
Sejak Li Yixin menginjak umur lima tahun, Mo Shan yang tidak pernah menetap di satu tempat tiba-tiba memutuskan untuk tinggal di sebuah gubuk kecil yang terletak di tengah-tengah hutan untuk waktu yang lama.
Setidaknya sudah lima bulan sejak mereka menemukan gubuk reyot di tengah-tengah hutan yang sepertinya bekas peninggalan para pemburu. Mo Shan memperbaiki gubuk itu seadanya, menambal dinding berlubang di sana sini dan menambahkan atap dari daun ilalang kering.
Mo Shan juga mulai menanam beberapa sayuran di sekitar gubuk, berburu binatang hutan dan menangkap ikan untuk kebutuhan sehari-hari. Sementara Li Yixin, Li Yixin kecil bertugas membersihkan gubuk dan memungut buah liar di hutan.
"Mo Shan-Xiansheng, aku akan pergi mencari buah," ucap Li Yixin pada laki-laki yang sedang berbaring di atas kursi panjang di depan rumah. Mo Shan sudah berbaring di sana sejak pagi dan ini sudah hampir siang hari, tapi tidak ada tanda-tanda laki-laki itu akan bangkit dari tidurnya selain mengganti posisi tidurnya dari miring ke kanan, ke kiri dan tengkurap.
Mo Shan menatap Li Yixin dengan malas sebelum mengangguk dan mengatakan kalau dia tidak boleh berjalan terlalu jauh.
Li Yixin mengangguk, setelah mendapatkan izin dia segera membawa Xiao Hei--kucing hitam yang dia temukan di hutan--untuk menemaninya mencari buah.
Sebelum pergi, Li Yixin sekali lagi menatap Mo Shan yang sekarang tidur terlentang sambil menopang kaki di antara kaki yang lain.
Sudah lima tahun Li Yixin tinggal bersama Mo Shan, tapi dia sama sekali tidak tahu latar belakang orang itu. Orang itu begitu misterius.
Mo Shan tidak pernah bekerja atau berdagang, tapi dia tidak pernah kesulitan dengan uang. Semahal apapun penginapan, makanan, barang dan keperluan untuk hidup, Mo Shan selalu bisa membayarnya.
Sampai sekarang Li Yixin masih beranggapan bahwa Mo Shan mungkin seorang tuan muda atau pangeran yang kabur seperti yang pernah dia baca di novel-novel fantasi.
Li Yixin juga tidak pernah menyangka bahwa transmigrasi ke dunia lain itu benar-benar ada. Saat dirinya yang dikepung kobaran api saat itu, dia mengira bahwa masa depannya sudah tamat dan kisah hidupnya berakhir begitu saja di umur yang masih terbilang muda. Dia bahkan belum sempat duduk di bangku universitas yang sangat dia inginkan, apalagi menggapai mimpi-mimpinya.
Namun, sekarang dia hidup lagi di dunia yang asing dan kuno. Dia tidak tahu dia ingin menjadi apa di dunia ini, bagaimanapun Li Yixin bukanlah orang yang berambisi, baginya menjalani kehidupan yang berkecukupan dan bersama dengan orang-orang yang dia sayangi itu sudah cukup. Bahkan, di masa lalu, cita-citanya hanya ingin menjadi seorang guru anak di desanya, dia sama sekali tidak menyangka bahwa kepergiannya untuk menuntut ilmu justru menjadi akhir dari impian yang tidak akan pernah terwujud.
Sekarang, Li Yixin sudah cukup bersyukur bahwa dia kembali hidup di dunia ini, bertemu dengan Mo Shan yang menolong dan merawatnya. Dia akan memikirkan apa yang ingin dia lakukan sejalan dengan berjalannya waktu. Lagi pula, sekarang dia hanya anak berusia lima tahun yang tinggal di hutan. Apa yang bisa dia lakukan di hutan?
__ADS_1
Li Yixin berhenti berjalan saat dia menemukan sungai yang biasa digunakan Mo Shan untuk menangkap ikan. Sungai itu tidak terlalu dalam, berbatu dan memiliki air yang jernih. Di pinggiran sungai ada beberapa tumbuhan buah berry liar, dan tidak jauh dari tempat itu juga terdapat banyak pohon buah seperti buah aprikot dan buah persik.
Li Yixin melepas Xiao Hei tanpa takut kucing hitam manis itu akan melarikan diri, karena sejak dia menemukan kucing itu di hutan, Xiao Hei sudah jinak dan akan mengikuti Li Yixin ke mana-mana.
Li Yixin mulai memetik beberapa buah berry dan memasukkannya ke dalam kantong kain lusuh yang dia bawa dari gubuk. Selain memasukan buah ke dalam kantung dia juga akan memasukan buah kecil berwarna hitam itu ke dalam mulutnya dan menikmati cita rasa manis yang menyebar di mulutnya.
Pagi ini Li Yixin memakan ubi bakar yang mereka gunakan untuk makan malam kemarin karena Mo Shan sepertinya sedang malas dan tidak ingin melakukan apapun selain tidur sepanjang hari. Li Yixin sudah tidak heran dengan perilaku Mo Shan yang seperti ini, dia sudah melihat Mo Shan bermalas-malasan hampir setiap hari. Namun, laki-laki itu tidak pernah lupa bahwa ada anak kecil yang harus diberi makan.
Jadi Li Yixin tidak perlu khawatir walaupun Mo Shan bermalas-malasan, saat dia pulang nanti, makan siang sudah disiapkan meskipun masakan Mo Shan sangat sederhana. Jika bukan ubi bakar, sayur rebus dan ikan bakar, maka itu akan menjadi ubi rebus, sayur rebus dan ayam bakar atau binatang buruan lain seperti kelinci. Kadang, Li Yixin berharap agar dia bisa cepat tumbuh dan bisa memasak sesuatu yang lebih baik karena dia sudah sangat bosan dengan hidangan Mo Shan.
Satu-satunya hal yang bisa dia lakukan untuk mengatasi rasa bosan dengan masakan Mo Shan adalah dengan buah-buahan, karena itu Li Yixin akan pergi setiap hari untuk mencari buah bersama Xiao Hei.
Namun, kali ini sesuatu yang berbeda dari hari biasanya telah terjadi, Li Yixin tanpa sengaja mendengar suara dentuman keras dari arah selatan. Suaranya begitu keras, bahkan tanah tempatnya berdiri bergoyang seolah itu gempa bumi dan angin kencang menerpa tubuh mungilnya hingga terpental beberapa meter jauhnya.
Li Yixin penasaran dengan apa yang terjadi, tapi dia sadar bahawa dia hanya manusia lemah, jadi dia tidak ingin memeriksa apa yang sedang terjadi. Dia takut, sesuatu yang buruk mungkin telah terjadi di selatan, dan benar saja saat dia menoleh ke belakang, dia melihat binatang raksasa yang berbentuk seperti singa berbulu hitam dan memiliki tanduk yang entah muncul dari mana mengaum dengan keras.
Li Yixin belum pernah melihat binatang raksasa seumur hidupnya bahkan setelah dia hidup di dunia yang baru.
Li Yixin tahu jiwanya telah ditransmigrasikan ke dunia yang kuno dan ajaib. Namun, hanya satu kali dia melihat pertarungan yang terjadi di depan matanya sendiri, dan itu adalah hari pertama dia masuk ke dunia ini.
Selama tinggal dengan Mo Shan, Li Yixin tidak pernah melihat pertarungan dan pertumpahan darah lagi. Jadi dia juga tidak tahu bahwa di dunia ini ada jenis makhluk raksasa yang sangat mengerikan seperti ini.
Makhluk itu mengaum ke atas langit dan suaranya begitu keras. Li Yixin menutupi telinganya, takut gendang telinga akan pecah. Saat makhluk itu berhenti mengaum, Li Yixin mengambil kesempatan untuk lari lagi, tapi setelah itu dia mendengar suara dentuman keras di atas langit.
Li Yixin menatap ke atas dan melihat adan sosok manusia di atas sana. Li Yixin menatap dengan tidak percaya, ada manusia melayang di atas langit di dunia ini. Dunia ini jelas bukan dunia yang normal seperti bumi.
__ADS_1
Sosok itu nampak tidak terlalu jelas bagi Li Yixin, tapi Li Yixin dapat melihat sosok itu sedang bertarung melawan makhluk raksaksa berbentuk singa dengan tanduk naga itu.
Sosok itu beberapa kali melayangkan serangan yang benar-benar ajaib di mata Li Yixin, dari pedang yang dipegang orang itu muncul cahaya biru yang berulang kali menyerang makhluk itu, dan makhluk itu akan memberikan serangan balasan dengan auman, cakaran dan semburan api yang muncul dari mulutnya.
Li Yixin yang sejak awal tidak ingin melihat apa yang sedang terjadi karena takut terlibat masalah, sekarang justru harus terlibat saat pertarungan mereka semakin dekat dengannya.
Makhluk itu sepertinya sudah tersudut dan hampir di ambang kekalahan saat orang itu berhasil melukai mata kanannya yang membuatnya terhuyung-huyung sebelum hampir jatuh menimpa Li Yixin yang sudah berubah menjadi patung batu karena ketakutan.
Beruntung orang itu dengan sigap menyadari bahwa ada sosok kecil di sana yang jelas akan mati jika tertimpa tubuh raksasa itu.
Li Yixin tersadar saat dia dibawa oleh seorang pria yang keadaannya tidak lebih baik dari makhluk raksasa yang dia lawan. Mulutnya terus mengeluarkan darah dan mata kirinya juga terluka seperti yang makhluk itu dapatkan.
Pria itu menurunkan Li Yixin di tanah dan menatapnya dengan seksama kondisi Li Yixin sebelum mengalihkan pandangannya pada makhluk singa bertanduk naga itu kini mulai menyusut ukurannya dan berubah menjadi manusia.
Makhluk itu berubah menjadi sosok pria berpakaian hitam senada dengan rambutnya yang hitam legam. Terhuyung-huyung pria itu mencoba untuk berdiri tegak sambil menatap pria berbaju putih yang bersama dengan Li Yixin.
Pria berbaju hitam memegangi mata kanannya yang terus mengeluarkan darah, dia tersenyum sinis.
"Mata dibayar mata. Li Huan, kau benar-benar bedebah! Akan aku bayar semua yang telah kamu lakukan padaku di masa depan!" teriaknya sebelum menghilang begitu saja.
Li Yixin yang mendengar perkataannya segera menatap pria yang juga terluka matanya terdiam melihat pria berjubah hitam menghilang di depan matanya.
"Bukankah semuanya sudah impas? Apa maksud orang itu karena pria ini melukai mata kanannya dan dia ingin mengambil mata kanan pria ini juga?"
Li Yixin tidak bisa mengerti cara berpikir orang-orang di dunia ini.
__ADS_1