Sang Penjaga : Pendekar Bulan

Sang Penjaga : Pendekar Bulan
Sekte Bai Lian.


__ADS_3

Mo Xian terus berjalan bersama Wu Jiao Xing melewati jalanan kota dan sesekali bertanya pada orang-orang dimana letak sekte Bai Lian.


Kebanyakan orang yang mereka temui mengatakan kalau mereka hanya perlu mengikuti jalan utama dan mengikuti jalan ke gunung yang ada di depan, mereka bilang sekte itu berada di kaki gunung yang mereka sebut sebagai gunung Anggrek Tua.


Setelah beberapa waktu, mereka benar-benar melihat bangunan sekte dari puncak gunung, bahkan mereka juga bisa melihat barisan orang yang berada di tengah-tengah halaman sekte yang sedang berlatih bela diri.


"Orang-orang bilang waktu pendaftaran dibuka hari ini ...," ucap Mo Xian berjalan menuruni gunung. Ia sedikit antusias dengan pendaftaran masuk sekte, mungkin itu akan sama seperti masuk sekolah pada umumnya.


Namun, nyatanya itu sama sekali berbeda. Persyaratan masuk ke sekte cukup sederhana, peserta hanya harus di bawah umur tujuh belas tahun, mengikuti tes tingkat kultivasi dengan cara menyentuh batu ajaib yang disediakan oleh sekte.


Saat Mo Xian sampai di tempat pendaftaran, Mo Xian tidak bisa untuk tidak khawatir saat melihat antrian yang sudah mengular panjang saat matahari telah di atas kepala sementara pendaftaran ditutup tepat saat matahari tenggelam.


Namun, kehawatirannya tidak membuktikan apapun. Proses pendaftaran ternyata berlangsung sangat cepat, dua orang pengawas akan menanyakan umur peserta dan menyuruh peserta menyentuh batu hitam seukuran kepala yang tergeletak di atas meja.


Saat giliran Mo Xian tiba, dua orang pengawas yang terlihat seperti tujuh hingga delapan belas menanyakan namanya.


"Siapa namamu?" tanya satu pemuda yang berdiri di samping pemuda yang duduk sambil memegang kuas, bertugas menulis.


"Mo Xian," jawab Mo Xian.


"Berapa umurmu?" tanya pemuda itu lagi.


"Dua belas."


Pemuda yang menulis mengangguk dan menggulung kertas yang berisi nama Mo Xian sebelum meletakannya di atas batu hitam.


"Letakan tanganmu di sini," perintah pemuda yang duduk.


Mo Xian menurutinya dan meletakan tangannya tepat di atas gulungan kertas yang diletakan di atas batu hitam.


Saat Mo Xian meletakan tangannya di atas batu hitam, sebuah cahaya putih muncul di atas tangannya, seekor kelinci kecil yang berbentuk asap putih muncul dan melihat Mo Xian untuk waktu yang lama.


Pengawas yang merasa ada yang aneh memperhatikan bagaimana makhluk ajaib penghuni batu ajaib menatap Mo Xian untuk waktu yang lama, tapi dia tidak bisa bertanya karena makhluk itu jelas tidak akan menjawab.


Setelah beberapa menit berlalu, makhluk itu tiba-tiba melayang dan mengelilingi Mo Xian, memperhatikannya dari segala sudut sebelum kembali ke atas punggung tangannya.


"Mo Xian, dua belas tahun, level Langit tingkat tujuh," ucap makhluk itu membuat semua orang terkejut hingga melemparkan pandangan pada Mo Xian. Bahkan Mo Xian sendiri juga terkejut.


Bagi seorang praktisi bela diri, butuh waktu yang lama untuk berlatih dan berkultivasi agar mereka bisa naik tingkat, tapi Mo Xian tidak bisa mengerti bagaimana tingkatannya naik secepat itu, saat dia masih di dataran Embun Salju Abadi Mo Xian masih berada di tingkat lima dan dia juga tidak banyak berlatih saat di rumah karena dia harus membantu Li Zhou Ran yang sibuk mempersiapkan pesta dan masalah tentang topeng mantra darah juga cukup memakan waktu untuk Mo Xian berpikir. Jadi bagaimana dia bisa naik dua tingkat dalam waktu singkat? Tidak ada yang tahu.


Wu Jiao Xing yang berdiri di belakang Mo Xian untuk menunggu giliran juga terlihat terkejut hingga matanya membola, tidak berbeda dengan orang-orang yang berhasil menangkap ucapan makhluk itu termasuk Bai Yue yang segera meremas tangannya sendiri.


Dua orang pengawas yang bertugas mungkin terkejut, tapi keduanya segera memperbaiki ekspresi mereka dan menyuruh Mo Xian untuk mengangkat tangannya setelah makhluk itu masuk ke dalam punggung tangannya dan membentuk sebuah pola seperti bunga teratai yang mekar di punggung tangannya.

__ADS_1


"Pola ini akan menjadi identitasmu. Secara resmi kamu telah diterima di sekte Bai Lian. Selanjutnya!"


Mo Xian mengucapkan terima kasih dan berjalan pergi sedikit lebih jauh untuk memberi tempat pada Wu Jiao Xing dan menunggunya.


Mo Xian melihat bahwa makhluk yang muncul berbeda dengan miliknya, itu asap putih yang membentuk seekor ular dan mengatakan kalau Wu Jiao Xing berumur empat belas tahun dengan kultivasi level bumi tingkat lima, masih belum berubah walaupun dia sudah mengkonsumsi pil jantung Hongbaoshi dan Bai Xin.


Setelah waktu pendaftaran, Mo Xian mengikuti arahan yang diberikan untuk berkumpul di sebuah halaman yang cukup luas, tapi itu juga bukan halaman utama yang Mo Xian lihat saat dia ada di atas gunung.


Mo Xian berkumpul dengan orang-orang yang diterima masuk sekte Bai Lian, mereka semua disuruh menunggu arahan selanjutnya.


Mo Xian memperhatikan pola bunga teratai yang berada di punggung tangannya, saat dia memperhatikan lebih teliti dan membandingkannya dengan milik Wu Jiao Xing, sebenarnya itu memiliki perbedaan.


"Gege, kenapa pola milik Gege tidak sempurna?" tanya Mo Xian, memperhatikan bagaimana pola bunga teratai milik Wu Jiao Xing tidak mekar sempurna.


Wu Jiao Xing hendak menjawab saat seorang gadis tiba-tiba menginterupsi mereka.


"Itu karena inti spiritualnya belum sempurna," ucap gadis berkepang dua dengan jepit rambut berbentuk bunga di kepalanya. "Pola bunga teratai bukan hanya menunjukan kalau kita adalah murid sekte Bai Lian, tapi itu juga menunjukan tingkat kultivasi seseorang." Sambungnya sambil tersenyum manis.


Mo Xian dan Wu Jiao Xing memperhatikan gadis berpakaian hanfu warna merah muda itu seperti memiliki umur yang sama dengan Mo Xian, bertubuh mungil dengan wajah melon, mata besar dan senyum yang menawan, Mo Xian bisa mengatakan ini adalah jenis gadis yang akan menjadi gadis populer di sekolah.


"Saat pola bunga teratai di tanganmu mekar sempurna, itu artinya kamu telah menyempurnakan inti energi spiritualmu dan telah masuk ke level langit. " Gadis itu meneruskan penjelasannya sambil menggoyangkan kakinya dan menggendong tangannya seperti seorang gadis yang sedang menginginkan sesuatu dengan memperlihatkan senyum termanis yang dia miliki.


Mo Xian mengangguk. "Ah, seperti itu. Kami tidak menerima penjelasan seperti itu sebelumnya. Terima kasih untuk penjelasannya."


Wu Jiao Xing memperhatikan bagaimana prilaku gadis didepannya sebenarnya mirip dengan gadis-gadis yang mencoba mendekati tuan mudanya di kota Empat Batu, bersikap malu-malu, mengembangkan senyum dan berharap perhatian tuan mudanya.


"Kakak laki-lakimu adalah anggota sekte ini?" tanya Mo Xian.


Gadis itu mengangguk, masih mempertahankan senyum malu-malu kucingnya.


"Mm, kakak laki-laki ku sebenarnya murid senior di Bai Lian, dia orang yang bisa diandalkan. Jika kau mau, aku bisa mengenalkannya padamu ... Ah, benar, bagaimana aku bisa lupa," ucap gadis itu sebelum menepuk jidatnya.


"Aku Zhang Rouruan, dan siapa namamu?"


Mo Xian tersenyum hingga lesung pipinya muncul. "Aku Mo Xian, dan ini Gegeku Wu Jiao Xing."


Gadis itu memperhatikan bagaimana senyum Mo Xian sangat menyenangkan untuk dilihat dan tidak bisa untuk tidak tersenyum malu hingga pipinya merona. "Nama yang bagus, tapi kenapa marga kalian berbeda?"


"Ah, itu karena kami saudara angkat."


Gadis itu kembali mengangguk dan menjadi paham sebelum kembali tersenyum. "Ah, benar! Aku hampir lupa, aku melihatmu saat pendaftaran tadi dan tidak sengaja mendengar ucapan binatang penjaga, kau benar-benar sudah berada di level langit tingkat tujuh di usia semuda ini, kau benar-benar luar biasa! Bagaimana caramu bisa melakukan itu?"


Mo Xian hanya bisa menggaruk lehernya yang tidak gatal, tidak tahu harus bagaimana dia harus menghadapinya. Sebaliknya dia tertawa kering dan melirik Wu Jiao Xing yang masih berdiri di sampingnya seperti patung yang diukir dengan tangan dilipat, diam tidak peduli.

__ADS_1


Dari informasi yang dia dengar dari Li Huan, orang-orang dari benua Xin Yue memiliki kecepatan berkultivasi yang lebih lambat dari benua Yuan Xing, itu sebabnya orang-orang benua Xin Yue menjadi lebih lemah dari Yuan Xing.


"Aku berlatih seperti biasa ...," jawab Mo Xian sedikit kaku.


Alis gadis itu bertaut. "Seperti biasa itu seperti apa? Apa kau juga mengkonsumsi pil-pil ajaib untuk kemajuan kultivasimu?"


Mo Xian hanya bisa tertawa, dia tidak tahu bagaimana harus menjelaskan proses latihannya saat berada di rumah. Sebaliknya Mo Xian mencoba meminta bantuan Wu Jiao Xing untuk menjawab pertanyaan gadis itu dengan mencubit Wu Jiao Xing, tapi Wu Jiao Xing masih tidak bergeming, tidak ingin terlibat obrolan mereka.


"Tentu saja, itu sudah pasti!" sebuah suara menjawab pertanyaan gadis itu dan membuat Mo Xian, Wu Jiao Xing menoleh ke sumber suara. Itu Bai Ruo dan Bai Yue!


Lagi! Dan itu membuat Wu Jiao Xing tidak nyaman.


"Jika tidak, bagaimana seseorang bisa meningkatkan kultivasinya secepat itu di usia muda?" ucap Bai Ruo dengan nada mengejek.


Gadis itu mengangguk. "Ah, orang-orang kaya memang sangat beruntung. Bukankah anak laki-laki di sampingmu juga sudah berhasil masuk ke level langit tingkat satu?"


Bai Ruo menatap Bai Yue yang diam di sampingnya. "Gegeku dan orang itu jelas berbeda. Gegeku bekerja sangat keras berlatih dan berkultivasi setiap hari untuk bisa masuk ke level langit di usia muda. Tidak seperti dia yang mungkin menggunakan banyak koin emas untuk membeli pil-pil ajaib."


Mo Xian yang mendengarnya hanya bisa menghela napas, dia tidak suka berdebat, tapi manusia di sebelahnya yang sebelumnya hanya sebuah patung seperti menemukan pemicu untuk membuatnya marah.


"Siapa yang bilang kalau tuan mudaku mengonsumsi pil untuk meningkatkan basis kultivasinya. Jika tidak tahu apa-apa sebaiknya jaga mulutmu anak kecil!" ucap Wu Jiao Xing marah.


Bai Ruo juga tidak mau kalah dan ikut marah sambil menunjuk dengan jarinya. "Siapa yang kau sebut anak kecil! Sudah kubilang selisih umur kita hanya satu tahun, itu tidak ada artinya sama sekali."


Wu Jiao Xing terkekeh. "Tetap saja aku lahir lebih dulu, saat aku sudah melihat dunia kau masih berada di dalam perut, selamanya kau akan menjadi anak kecil di mataku!"


"K-kau!"


Bai Ruo sudah bersiap untuk memukul Wu Jiao Xing jika Bai Yue tidak menghentikannya tepat waktu dan menyeretnya pergi tanpa mengatakan apapun, meninggalkan Wu Jiao Xing yang bahagia dan Mo Xian yang bingung dengan sikap Bai Yue yang semakin berubah setiap kali dia melihatnya. Bai Yue di matanya berubah dari kucing ganas menjadi kucing pendiam.


"Gege! Apa yang kau lakukan, biarkan aku memukulnya! Kenapa kau menghalangiku, jika tuan Bai Xue melihatnya, dia tidak akan senang jika kita diam saja saat orang lain merendahkan kita, ini bukan cara Embun Salju Ajaib!"


Bai Yue menatap dingin pada adiknya. "Jika kau masih ingin ikut denganku, sebaiknya kau ikut caraku. Tuan Bai Xue tidak ada di sini."


Bai Ruo terkesiap. "Apa maksudmu?"


"Aku tidak ingin mengikuti jejak tuan Bai Xue yang secara agresif menyerang lawan. Akan aku tunjukan jika aku bisa mengungguli anak itu tanpa berbicara omong kosong," ucap Bai Yue sebelum berjalan pergi.


Bai Ruo terdiam melihat punggung Bai Yue, masih tidak mengerti dengan ucapan kakaknya, bukankah itu sama saja dengan prinsip tuan Bai Xue mereka yang mengakatakan kalau orang Embun Salju Abadi harus lebih kuat dari orang dataran luar, jangan mudah puas dan jangan beri ampun pada lawan, kalau perlu cari lawan yang lebih kuat dari diri sendiri dan bertarung dengannya sampai menjadi yang terkuat. Bai Ruo benar-benar belum mengerti.


1778 Kata.


17 September 2020.

__ADS_1


Seharusnya ada ekstra chapter Sisi Lain (Bai Xue dan Rasa Haus) di sini, tapi setelah kutimang-timang, sepertinya di sini bukan waktu yang tepat. Jadi bagian ini akan disimpan dulu, terima kasih sudah membaca.


__ADS_2