Sang Penjaga : Pendekar Bulan

Sang Penjaga : Pendekar Bulan
Mo Xian Dan Bai Yue 2


__ADS_3

Mo Xian tidak ada henti-hentinya mengutuk di dalam hati. Dia telah diperingatkan untuk tidak mengungkapkan kekuatannya yang sebenarnya tentang inti energi spiritual yang telah sempurna dan dirinya yang telah masuk ke level Langit tingkat lima, tujuh tingkat lebih tinggi dari Wu Jiao Xing yang masih di level Bumi tingkat lima.


Li Huan dan Li Zhou Ran melarang Mo Xian untuk menampilkan kemampuannya di depan umum karena mereka berdua takut sesuatu yang buruk terjadi dan Li Zhou Ran tidak suka orang yang sombong meskipun dia suka menyanjung dirinya sendiri, tapi Li Zhou Ran ingin Mo Xian menjadi seperti Li Huan yang tetap rendah hati yang bahkan setelah dikenal menjadi pemimpin Aliansi Merak, tidak banyak yang tahu bahwa Li Huan sebenarnya telah masuk ke tingkat Kaisar. Karena itu Luo Chen bisa dengan berani menghina Mo Xian di depan Li Huan dan Li Zhou Ran dan mencari masalah dengan mereka.


Namun, serangan mendadak dari Bai Yue benar-benar berbahaya, lawannya ini sebenarnya ingin membunuhnya di tempat, tentu saja Mo Xian harus membela diri, terlebih lagi saat dia melihat ternyata orang yang menjadi lawannya itu telah berhasil masuk ke level Langit tingkat satu. Jika Mo Xian menekan kekuatannya, dia pasti akan terluka parah. Karena itu, Mo Xian terpaksa mengungkapkan jati dirinya di depan umum meski dia tahu itu salah.


Di sisi lain Bai Yue mulai menyerang dengan pedang yang sudah dilapisi es berwarna biru, menandakan bahwa Bai Yue memiliki kemampuan untuk menggunakan elemen air sebagai kekuatan dasarnya. 


Sementara itu Mo Xian mengambil posisi bertahan dengan pedang, meski seluruh tubuhnya sudah dialiri energi spiritual elemen api, Mo Xian mencoba untuk tidak gegabah. 


Mo Xian berhasil mempertahankan diri dan menghindar, dia kemudian mempraktekkan jurus tarian pedang milik Li Zhou Ran saat melihat gerakan Bai Yue yang agresif. Jurus tarian pedang ternyata sangat efektif untuk memblokir semua serangan Bai Yue dan bahkan berhasil membuat Bai Yue bingung dengan gerakannya yang cepat.


Di bangku penonton, Li Huan dan Li Zhou Ran yang awalnya khawatir berangsur-angsur menjadi tenang. Semuanya sudah terjadi dan Mo Xian mereka telah melakukan yang terbaik, saat melihat Mo Xian menggunakan jurus tarian pedang, Li Zhou Ran tidak bisa untuk tidak bangga pada putranya. 


Mo Xian melakukan jurusnya dengan sangat baik, gerakannya begitu indah seolah Mo Xian sedang menari di tengah arena yang telah ambruk. Itu seperti sekuntum bunga yang bergoyang tertiup angin.


Saat Bai Yue mulai kebingungan dengan gerakan tarian pedang Mo Xian dan gagal memberikan serangan, Mo Xian diam-diam tersenyum dan menggunakan itu sebagai kesempatan yang bagus, dengan begitu Mo Xian berhasil memberikan satu pukulan dan tendangan pada Bai Yue berturut-turut. Dua poin untuk Mo Xian.


Bai Yue yang mundur beberapa langkah tidak bisa menerima bahwa dirinya tertinggal dua poin, tahun lalu tidak ada satu orang pun yang bisa menyentuh tubuhnya. Namun, anak muda di depannya sebenarnya memukul dan menendangnya berturut-turut. Bai Yue jelas tidak ingin kehilangan wajah!

__ADS_1


Dengan mata yang mulai memerah, Bai Yue kembali melancarkan serangan, dua pedang kembali beradu.


"Jangan harap jurus yang sama bisa berhasil lagi!" ucap Bai Yue.


Mo Xian tetap tenang. "Dan sebaiknya kamu berhati-hati dengan emosimu sendiri."


Tidak ingin mendengarkan Mo Xian, Bai Yue benar-benar meningkatkan serangannya. Kali ini pedang biru Bai Yue memancarkan hawa dingin yang membuat penonton merinding.


Li Huan yang ada di bangku penonton melihat gerakan Bai Yue kembali mengingat masa lalu, gerakan dan serangan Bai Yue mirip dengan serangan milik Bai Xue yang agresif dan tidak berperasaan. 


Li Huan melirik Bai Xue yang kini duduk dengan wajah menghitam seperti pantat panci. Li Huan bagaimanapun tidak bisa untuk tidak tersenyum melihat kekesalan di wajah Bai Xue. Dari informasi yang dia dapatkan, Bai Yue dikatakan sebagai anak angkat Bai Xue yang diajari oleh tangannya sendiri. Li Huan tidak heran jika perangai keduanya sama. Namun, satu hal yang mengganjal pikiran Li Huan saat ini adalah bagaimana Bai Yue menyempurnakan inti energi spiritualnya di usia muda. Apa Bai Yue benar-benar anak yang diberkati surga seperti Mo Xian atau Bai Xue menggunakan cara lain yang sedikit berbahaya seperti menggunakan Pil ajaib Bulan Purnama.


Sementara itu, di arena pertarungan Mo Xian dan Bai Yue bertarung dengan seimbang, jurus tarian pedang mungkin masih bisa membingungkan Bai Yue, tapi itu tidak membuat Mo Xian berhasil memberikan pukulan lagi. Semua serangan Mo Xian berhasil diblokir Bai Yue.


Seperti yang dirumorkan bahwa orang-orang Embun Salju belajar dari kesalahan dan Mo Xian harus mengakui bahwa kemampuan Bai Yue untuk membaca gerakan miliknya benar-benar harus diberi dua jempol. Namun, itu tidak mengubah apapun, jarak tingkat kultivasi keduanya terlalu jauh, bahkan jika Bai Yue berhasil membaca gerakan Mo Xian, Mo Xian akan menjadi orang yang keluar sebagai pemenang.


Matahari mulai turun dan langit mulai menggelap, Bai Yue menyerang Mo Xian dengan pedangnya dan Mo Xian menghindar ke samping lalu memukul pergelangan tangan Bai Yue hingga pedangnya jatuh.


Bai Yue terkejut mendapati tangannya melepaskan pedangnya sendiri hanya dalam satu kali pukulan. Sementara itu Mo Xian sudah menduga ini akan terjadi. Bai Yue, anak ini sebenarnya memiliki emosi yang tidak stabil dan membuatnya mengeluarkan energi spiritual lebih banyak dari yang seharusnya dan pada akhirnya, tubuhnya tidak bisa menahannya lagi dan kelelahan, itu sebabnya pertahanan dirinya mulai berkurang dan Mo Xian berhasil mengambil keuntungan.

__ADS_1


Sorak penonton dari dataran luar yang dibuat tegang sejak pertandingan kedua karena terus mengalami kekalahan telak dan di pertandingan terakhir mereka disuguhkan pertarungan yang sangat luar biasa. Tidak hanya kedua peserta yang masih memiliki usia muda, tapi sudah berhasil menyempurnakan inti energi spiritual dan telah masuk level Langit. Namun, keduanya juga bertarung dengan sangat baik dan dengan kepribadian yang berbeda, dimana pihak Embun Salju melawan dengan agresif sementara di sisi lain melawan dengan gerakan yang teratur dan terkesan santai. 


Anak muda yang memiliki nama Mo Xian mendadak jadi pembicaraan orang yang ingin tahu dari sekte mana dia berasal.


Sementara itu Li Huan dan Li Zhou Ran keduanya nampak tenang, berbanding terbalik dengan Bai Xue yang harus menerima kekalahan di pertandingan terakhir di hari kedua.


Bai Xue menatap tidak senang pada Li Huan saat pertandingan terakhir berakhir. Namun, pria berambut putih itu tetap memaksakan senyum.


"Selamat untuk Tuan dan Nyonya Li. Sepertinya aku salah mengira dan terlalu meremehkan Tuan Muda Mo. Tuan Muda Mo benar-benar anak yang diberikan bakat dari surga."


Li Zhou Ran tersenyum senang, menyentak kipasnya. "Tentu saja! Kau pikir siapa orang tuanya, aku yang hebat ini mana mungkin membiarkan putraku menjadi lemah!"


1150 Kata


01-02 September 2020.


09 September 2020.


Maaf jika kamu menemukan typo di sepanjang kamu baca cerita ini, tapi makasih banget buat kamu yang udah baca cerita ini, love you All ♥

__ADS_1


__ADS_2