Sang Penjaga : Pendekar Bulan

Sang Penjaga : Pendekar Bulan
Mo Shan-Xiansheng.


__ADS_3

Saat mereka keluar dari gua, pemandangan berbeda ditemui oleh Li Huan, Li Zhou Ran dan Bai Xue. Tidak ada pertarungan yang terjadi di tempat itu, sebaliknya mereka justru berada di tengah-tengah pasar yang ramai dengan hiruk pikuk orang-orang yang sibuk dengan kesibukan mereka masing-masing.


Anak-anak dengan ceria berlari di jalanan mengejar mainan mereka, para pedagang berteriak menawarkan barang dagangannya, para pembeli sibuk menawar, anjing menggonggong, ayam berkokok, pemgemis mengiba meminta belas kasih dan para wanita tertawa saat bercengkrama.


Pemandangan itu membuat ketiganya segera sadar bahwa sesuatu yang salah telah terjadi dan akan kembali masuk ke dalam gua hanya untuk menemukan gua itu telah hilang karena entah bagaimana mereka bisa berada di tengah-tengah pasar!


"Laogong, bagaimana ini mungkin, aku belum mengalami hal seperti ini sebelumnya." Li Zhou Ran menatap curiga ke sekitar.


Ba Xue memperhatikan cukup lama ke sekeliling, bahkan mencoba membeli tanghulu dan memakannya, membuat suami istri itu menatap tajam ke arahnya.


"Apa?" Bai Xue bertanya. "Ini asli dan rasanya enak."


Mm, Bai Xue hanya ingin memastikan bahwa keduanya tidak dijebak ke dalam alam ilusi dan alam mimpi yang dibuat oleh orang tidak bertanggung jawab yang memiliki niat jahat.


Namun, bagaimana cara mereka mejelaskan kejadian itu.


"Pasar ini sangat tenang, itu artinya tempat ini berada jauh dari medan pertempuran," ucap Li Huan.


Li Zhou Ran mengangguk. "Aku harap Mo Xian juga ada di sini, kita harus segera menemukannya."


Li Huan mengangguk, mereka kemudian berpencar tanpa memedulikan Bai Xue yang masih menikmati tanghulunya.


Cukup lama mereka mecari, tapi saat mereka kembali bertemu di pintu keluar pasar, mereka masih tidak dapat menemukan Mo Xian.


"Apa menurutmu Xian'er tidak ada di sini?" Li Zhou Ran mulai putus asa hingga dia tidak dapat menahannya lagi, dia jatuh terpuruk di atas tanah dan menangis.


Li Huan dengan sabar membawanya ke dalam pelukannya meski dalam praktiknya dia didorong berkali-kali sebelum akhirnya Li Zhou Ran mau menangis di dalam pelukannya.


"Putraku yang malang, Xian'er putraku."


Li Zhou Ran memukul dada suaminya berkali-kali dan Li Huan menerimanya dengan lapang dada.


"Ini semua salahmu, ini semua salahmu!"


Li Huan menganggukkan kepalanya sambil mengusap punggung Li Zhou Ran.


"Mm, ini salahku, ini salahku, maafkan aku, maafkan aku."


Bai Xue menghela napas, membiarkan dua orang itu sebelum kembali memperhatikan sekitar dan membaca nama "Sarang Walet" di papan gerbang pasar.


Saat Li Zhou Ran mulai sedikit tenang, Bai Xue bertanya. "Kau sudah berada di level Alam Suci, apa kau tidak merasakan hal yang aneh di tempat ini?"


Li Huan menggelengkan kepalanya, memahami maksud pertanyaan Bai Xue, sebagai orang yang sudah memiliki level tinggi, Li Huan akan dengan mudah menyadari kejanggalan yang terjadi.


"Aku tidak merasakan ada hal aneh saat keluar dari gua."


Sebenarnya hal itu juga yang membuat Li Huan meragukan kemampuannya sendiri, kejadian yang menimpa mereka sudah pasti kejadian yang tidak biasa dimana mereka dibawa dari satu tempat ke tempat lain hanya dengan melewati pintu, itu sama saja dengan saat mereka menggunakan terowongan spasial untuk berpindah dari benua Yuan Xing ke benua Xin Yue.


Namun, perjalanan mereka pasti akan memakan beberapa waktu dan menempatkan mereka di dalam ruang gelap yang menghubungkan dua tempat untuk memendekkan jarak dua tempat itu.


Mengingatnya, Li Huan tiba-tiba tersadar bahawa mereka juga melewati jalan yang gelap di gua sebelum menemukan jalan keluar. Itu artinya seseorang telah memasang terowongan spasial untuk mereka tanpa disadari oleh Li Huan.

__ADS_1


Li Huan dengan kasar meninju tiang gerbang pasar hingga gerbang itu roboh dan menakuti semua orang. Li Huan sangat marah, benar-benar marah karena dia sudah berada di Level Alam Suci dan masih bisa masuk ke dalam jebakan orang lain.


"Apa yang terjadi?" Bai Xue bertanya sementara Li Zhou Ran menatapnya.


"Seseorang yang berada di level yang lebih tinggi dariku dengan sengaja membawa kita ke tempat ini."


Li Zhou Ran tidak bisa mempercayainya. "Apa maksudmu?"


"Seseorang dengan sengaja membawa kita ke tempat ini, karena level orang itu lebih tinggi dari level suamimu, dia berhasil membuat suamimu tidak menyadari adanya kajanggalan saat melewati gua." Bai Xue menjelaskan dan kembali melihat ke sekeliling.


"Tempat ini, aku belum pernah melihatnya sebelumnya, apakah ini di benua Yuan Xing atau Xin Yue aku tidak tahu."


Perasaan Li Zhou Ran semakin kacau dan tidak karuan, dengan putus asa mencengkram kerah baju suaminya dan mempertanyakan nasib putranya.


"Aku juga belum pernah mengetahui tempat ini, tapi itu artinya kita masih berada di benua Xin Yue, karena jika itu benua Yuan Xing, mustahil aku tidak mengetahuinya." Li Huan menjelaskan ditengah-tengah pukulan yang dijatuhkan oleh Li Zhou Ran di dadanya.


"Aku harap Xian'er juga berada di sini, aku harus bergegas mencarinya."


Namun, hingga hari berubah menjadi malam dan pasar itu kosong dan orang-orang memadamkan lampu mereka untuk tidur, Li Huan dan Li Zhou Ran masih tidak bisa menemukan Mo Xian, bahkan saat mereka memperluas area pencarian mereka hingga ke hutan dan di pinggiran sungai mereka masih tidak bisa menemukan Mo Xian.


"Kita harus kembali ke tempat Bai Yue berada dan mencari Xian'er di sana." Li Zhou Ran tidak tahan lagi, dia kemudian menggambar formasi pemendek jarak menuju tempat Bai Yue berada, berharap bahwa Mo Xian sebenarnya masih berada di desa Air Biru.


Li Huan dan Bai Xue, keduanya masih merasa ada yang aneh dengan tempat mereka berada. Bagaimanapun juga seseorang dengan sengaja mengarahkan mereka ke tempat itu dengan sengaja, tapi tidak ada tanda-tanda keberadaan orang itu, dan tidak ada tanda-tanda bahwa orang itu akan melakukan sesuatu yang buruk pada mereka.


Lalu untuk apa orang itu mengarahkan mereka ke tempat itu?


"Aiya!"


Saat Li Zhou Ran sibuk membuat formasi pemendek jarak, terdengar suara seseorang dari balik semak-semak dan pepohonan.


Pemuda itu tampak sangat kesal, menepuk-nepuk pakaiannya yang terlihat tidak murah dengan tangan dan kipas lipatnya.


"Aku tidak menyangka menangkap kelinci akan menjadi sesulit ini." Pemuda itu mengeluh saat menghapus kotoran dari tangannya dan berhenti berbicara saat melihat kelompok Li Huan.


Melihat tiga orang asing di tengah hutan pada malam hari, pemuda itu tidak takut dan justru mengembangkan senyum.


"Ah, Tuan dan Nyonya ini sedang apa malam-malam begini di dalam hutan?" tanya Pemuda itu.


Li Zhou Ran yang awalnya memperhatikan menjadi tidak peduli dan melanjutkan membuat formasi pemendek jarak agar dia bisa segera sampai ke desa Air Biru secepatnya.


Li Huan juga tidak berbicara, dia segera membantu istrinya.


"Lalu kau sendiri sedang apa sendirian di tengah hutan malam-malam seperti ini?" Sebaliknya Bai Xue bertanya karena merasa pemuda itu sedikit menarik, sendirian di tengah hutan pada malam hari, pemuda itu jelas bukan orang biasa. Namun, saat melihatnya dengan lebih baik, sebenarnya Bai Xue tidak bisa merasakan kekuatan apapun yang datang dari pemuda itu, perasaan yang diterima Bai Xue saat berhadapan dengan pemuda itu seperti saat dia berhadapan dengan manusia biasa.


Pemuda itu tertawa ceria dan membuka kipasnya, mengipasi wajahnya yang cerah. "Ah, aku sedang jalan-lalan dan mencari makan."


Jawaban itu sama sekali tidak masuk akal, jalan-jalan di hutan sendirian dan mencari makan, Bai Xue menebak orang ini sepertinya putra saudagar kaya yang tersesat. Bai Xue kemudian tidak ingin bertanya atau berurusan dengan pemuda itu lagi, sepenuhnya mengabaikannya.


Namun, pemuda itu terlihat sangat penasaran dengan apa yang sedang dikerjakan oleh Li Huan dan Li Zhou Ran, tanpa malu-malu berjalan mendekat untuk melihat dan mengamati.


"Apa kalian sedang mencoba membuat mantra di sini?"

__ADS_1


Mereka mengabaikannya.


Pemuda itu tidak kesal dan marah karena diabaikan, sebaliknya dia kembali bertanya.


"Tuan dan Nyonya, apa salah satu dari kalian ada yang memiliki makanan? Bisakah kalian berbagi denganku sedikit? Aku kelaparan."


Mendengar pemuda itu mengeluh karena lapar, Li Huan berhenti membantu istrinya dan mengeluarkan beberapa gula-gula dari sakunya dan memberikannya pada pemuda itu.


Di sisi lain, Bai Xue mencibir. "Kau selalu memiliki hati yang lembut."


Li Huan tidak menanggapinya, dia melakukan apa yang harus dia lakukan, melihat orang lain kelaparan mengingatkan dirinya di masa lalu yang kesulitan mencari makan, bahkan yang lebih buruk sebenarnya Li Huan teringat dengan Mo Xian.


Apa putranya sudah makan?


Apa dia baik-baik saja dimanapun dia berada sekarang?


Dia hanya berharap bahwa gula-gula yang dia berikan kepada pemuda itu akan dilihat oleh Dewa dan Dewa akan membalas kebaikannya dengan menjaga Mo Xian dimanapun dia berada.


"Mm, dia sudah makan dan dia baik-baik saja. Kalian tidak perlu khawatir."


Tiba-tiba pemuda itu berbicara setelah menelan gula-gula pemberian Li Huan, membuat Li Huan dan Li Zhou Ran tercengang dan tidak bisa untuk tidak meraih kerah pemuda itu, memaksanya untuk berbicara.


"Apa maksudmu?" tanya Li Zhou Ran.


Pemuda yang ditarik kerahnya itu tersenyum tenang. "Bukankah kau tidak percaya pada peramal?" tanyanya.


Li Zhou Ran semakin tidak mengerti dan tidak sabar, dengan marah menarik lebih erat kerah baju pemuda itu, tapi pemuda itu masih terlihat sangat tenang.


"Apa maksudmu!" Li Zhouran mendesak.


Pemuda itu kembali tersenyum dan menepuk tangan Li Zhou Ran dengan kipasnya, memberi isyarat untuk Li Zhou Ran agar dia melepaskan genggamannya. Namun, Li Zhou Ran tidak mengindahkannya, dia tidak akan melepaskannya sebelum mendapat jawaban.


Li Huan yang melihat tindakan pemuda itu segera mencoba menenangkan istrinya dan memintanya untuk melepaskan pemuda itu, akhirnya dengan enggan Li Zhou Ran melepaskannya.


Pemuda itu merapikan kembali bajunya dengan sangat tenang sebelum menatap mereka bertiga secara bergantian dan tersenyum misterius.


"Nyonya tidak percaya pada orang yang bisa mengintip masa depan, bukan?" tanya pemuda itu.


Li Zhou Ran tentu akan menjawab, "Orang-orang yang mengaku dirinya sebagai peramal adalah penipu yang mencari uang untuk hidup mereka."


Namun, Li Huan tidak membiarkan Li Zhou Ran berbicara dengan mendahuluinya lebih dulu. "Apa Anda seorang peramal? Lalu benarkah ucapan Anda bahwa dia baik-baik saja?"


Pemuda itu tersenyum malas, mengipasi wajahnya.


"Dunia ini sangat sempit dan manusia tidak bisa lari dari takdir yang sudah ditulis, meskipun kejam seseorang dipaksa untuk menerimanya kecuali jika dia berusaha dia akan menemukan jalan yang berbeda. Percayalah pada kata-kataku, anak kalian akan baik-baik saja, yang harus kalian khawatirkan saat ini adalah diri kalian sendiri."


Mendengar ucapan pemuda itu Li Zhou Ran semakin tidak sabar dan marah, ucapan pemuda itu benar-benar tidak bisa dimengerti olehnya, dan membuatnya ingin memukulinya. Namun, itu berbeda dengan Li Huan, entah kenapa Li Huan merasakan perasaan yang sama saat dia kecil dulu, peramal yang dia temui waktu itu mengatakan kebenaran yang akan terjadi di masa depan, mengingatnya Li Huan tidak bisa untuk tidak bertanya.


"Tuan, siapa kau sebenarnya?" tanya Li Huan saat menyadari bahwa pemuda yang ada di depannya sebenarnya memiliki wajah yang sama dengan peramal yang dia temui di masa lalu.


Pemuda itu tersenyum, dengan anggun membuka kipasnya untuk kemudian menatap bulan sebelum menatap Li Huan dengan senyuman secerah bulan purnama dan menjawab.

__ADS_1


"Siapa Aku? Putri kalian memanggilku Mo Shan-Xiansheng."


Musim satu selesai di sini, terima kasih sudah membaca :)


__ADS_2