggelengkan kepalanya. "Tidak, terima kasih. Aku akan kembali kalau begitu. Selanjutnya aku masih harus merepotkan Nyonya Hu untuk masalah ini."


Nyonya Hu melambaikan tangannya. "Itu bukan masalah yang berarti, mengingat hubungan klan rubah dengan Aliansi Merak, aku pasti akan membantumu."


Setelah itu Mo Xian dan Wu Jiao Xing kembali ke rumah dan menghadap Bao Yu.


Saat Mo Xian menceritakan apa yang dia dengar dari Nyonya Hu, Bao Yu tidak bereaksi untuk beberapa saat. Pria tua itu, mengelus jenggotnya cukup lama sambil menutup matanya. Kadang, Mo Xian dapat melihat Bao Yu alis Bao Yu bertaut dan mendengar Bao Yu menghela napas panjang sebelum berkata.


"Mantra ini ... benar-benar membuat pikiranku tidak tenang."

__ADS_1


Mo Xian dan Wu Jiao Xing terkesiap sebelum saling pandang.


"Guru ... apa mantra ini berbahaya?"


Bao Yu menghela napas. "Aku masih belum bisa mengatakan ini berbahaya atau tidak. Tapi ini terus mengganggu pikiranku sejak kau membawanya ke mari."


"Roh jahat yang kau bawa kembali juga sangat sulit untuk diambil jawabannya. Ini semakin membuatku merasa ada hal yang tidak beres dengan mantra ini."


"Xiao Xian, Xiao Xing, sepertinya aku tidak bisa mengabaikan mantra ini dan harus pergi ke perguruan Hutan Bambu untuk menemui temanku di sana."


Mo Xian berkedip, meremas bajunya dia bertanya, "Guru ... apa itu tempat yang jauh?"


Bao Yu mengangguk. "Mm, itu tempat yang jauh. Itu berada di bagian selatan benua Xin Yue, perguruan Hutan Bambu bisa dibilang hanya sebuah sekte kecil, tapi di tempat itu terdapat kuil yang menyimpan gulungan-gulunga kuno dari ribuan tahun yang lalu. Aku ingin memeriksa sendiri dan memastikan tentang mantra ini."


"Lalu ... apa Guru akan pergi untuk waktu yang lama?" tanya Wu Jiao Xing.


Bao Yu kembali mengangguk. "Mm, ini akan memakan waktu yang lama, karena itu aku juga ingin mengajak kalian bersamaku agar latihan kalian bisa tetap berjalan."

__ADS_1


—————————


__ADS_2