Sang Penjaga : Pendekar Bulan

Sang Penjaga : Pendekar Bulan
Hongli


__ADS_3

Pertandingan pertama akan diperuntukan bagi kategori junior. Namun, sebelumnya pertandingan akan dilakukan setelah pertunjukan yang akan ditampilkan oleh murid-murid Embun Salju.


Mo Xian melihat dengan takjub orang-orang Embun Salju seperti keluar dari cetakan yang sama. Bahkan Mo Xian tidak bisa membedakan orang yang satu dengan yang lainnya, semuanya berambut putih dengan kulit pucat.


Murid-murid kota Embun Salju mempertunjukan keterampilan mereka dalam bermain pedang dan membentuk formasi delapan lingkaran pagoda yang terkenal.


Mo Xian bahkan hampir tidak berkedip dengan kemampuan mereka dalam memainkan pedang, begitu ringan dan mengalir seperti sungai, lembut tapi kuat.


Selesai dengan pertunjukan untuk pembukaan, seorang laki-laki dengan rambut putih panjang yang dibiarkan tergerai naik ke atas panggung.


Laki-laki itu menyunggingkan senyum saat melihat jumlah penonton yang begitu banyak, dia kemudian memberikan salam pada para pendekar yang duduk di kursi pendekar. Mo Xian juga duduk bersama di kursi pendekar yang akan bertanding dan berpisah dengan Li Huan dan Li Zhou Ran yang duduk di bangku khusus tamu istimewa.


"Gege, apa Gege tahu siapa orang itu?" tanya Mo Xian pada Wu Jiao Xing yang duduk di sebelahnya.


Wu Jiao Xing menjawab dengan gelengan kepala.


"Aku ucapkan selamat datang pada para pendekar yang berbakat di pertandingan persahabatan kota Embun Salju. Aku Bai Hua akan menjelaskan beberapa peraturan yang akan dijalankan dalam pertandingan kali ini."


Laki-laki bernama Bai Hua berjalan mengelilingi panggung sambil menjelaskan.


"Pertandingan ini akan sangat sederhana karena setiap peserta hanya perlu memukul lawan sebanyak tiga kali atau mengeluarkan lawan dari panggung dan dia akan menang."


"Seluruh jenis senjata diperbolehkan, seluruh jurus rahasia juga diperbolehkan, pihak Embun Salju sudah menyiapkan tenaga medis yang paling baik dalam bidangnya. Lagi pula, di sini ada tuan Wang Xueshi sang tangan ajaib."


Bai Hua memandang pada Wang Xueshi yang duduk tidak jauh dari kursi Li Huan dan Li Zhou Ran. Bai Hua kemudia tersenyum lebar saat melihat Li Zhou Ran.


"Bahkan di sini juga ada Nyonya Li Zhou Ran yang hebat, tidak hanya menguasai jurus delapan kipas abadi, beliau juga seorang ahli dalam bidang ilmu racun dan pengobatan. Aku yakin dua orang hebat ini tidak keberatan untuk mengulurkan tangannya jika ada peserta yang terluka parah."


Li Zhou Ran menatap tajam pada Bai Hua yang berdiri di atas panggung. Mengibaskan kipasnya, dia membuang wajah pada suaminya.


"Kenapa aku merasa sesuatu yang buruk akan terjadi?" 


Li Huan sebaik mungkin mempertahankan senyum.


"Aku pikir juga begitu."


Wajah Li Zhou Ran memucat karena khawatir. "Apa sebaiknya kita menarik Xian'er kembali?"


Li Huan menepuk punggung tangan Li Zhou Ran menenangkannya. "Percayalah, Xian'er lebih dari mampu. Jika sesuatu yang buruk terjadi, kita ada di sini untuk melindunginya."


Meskipun masih khawatir, Li Zhou Ran menyetujui perkataan suaminya dan kembali melihat ke panggung.


Bai Hua kembali tersenyum lebar saat melihat Bai Xue menganggukan kepalanya, tanda dia telah mendapat izin untuk memulai pertandingan.

__ADS_1


"Baiklah, aku tidak ingin membuang waktu semua orang dengan kata-kata yang tidak perlu. Sekarang mari kita mulai pertandingannya!"


Semua orang bersorak gembira bersama gong yang dipukul sebagai tanda pertandingan akan dimulai.


Setelah gong dipukul. Bai Hua mengumumkan dua nama yang harus maju ke atas panggung dan bertanding.


Mo Xian melihat dua orang pemuda yang berumur sekitar sepuluh hingga sebelas tahun saling berhadapan. Salah satu dari mereka adalah anggota Embun Salju, dia membawa sebuah pedang di pinggangnya sementara dari pihak lain tidak membawa senjata apapun.


Bai Hua tersenyum pada peserta dari dataran luar.


"Apa kau yakin tidak ingin menggunakan senjata dalam pertandingan kali ini?" tanya Bai Hua sebelum memulai pertandingan.


Pemuda itu menatap dingin, "Aku tidak akan menggunakan senjata, apa itu akan menjadi masalah?" tanya pemuda itu.


Bai Hua kembali tersenyum. "Anda terlalu berani."


Setelah itu Bai Hua turun dari atas panggung dan setelah gong dibunyikan. Pemuda berambut putih menarik pedangnya dan mulai menyerang dengan brutal, tanpa ampun dia terus bergerak cepat memberikan serangan seolah tidak ingin memberi kesempatan pada lawannya untuk memberikan serangan balik. 


Pemuda berambut putih memberikan serangan yang beruntun hingga pemuda dari dataran luar hanya bisa menghindar mundur hingga hampir keluar dan jatuh dari panggung.


Semua orang bersorak dan menonton dengan semangat, mereka pikir pemuda dari dataran luar sudah pasti tamat dalam serangan yang brutal itu.


"Gege, bukankah orang dari Embun Salju terlalu terburu-buru?" tanya Mo Xian.


Wu Jiao Xing mengangguk. "Orang-orang dataran Embun Salju Abadi terkenal brutal dan kejam. Jangan terkecoh dengan penampilan mereka yang seperti orang suci."


Saat pemuda dari dataran luar hampir terjatuh dan semua orang sudah bersorak untuk kemenangan orang Embun Salju. Tanpa diduga oleh orang banyak, pemuda itu menggerakan tangannya yang selentur karet dan menghindari serangan pedang Embun Salju dan mengarahkan tangannya untuk memukul pinggang lawan, kemudian maju selangkah dan menarik baju lawan sebagai batu lompatan sebelum mendaratkan pukulan yang tepat di punggung lawan, membuatnya tidak bisa bergerak tepat waktu dan terjatuh keluar panggung.


Penonton yang didominasi oleh orang-orang Embun Salju Abadi terdiam seribu bahasa saat melihat orang dari pihak mereka jatuh dengan begitu mudah keluar dari panggung di depan wajah mereka.


Hening untuk sesaat suara sorakan dari dataran luar menjadi sangat semarak saat melihat kemenangan pemuda bertubuh kurus dengan wajah datarnya berjalan ke tengah arena.


"Apa itu artinya kemenangan untukku?" tanyanya dengan nada mengejek sambil menatap dingin pada Bai Xue yang duduk di kursi utama.


Li Huan melihat ekspresi Bai Xue masih terlihat tenang, tapi kedua tangannya terkepal erat.


"Ini pasti sangat memalukan, anak ini sangat pintar untuk dapat memikirkan cara memancing orang Embun Salju ke pinggir arena dan melakukan serangan kejutan. Harus diakui anak ini sangat pintar, Wang Xueshi apa kau tidak tertarik untuk menculik anak ini?" tanya Li Zhou Ran sambil mengipasi wajahnya.


Wang Xueshi tersenyum. "Tidak, aku sudah menyerah padanya. Anak ini bukan anak yang mudah untuk diatasi, daripada bertarung dengan senjata dan otot, dia lebih menggunakan otaknya untuk menjebak lawan. Aku bahkan sudah menggunakan seribu satu bujuk rayu milikku dan dia masih bisa menolakku. Aku tidak suka anak yang susah diatur."


Li Huan terkekeh. "Lalu, milik siapa anak ini?"


"Aku dengar tidak lama ini dia masuk ke sebuah sekte kecil di pegunungan, aku tidak tahu namanya, tapi aku pernah mendengar pemimpin sekte itu adalah seorang gadis suci."

__ADS_1


Li Huan mengangguk dan melihat kembali ke panggung.


Bai Hua tersenyum kecut saat mengumumkan pemenang pertama dalam pertandingan ini jatuh kepada Hongli yang berasal dari dataran luar.


Mo Xian yang melihat dari jauh juga bertepuk tangan dengan keras.


"Gege, Hongli ini sangat cerdik."


Wu Jiao Xing. "Mm."


"Gege harus menang dalam pertandingan nanti."


Wu Jiao Xing. "Mm."


Setelah pertandingan pertama yang cukup mengejutkan, pertandingan kedua segera diumumkan. Dua orang kembali maju, dari dataran luar dan dataran Embun Salju. Bai Xue memang benar-benar menggunakan pertandingan ini sebagai bahan latihan untuk murid-muridnya.


Pertandingan kedua berlangsung cukup lama karena tidak seperti pertandingan pertama, orang Embun Salju bertarung lebih sabar untuk melihat kemampuan lawan. Namun, itu juga bukan pertandingan yang membosankan. Keduanya sama-sama menggunakan pedang sebagai senjata, suara pedang yang beradu membuat semua orang tegang, sudah sepuluh menit pertandingan berlangsung dan belum ada yang mendapatkan poin, keduanya seimbang.


Mo Xian yang melihat itu juga ikut tegang karena setiap kali yang satu akan dipukul, disaat-saat terakhir yang satu berhasil memblokir serangan yang nyaris melukainya.


Memegang Xiao Hei, kadang tangannya yang gemas saat melihat pertandingan tidak sengaja meremas kaki berbulu Xiao Hei sampai kucing itu marah dan menggigit tangannya sebelum berpindah ke pundaknya.


Wu Jiao Xing yang melihat tangan Mo Xian berdarah digigit Xiao Hei segera mengambilnya dan mengelapnya dengan kain, dan memberinya obat.


Pertandingan kedua seperti tidak akan ada akhirnya, mereka benar-benar seimbang sampai orang dari dataran Embun Salju menggunakan jurus mereka yang terkenal, dia mengalirkan energi spiritual di pedangnya hingga mengeluarkan cahaya biru. Saat pedang mereka beradu untuk kesekian kalinya, pedang lawan tiba-tiba membeku sebelum pecah menjadi serpihan es.


Penonton bersorak. Mo Xian yang melihatnya sama terkejutnya dengan orang yang sedang bertanding, menatap tidak percaya pada pedangnya yang kini menjadi serpihan es di lantai. 


Orang Embun Salju menggunakan keterkejutan lawannya untuk memberika serangan tiga kali berurut-turut, memukul punggungnya dengan gagang pedang, memukul perutnya dengan lutut sebelum terakhir menendangnya hingga terseret di lantai dan batuk darah.


Mo Xian yang melihat itu menatap dengan tidak percaya.


"Gege, bukankah itu terlalu keras? Bukankah ini seharusnya menjadi pertandingan persahabatan?"


Wu Jiao Xing terdiam sejenak melihat peserta dari dataran luar terus mengeluarkan darah dari mulutnya sambil memegangi perutnya.


"Orang-orang Embun Salju sepertinya tidak menganggap ini sebagai pertandingan persahabatan, ini lebih untuk memamerkan kekuatan dan mencari musuh."


Pemenang pertandingan kedua diumumkan, orang-orang Embun Salju berteriak gembira. Pemuda yang terluka parah di bawa turun dengan tandu dan pertandingan ketiga, ke empat dan seterusnya berjalan dengan kejadian yang sama dimana peserta dari dataran luar kalah dengan luka luar dan dalam yang parah, dan harus ditandu keluar dari arena.


1490 Kata.


30 Agustus 2020.

__ADS_1


06 September 2020.


Terima kasih sudah membaca (๑・ω-)~♥”


__ADS_2