Sang Penjaga : Pendekar Bulan

Sang Penjaga : Pendekar Bulan
Benua Xin Yue, Dua orang tidak terduga.


__ADS_3

Dua hari setelah Mo Xian diturunkan ke benua Xin Yue bersama Wu Jiao Xing di sebuah penginapan.


Surat yang tergeletak di atas meja hanya bertuliskan tentang permintaan maaf Li Huan yang tidak bisa melindungi Mo Xian dan janji Li Huan untuk mengambil Mo Xian setelah lima tahun. Di surat itu juga terselip sebuah cincin, Li Huan menulis sebuah keterangan tentang cincin itu adalah cincin dimensi yang menyimpan segala kebutuhan Mo Xian di benua Xin Yue seperti uang dan pakaian.


Mo Xian mengusap kalung pemberian Li Zhou Ran. Kalung itu sederhana dengan sebuah bandul berwarna merah delima, ini mengingatkan Mo Xian pada kalung yang dibuang Mo Shan saat itu, tapi tentu saja kedua kalungnya berbeda karena bandul yang dipakainya berukuran lebih kecil dari sebelumnya.


Li Zhou Ran menjelaskan kalau batu merah delima yang menjadi bandul kalungnya disebut batu memori, batu itu bisa memperlihatkan pada sang pemilik kalung gambar-gambar kenangan tentangnya bersama keluarganya. Saat Mo Xian melihat sendiri bagaimana batu itu bekerja dan memperlihatkan kenangannya bersama Li Huan dan Li Zhou Ran, bahkan kenangan saat dirinya masih berusia lima tahun juga bisa dilihat di batu itu.


Mo Xian merasa sangat kagum dengan batu mungil merah delima itu, itu mirip seperti teknologi moderen layaknya kartu memori dalam ponsel yang bisa menyimpan gambar dan video. Jaman ini sebenarnya tidak kuno tapi ajaib!


"Jika kau sudah siap, hari ini kita berangkat." Wu Jiao Xing mengingatkan.


Mo Xian yang sedari tadi memikirkan hal-hal yang tidak penting menoleh.


Li Huan bilang, saat mereka sampai di benua Xin Yue, mereka harus mendaftar ke sebuah sekte yang bernama sekte Bai Lian. Li Huan berkata itu adalah sekte yang cukup dihormati di benua Xin Yue dengan beberapa master yang sudah diakui oleh benua Yuan Xing.


"Mm, aku sudah siap," ucap Mo Xian sambil bangkit dari tempat duduk dan menghampiri Wu Jiao Xing, merangkulnya.


"Tapi, Gege. Aku ingin sarapan lebih dulu," ucap Mo Xian sebelum membuka pintu dan berlari menuruni tangga.


Wu Jiao Xing mengehela napas panjang seperti biasa sebelum mengikuti Mo Xian keluar dari kamar.


Keduanya sekarang berada di lantai dua dan menemukan tempat duduk yang cukup bagus. Namun, keduanya tidak menyangka akan bertemu dengan dua orang yang sama sekali tidak mereka bayangkan sebelumnya.


Itu Bai Yue dan Bai Ruo, keduanya bahkan sekarang duduk di meja yang sama dengan Mo Xian dan Wu Jiao Xing, dan suasana meja mereka benar-benar canggung, bahkan sampai membuat pelayan yang melayani juga merasa tidak enak.


"Apa yang sebenarnya kalian lakukan di sini?" tanya Wu Jiao Xing pada akhirnya.


Bai Yue bersikap tenang, berbeda saat berada di dalam arena, Mo Xian melihat Bai Yue seperti bunga teratai putih yang sangat elegan dan menawan, berbeda sekali dengan saat berada di arena yang membuatnya mirip dengan kucing besar yang sedang mengamuk marah karena makanannya diambil binatang lain.


"Menertawakan kalian yang dibuang ke Xin Yue, tentu saja," jawab Bai Ruo.

__ADS_1


Mo Xian melihat anak yang lebih muda dari Bai Yue itu ternyata tidak terlalu berbeda dengan saat di atas arena. Pribadinya yang sombong dan suka merendahkan.


Otot di dahi Wu Jiao Xing menonjol keluar karena kesal. Namun, Wu Jiao Xing masih bisa menahan emosi setelah menarik napas panjang.


"Benarkah, lalu kalau begitu kami juga akan memberikan ucapan selamat pada kalian karena kalian juga dibuang ke Xin Yue." Wu Jiao Xing berkata sebelum tersenyum sinis, menghina dan merendahkan, membuat Bai Ruo mematahkan sumpitnya.


Sementara itu, wajah Mo Xian menggelap. Perkataan Wu Jiao Xing benar-benar menusuk hati.


"Siapa yang bilang kami dibuang?" Bai Ruo bertanya marah.


Wu Jiao Xing terkekeh. "Bukankah itu sudah jelas," ucapnya. "Kalian sudah ada di sini, memangnya untuk apa lagi?" Wu Jiao Xin melihat wajah Bai Ruo yang menggelap.


"Katakan saja kalau kalian dibuang oleh Tuan Bai Xue, karena kalian berdua kalah telak di depan wajahnya."


"K-kau!" Bai Ruo hampir tidak bisa menahan amarahnya, tangannya sudah menunjuk Wu Jiao Xing sementara Wu Jiao Xing terlihat senang sambil meminum tehnya, tidak peduli.


Sementara itu Mo Xian mencoba untuk memberi isyarat pada Wu Jiao Xing untuk berhenti, tapi sebaliknya Wu Jiao Xing juga tidak peduli padanya.


Bai Yue menatap Wu Jiao Xing dengan mata biru safirnya yang dingin.


"Jangan hiraukan mereka, kita di sini untuk melakukan tugas. Orang yang hampir mati karena tidak bisa bertahan dalam pertarungan seharusnya tidak mengganggumu," ucap Bai Yue sebelum menyesap tehnya.


Kali ini Wu Jiao Xing yang tersulut emosinya, tapi dia juga tidak bisa berbuat apa-apa karena dia ingat siapa yang menolongnya dan hanya bisa menahan amarahnya dengan wajah segelap pantat panci.


Mo Xian menghela napas, setidaknya ini akan berakhir karena meja kembali tenang dan masuk ke dalam suasana canggung.


Selesai makan, Mo Xian keluar bersama Wu Jiao Xing. Namun, mereka juga tidak menyangka kalau Bai Yue dan Bai Ruo sebenarnya juga mengikuti mereka.


Wu Jiao Xing yang seperti sudah ditembak mati dengan ucapan Bai Yue mencoba untuk mengangabaikan mereka sambil berpangku tangan dan membuang muka.


"Sebenarnya apa yang kalian lakukan di sini, dan kenapa kalian mengikuti kami?" tanya Mo Xian pada akhirnya tidak bisa mengerti dan ingin tahu alasan mereka berada di benua Xin Yue.

__ADS_1


Bai Yue menatapnya setelah menangkap mulut Bai Ruo yang hendak mengomel, memuntahkan kata-kata kasar.


"Untuk membalaskan kekalahan kami," jawabnya membuat Mo Xian terkesiap dan Wu Jiao Xing menoleh untuk menatapnya.


"Untuk kekalahan kami di arena, kami akan mengungguli kalian di benua Xin Yue. Jangan harap kalian bisa mengungguli kami di sini."


Mo Xian tidak tahu harus berkata apa, dia tidak pernah ingin memiliki musuh sebelumnya. Sebaliknya Wu Jiao Xing terkekeh.


"Kita lihat saja, di sini kami juga akan mengalahkan kalian lagi."


Bai Ruo akhirnya bebas dari tangan Bai Yue dan segera menggertak. "Hah! Kita lihat saja nanti, akan aku buat kau bersujud mencium kakiku!"


Wu Jiao Xing membalas. "Hmm, anak kecil, kau tidak memiliki kesempatan!"


"Siapa yang kau sebut anak kecil!" Bai Ruo berkata dengan marah sambil menunjuk Wu Jiao Xing. "Umur kita hanya selisih satu tahun dan itu tidak akan menghentikanku untuk menjadi lebih kuat darimu, aku pasti akan mengalahkanmu di masa depan!"


Wu Jiao Xing tersenyum sinis. "Bermimpilah!" ucapnya sebelum berjalan pergi meninggalkan Bai Ruo yang mengomel.


Mo Xian yang melihat Wu Jiao Xing pergi segera membungkukkan badannya, berpamitan pada Bai Yue dan Bai Ruo sebelum pergi menyusul Wu Jiao Xing.


"Gege, seharunya Gege menjaga kata-katamu, mereka telah menolong kita sebelumnya," ucap Mo Xian.


Wu Jiao Xing melipat tangan di dada. "Akan aku balas jasa mereka di masa depan, tapi mengalah pada mereka. Mustahil!"


Mo Xian hanya bisa menggelengkan kepalanya.


1090 Kata.


17 September 2020.


Terima kasih sudah membaca :)

__ADS_1


__ADS_2