Sang Penjaga : Pendekar Bulan

Sang Penjaga : Pendekar Bulan
Dua Pemuda Tampan.


__ADS_3

"Mo Xian!"


Mo Xian tersentak dari lamunannya dan melihat Wu Jiao Xing menatapnya dengan tatapan menyelidik.


"Apa yang sedang kau pikirkan? Perhatikan jalanmu."


Mo Xian memperhatikan sekitar, tidak mengerti maksud ucapan Wu Jiao Xing, tapi ternyata itu karena dia hampir menabrak dinding saat berjalan.


"Ah." Mo Xian menggaruk kepalanya.


"Apa yang sedang kau pikirkan, aku lihat kau sering melamun akhir-akhir ini."


Mo Xian menatap Wu Jiao Xing, berpikir apakah dia perlu menceritakan mimpi yang dia alami. Namun, Wu Jiao Xing bukanlah orang yang akan mengerti, sekalipun dia menceritakannya. Jika dia menceritakannya, dia juga harus menceritakan masa lalunya dan identitasnya yang sebenarnya, tapi itu jelas tidak mungkin. Jadi dia hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum.


"Tidak ada apa-apa. Aku hanya merindukan ayah dan ibu," jawabnya.


"Kuatkan dirimu, ini hanya lima tahun. Waktu berjalan dengan cepat, jadi jangan menjadi cengeng!"


"Siapa yang Gege panggil cengeng!"


"Tuan Muda Mo Xian, tentu saja. Bukankah kau bilang akan membanggakan ayah dan ibumu saat kau kembali nanti, jika baru diawal saja kau sudah mengeluh, kau tidak akan berhasil." Wu Jiao Xing berkata sebelum berjalan pergi meninggalkan Mo Xian.


Sebaliknya Mo Xian menatap punggung Wu Jiao Xing, itu benar dia berjanji akan berubah menjadi orang yang bisa diandalkan jika dia kembali nanti. Namun, dia juga tidak mengeluh, hanya saja mimpi itu benar-benar mengganggu hatinya, apa yang dia lihat telah memasukan banyak potongan puzzel acak di dalam kepalanya.


Gadis itu, wanita itu, batu berlian merah delima itu, dan Mo Shan.


Jika yang dia lihat dalam mimpi itu adalah kebenaran, maka tubuhnya sekarang adalah milik gadis itu, tapi bagaimana Mo Xian bisa menjelaskan, seorang gadis bisa berubah menjadi seorang bayi. Namun dunia ini memang sudah keluar dari akal, dimana hal-hal yang tidak biasa bisa terjadi.


Mo Xian juga berpikir bagaimana dirinya bisa berada ditubuh bayi itu, apa itu artinya gadis itu sebenarnya telah mati, karena itu dia bisa menempati tubuhnya. Lalu, tugas apa yang dimaksud wanita itu.


Mo Xian meremas kepalanya, terlalu banyak pertanyaan!


Dan pertanyaan itu tidak memiliki jawaban untuk menghilangkan sakit kepalanya!


————————


Lima bulan berlalu begitu saja, Mo Xian masih mendapatkan mimpi yang sama setidaknya delapan kali dalam Lima bulan. Mo Xian berpikir itu adalah memori tubuh aslinya, tapi tetap tidak bisa mendapatkan jawaban tentang apa yang sedang terjadi malam itu.


Mengesampingkan hal itu, latihan Mo Xian berjalan lancar bahkan sesuai dengan yang dia harapkan perkembangannya melebihi murid yang lain. Bagaimanapun, cara belajar dan latihan sekte Bai Lian sebenarnya tidak lebih baik dari pada Li Huan dan Li Zhou Ran yang melatih langsung dirinya.


Karena itu, Mo Xian lebih cepat dalam hal belajar dari pada murid-murid lain dan lebih suka melakukan kultivasi tertutup di kamarnya dan berburu buku di perpustakaan, berharap menemukan sesuatu seperti segel mantra yang membuat tubuh gadis itu menjadi bayi.


Hari ini, Mo Xian seperti biasa datang ke perpustakaan untuk mengembalikan buku dan meminjam buku lagi setelah tiga hari. Penjaga perpustkaan yang sudah bertahun-tahun menjadi penjaga perpustkaan sudah mengenalinya karena sering melihat Mo Xian.


Namanya Qiaofeng, orang yang pendiam dan sedikit menyebalkan bagi Mo Xian karena Qiaofeng tidak pernah tersenyum, selalu menjaga wajahnya yang kaku.


"Penatua Qiaofeng, aku ingin meminjam buku yang lain."


Mo Xian menatap Qiaofeng yang tengah sibuk menandai buku yang sudah dipinjam.


"Mm," jawabnya singkat.


Mo Xian kemudian masuk ke dalam perpustakaan dan mencari buku yang ingin dia pinjam. Belakangan ini, Mo Xian sedang memperdalam ilmu pengobatan dan racun, buku-buku yang disediakan bisa dibilang lengkap. Hanya saja buku-buku yang ada di dalam perpustakaan memiliki umur yang jauh lebih tua dari umur kakeknya di bumi.


Buku-buku dengan umur yang tua biasanya tidak diperbolehkan untuk dipinjam dan hanya bisa dibaca di perpustakaan, jadi Mo Xian tinggal di dalam perpustakaan lebih lama dari murid lainnya. Sendirian, menghafal nama-nama racun dan obat penawarnya.

__ADS_1


Sejak Mo Xian memutuskan untuk fokus belajar, Mo Xian meminta Wu Jiao Xing untuk fokus dengan latihannya karena perkembangan Wu Jiao Xing sedikit lebih lambat darinya. Sejak saat itu, keduanya tidak selalu terlihat bersama, kadang saat Mo Xian berada di dalam perpustakaan, Wu Jiao Xing sedang sibuk berlatih atau berkultivasi di hutan. Namun, Wu Jiao Xing tidak pernah melupakan kewajibannya untuk melayani Tuan Mudanya. Di pagi dan sore hari Wu Jiao Xing akan membantu Mo Xian mengambil air di mata air, begitu juga saat makan, Wu Jiao Xing akan mengambilkan makanan untuknya.


Membalik halaman buku, Mo Xian kembali berdecak kagum pada pengetahuan yang dia baca. Banyak tanaman obat yang tersebar di dunia ini, buku itu menjelaskannya secara rinci dilengkapi dengan gambar yang terlihat realistis.


Mo Xian pernah membaca buku-buku milik Li Zhou Ran, tapi saat itu Mo Xian belum terlalu ingin mendalami ilmu racun dan pengobatan, dia lebih tertarik dengan ilmu bela diri, sama seperti saat di kehidupannya yang dulu, dia lebih suka berlatih karate ketimbang menghafal rumus fisika.


Mo Xian membaca hingga sore, selesai membaca dia menandai halaman miliknya dan mengambil buku yang ingin dia pinjam. Tidak ada banyak orang di perpustakaan, kebanyakan dari mereka lebih suka datang meminjam dan pergi setelahnya, jadi biasanya hanya Mo Xian yang tinggal sampai sore di perpustakaan.


Namun, sudah dua hari ini Mo Xian melihat seorang pemuda berpakaian putih dengan rambut hitam segelap malam, wajah tampan dengan hidung mancung, bibir tipis, mata yang tajam dan alis lebat seperti pedang. Mo Xian, sesekali melirik pemuda yang terlihat sangat serius saat membaca buku itu terlihat lebih tua darinya, sepertinya dia berumur sekitar enam belas atau tujuh belas. Sudah pasti dia murid senior, tapi Mo Xian tidak pernah melihatnya sebelumnya.


Saat Mo Xian membawa buku untuk didaftarkan, tidak disengaja dia bertemu dengan Bai Yue yang turun dari lantai dua. Mo Xian memandang Bai Yue dengan kagum, mengagumi bagaimana anak laki-laki itu bisa tumbuh tinggi lebih cepat darinya dalam beberapa bulan. Lihat, saat keduanya berdiri bersebelahan, Mo Xian hanya setinggi bahu Bai Yue.


"Meminjam buku tentang bela diri lagi?" tanya Mo Xian ketika melihat buku yang dipinjam Bai Yue memiliki sambul bergambar figur yang sedang memegang pedang.


"Dan kau lagi-lagi meminjam buku tentang racun dan pengobatan, apa kau tidak berpikir kalau latihanmu sebenarnya sedikit mengendur?"


Mo Xian tertawa saat menerima buku pinjaman miliknya dan mengucapkan terima kasih sebelum pergi keluar bersama Bai Yue.


Sedikit aneh memang, awalnya Mo Xian pikir Bai Yue orang yang kejam, dingin dan tidak berperasaan, dan dia telah membuatnya marah untuk suatu alasan yang membuat Bai Yue menjadikannya musuh. Namun, diluar dugaan keduanya justru berhubungan baik dari waktu ke waktu, Bai Yue terkadang mencarinya untuk meminta saran berlatih, atau keduanya akan berlatih bersama. Memang, pepatah jangan menilai buku dari sampulnya benar adanya, kamu perlu membacanya agar lebih mengerti dan bijak dalam menilai.


Keduanya berjalan keluar bersama dari perpustakaan.


"Mm, akhir-akhir ini aku lebih tertarik menghafalkan jenis tanaman obat dan racun. Bagaimana dengan latihanmu seminggu belakangan ini, aku lihat kau memiliki banyak perubahan, terutama tinggi badanmu."


Bai Yue menatap dengan wajah datarnya. "Tidak hanya tinggiku yang bertambah, tapi kemampuanku juga bertambah. Di latihan tanding berikutnya aku akan mengalahkanmu."


Mo Xian tertawa sambil menepuk-nepuk punggung Bai Yue dan berjalan maju. "Baiklah, baiklah, kita lihat saja besok."


Sebenarnya hal inilah yang membuat mereka dekat, Bai Yue sangat terobsesi untuk mengalahkan Mo Xian hingga rela berlatih siang dan malam untuk meningkatkan kemampuannya. Namun, lima bulan berlalu dia masih tertinggal jauh di belakang Mo Xian yang sudah berada di Level Spiritual tingkat empat sementara dirinya masih terpenjara di Level Langit tingkat dua.


Mo Xian, anak itu tidak hanya ramah pada setiap orang, tapi juga tidak segan memberi saran dan pertolongan pada orang yang membutuhkan, karena itulah perlahan-lahan Bai Yue mulai menyukai Mo Xian dan ingin berteman dengannya. Secara tidak langsung, dia juga akan tahu bagaimana Mo Xian berlatih dan rahasia apa yang dimilikinya hingga Tuan Bai Xue menyuruhnya untuk turun ke benua Xin Yue hanya untuk mengawasi Mo Xian.


Keduanya berjalan bersama melewati halaman saat gadis-gadis berjalan mendekati mereka.


"Aiya, Mo Xian dan Bai Yue aku kira kalian tidak akan datang ke perpustakaan hari ini." Seorang gadis berkata dengan nada menggoda dan segera diikuti tawa gadis lain.


Mo Xian hanya bisa tersenyum samar, dia sebenarnya merasa sedikit terganggu dengan sikap beberapa gadis yang mencoba mendekatinya sejak dia melakukan latihan tanding dengan Bai Yue di aula latihan.


Mo Xian tidak ingin menjadi pusat perhatian orang, tapi sejak latihannya bersama Bai Yue kala itu, gadis-gadis yang tidak sengaja menonton mereka menjadi ingin dekat dengan Mo Xian dan Bai Yue. Terkadang gadis-gadis itu juga sengaja menunggu di depan pintu kamarnya hanya untuk berjalan bersama, atau sengaja menyisakan satu bangku di samping mereka agar Mo Xian bisa duduk di sebelah mereka.


Mo Xian merasa kebebasan waktunya direnggut oleh sesuatu.


"Ini sudah hampir waktunya makan malam, apa kalian tidak ingin pergi makan bersama kami. Aku bisa mencari tempat duduk untuk kalian."


Mo Xian menatap ngeri pada bagaimana gadis-gadis itu bersikap malu-malu tapi mau dengan senyum yang dibuat semanis mungkin, menggoyangkan ekor mereka.


Mo Xian pernah bertanya pada Wu Jiao Xing tentang gadis-gadis yang tiba-tiba mendekatinya dan bersikap centil padanya yang membuatnya tidak mengerti. Namun, Wu Jiao Xing dengan kejam menampar kepalanya dengan kata-kata. "Kau ini bodoh atau apa, percuma perkembangan kultivasi dan belajarmu secepat angin tapi tidak bisa melihat bagaimana gadis-gadis itu menggoyangkan ekor mereka di depanmu mengharapkan sepotong daging!"


"Apa maksud Gege? Tolong buat lebih sederhana."


Wu Jiao Xing memutar matanya dan menghela napas kala itu sebelum kembali menamparnya dengan kata-katanya. "Gadis-gadis itu menyukaimu dasar bodoh. Mereka berharap bisa memilikimu suatu hari nanti jika mulai berusaha dari sekarang, itu sebabnya mereka selalu mengikutimu ke mana-mana agar mendapat perhatianmu."


Saat itu Mo Xian seperti mendengar sambaran petir di siang hari. Gadis-gadis menyukainya tapi kenapa?


"Bagaimana aku tidak menyukainya, diusia semuda itu dia sudah berada di Level Spiritual tingkat dua. Ah, aku ingin segera pulang dan memberitahu ayah untuk melamarnya untukku!"

__ADS_1


"Jangan harap, senyum manis lesung pipi Mo Xian hanya untukku, Mo Xian tidak akan menerima lamaranmu!"


"Berhentilah berbicara omong kosong dan belajar dengan benar. Pemuda hebat seperti Mo Xian hanya akan menikah dengan gadis hebat juga. Berhenti bermimpi!"


"Aiya! Omonganmu sangat kejam, katakan saja kau iri pada kami yang belum terikat dengan benang merah perjodohan."


"Huh, teruslah bermimpi!"


"Siapa yang bermimpi, kau tidak pernah dengar kecantikan mengalahkan segalanya! Tidak perlu pintar dan tidak perlu hebat, asalkan kau cantik, jalan terbuka lebar untukmu!"


Saat Mo Xian tidak sengaja mendengar obrolan rahasia mereka saat melewati sebuah ruangan, wajah Mo Xian menggelap seperti pantat panci. Apa yang sedang dipikirkan gadis-gadis itu benar-benar membuat bulu halusnya berdiri karena ngeri. Dan apa itu kecantikan membuka seluruh jalan, jangan harap itu akan berhasil pada Mo Xian, dia lebih suka spesis ketampanan adalah dosa!


Sejak saat itu, Mo Xian berusaha menghindar dari kelompok gadis-gadis itu dan secara sembunyi-sembunyi keluar dari jendela kamarnya saat membutuhkan sesuatu. Namun, gadis-gadis itu memang sangat sulit dihadapi, walaupun dia berhasil lolos untuk sementara waktu, bukan berarti dia tidak akan tertangkap di waktu berikutnya.


"Tidak, dia akan makan denganku."


Beruntung Wu Jiao Xing muncul di saat yang tepat bersama Bai Ruo.


Mo Xian segera menghela napas lega, sementara gadis-gadis itu mulai mendesis seperti ular saat melihat Wu Jiao Xing dan Bai Ruo, satu anak laki-laki yang biasa-biasa saja dan satu anak laki-laki bertubuh pendek selalu menghalangi mereka untuk mendekati dua pemuda yang mereka sukai.


"Apa urusanmu, mereka akan makan dengan siapa itu tergantung pada jawaban mereka," kata salah satu gadis.


"Benar!" Gadis lain menyambar menatap tidak suka pada Bai Ruo dan Wu Jiao Xing. Kemudian beralih menatap Mo Xian dan Bai Yue dengan senyum semanis madu. "Mo Xian dan Bai Yue, kalian berdua pasti lebih mememilih kami yang cantik dan bersih ketimbang dua orang bau, bukan begitu?"


Wajah Wu Jiao Xing dan Bai Ruo sama-sama menghitam seperti pantat panci hingga kesabaran mereka putus dan ingin mengelem semua mulut gadis-gadis itu.


"Apa yang kalian harapkan?" terdengar suara seorang gadis dari belakang dan perlahan-lahan menunjukan diri, itu Zhang Rouruan yang segera mengibaskan lengan bajunya di depan gadis-gadis. Membuat gadis-gadis itu menarik kepala mereka ke belakang.


"Berhenti mencari masalah dan perhatikan diri kalian, kalian benar-benar serangga pengganggu mengelilingi buah yang tidak akan kalian dapatkan."


Wajah gadis-gadis itu menggelap kemudian berubah merah saat melihat Zhang Rouruan satu-satunya gadis yang bisa dekat dengan Mo Xian dan Bai Yue.


"Untuk apa kalian masih disini? Memalukan, pergi ke sekte hanya untuk menggoda anak laki-laki, kenapa kalian tidak mendaftar ke distrik lampu merah!"


Oke, perkataan Zhang Rouruan sudah keterlaluan, Mo Xian segera menghentikannya tapi Wu Jiao Xing dan Bai Ruo tersenyum lebar melihat reaksi gadis-gadis itu yang memiliki wajah sehitam pantat panci lalu berubah menjadi merah, berubah lagi menjadi hijau dan berubah lagi menjadi putih.


Ini sebabnya Wu Jiao Xing dan Bai Ruo tidak memiliki masalah saat Zhang Rouruan mendekati Mo Xian dan Bai Yue, gadis ini sebenarnya bisa diandalkan untuk mengusir gadis-gadis yang sangat menjengkelkan, terlebih lagi sepertinya Zhang Rouruan tidak memiliki niat khusus selain berteman, karena Zhang Rouruan pernah bilang kalau dia sudah dijodohkan.


"K-kau!" Seorang gadis mencoba membela diri, tapi hanya bisa tergagap.


"Kau, kau, kau apa?" Zhang Rouruan menantang. "Pertandingan persahabatan sekte Bai Lian akan dilakukan dalam satu bulan dan kalian berani mengendurkan latihan kalian dan berkeliaran seperti serangga, apa aku perlu mengadu pada master?"


Gadis-gadis itu kembali hanya bisa menelan marah, jika saja tidak ada Mo Xian dan Bai Yue mereka sudah pasti akan memberikan pelajaran pada gadis bermulut pedas itu.


"Hmph! Apa urusanmu dengan latihan kami, kami berlatih atau tidak, tidak ada untungnya bagimu. Bahkan, tanpa kau tahu pun latihan kami berjalan dengan baik!"


Zhang Rouruan tersenyum sinis. "Baiklah, ayo kita lihat seperti apa kemampuan kalian di arena tanding."


Setelah itu, gadis-gadis itu membubarkan diri. Mo Xian dan Bai Yue sama-sama menghela napas lega, keduanya tidak pintar menghadapi gadis-gadis.


2389 Kata.


22 September 2020.


Terima kasih sudah membaca :)

__ADS_1


__ADS_2