
(Gambar hanya pemanis, kebetulan aja nemu yang mirip sama deskripsi Xue Lu saat berselancar di dunia internet.)
Selamat membaca.
Bai Xue mengatakan untuk bertemu dengan gadis itu akan sedikit sulit. Namun, kenyataannya saat Bai Xue mengajak mereka ke kuil, gadis itu tengah duduk manis, menatap ke luar jendela yang menghadap ke kolam sambil menghisap tembakau dari pipa rokok yang panjang.
Bai Xue mengatakan bahwa kemungkinan yang dilihat Mo Xian adalah Xue Lu. Saat mendengar perkataan Bai Xue, baik Li Huan, Li Zhou Ran, dan Wang Xueshi terkejut, hampir tidak percaya.
Mereka tahu, Xue Lu adalah Macan tutul ajaib yang menghuni kuil bersama seorang penatua Embun Salju. Namun, kucing besar itu hampir tidak pernah menampakkan bentuk manusianya dan tidak pernah berinteraksi dengan orang-orang yang berkunjung ke kuil. Hampir setiap hari waktu Xue Lu digunakan untuk bermeditasi menemani penatua Embun Salju yang kini telah pergi.
Sekarang mereka melihat sendiri bagaimana bentuk Xue Lu dengan bentuk manusianya. Itu berbeda dari penjelasan Mo Xian, Xue Lu jelas bukan seorang gadis kecil, dia seorang wanita yang telah dewasa dengan rambut diikat ke atas, bermata biru dengan bibir merah yang tersenyum menyambut kedatangan mereka.
"Lama tidak bertemu, Bai Xue. Nampaknya ada banyak hal telah berubah di sini," ucapnya sambil mengetuk pipa rokoknya.
Bibir Bai Xue berkedut. "Sepuluh tahun kau tidak pernah kembali ke tempat ini, tapi saat semua ini terjadi kau tiba-tiba ada di sini. Apa kau tahu sesuatu, Xue Lu?" tanya Bai Xue langsung ke akarnya.
Saat melihat Xue Lu berada di kuil, Bai Xue bisa memastikan bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Macan tutul itu, sebelumnya mengatakan dengan mulutnya sendiri bahwa dia tidak akan kembali ke kuil sejak kematian penatua Embun Salju. Sejak saat itu, keberadaannya seperti ditelan oleh bumi, tapi sekarang dia benar-benar muncul di sini. Untuk, Tuan Muda Mo?
"Sudah lama tidak bertemu, apa kau tidak ingin menanyakan kabarku? Aku sedikit kecewa," ucapnya dengan nada sarkas. "Tapi memang ada hal penting yang ingin aku sampaikan." Xue Lu berkata sambil melihat Li Huan dan Li Zhou Ran.
"Katakan, apa kau tahu sesuatu tentang orang-orang yang menyerang putraku?" tanya Li Zhou Ran dengan tidak sabar dan langsung duduk di depan Xue Lu.
Xue Lu tersenyum. "Aku tidak tahu siapa yang sedang mencoba menyerang putra kalian, tapi mungkin dia tahu."
Mata Li Zhou Ran membola, dia tanpa sadar langsung menoleh pada suaminya yang juga terkejut. Sementara Bai Xue dan Wang Xueshi hanya bisa menatap bingung, tidak mengerti dengan apa yang sedang mereka bicarakan. Namun, Li Huan dan Li Zhou Ran tahu betul siapa yang Xue Lu maksud.
Mo Shan.
__ADS_1
Mo Shan masih hidup?
"Apa maksudmu? Jangan permainkan kami, apa kau ingin mengatakan kalau di-" Li Zhou Ran akan memuntahkan kalimatnya, tapi segera dipotong oleh Xue Lu.
"Yang terbaik bagi putra kalian saat ini adalah diturunkan ke benua Xin Yue."
Semua orang yang ada di ruangan itu terkejut. Kenapa Xue Lu tiba-tiba menyuruh mereka untuk menurunkan Mo Xian ke benua Xin Yue. Mereka sama sekali tidak bisa memahami apa yang ingin disampaikan Xue Lu.
Benua Xin Yue adalah benua yang terletak di bawah benua Yuan Xing, untuk mencapai benua Xin Yue, seseorang harus menggunakan terowongan spasial dan itu cukup beresiko karena orang yang diturunkan ke Xin Yue atau naik ke Yuan Xing mungkin saja mati karena serangan yang terjadi di terowongan, mereka bisa saja mati tercabik-cabik di dalam terowongan jika mereka tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk membuat penghalang.
Perbedaan benua Yuan Xing dan Xin Yue terletak pada orang-orangnya. Bisa dikatakan orang-orang Xin Yue lebih lemah dari orang-orang Yuan Xing, tapi bukan tidak mungkin jika di benua Xin Yue juga memiliki orang hebat. Beberapa orang dari benua Yuan Xing juga memilih hidup di benua Xin Yue karena mereka bisa menjadi lebih unggul di sana atau mereka hanya mencari ketenangan di Xin Yue.
"Kenapa harus diturunkan ke benua Xin Yue, apa ini ada hubungannya dengan orang yang sedang mencoba untuk menyerang Aliansi Merak?" tanya Bai Xue.
Xue Lu memainkan pipa rokoknya. Dia tersenyum manis dan menawan.
"Aliansi Merak mungkin kuat, tapi target mereka adalah putra kalian," ucap Xue Lu sambil menatap Li Huan. "Hal seperti ini akan terus terjadi di masa depan, apa kalian yakin bisa melindunginya?" ucapnya sambil menatap lurus pada Li Huan, seolah sedang mencari sesuatu.
Ada misteri besar yang Li Huan tidak tahu tentang asal-usul Mo Xian. Namun, Li Huan sudah masuk terlalu dalam dan sekarang Mo Xian adalah putranya, putranya yang sangat dicintai, bagaimana mungkin dia menyerah.
Namun, di dalam hati kecilnya Li Huan tahu sesuatu yang tidak beres sedang terjadi. Sesuatu yang menakutkan sedang mencoba untuk membebaskan diri dari belenggunya dan muncul ke dunia. Mereka sedang bersiap-siap, tapi Li Huan masih tidak bisa mengerti apa hubungan semua itu dengan Mo Xian.
Yang pertama kali harus dilakukan Li Huan adalah mengetahui asal-usul Mo Xian. Namun, yang lebih penting dari itu adalah keselamatan Mo Xian, yang bahkan dengan semua kekuatannya dan kekuatan Aliansi Merak, dalam diri Li Huan ada lubang besar ketakutan dan ketidak mampuan yang dapat dia rasakan.
Mo Shan, Mo Shan, setiap kali nama itu muncul di kepalanya, tubuhnya akan menjadi dingin dan pikirannya menjadi kacau. Li Huan harus mengetahui latar belakang orang ini tapi tidak bisa. Dia sangat kecewa pada dirinya sendiri.
Terlalu banyak hal yang tidak dia ketahui!
"Kenapa Anda menyarankan kami untuk menurunkan putra kami?" tanya Li Huan dengan sopan.
__ADS_1
Li Zhou Ran menatap tidak percaya pada suaminya. "Laogong! Apa yang kau katakan. Kau ingin membuang putra kita?" ucap Li Zhou Ran marah.
Li Huan tidak menanggapi, dia menunggu jawaban Xue Lu.
Xue Lu mengetuk pipa rokoknya yang panjang. Nampak berbikir sejenak sebelum memandang Li Huan, tersenyum.
"Tuan Li Huan lebih tahu apa jawabannya," ucap Xue Lu sebelum tiba-tiba berubah menjadi macan tutul salju.
"Hanya itu yang ingin aku sampaikan, selanjutnya semua keputusan ada di tangan kalian," ucapnya sebelum melompat keluar jendela dan berlari menuju pegunungan.
Li Zhou Ran hendak mengejar Xue Lu, tapi Li Huan berhasil menahannya.
"Laogong! jangan hentikan aku! Biarkan aku mengejarnya. Kucing besar itu tahu sesuatu tentang orang-orang yang menyerang putra kita, apa kau tidak ingin tahu!" teriak Li Zhou Ran marah, mencoba melepaskan pergelangan tangannya.
Li Huan tidak mengindahkan keinginan istrinya, dia sama sekali tidak melonggarkan pegangannya. Wajahnya redup. "Kita tidak bisa melakukan apa-apa," ucapnya sedih.
"Yang dikatakan Xue Lu benar. Kita ...," Li Huan menatap wajah istrinya yang kecewa padanya, dia benar-benar merasa sangat bersalah pada istrinya. "Aku tidak yakin aku bisa melindunginya."
Li Zhou Ran terhenti dan menatap tidak percaya dan kecewa, air mata mengalir di pipinya dan perlahan pegangan Li Huan melonggar. Li Zhou Ran segera menampar Li Huan di depan semua orang.
"Kau! benar-benar mengecewakan!" ucap Li Zhou Ran sebelum berlari keluar dari kuil, meninggalkan Li Huan dengan rasa bersalahnya.
Itu benar, pendekar level Kaisar yang disebut-sebut sebagai tingkat tertinggi di benua Yuan Xing ketakutan. Dia takut, jika dia gagal melindungi putranya. Dia takut Aliansi Merak yang telah dibangun selama ratusan tahun oleh gurunya hancur. Karena dia tahu, di atas level Kaisar masih ada level Alam Suci dan Alam Immortal yang sampai saat ini masih belum muncul, atau dia yang tidak tahu.
Li Huan benar-benar ketakutan bahwa suatu hari dia akan melihat lagi bagaimana orang yang sangat dicintai dan disayangi mati di depan matanya seperti dia melihat kematian orang tuanya karena dia tidak memiliki kemampuan dan kesempatan untuk mengubahnya.
1250 Kata.
13 September 2020.
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca ~♥~