
Mo Xian duduk di dalam kamarnya sambil mengelus bulu lembut Xiao Hei. Menatap bulan purnama dari jendela kamarnya.
"Guru sepertinya mengetahui sesuatu tentang mantra itu," ucap Wu Jiao Xing yang sedari tadi hanya diam setelah mendengar rencana Bao Yu yang ingin mengajak mereka pergi ke sekte Hutan Bambu.
Mo Xian menganggukan kepalanya. "Jika guru tahu sesuatu, bukankah itu bagus. Kita bisa membantu ayah dan ibu dalam masalah ini."
Wu Jiao Xing menghela napas, dia kemudian menatap ke luar jendela. Ada terlalu banyak pikiran di dalam kepalanya. Sejak Mo Xian mengatakan kalau dia menemukan mantra yang sama dengan mantra di balik topeng, perasaan Wu Jiao Xing berkecamuk, khawatir dan takut sesuatu yang buruk akan terjadi pada tuan mudanya.
Bagaimanapun, Li Huan telah mengatakan padanya bahwa mereka akan aman berada di benua Xin Yue. Tuannya mengakatan kalau orang-orang topeng matra darah tidak akan menyerang mereka di benua Xin Yue, jadi dia menurunkan mereka berdua dan memintanya untuk menemani Mo Xian selama lima tahun sementara Li Huan dan Aliansi Merak mencoba mencari tahu, siapa dalang dari mantra aneh itu.
Namun, sekarang Wu Jiao Xing melihat sendiri mantra itu kembali berada di benua Xin Yue. Dia sudah melihat sendiri bagaimana mantra itu bekerja, dan jika orang-orang itu menemukan mereka, Wu Jiao Xing tidak tahu apa yang akan terjadi.
__ADS_1
Di benua Xin Yue, hanya ada dirinya dan tuan mudanya yang tidak ada apa-apanya jika berhadapan langsung dengan mantra itu. Terkadang Wu Jiao Xing ingin mengatakan masalah ini pada Bao Yu untuk mencari perlindungan. Namun, dia ingat pesan Li Huan agar menyembunyikan identitas mereka selama berada di benua Xin Yue. Dengan itu, Wu Jiao Xing hanya bisa berharap orang yang mengirim mantra itu tidak bisa menemukan mereka.
———————
Keesokan harinya Bao Yu mengatakan rencananya untuk membawa murid-muridnya melakukan perjalanan ke selatan. Bao Yu menjelaskan bahwa perjalanan mereka akan memakan waktu yang lama sebelum sampai di tempat tujuan.
Bao Yu juga mengatakan jika selama di perjalanan mereka akan tetap mendapatkan latihan mereka.
"Oh, itu bagus. Kampung halamanku berada di selatan. Guru ... apa kita bisa mampir di perjalanan nanti?" Zhang Rouruan bertanya dengan gembira saat mengetahui rencana gurunya.
Setelah itu, mereka mulai bersiap-siap untuk perjalanan mereka. Membereskan rumah yang akan ditinggalkan, mengembalikan buku-buku yang mereka pinjam dari perpustakaan sekte Bai Lian dan mempersiapkan bekal yang akan mereka bawa.
__ADS_1
Sebelum pergi, Mo Xian menemani Zhang Rouruan berpamitan pada kakak laki-lakinya yang berada di sekte Bai Lian. Mereka bertemu di depan perpustakaan saat Mo Xian dan Zhang Rouruan mengembalikan buku-buku pinjaman pada Qiaofeng.
"Meimei, kau sangat beruntung bisa menjadi murid pribadi penatua Bao Yu, karena itu jangan kecewakan dia dan ikuti ajarannya. Berhati-hatilah di jalan dan titipkan salamku untuk ayah dan ibu."
Zhang Rouruan mengangguk. "Pasti, akan aku sampaikan salam Gege pada ayah dan ibu. Gege juga jaga diri Gege di sini."
Pemuda yang terlihat seperti dua puluh tahun itu mengangguk, mengusap pipi Zhang Rouruan dengan sayang sebelum menatap Mo Xian.
"Adik junior Xian, aku titip adik perempuanku padamu."
Mo Xian mengangguk dan mengatakan beberapa patah kata sebelum berpisah dan kembali ke rumah.
__ADS_1
Sesampainya di rumah, Wu Jiao Xing dan yang lainnya sudah siap dan sedang menunggu mereka berdua dengan kuda-kuda yang baru saja mereka beli.
Menunggangi kuda mereka masing-masing, mereka akhirnya memulai perjalanan mereka.