Sang Penjaga : Pendekar Bulan

Sang Penjaga : Pendekar Bulan
Macan Tutul Salju Ajaib.


__ADS_3

Keesokan paginya, karena arena sedang diperbaiki untuk satu minggu ke depan semua peserta mendapat waktu untuk istirahat dan berlatih.


Li Huan dan Li Zhou Ran masih di dalam kamar dan membahas sesuatu dengan Zhao Jin. Mo Xian yang tidak terlalu tertarik memilih keluar dari kamar dan pergi jalan-jalan bersama Wu Jiao Xing.


Sejak pagi, Zhao Jin datang bersama orang yang tidak dia kenal dan Li Huan segera mengadakan percakapan penting. Itu sepertinya berhubungan dengan Hong Baoshin yang menjadi hadiah utama tahun ini. Mo Xian tidak terlalu tertarik, karena itu dia memilih pergi.


Li Zhou Ran bilang, kota Embun Salju memiliki sebuah kuil yang dihuni oleh macan tutul salju ajaib. Mo Xian lebih tertarik dengan itu dan ingin melihat seperti apa bentuk macan tutul salju ajaib di dunia ini, apa itu akan sama dengan yang ada di Bumi?


Jalanan di kota Embun Salju tidak pernah bersih dari tumpukan salju, itu membuat Mo Xian harus mengeluarkan tenaga lebih untuk berjalan. Di jalan, Mo Xian memperhatikan rumah-rumah di kota Embun Salju memiliki desai arsitektur yang sama. Jika Mo Xian tinggal di sana, dia mengira akan tersesat setiap hari.


Di sisi lain, Wu Jiao Xing dengan malas menemani Mo Xian, dia lebih ingin tinggal bersama Zhao Jin dan membahas sesuatu yang penting dari pada jalan-jalan. Namun, tuan mudanya benar-benar suka berkeliaran seperti monyet yang tidak tahu malu.


Sejak Wu Jiao Xing menjadi pengawal pribadi Mo Xian, Wu Jiao Xing tidak tahu harus bagaimana menyebut kepribadian Mo Xian yang aneh, bagaimana bisa anak ini tidak sadar jika dia telah menjadi pusat perhatian di mana-mana. Bahkan setelah di kota Empat Batu, sekarang dia juga menjadi pusat perhatian di kota Embun Salju.


Semua orang yang mereka lewati akan memandang dan memperhatikan mereka dengan tatapan kagum juga benci dari sebagian orang, terutama orang-orang dari dataran Embun Salju Abadi. Terkadang Wu Jiao Xing akan mendengar beberapa lontaran pujian dari orang-orang yang dilewatinya.


"Lihat, itu anak yang telah berhasil menyempurnakan inti energi spiritual."


"Dia sangat hebat."


"Dilihat dari dekat dia terlihat menggemaskan."


"Kau lihat saat dia tersenyum? Ada lesung pipi di pipi kirinya."


"Aiya, kenapa anak muda jaman sekaran semakin lebih baik dari generasi kita."


"Aku ingin dilahirkan kembali."


Wajah Wu Jiao Xing menggelap, tapi orang yang menerima semua pujian itu seakan buta dan tuli, lihat bagaimana Mo Xian berjalan dengan sangat hati-hati melewati salju yang tebal, wajahnya bahkan melihat ke bawah dan memperhatikan kakinya yang harus masuk dan keluar dari salju seperti orang bodoh.


Dengan tidak sabar, Wu Jiao Xing menarik kerah Mo Xian dan menyeretnya.


"Aiya! Gege, apa yang kau lakukan?"


"Jalanmu terlalu lambat dan berhenti mencari perhatian!"


Mo Xian mencoba berontak dan berhasil melepaskan diri, bertanya dengan bingung. "Mencari perhatian siapa?"


Bibir Wu Jiao Xing bergetar menahan kesal, tuan mudanya memang selalu seperti ini. Selalu tidak sadar jika dirinya telah menjadi pusat perhatian, tidak memperhatikan bagaimana orang-orang yang memperhatikannya melihat Mo Xian seolah ingin membawanya pulang. Jika, Wu Jiao Xing tidak ada, Mo Xian, anak ini mungkin sudah lama diambil orang di jalanan.


Sementara itu Mo Xian yang tidak tahu kenapa Wu Jiao Xing tiba-tiba marah masih bingung. Namun, saat melihat bangunan kuil yang telah dekat, wajahnya menjadi cerah karena senang, dia kemudian mempercepat langkahnya meski sedikit kesulitan.


Wu Jiao Xing hanya bisa menghela napas dengan sikap Mo Xian yang hiperaktif dan mengikutinya dari belakang.


Bangunan kuil terlihat sangat sederhana, banyak orang telah mendatangi tempat itu, baik orang pribumi dan orang dari dataran Luar. Mo Xian segera masuk ke dalam dan mencari keberadaan Macan Tutul Salju ajaib.

__ADS_1


Li Zhou Ran bilang, Macan Tutul Salju yang berada di dalam kuil bukan binatang buas. Macan Tutul Salju itu sering berkeliaran di dalam dan di sekitar kuil. Namun, setelah berkeliling hampir setengah jam, Mo Xian tidak melihat keberadaannya dimanapun.


"Kemana kucing besar itu pergi?" Mo Xian bertanya-tanya sambil melihat kolam yang berisi ikan-ikan koi yang memiliki warna selaras dengan salju.


"Bahkan ikan di sini memiliki warna putih," ucap Mo Xian heran.


"Dan bagaimana air di sini tidak membeku?" Mo Xian masih bertanya dan hanya dijawab oleh udara dingin dan geliat Xiao Hei di atas pundaknya.


Mo Xian menatap Wu Jiao Xing yang menatapnya datar.


"Gege, kenapa kamu diam saja?" tanya Mo Xian.


"Lalu apa yang harus aku katakan, aku tidak tahu apa-apa."


"Apa Gege tidak membaca tentang Embun Salju Abadi?"


"Dari mana aku bisa membaca, setiap hari aku berkeliaran denganmu," ucap Wu Jiao Xing sebelum berjongkok di pinggiran kolam dan memeriksa air di dalam kolam, itu tidak dingin dan Wu Jiao Xing tidak bisa untuk tidak terkejut dengan itu.


Sementara itu Mo Xian mengerutkan bibirnya dan melihat ke sekitar sebelum melihat seorang gadis berambut putih yang berusia sekitar sembilan atau sepuluh tahun mendekatinya sambil tersenyum.


"Ada sebuah batu spiritual di dalam kolam ini yang menjaga keadaan air di dalam suhu normal," ucap gadis itu.


"Gege bisa lihat di tengah-tengah kolam itu," ucap gadis itu sambil menunjuk.


Mo Xian melihat ke arah gadis itu menunjuk dan melihat sebuah batu berwarna putih yang tidak terlalu besar.


Mo Xian kemudian mengerti sesuatu dan segera menyadari bahwa hanya ada mereka bertiga yang ada di sekitar kolam.


"Ah, maafkan kami. Kami hanya sedang berjalan-jalan untuk melihat Macan tutul salju dan tidak sengaja berjalan terlalu jauh," ucap Mo Xian menjelaskan.


Gadis itu tersenyum sebelum mengangguk pelan. "Orang-orang Embun Salju Abadi menganggap tempat ini sebagai tempat suci yang dikeramatkan. Orang luar tidak diperbolehkan masuk, jika Gege ingin melihat Macan tutul salju, itu akan ada di sekitar kaki gunung itu." Gadis itu menunjuk sebuah gunung yang berada tidak jauh dari pengelihatan mereka.


"Sudah lama, Macan tutul salju tidak mengunjungi kuil. Namun, jika Gege ingin melihat, Gege bisa pergi ke sana dan jika beruntung, Gege bisa melihat mereka berada di sana."


Mo Xian mengangguk dengan canggung. "Ah, baiklah. Terima kasih untuk informasinya."


Gadis kecil itu kembali mengangguk dan mengembangkan senyum ramah, kemudian mengantarkan Mo Xian bersama Wu Jiao Xing sampai ke depan pintu keluar kolam.


Mo Xian menatap dengan kagum pada sikap gadis muda yang baru pertama kali mereka temui. Sikapnya berbeda dengan kebanyakan orang-orang di dataran Embun Salju yang mereka temui, kebanyakan dari mereka memandang orang luar dengan perasaan aneh, seolah mereka tidak menerima kehadiran orang asing di tempat mereka. Namun, gadis ini memperlakukan mereka dengan sangat baik dan keramah tamahan.


"Sekali lagi terima kasih untuk informasinya," ucap Mo Xian sambil membungkukkan badan.


Gadis itu kembali mengangguk.


"Gege berdua berhati-hatilah dalam perjalanan."

__ADS_1


"Apa jalan di sana berbahaya?" tanya Mo Xian.


Gadis itu masih mempertahankan senyumnya dan menggelengkan kepala. "Gege akan beruntung hari ini, tapi Gege juga tidak akan beruntung hari ini."


Mo Xian tidak mengerti apa maksud gadis itu dan bertanya. "Apa maksudmu?"


Gadis itu masih tersenyum sebelum menggelengkan kepala dan mengatakan bahwa itu bukan apa-apa. Gadis itu hanya menyuruhnya untuk berhati-hati.


Mo Xian kemudian mengangguk sebelum pergi bersama Wu Jiao Xing. Namun, dia tiba-tiba ingin berkenalan dengan gadis itu, jadi dia berbalik hanya untuk menemukan gadis itu telah menghilang. Di depan pintu gerbang itu tidak ada siapa-siapa.


"Kemana anak itu?" tanya Mo Xian.


Wu Jiao Xing menggelengkan kepala.


Sedikit heran dengan menghilangnya gadis muda itu, tapi keduanya tetap melanjutkan perjalanan ke kaki gunung dan melewati pepohonan yang tertutupi salju.


Mo Xian mengeratkan mantelnya saat mereka hampir sampai di kaki gunung dan Xiao Hei tiba-tiba menggeram pada sesuatu.


Mo Xian dan Wu Jiao Xing berhenti berjalan, mengambil sikap berjaga-jaga sebelum melompat ke atas pohon dan melihat sekitar. Mo Xian mengambil Xiao Hei dari pundaknya dan memeluknya, mencoba membuat kucing itu untuk tenang.


Tidak lama setelah itu, dua Macan tutul besar melewati daerah itu bersama satu ekor Macan tutul kecil yang berlarian mengikuti langkah dua Macan tutul besar di depannya.


Mo Xian menatap kagum pada Macan tutul yang kini sedang lewat tanpa menyadari keberadaan mereka. Macan tutul itu memiliki bulu tebal berwarna putih keabuan dengan ekor yang lebih panjang dari kebayakan kucing besar lainnya.


Di dalam gulungan informasi Aliansi Merak, Mo Xian pernah membaca bahwa Macan tutul salju adalah binatang ajaib yang hanya bisa ditemukan di dataran Embun Salju. Sifatnya yang pemalu membuatnya sulit untuk dilihat, tapi Li Zhou Ran mengatakan bahwa ada satu Macan tutul salju yang sangat senang tinggal di dalam kuil menemani seorang penatua kota Embun Salju. Namun, sayang Mo Xian tidak bisa melihat macan tutul yang katanya jinak itu, tapi Mo Xian tetap puas dengan hanya melihat Macan tutul salju lain dari kejauhan.


Ketiga Macan tutul itu tidak terlalu lama melewati tempat Mo Xian berada sebelum pergi masuk ke dalam hutan salju di gunung dan menghilang dari pandangan.


"Wah, mereka benar-benar menggemaskan," ucap Mo Xian sebelum turun dari pohon diikuti Wu Jiao Xing.


Mo Xian terus melihat ke mana arah Macan tutul salju pergi dan memberhatikan jejak kaki mereka di salju sebelum diseret oleh Wu Jiao Xing.


"Gege! Kenapa kau suka sekali menyeretku?" keluh Mo Xian.


Wu Jiao Xing tidak peduli dan tetap menyeret Mo Xian pergi ke kota Embun Salju.


"Kau tidak lihat langit mulai gelap, Nyonya Li pasti sangat mengkhawatirkanmu sekarang jika kamu tidak kembali secepat-"


Tiba-tiba Wu Jiao Xing berhenti berbicara dan langkahnya terhenti, Mo Xian segera melepaskan diri dari cengkraman Wu Jiao Xing.


"Gege, ada apa?" tanya Mo Xian sebelum melihat lima orang berpakaian hitam dengan topeng di wajah mereka.


Mo Xian menatap dengan tidak percaya, itu mirip dengan topeng yang digunakan oleh orang yang menyerangnya satu tahun yang lalu.


1599 Kata.

__ADS_1


03 September 2020.


10 September 2020.


__ADS_2